
"Kamu tidak apa-apa?"tanya Dira kepada kuntilanak tersebut,ia sangat terharu melihat perjuangan hantu-hantu yang sudah menolongnya.
Dira dan beserta yang lainnya tidak sadar bahwa dari antara mereka ada yang hilang dari tadi.
"Terima kasih sudah mau menolong kami,"ucap Dira,lalu ingin kembali masuk kedalam mobil untuk segera pulang,namun ada sedikit menganjal di hatinya entah apa itu?.
"Vivi kemana?"tanya Rika yang baru sadar.
"Astaga aku melupakannya,"ucap Dira yang juga baru sadar.
"Gawat pasti sosok jahat itu lagi membawanya,"sahut Rika.
"Tidak,tidak itu tidak bisa di biarkan sebaiknya kita mencari keberadaan Vivi secepat mungkin,"ucap Dira yang sangat khawatir.
"Itu tidak mungkin,kita tidak tahu keberadaan nya sekarang,"ucap Riko.
"Lalu harus bagaimana? apa kita menyusulnya lagi di rumah tua itu?"
"Tunggu sebentar,aku akan menyuruh tuyul ini mencari di sana,"dan tuyul tersebut tanpa di perintah lagi langsung lenyap menuju ke arah yang di bicarakan Riko barusan.
"Sebaiknya kamu pulang ke tempat Arsen itu lagi,disana dia bisa menjaga kamu dengan baik terutama ia bisa menolongmu,"ucap Rika memberi saran.
"Tapi!"ucap Dira terpotong.
"Rika benar,"sahut seseorang dari belakang Dira,siapa lagi kalau bukan Arsen pria yang bertopeng itu.
"Kamu!"kata Dira sedikit terkejut.
"Kamu tidak apa-apa?"tanya Arsen khawatir langsung memeluk Dira.
"Aaa...aku tidak apa-apa,"ucap Dira yang jadi salah tingkah.
"Kamu harus kembali lagi kerumah ku,itu yang terbaik sekarang.Aku janji akan membantu mencari teman mu lagi dan terutama menjaga mu,"ucap Arsen dengan tulus.
"Tapi!"
"Stttttttt,"ucap Arsen menutup mulut Dira dengn telunjuknya,Arsen benar-benar khawatir saat hantu sendal bolong mengabari nya tentang Dira,hingga ia langsung pergi keluar menyusul Dira.Dan ia sangat lega orang yang membuatnya khawatir itu kelihatan baik-baik saja.
__ADS_1
"Masuk kedalam mobil,"perintah Arsen yang tiba-tiba saja suaranya terdengar dingin,namun Dira mendengar suara Arsen seperti itu biasa-biasa saja baginya.
"Ciiihh dasar monster,"maki Dira,Arsen tampak tersenyum senang melihat Dira yang mau masuk kedalam mobilnya,walaupun Dira sudah memakinya terlebih dahulu.
"Sepuas mu saja memaki ku,tapi jangan harap sampai di rumah,kamu akan bebas memaki ku,"batin Arsen tersenyum devil.
"Kami pulang terlebih dahulu,sebaiknya kalian mencari keberadaan Vivi secepat mungkin,"ucap Arsen dan Riko menganguk setuju.
Setelah kepergian Arsen dan Dira,tuyul yang di perintahkan untuk mencari keberadaan Vivi baru saja datang dan segera mungkin memberitahukan keberadaan Vivi saat ini.
"Kau yakin dia ada disana?"tanya Riko lagi dan tuyul tersebut mengangukkan kepala nya dengan cepat.
"Baiklah,Rika sepertinya kita sangat sulit untuk memasuki kawasan itu,kita harus mencari cara terlebih dahulu,"jelas Riko.
"Bagaimana kalau tidak berhasil Riko?"tanya Rika yang sudah paham maksud dari perkataan Riko kekasihnya itu.
"Sttttt,kamu jangan mengkhawatirkan itu,"ucap Riko mencoba menenangkan Rika.
"Tapi Riko,"ucap Rika terhenti.
"Aku mohon percayalah,"ucap Riko ingin memastikan Rika percaya dengan nya.
"God girl,"ucap Riko senang sambil mengelus dan mengecup kepala Rika dengan sangat lembut.
"Lalu sekarang bagaimana?"tanya Rika.
