Pria Bertopeng Dan Gadis Pemberani

Pria Bertopeng Dan Gadis Pemberani
Hantu gaul


__ADS_3

Akhirnya Dira merasa sangat bahagia karena temannya sudah kembali dengan selamat,sedangkan Dianto paman Arsen tampak sangat murka karena rencana masih saja belum berhasil.


"Ku***r,hantu-hantu itu selalu ikut campur dalam urusanku,tunggu saja kalian.Aku akan menyediakan kejutan yang membuat kalian akan benar-benar tidak percaya,hahaha,"ucap pak Dianto tersenyum senang,ia tidak akan pernah menyerah sebelum semua tujuannya tercapai,ia akan melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.


"Bagaimana rencana kamu selanjutnya?"tanya Ayah tiri Arsen.


"Kau tenang saja,kali ini aku akan menghancurkan hantu ke****t itu terlebih dahulu,karena mereka selalu ikut mengagalkan semua rencana ku dan baru aku membereskan anak kurang a***r mu itu,lalu aku aku akan mendapatkan gadis manis itu dan semua yang aku inginkan tercapai,hahahahhaha,"ucap Dianto lalu tertawa dengan suara yang cukup nyaring.


"Aku sudah tidak sabar menikmati semua harta dari anak kurang a***r itu dan melihatnya menjadi gelandangan,"lalu Dianto tiba-tiba saja masuk ke dalam kamarnya dan mengambil sesuatu.


"Ini ambilah,"ucap Dianto sambil menyerahkan sebuah map warna hijau.


"Ini apa?"tanya ayah tiri Arsen.


"Buka saja dan kau akan tau semuanya,"dengan tidak sabar dan sangat penasaran ayah tiri Arsen langsung membukanya dengan cepat,ketika ia melihat semua isi dalam map tersebut.Tiba-tiba saja mata nya langsung berbinar-berbinar senang.


"Kau,,kau serius?"


"Hmmmm,apa itu cukup?"


"Tentu saja ini lebih dari cukup,kau memang dapat ku andalkan,"ucapnya.


"Dan kau jangan lupa membawa gadis perawan lagi malam ini,"ucap Dianto mengingatkan nya.


"Tentu saja."


Lalu ayah tiri Arsen langsung beralih lagi ke isi dalam map tersebut,map itu berisi tentang semua berkas harta warisan yang Arsen miliki dan sekarang semuanya menjadi atas nama ayah tiri Arsen berkat bantuan Dianto paman kepercayaan Arsen dulu.Arsen yang percaya sepenuhnya kepada pamannya itu,hingga ia tidak pernah sekalipun meragukan pamannya untuk mengurusi semua aset miliknya dan sekarang ia tidak sadar bahwa pamannya sudah diam-diam membodohinya itu selama ini.


Saat di pagi hari,,,


"Sialll,akhhhhhhhhh,"ucap Arsen frustasi,ia baru saja menerima laporan dari anak buahnya,bahwa semua asetnya di ambil oleh pamannya sendiri.


"Ada apa Arsen?"tanya Dira heran.

__ADS_1


"Sekarang aku sudah tidak memiliki apa-apa lagi,"ucap Arsen dan Dira masih binggung dengan omongan Arsen barusan.


"Maksud kamu?"


"Aku,,,"ucapnya terpotong karena terdengar bunyi bel.


"Sebentar aku akan membukakan pintu,"ucap Arsen dan datanglah beberapa orang yang wajahnya terlihat sangar dan bertubuh kekar berdiri di depan pintu rumah Arsen dan terutama ayah tiri Arsen.


"Kau mau apa kau kesini?"tanya Arsen dengan dingin.


"Tentu saja aku kesini karena ini tempatku,"ucap ayah tiri Arsen dengan santai.


"Kkkau?"ucapnya Arsen,ia tidak mampu lagi berkata-kata,karena ia tahu itu pasti semua karena ulah ayah tirinya itu.


"Bughh,bughhh,"Arsen sekejap menampar wajah ayahnya berulang kali,ia benar-benar murka dengan ayah tirinya yang tidak pernah puas untuk hidup,ia sudah merelakan kepergian ibunya tetapi ayah tirinya masih mau melakukan kejahatan lagi terhadap dirinya.


