Pria Bertopeng Dan Gadis Pemberani

Pria Bertopeng Dan Gadis Pemberani
Abadi


__ADS_3

"Dari mana mereka mendapatkan semua mobil sport ini?"tanya Dira heran.


"Entahlah,mungkin mereka hanya meminjamnya sebentar,"sahut Riko.


"Ya sudah jangan di pikirkan,sebaiknya kita pulang terlebih dahulu,aku sudah sangat lelah,"ucap Vivi,ia sudah tidak tahan,karena kakinya benar-benar terasa sakit,belum lagi tenggorokkan terasa kering karena haus.


Dan akhirnya mereka semua sudah sampai di tempat apartemen nya Dira,setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh dan yang di katakan Riko tadi memang benar,bahwa mobil yang di bawa para hantu itu memang mereka pinjam,setelah mereka mengantar Arsen yang lainnya,mobil tersebut sudah di antar ke tempat asalnya.


"Apa kau ingin mandi?"tanya Dira dan Arsen mengangukkan kepalanya dengan cepat,karena ia juga benar-benar sangat lelah dan ingin rasanya merendam tubuhnya di tempat air yang hangat kemudian tidur di tempat yang empuk.


"Apa ada pakain ganti untuk ku?"tanya Arsen.


"Emmm,sebaiknya kamu mandi saja terlebih dahulu,aku akan mencari pakain ganti yang cocok untuk mu dan jangan lama-lama,aku juga ingin mandi.Tubuh ku sudah bau keringat,"dan Arsen mengangguk paham.


"Apa kau tidak ingin mandi bersama,seperti kemaren?"canda Arsen.


"Kau serius?"tanya Dira.


"Tentu saja?"jawab Arsen berpura-pura serius.


"Baikalah,sekarang kita mandi bersama,"ajak Dira.

__ADS_1


"Tu..tunggu aku hanya bercanda,"ucap Arsen gugup.


"Kenapa kau terlihat gugup seperti itu?"goda Dira,ia sengaja mengerjai balik Arsen,ia juga mana mau mandi bersama Arsen.


"Sebaiknya kau saja yang mandi duluan,aku nanti saja,karena aku ingin istirahat lagian aku masih keringatan,"ucap Arsen mencari alasannya,ia benar-benar malu sekarang,rencananya ingin mengerjai Dira tapi malah ia yang dikerjai.


Kini sudah dua bulan lamanya,Arsen tinggal bersama Dira,Arsen yang masih binggung bagaimana ia harus mencari uang untuk membiayai hidupnya sendiri,ia tidak mungkin terus-terusan tinggal bersama dengan Dira secara gratisan,ia tahu Dira memang memiliki cukup uang,walaupun sekarang Dira tidak lagi bekerja di kantornya yang dulu,karena Dira sudah mengundurkan dirinya.Begitu juga dengan Vivi ia juga ikut mengundurkan dirinya,mana mungkin ia bekerja dengan bos yang gila harta itu terutama sangat kejam,jadi Vivi memutuskan tinggal bersama kekasihnya Vio.


"Arsen apa kamu mau bekerja dengan ku?"tanya Vio dengan cepat Arsen mengangukan kepalanya karena itulah yang ia tunggu-tunggu,sebenarnya ia tahu Vio membutuhkan karyawan namun ia sangat malu untuk mengatakannya,begitu juga dengan Vio, rasanya ia sangat tidak pantas menawarkan perkerjaan kepada orang yang dulunya sangat kaya raya itu,ia takut Arsen malah menolak tawarannya namun lain dugaannya ternyata Arsen menginginkan itu.


"Tapi kamu harus melepaskan topeng mu itu,di saat kamu bekerja.Mana mungkin kamu memakainya,lagian wajahmu sangat tampan kenapa harus di tutupi?"ucap Vio,karena Arsen sudah sering melepaskan topengnya sejak ada keberadaan Dira di rumahnya dulu,ia mulai membiasakan dirinya untuk bertatap muka dengan orang lain,walaupun diluar rumah ia masih belum terbiasa,tapi ia akan berusaha tetap menampakkan wajahnya di depan banyak orang.


