Pria Biasa Pemikat Hati Wanita Cantik

Pria Biasa Pemikat Hati Wanita Cantik
Bab 17 Koneksi Geng Serigala Hitam


__ADS_3

Retno melihat tatapan siswa sekitarnya yang merasa tidak wajar kemudian menjauhi tangan Dlas.


Dia turun dari sepeda kemudian melihat Ririn dan Kirana sambil berkata, "Apa yang terjadi,


mengapa Dias harus kabur?


"Bu Retno, Dias telah memukul Andre, dan Andre berkata bahwa dia akan membalasnya.


Ririn berkata dengan ekspresi khawatir, mulut kecilnya terkulai. Ririn selalu mengira itu adalah


karena kesalahan dirinya sehingga membuat Dias berada dalam masalah derngan Andre. Ririn


tidak tahu bahwa Andre sebenarnya sudah membenci Dias sejak balapan tadi malam.


"Andre? Itu wakil ketua senat mahasiswa?"


Retno mengerutkan kening, Dia juga memiliki kesan yang mendalam tentang Andre, bukan


karena seberapa kecakapan Andre sebagai wakil ketua senat kampus, tetapi karena Andre sudah


lama mengejar dirinya tapi Retno selalu menolak.


Kirana mneraih tangan Dias lalu berkata dengan cepat, "Bos, cepat kabur. Aku sudah menyiapkan


kapal untukmu. Kau akan pergi ke Filipina malam ini. Aku akan mengatur semuanya di sana


untukmu


"Tunggu Tunggu, apakah kau mengatakan bahwa aku harus pergi? Dlas memotong kata-kata


Kirana, dengan wajah kebenaran serius dia berbicara, " Ini ada di Indonesia. Semua


masyarakatnya dilindungi oleh aturan hukum. Ada polisi juga yang melindungi rakyatnya. Bisakah


dia dengan mudah membunuhku? Apakah itu mungkin?"


Retno juga melihat ke arah Kirana lalu berkata, Ya, Kirana, apa latar belakang Andre? Mengapa


kamu harus begitu takut padanya?"


Kirana menghela nafas kemudian berkata dengan sungguh-sungguh, " Dia adalah ... anak dari bos


Geng Serigala Hitam.


Hati Retno langsung melengos mendengar ini. Dias baru saja keluar dari tangan Geng Serigala


Hitam, sekarang dia bahkan memprovokasi orang yang lebih kuat.


Tidak masalah jika Dias memukul beberapa bajingan jahat, tetapi jika dia memukul putra bos


Geng Serigala Hitam, orang itu pasti tidak akan tinggal diam.


Retno mendengar bahwa Geng Serigala Hitam biasa memotong tangan dan kaki orang. Jika


mereka benar-benar menyerang Dias, apa yang bisa Dias lakukan?


"Bagaimana kamu mengalahkan Andre? Jika tidak terlalu serius, mungkin masih ada cara untuk


menyelesaikan masalah ini baik-baik" Retno juga menjadi gugup


Sebelum Dias bisa menjawab, Kirana langsung berkata, "Rahangnya patah dan tiga giginya copot.


Aku tahu bagaimana temperamen Andre, dia tidak akan pernah melepaskan siapapun yang


mencari gara-gara dengannya.


Retno, Kirana dan Ririn mendengar masalah itu begitu serius. Ada keheningan panjang

__ADS_1


Dias sangat senang melihat ketiga wanita itu peduli padanya, tapi dia tidak bisa menunjukkannya.


Dias menepuk bahu Kirana sambil berkata dengan ekspresi yang tenang "Pelayan kecil, jangan


khawatir, ada keadilan di dunia ini. Aku tiak percaya bahwa Andre, orang jahat yang bisa


melakukan apapun yang dia mau. Jika geng serigala hitam benar-benar berani memperlakukanku


dengan buruk. Aku akan memanggil polisi. Jika polisi gagal, aku akan menemui presiden. Aku


masih tidak percaya bahwa tidak ada seorang pun di dunia iní yang dapat mengalahkannya.


Melihat ekspresi Dias yang tenang, Kirana merasa masih cemas lalu berkata, "Bos, dunia ini tidak


sesederhana yang kamu pikirkan. Kamu belum pernah melihat banyak hal. Di depan orang yang


punya kekuasaan dan kekuatan, semua peraturan itu tidak bekerja.


Mendengar ini, Dias tersenyum diam-diam di dalam hatinya, Dia sangat setuju dengan kata-kata


Kirana, tetapi juga itu tergantung pada siapa kekuatan sebenarnya. Dibandingkan dengan


kekuatan Dias sendiri, kekuatan Geng Serigala Hitam tidak sebanding sama sekali


Terlebih lagi, kata-kata Kirana tidak sepenuhnya benar. Karena di dunia ini, ada kekuatan


tertentu yang bahkan lebih unggul daripada kekuatan lainnya.


Melihat tatapan serius Kirana, Dias berkata dengan wajah serius, "AKu tidak akan melarikan dirl.


