Pria Bertopeng Dan Gadis Pemberani

Pria Bertopeng Dan Gadis Pemberani
Pasangan


__ADS_3

Arsen tampak menikmati permainan yang Dira lakukan,Dira yang sudah terhanyut pun tidak sadar yang sudah ia lakukan sekarang.Arsen kemudian mengambil alih permainan mereka berdua dan ia semakin memperdalam ciuman panas itu.


"Brakkkkk,"Arsen yang hendak melepaskan pakain Dira tiba-tiba saja terkejut lalu melihat ke arah suara itu.


"Ihiiiiihihiihii,"suara kuntilanak itu dengan nyaring,hingga mengejutkan kedua pasangan manusia yang sedang di mabuk cinta itu.


"Sial,kuntilanak stressss,"maki Arsen dalam hati karena sudah menganggunya dengan Dira.


"A...aku pergi dulu,"ucap Dira lalu keluar dari dalam battup,ia sangat malu karena kapergok hantu itu.


"Kau mau kemana?"tanya Arsen.


"Aku mau kekamar sebelah,"jawab Dira yang tidak mau melihat wajah Arsen,karena wajahnya sekarang sudah memerah.


"La..lalu itu bagaimana?"ucap Arsen gugup.


"Kau tidak melihat situasinya sekarang hah?"kesal Dira.


"Ta..tapi aku kan sudah,"ucapnya terpotong.


"Itu bukan urusanku,aku pergi dulu,"Dira pun pergi melewati kuntilanak yang tersenyum-senyum itu.


"Kau kenapa kau senyum-senyum begitu hah?"kesal Arsen kepada kuntilanak itu.


"Ihihihi,"kuntilanak itu pergi tanpa menghiaraukan Arsen yang sedang kesal kepadanya.


"Akhhhhh,kuntilanak stres,"maki Arsen.


Sebenarnya kuntilanak itu sengaja menganggu Arsen karena ia ingin membalaskan dendamnya atas perlakuan Arsen kepadanya,waktu itu aa hampir kesulitan keluar dari rumah paman Arsen ,namun untungnya kuntilanak tersebut memaksa Dianto paman Arsen meminum obat tidur itu dengan cara merayunya habis-habisan dan dari situlah kuntilanak tersebut kesal dengan Arsen yang tidak mau berusaha menolongnya.


Di ruang tamu seorang perempuan tampak sangat gelisah dan selalu mondar mandir kesana kemari,sedangkan segerombolan hantu itu kepala mereka terus mengikuti gerakan Dira yang berjalan kekiri dan kekanan itu.


"Kau kenapa Dir?"tanya Vivi heran.

__ADS_1


"Ah tidak apa-apa aku sedang berolahraga saja,"ucap Dira berbohong.


"Kau tau aku itu tidak bisa di bohongi,"ucap Vivi.


"Aku tidak mungkin menceritakan semuanya kepadamu Vi."


"kenapa tidak mungkin?"


"Ah sudahlah lupakan saja,aku malas mengingatnya,"ucap Dira lalu pergi ke dalam kamar.


Sedangkan di rumah tua itu tampak seorang lelaki tua sedang marah.


"Bre****k,"ucap Dianto paman Arsen,karena ia sudah dibodohi oleh keponakannya sendiri.


"Lihat saja nanti aku akan menghabiskan kalian semuanya,"ucap Dianto sambil mengepal jari tangannya sampai jari-jari kukunya memutih.


"Kamu kenapa?"tanya Ayah tiri Arsen.


"Mereka sudah berani mempermainkan aku,"jawab Dianto dengan suara dinginnya.


"Aku tau kamu pasti akan membantu ku,tapi sebaiknya kita bermain sebentar dengan mereka,"ucap Dianto,sambil menatap sosok berpakain putih,wajah yang mengerikan sambil berdiri menatapnya.


"Kau beri mereka permainan yang membuat mereka sedikit menegang dan hingga membuat mereka ketakutan pada mu,"perintahnya pada mahluk halus itu dan mahluk halus itu mengangukan kepalanya karena sudah tunduk dan patuh pada Dianto.


"Hahahha,"Dianto tertawa dengan nyaring.


"Kenapa kamu menyuruhnya hanya satu saja?"tanya Ayah tiri Arsen.


"Tenang saja,dia yang sendiri akan memerintahkan anak buahnya untuk bertindak sesuai dengan kemauan ku,"jelas Dianto.


"Oh pantas saja,aku harap anak kurang a***r itu secepatnya menderita,"ucap Ayah tiri Arsen.


