Pria Bertopeng Dan Gadis Pemberani

Pria Bertopeng Dan Gadis Pemberani
Pinggir Jurang


__ADS_3

Vio terpaksa menuruti apa yang di katalan Vivi kepadanya,untuk pergi dari gua yang gelap gulita itu,ia hanya ingin Vivi kembali nyaman lagi dengannya seperti 3 tahun yang lalu.Vio berharap di hati Vivi masih ada namanya dan tetap terbuka untuk dirinya.


Sudah cukup Vio kehilangan Vivi dengan waktu yang cukup lama,selama kehilangan Vivi ia benar-benar frustasi dan stres karena tidak bisa menemukan keberadaan orang yang paling ia cintai itu.


Dan sekarang mereka berdua sudah dalam perjalanan menuju ke rumah Arsen,karena Vivi yakin pasti Dira berada di sana lagi.


"Vio kenapa menatapku seperti itu,"ucap Vivi,ia sangat risih dan malu ketika Vio menatapnya terus-terusan.


"Aku hanya merindukan kamu syang,apa salahnya,"sambil memegang tangan Vivi lalu menciumnya dengan lembut.


"Sudahlah jangan gombal begitu,itu tidak akan membuatku meleleh,sebaiknya kamu menyetir dengan benar dan awaaaaaaaaaas Vioooo."teriak Vivi sehingga membuat Vio seketika terkejut dan hilang kendali.


"Aaaaakhhhhhhhhh,"teriak Vio dan Vivi.


"Brakkkkk,"mobil yang di naiki Vivi dan Vio langsung berguling-berguling menuju ke arah jurang yang teramat dalam.


"Vio,hiks,hiks."


"Sayang kamu tenanglah,jangan bergerak tetap diam,kalau tidak kita berdua akan terjatuh,"jelas Vio.


Keberadaan mobil mereka berdua sekarang sudah berada di pinggir jurang,mungkin sekali mereka bergerak di arah yang salah ,maka mobil dan mereka berdua akan jatuh dan masuk ke dalam jurang yang sangat dalam itu.


"Kreeet,kreeeet,"suara mobil yang berayun-ayun dengan pelan.


"Vio aku takut,"ucap Vivi gemetaran.


"Sayang,kamu naiklah terlebih dahulu tapi dengan pelan-pelan,"perintah Vio.


"Tapi kamu bagaimana Vio?"


"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan aku,aku baik-baik saja sayang.Cepatlah keluar dari sini,"perintah Vio,Vio rela berkorban demi kekasih hatinya itu,walaupun nyawanya dalam bahaya ia akan tetap mengutamakan keselamatan Vivi.


"Tapi Vio aku tidak mau,hiks,hiks,Vio aku ingin tetap bersama kamu hiks,hiks,"Vivi terus menangis sesegukan,ia tidak rela Vio mengorban kan dirinya untuknya.


"Vi aku mohon menurutlah kali ini,kamu memang mencintai aku kan?"dan Vivi tentu saja menganggukan kepalanya dengan cepat.

__ADS_1


"Maka dari itu,kamu harus menuruti apa perkataanku,keluarlah dari sini terlebih dahulu,aku tidak ingin mendengar bantahan kamu kali ini,"ucap Vio tegas.


"Tapi Vio aku!"ucapnya terpotong.


"Keluar dari sini cepat!!"bentak Vio,ia ingin Vivi takut dengan nya dan mau menuruti perintahnya dan akhirnya Vivi takut melihat raut wajah ketakutan Vio yang marah,jadi dia perlahan-lahan keluar dari dalam mobil itu.


"Kreet,kreeet,"suara mobil berayun-ayun setelah Vivi keluar dari dalam mobil itu.


"Viooooo,hiks,hiks,Vio maafkan aku,maafkan aku hiks,"Vivi tidak bisa berbuat apa-apa lagi melihat kekasihnya itu yang sedang dalam berbahaya itu.


"Wuuuuuuusss,"suara angin kencang tiba-tiba saja datang sehingga dedaunan berterbangan dan pepohonan bergoyang kesana kemari,sehingga suasana menjadi sangat menyeramkan.


"Vio aku takut,"ucap Vivi.


"Sayang lawan ketakutan mu itu,pelan-pelan semuanya akan hilang,"sahut Vio.