Aku ingin tetap di kampus dan menerima pengetahuan"


Mendengar ini, Retno sangat terharu. Dia melihat sosok Dias di bawah sinar matahari, sepeda


reyot, pakaian biasa, dan hati yang penuh energi positif. Mahasiswa dari keluarga miskin tetapi


Retno mengertakkan gigi lalu diam-diam memutuskan di dalam hatinya, "Tidak apa-apa, Dias


akhirnya memiliki kesempatan untuk belajar. Bagaimana dia bisa melepaskan studinya karena


Andre. Aku harus menemukan cara untuk membiarkan Andre melepaskannya


Kirana melihat Dias yang menolak sarannya. Dia nenghentakkan kakiya dengan amarah


kemudian memikirkan rencana lagi. Setelah itu, Kirana berkata kepada Dias, "Bos, aku akan


kembali ke ayahku dan memintanya untuk maju ke depan membantumu. Mari kita lihat apakah


itu dapat diselesaikan"


Setelah berbicara, Kirana naik Jetta tua yang diparkir di sebelahnya lalu pergi dengan kencang.


Retno berpikir bagaimana menangani urusan Andre. Dia mengucapkan selamat tinggal kepada


Dias dan Ririn, kemudian kembali ke kantornya..


"Ririn, naik ke sepedaku. Aku akan mengantarnu kembali ke ruang kelas.


Dias membuka kakinya sambil menatap Ririn yang berada di ujung, Ririn tersenyum dan


menunjukkan dua baris gigi putih. Ririn melihat ke tengah kakinya, sepeda itu memiliki palang


besar, tetapi sikap Dias saat ini tampak begitu ambigu.


"Tidak, aku akan kembali sendiri:"


Ririn tidak bisa menahan diri untuk tidak melihat Dlas. Pipinya memerah karena dia memikirkan

__ADS_1


kata-kata ambigu di grup chat sekolah. Ririn akhirnya menggelengkan kepalanya dengan cepat,


lalu bergegas kembali ke kampuSs.


Ketika ketiga wanita itu pergi, Dlas bersepeda sendiri menuju gedung lImu Komputer dengan


senyum jahat di sudut mulutnya. Dia berbisik pada dirinya sendiri, "Geng Serigala Hitam, Andre,


haha. Mereka datang untuk memprovokasiku. Mung kinkah sebelum kalian mulai menyerang


orang lain, kallan seharusnya menyelidiki latar belakangnya dulu?"


Itulah yang Dias katakan, tetapi sebenarnya latar belakang Dias telah dicurigai oleh beberapa


orang.


"Dias, kepala jurusan memintamu untuk datang ke kantornya Tidak lama setelah Dias kembali


ke kelas, seseorang datang dan mengatakan bahwa Retno memintanya pergi ke kantor.


"Baru beberapa menit kita berpisah, Bu Retno sudah merindukanku begitu cepat?" Dias


menyeringai dalam hatinya lalu datang ke kantor Retno.


Pria paruh baya itu duduk di atas kursi dengan satu kaki diarngkat, matanya memandangi Retno


dengan penuh nafsu. Dari ujung rambut hingga ke kaki jenjang berlapis stocking sutra hitam


yang panjang, kemudian kembali ke pinggang rampingnya. Pria itu memandang Retno seolah-


olah seluruh tubuh Retno adalah sebuah harta karun yang tidak bisa membuat matanya berkedip.


Retno duduk di belakang meja dengan ekspresi canggung. Meski pintunya terbuka, dia merasa


tidak nyaman di bawah mata pria paruh baya itu. Tapi pria paruh baya di sebelahnya adalah


dekan dari kantor urusan akademik. Bahkan jika Retno merasa tidak nyaman, dia hanya bisa


menahan diri.


Saat itu juga, Retno melihat Dias muncul di pintu membuat tubuhnya sedikit rileks. Dengan


senyum di sudut mulutnya, dia berdiri lalu memberi isyarat, "Dias, kemarilah.


Setelah mendengar ini, pria paruh baya gemuk itu melirik ke arah pintu. Dia menatap Dias


dengan ekspresi wajah menghina yang tidak bisa dia sembunyikan.


"Bu Retno, Anda mnencari saya?"


Dias berjalan ke meja Retno lalu bertanya sambil tersenyum cerah, dia belum melihat pria genuk


yang duduk di sisi seberang


Retno menunjuk ke pria paruh baya kemudian Retno memperkenalkannya kepada Dias, "Dias, ini


adalah Pak Wibowo, dekan urusan akademik kampus, Dia ingin bertanya tentang Geng Serigala


Hitam


Dias menoleh untuk melihat ke arah Wibowo, Sebelum dia bisa menyapa, Wibowo menepuk


tangannya di meja lalu berbicara dengan cara yang aneh, "Dias, kau sangat berani. Kau telah


mengalahkan Geng Serigala Hitam. Kau juga berani berbohong kepada Bu Retno karena


mengatakan kamu telah meyakinkan anggota Geng Serigala Hitam. Tahukah kau seberapa

__ADS_1


banyak masalah yang kau timbulkan dalam masalah ini ?


__ADS_2