"Apa kau sangat mengiginkan hartanya?"tanya Dianto.

__ADS_1


"Tentu saja aku sangat menginginkan itu,tetapi anak kurang a***r itu selalu mempersulitkan rencana ku."


"Tenang saja,sebentar lagi kau akan memiliki semuanya.Tunggu saja dan lihatlah permainan yang menarik yang akan ku berikan untuknya dan tentu saja membuat keponakan itu sedikit menderita nantinya."


"Ok,akan ku tunggu permainan mu itu.Aku harap tidak hanya sedikit penderitaan yang kau berikan, tapi aku harap kau membuatnya sangat-sangatlah menderita."


"Baiklah, aku akan memenuhi permintaan berlian mu itu,asalkan kau mencari gadis yang perawan untukku,"ucap Dianto.


"Untuk apa?"tanyanya heran.


"Tentu saja,ku jadikan sebagai makanan untuk peliharaan ku saat ini,mereka hanya menyatap daging perempuan yang masih perawan,karena itu lah yang akan membuat mereka semakin kuat dan menjadi tunduk dengan ku,"jelas Dianto.


"Itu hanya permintaan kecil untuk ku dan akan ku segera cari gadis perawan itu secepat mungkin."


Kedua pria tua itu tampak sangat bahagia akan rencana kejahatan yang mereka perbuat itu.Dianto yang sangat menginginkan Vivi untuk di jadikan istrinya,karena ia benar-benar sangat tertarik dengan tubuh gadis perawan itu yang sangat indah menurutnya.Dulu waktu pertama kali Vivi bekerja di perusahaan itu ,ia sudah sangat menginginkan Vivi untuk menemaninya tidur di ranjang dan menuruti semua perintahnya.Hingga ia merencanakan sesuatu untuk membuat Vivi jatuh ke dalam pelukannya dan menjadikan Vivi istrinya.


Di rumah Arsen...


"Tok,tok,"suara ketukan pintu kamar Dira.Dira yang saat ini sedang nyenyak dengan tidur hingga tidak mendengar suara ketukan pintu kamarnya itu.


"Tok,tok,tok,"suara ketukan pintu itu terdengar sedikit nyaring.Namun yang punya kamar masih terlelap dengan tidurnya entah sudah sampai mana sekarang mimpinya.


"Tok,tok,tok,"lagi-lagi ketukan pintu dengar sedikit keras,karena pemilik kamar itu tidak ada sahutannya sama sekali.


"S***l,sebenarnya dia ngapain sih,"kesal Arsen kepada Dira.


"Apa mungkin dia lagi di kamar mandi ya,sebaiknya aku buka saja pakai kunci cadangan,"batin Arsen.


"Krieeet,"suara pintu itu terbuka,Arsen kemudian perlahan-lahan masuk ke dalam kamar Dira dan ia melihat gadis itu sedang tidur terlelap di kasur yang cukup besar dam sangat empuk itu.


"Pantasan saja aku ketuk pintu berulang kali,ternyata dia lagi tidur,"batin Arsen.Lalu dia mendekat menghampiri Dira dan duduk di sebelah Dira yang sedang tidur itu.


"Bisa-bisanya kamu tidur nyenyak seperti ini,setelah kejadian itu barusan.Sedangkan aku hampir mati lemas merasakan gairah yang sudah memuncak,seharusnya kamu bertangung jawab dengan semua itu ,tapi baiklah kali ini aku biarkan kamu menenangkan diri terlebih dahulu.Tapi lain kali aku tidak akan membiarkan kamu pergi begitu saja,"batin Arsen menatap Dira dan mengelus pipi lembut Dira dengan pelan.

__ADS_1


Entah kenapa perasaannya menjadi tiba-tiba hangat saat bersama seorang gadis dihadapannya itu,walaupun hampir tiap deti,menit dan jam selalu beradu mulut,tapi Arsen sangat menyukainya akan pertengkaran kecil mereka.


Menurutnya Dira yang sedang kesal karenanya itu terlihat sangat lucu dan baru kali ini ia mau berinteraksi dengan orang-orang luar,dulu Arsen sangat tidak peduli dengan keberadaan orang-orang.Bahkan orang yang mau mencoba mendekatinya saja ia sangat jijik dan ingin marah,namun sekarang semuanya berubah ia sangat senang akan kehadiran Dira dan beserta yang lainya di rumah,ia sadar bahwa hidupnya perlu sandaran dan kasih sayang.


__ADS_2