
"Kau yakin ingin pulang ke rumah mu sekarang?"tanya Arsen,kepada Dira.
"Iya aku sangat yakin,lagian kan aku sudah beberapa hari disini dan sudah lama aku tidak bekerja mungkin perkerjaan ku kali ini cukup banyak,terutama aku juga tidak ingin selalu merepotkan kamu,Terima kasih selama ini kamu sudah membiarkan aku tinggal sementara di sini,lain kali aku akan membayar balas budi mu,"jelas Dira dengan semangat.
"Aku tidak merasa di repotkan sama sekali,"lirih Arsen,ia benar-benar tidak ingin Dira pergi dari rumahnya,ia sudah benar-benar sangat nyaman dengan kehadiran Dira sisinya sekarang.Ingin rasanya Arsen menahan Dira dan mengatakan jangan pergi,namun ia tidak memiliki alasannya apa,terutama mereka berdua tidak memiliki hubungan apa-apa.
Dira yang melihat raut wajah Arsen seperti ingin mengatakan sesuatu padanya, menjadi sangat penasaran hingga membuatnya bertanya.
"Apa kau ingin mengatakan sesuatu?"tanya Dira.
"Iya aku sangat ingin mengatakan sesuatu,bahwa aku ingin kau jangan pergi dari sini dan tetaplah bersama ku,"batin Arsen berbicara,ia benar-benar tidak mampu mengatakan semuanya itu,ia ingin Dira peka kepadanya namun itu tidak sesuai yang ia harapkan.
"Tidak ada,"lirih Arsen sambil mengelengkan kepalanya dan berusaha tetap tersenyum.
"Baiklah,aku pergi sekarang,karena Vivi sudah menunggu ku cukup lama diluar,"ucap Dira lalu pergi meninggalkan Arsen sendirian.
"Kamu kenapa lama sekali Dira?"tanya Vivi yang sedikit kesal dengan Dira.
"Maafkan aku,aku ada sedikit urusan dengan nya,"ucap Dira.
"Ciee,cie.Sebentara lagi melepas masa lajangnya ya,"ledek Vivi.
"Lajang jidadmu,kamu pikir aku akan langsung menikah dengannya,pacaran saja tidak,"kesal Dira.
"Cieee,berati kamu memang benar-benar ingin mengharapakan pak Arsen yang menjadi kekasih hati kamu ya,"ledek Vivi lagi, sambil menyengol-nyengol bahu Dira.
"Kalian berdua sampai kapan terus mengobrol di luar,sopir taxi sudah menunggu lama,cepatan masuk,"ucap Riko yang dari tadi memperhatikan Dira dan Vivi.
"Ah maaf pak kami tidak sengaja,"ucap Dira kepada supir tua itu dan supir itu hanya menganguk diam saja, tanpa menoleh ke arah Dira yang berbicara kepadanya.
"Ayo masuk Vi cepetan,"perintah Dira,lalu mereka berdua pun masuk ke dalam mobil tersebut.
"Bye,sampai jumpa,"ucap kedua gadis itu dari mobil, sambil melambaikan tangan kepada Riko dan hantu yang lainnya yang sedang menangis melihat kepergian Dira dan Vivi.
"Eh Dir,ternyata hantu itu cengeng juga ya,"ucap Vivi.
__ADS_1
"Entahlah,"ucap Dira cuek.
"Kamu tidak melihat mereka tadi meraung-raung menangis kepergian kita berdua tidak sih?"kesal Vivi namun Dira hanya diam saja,pikiran Dira sekarang hanyalah kepada pria yang bertopeng yang selalu menolongnya beberapa hari ini.
"Dira,Dira,"panggil Vivi namu Dira masih tidak menyahutinya.
"Diraaaaa!"teriak Vivi kesal,seketika Dira langsung tersadar dari lamunannya.
"Ada apa sih Vi,bikin kaget saja,"kesal Dira.
"Ngk jadi deh,percuma saja ngomong sama batu,buang-buang tenaga doang,"sindir Vivi.
"Kau mengatai ku batu?"
"Aku tidak mengatai kamu batu,"balas Vivi.Seketika suara langsung hening karena Dira malas menyahuti omongan Vivi,ia lebih baik tidur saja dari pada melayani curut yang sangat berisik itu.