Vio tahu sekarang suasana nya sedang tidak baik,ia tahu akan terjadi sesuatu dengan mereka berdua.Vio terus berusaha mencari akal supaya cepat keluar dari dalam mobil itu dan bergegas memeluk dan menenangkan kekasihnya yang sedang menangis ketakutan itu.Vio melangkah perlahan-lahan ke arah tanah dan perlahan-lahan juga mobil itu berayun-ayun ingin jatuh juga.


"Kreeet,kreeet,"suara mobil itu lagi.


"Viooooooooo,"teriak Vivi histeris karena melihat mobil yang Vio naiki itu sudah jatuh karena angin yang semakin kencang mengoyangkan mobil itu.


"Vioooooo,hiks,hiks,"Vivi akhirnya menangis histeris seluruh tubuhnya terasa lemah tidak berdaya dan pada akhirnya ia pingsan di tempat.Sedangkan di belakang Vivi tersenyum senang melihat targetnya tepat sasara,siapa lagi kalau bukan suruhan pamannya Arsen,setelah semua rencananya berhasil, akhirnya sosok tersebut menghilang entah kemana lagi.


"Vivi,vivi bangun Vi,"ucap Dira sambil memangku Vivi di pangkuannya.Ia telah berhasil menemukan keberadaan Vivi berkat para hantu itu yang rela mau kesana kemari mencari keberadaan Vivi dan semuanya tidak sia-sia mereka akhirnya menemukan Vivi walaupun keadaan Vivi dalam keadaan pingsan.


"Arsen kamu mau kan mengendong Vivi ke rumah?"tanya Dira,Arsen yang hendak menjawab pertanyaan Dira seketika terhenti karena mendengar sesuatu.


"Tolong,"lirih Vio dari bawah pinggiran jurang.


"Dira kamu mendengar suara ada yang minta tolong?"tanya Arsen.


"Iya aku mendengarnya,sepertinya dari situ,"tunjuk Dira dan Arsen beserta yang lainnya segera ke arah yang di tunjuk Dira dan benar saja Vio sedang membutuhkan pertolongan,karena saat ini Vio hanya bisa bertahan karena sebuah pohon yang ia pegangi.


"Kalian cepat tolong dia,"perintah Arsen dan mereka pun menuruti perintah Arsen.Setelah berbagai cara untuk menolong Vio akhirnya berhasil.

__ADS_1


"Terima kasih kalian sudah menolongku,"ucap Vio lalu menghampiri Vivi.


"Sayang bangunlah,aku sudah ada disini dan aku baik-baik saja,"ucap Vio sambil menepuk pipi Vivi dengan pelan.


"Hmmm,"Vivi perlahan-lahan membuka matanya.


"Vi,,Vio,"lirih Vivi.


"Vivi,kamu sudah sadar?"sambil memeluk Vivi di pangkuannya.


"Vio,ini kamu?"tanya Vivi yang tidak percaya.


"Iya ini aku sayang,syukurlah kamu akhirnya sudah sadar,"ucapnya.


"Vio,"ucap Vivi memeluk erat Vio.


"Ehemmm,ehemm,"ucap Dira,ia tidak tahu siapa lelaki yang memeluk temannya itu.


"Ahhh maafkan aku,perkenalkan aku kekasihnya Vivi,"ucap Vio yang paham apa maksud dari deheman Dira.


"Kok bisa?"ucap Dira bingung.Setahunya Vivi tidak pernah berdekatan dan berhubungan dengan laki-laki,yang ia tahu Vivi orang yang tidak menyukai laki-laki yang selalu mencari cara mendekatinya.


"Ceritanya panjang Dir,lain kali saja aku akan menceritakan semuanya,"sahut Vivi.


""Baiklah ayo kita pulang,pokoknya kamu harus menceritakan semuanya nanti,"ucap Dira.


"Ternyata suka kepo juga dengan urusan orang,"sindir Arsen.


"Ciiihh,bilang saja kamu juga sangat kepo,"balas Dira.


"Tidak ada untungnya kepo dengan urusan orang lain,sebaiknya urus saja dirimu sendiri,"ucap Arsen.


"Kalian berdua berhentilah berdebat terus,lama-lama telingga ku penuh dengan ocehan kalian berdua.


"Diammmm!"bentak Dira dan Arsen dengan serentak,mereka berdua sama-sama sangat tidak menyukai orang yang menganggunya di saat lagi tidak mood.

__ADS_1


__ADS_2