Sedangkan Dira beserta yang lainnya mendengar keributan langsung saja berhamburan ke arah pintu dan mereka melihat Arsen sedang menampar wajah ayahnya,sedangkan anak buah ayahnya itu sedang berusaha menahan Arsen namun kekuatan Arsen yang lebih kuat dari mereka sehingga Arsen dengan mudah memukul ayahnya.


"Arsen berhenti aku mohon!"lirih Dira sambil memeluk pinggang Arsen dengan sangat erat dan Arsen pun seketika berhenti.


"Aku mohon jangan seperti ini lagi,"pinta Dira menatap wajah Arsen yang terlihat sangat berantakan dan terlihat menyedihkan itu.


"Kau tau apa alasan nya aku menghajarnya?"tanya Arsen dan Dira mengelengkan kepelanya karena ia memang tidak tahu apa-apa.


"Dia dan paman sudah bersekongkol membodohiku dan mengambil semua aset yang aku miliki dan sekarang aku tidak punya apa-apa,apa kau tau ini yang ingin aku katakan pada mu tadi bahwa aku sudah menjadi orang gelandangan,"jelas Arsen dan Dira benar-benar merasa iba mendengar semuanya itu,ia tidak menyangka orang yang di hadapannya itu memiliki kehidupan yang sangat rumit,ia kira lelaki yang selalu berdebat tiap hari dengannya itu tidak memiliki masalah apa apun,namun ternyata nasib Arsen benar-benar sungguh sangat menyedihkan,terutama orang tuanya sudah tidak ada lagi, bahkan pamannya sendiri membodohinya.


"Hahahahahh,bagaimana rasanya apa itu?"ucapnya terpotong.


"Plakkkk,plakkk,"Dira menampar wajah ayah Arsen dengan sangat murka.


"Kau ayah yang paling terburuk yang pernah aku lihat,apa semua harta itu lebih penting dari anakmu?"tanya Dira dan ayah Arsen hanya tersenyum devil.


"Ciuuuhh,kau memang pantas di panggil orang tua penjilat harta,"ledek Dira dengan sinis.

__ADS_1


"Heiii,kenapa kamu yang malah menjadi menamparnya?"tanya Arsen heran.


"Diam,seandainya aku tahu masalahnya tadi,aku akan sangat senang kamu memukulnya sampai tidak sadar dan aku sangat menyesal melarangmu,"ucap Dira dengan lantang.


"Dira, aku cukup kagum dengan kamu,"puji Vivi.


"Heiii kalian,sebaiknya keluar dari rumah ku sekarang juga,"perintah ayah Arsen.


"Apa kamu sudah puas hah?"tanya Arsen.


"Tentu saja aku sangat puas melihat penderitaan mu,semoga saja kamu betah hidup di luar sana dan aku harap kamu tidak membawa barangku bahkan satu pun dari rumah ini."


"Tapi mobil itu milik ku,kamu tidak berhak mengambilnya."


"Siapa bilang yang tidak berhak,sekarang semuanya sudah menjadi milik ku,kecuali baju yang kamu pakai itu,aku iklaskan kau membawanya pergi,"ucap ayah Arsen.


"Dasar lelaki tua,tunggu saja karma tetap menantimu,"peringat Arsen.


"Ayo kita pergi semuanya,"ucap Arsen,sedangkan hantu yang lainnya dari tadi bersembunyi,mereka tidak ingin ayah Arsen melihat mereka.


"Apa kita berjalan saja,ini sangat jauh!"protes Vivi.


"Sayang mengertilah,disini tidak ada taksi,"tegur Vio kekasihnya Vivi.


Sudah cukup lama mereka berjalan,namun masih saja belum sampai ke rumah Dira,mereka masih berada di jalan yang terdapat banyak pepohonan yang hijau dan rimbun itu.


"Sampai kapan kita berjalan,aku sudah sangat lelah dan sangat haus,"ucap Vivi,Dira yang hendak protes seketika terhenti.


"Brummm,brumm,brum,"suara mobil sport dari arah belakang mereka.


"Kuntilanak,tuyul dan sendang bolong?"ucap Dira tidak percaya.Melihat ketiga hantu itu membawa mobil sport di depan mereka.


"Hantu gaul dan mereka cukup berguna"batin Arsen.

__ADS_1


__ADS_2