Di dalam mobil itu Dira dan Vivi tidak menyadari kejangalan saat mereka berada di dalam,sosok yang dari awal selalu memperhatikan mereka secara diam-diam dari tadi.Sosok tersebut sangat senang karena mangsanya masuk kedalam jebakannya.Mobil yang membawa mereka berdua perlahan-lahan melaju sangat kencang,namun Dira dan Vivi masih belum menyadari hal itu karena sekarang mereka berdua sudah terlelap tidur.
"Srrtttt,srtttttt,"suara ban mobil terdengar seperti lagi amblas.
"Pak,berhenti pak,"perintah Dira panik karena supir tersebut membawa mereka dengan kecepatan penuh.
"Srtttt,srrttt,"ban mobil itu bergesekan dengan aspal hingga mengeluarkan suara itu.
"Pak berhenti pak,"perintah Dira lagi,supir itu tidak menyahuti omongan Dira,ia terus fokus untuk menyetir.
"Vi bangun vi,"ucap Dira sambil mengoyang-goyangkan tubuh Vivi.
"Ehmmm ada ap Dir?"tanya Vivi.
"Sepertinya ada yang tidak beres cepat kamu lihat sendiri,"kemudian Vivi melihat sekeliling mereka dan ia melihat sosok yang sangat mengerikan berada di belakang mobil yang mereka tumpangi sekarang dan tampak sedang berusaha menghentikan mobil mereka.
"Mereka kenapa Dir?"tanya Vivi heran lalu melihat ke arah yang Vivi bilang.
"Mungkin mereka sedang berusaha menolong kita berdua Vi,pantesan saja suara gesekan ban mobil itu karena mereka sedang berusaha menghentikan mobil ini,"bisik Dira.
__ADS_1
"Coba kamu lihat supir itu,sepertinya ada yang tidak beres,"bisik Dira lagi dan Vivi hanya menganguk paham saja.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang Dir?"
"Aku sedang memikirkannya Vi,"Dira cukup lama berpikir hingga ia menemukan idenya.
"Pak berhenti,"sambil menarik supir itu dan berusaha mengapai untuk membuka kunci pintu mobil itu.
"Vivi cepat bantu aku memegangnya,"perintah Dira dan Vivi pun dengan segera memegang sosok supir itu.
"srrrrtt,srrrtttt,"suara gesekan mobil itu lagi,lalu mobil tersebut sekarang sudah mulai kehilangan kendali.Sedangkan Rika,Riko,kuntilanak berserta yang lainnya tetap berusaha memegang belakang mobil itu supaya berhenti.
"Bruuuuuuuuuut,"namun tiba-tiba saja suara itu keluar tanpa permisi dan baunya pun menyebar dengan secepat kilat.
"Heiii kuntilanak kenapa kamu kentut saat keadaan yang seperti ini,"kesal Riko.
"Iiiiiihihihi,"kuntilanak tersebut hanya tertawa nyaring tanpa merasa bersalah apa pun.
"Riko,abaikan saja cepat pegang lagi,"perintah Rika sambil sebelah tangannya menutup hidungnya juga.Sedangkan tuyul sudah pingsan karena tidak sangup menahan bau yang sangat busuk itu.
"Dira cepat aku sudah tidak kuat lagi,"ucap Vivi.
"Baiklah lepaskan dia sekarang juga."perintah Dira yang sudah berhasil membuka pintu mobil sebelah supir itu.
"Brukkkkk,"sosok tersebut terjatuh dari mobil karena Dira mendorongnya keluar dari mobil itu,lalu segera mengambil alih untuk menyetir mobil.
"Srrttttttttttt,"mobil pun berhenti karena Dira menghentikanya.
"Kalian tidak apa-apa?"tanya Riko.
"Iya kami tidak apa-apa,kenapa kalian tiba-tiba saja berada di belakang mobil kami?"tanya Dira heran.
"Perasaan saya tiba-tiba saja tidak enak,"jadi kami mengikuti kalian berdua saja dari belakang,namun lama-lama kami mengawasi mobil yang kalian berdua tumpangi semakin melaju dengan sangat cepat,dari situ kecurigaan kami semakin yakin bahwa kalian dalam keadaan berbahaya,"jelas Riko yang masih terengah-engah.
"Hah,hah,hah,"suara tersebut tiba-tiba saja mengalihkan pembicaraan mereka,lalu mereka pun menoleh ke arah suara itu,tampak kuntilanak itu terkapar di tengah jalan yang sedang berusaha mengatur nafasnya karena kelelahan menghentikan mobil yang di tumpangi Vivi dan Dira.
__ADS_1