"Sekarang kita pulang terlebih dahulu ke rumah Arsen,karena saat ini hanya mereka berdua yang bisa kita harapkan."
"Emm ayo kita pulang,"ajak Rika.
Di Rumah Arsen seorang perempuan sedang mondar-mandir kesana kemari yang tidak lain Dira yang sedang mengkhawatirkan temannya Vivi,ia sangat sedih karena temannya selalu jadi sasaran dan selalu mengincarnya,ia tahu Vivi sekarang pasti sangat ketakutan sendirian disana,ia tidak bisa membayangkan lagi bagaimana nasib teman baiknya itu.
"Duduklah,"perintah Arsen,ia sangat pusing melihat Dira yang tidak bisa diam dari tadi sehingga mwmbuatnya sedikit jengkel,ia tahu Dira sangat mengkhawatirkan temannya itu.Tapi ia juga bingung sekarang bagaimana ia bisa membantu temannya Dira,bahkan keberadaannya saja ia juga tidak tahu.
"Aku tidak bisa diam disini saja Ar,"lirih Dira.
"Lalu kamu akan menyesulnya?"tanya Arsen dan Dira menganggukan kepalanya dengan cepat.
__ADS_1
"Kemana?"tanya Arsen lagi.
"Aku juga tidak tahu,"lirih Dira lagi.
"Dasar aneh,"ucap Arsen.
"Kau mengatai aku aneh?"tanya Dira sedikit emosi.
"Tentu saja."
"Ya sudah aku pergi saja,aku tidak ingin orang yang mendekati ku yang aneh ini,"ucap Dira lalu hendak pergi dari rumah Arsen.
"Tunggu,kamu tidak bisa pergi begitu saja dari rumah ku sekarang,"peringat Arsen.
"Kenapa hah?"bentak Dira,ia sangat tidak terima Arsen mengatainya aneh di saat ia sedih kehilangan temannya.
"Sudahlah jangan marah-marah begitu,aku tidak suka."
"Dasar pria monster bertopeng,"maki Dira dalam hati,ia juga sangat malas sekarang terus berdebat dengan Arsen,lebih baik ia menenangkan diri terlebih dahulu,supaya ia bisa berpikir jernih dan mendapatkan ide untuk mencari temannya itu.
"Aku ingin ke kamar saja,"ucap Dira cuek dan Arsen tidak ingin menatap Dira.
Seorang wanita yang tidak berhenti-henti menangis di sebuah tempat yang sangat gelap,bau amis.Vivi sekarang berada di tempat itu,ia benar-benar ingin keluar dari tempat yang mengerikan itu,namun tidak bisa karena kaki dan tangannya sekarang sedang di rantai oleh sebuah rantai besi yang teramat besar dan berat,hingga berdiri saja ia tidak mampu dan ia hanya bisa menangis dalam diam saja,ia sangat muak dengan penderitaan yang tidak pernah ada habis-habisnya menghampirinya,baru saja ia bebas dan ingin bersenang-senang dengan teman-temannya terutama teman baiknya Dira namun semua itu hanyalah mimpi saja,karena sekarang ia terbekap di tempat yang gelap entah berana dimana posisi nya sekarang.
"Hiks,hiks,aku mohon lepaskan aku,"ucap Vivi,ketika mendengar suara injakan kaki di atas dedaunan.
"Kau tidak akan pernah aku lepaskan sayang,"ucap seorang laki-laki yang tidak bisa ia lihat siapa laki-laki tersebut.
"Apa yang kamu inginkan hah? dan siapa kamu sebenarnya?" tanya Vivi yang penasaran.
"Kamu pasti sangat tahu aku dan kamu mengenal aku,"ucap laki-laki itu.
"Kau jangan bercanda,aku benar-benar tidak mengenal kamu,"bentak Vivi.
"Sabar sayang jangan emosi begitu,nanti kecantikan kamu akan hilang."
"Ciiiuuuh,per***n dengan semuanya itu,aku hanya ingin tahu, siapa kamu sebenarnya dan cepat lepaskan aku sekarang juga!!"bentak Vivi,ia sekarang sudah benar-benar emosi dengan laki-laki yang di hadapannya.
__ADS_1
"Cium aku,aku akan memberitahukan siapa aku sebenarnya,"ucap laki-laki tersebut.
"Aku tidak akan pernah sudi."