"Saya bekerja sebagai apa?"tanya Arsen.


"Aku hanya ingin jadi sekertaris mu saja,apa itu boleh?"tanya Arsen malu-malu,ia benar-benar masih belum terbiasa akan hal itu.


Setelah obrolan mereka berdua cukup panjang akhirnya,Vivi dan Dira sudah datang habis belanja keperluan dapur.Kini para hantu itu sudah tidak lagi tinggal bersama Arsen dan Dira, terutama Rika dan Riko kini mereka berdua sudah mendapatkan tubuh mereka berdua masing-masing,berkat ide dari Vio.Mereka mencuri tubuh Rika dan Riko secara diam-diam,Vio menyuruh tuyul untuk memberikan obat tidur di minuman dan makanan Dianto paman Arsen, berserta ayah tirinya Arsen,di saat itulah mereka beraksi memulaikan rencana mereka hingga berhasil dan sekarang Rika dan Riko sudah hidup bersama dengan damai di dunia mereka.


Rika dan Riko sudah tahu siapa yang sudah membunuh mereka berdua dengan sangat kejam,tuyul yang saat itu ingin memberikan obat tidur,ia tidak sengaja mendengar pembicaraan tentang pembunuhan Rika dan Riko,tuyul tersebut langsung melaporkan semuanya kepada Rika dan Riko dengan panjang lebar ,siapa lagi kalau bukan ayah tiri Arsen.


Ayah tiri Arsen membunuh mereka berdua juga karena menginginkan hartanya,lalu ia pun langsung membunuh kedua orang tua Rika dan Riko.

__ADS_1


Ayah tiri Arsen adalah sahabat orang tua Rika dan Riko namun Rika dan Riko tidak mengenalnya sama sekali karena wajah ayah Arsen benar-benar sangat berbeda,ternyata ia melakukan operasi plastik,sebelum ia membunuh kedua orang tua Rika dan Riko, ia mengancam nya terlebih dahulu untuk menandatangani semua aset itu menjadi miliknya dan kemudian langsung membunuhnya.Ayah tiri Arsen memang benar-benar gila harta,ia rela melakukan hal apa pun supaya ia mendapatkan harta yang banyak dan berlimpah.


Harapan Dianto yang ingin menghancurkan para hantu-hantu itu kini sudah pupus, karena Rika dan Riko bertindak lebih dulu dari nya,ia benar-benar merasa sangat bodoh sehingga kehilangan tubuh Rika dan Riko,padahal tubuh Rika dan Riko adalah sangat penting baginya karena ia ingin jadikan sebagai syarat supaya ia bisa hidup dengan abadi dan tidak bisa mati.


"Kurang a***r mereka sudah bertindak terlebih dahulu dari ku,kini harapan ku untuk hidup abadi sudah tidak bisa lagi,"batin Dianto ia sambil berpikir,siapa yang akan mengantikan Rika dan Riko itu lagi.


"Iya aku tahu siapa orang itu,"batin Dianto,ia tersenyum devil karena sudah memiliki ide yang cemerlang.


"Kalian culiklah gadis manis itu dan bawa ia kemari!"perinta Dianto kepada hantu jahat itu dan mereka seketika lenyap.


"Bagus,sekarang gilaran kamu!"ucap Dianto dengan dingin kepada ayah tiri Arsen dan ayah Arsen masih binggung apa maksud dari semua yang di katakan Dianto itu kepadanya.


"Maksud kamu apa?"tanya heran.


"Tentu saja kamu akan menjadi penganti tubuh yang aku kurung selama bertahun-tahun ini!"jelas Dianto dengan dingin.


"Br***k kenapa harus aku?"bentak ayah Arsen yang tidak terima.


"Aku tidak ingin capek-capek mencari tubuh yang lain,sedangkan yang disini tinggal aku bunuh saja sudah beres,"jelas Dianto.


"Tidak,tidak jangan mendekat!"peringatnya,ia menjadi takut melihat tatapan tajam iblis dari wajah Dianto itu.

__ADS_1


"Kemarilah,jangan membuang tenaga untuk mu berlari,"ledek Dianto.


__ADS_2