Pria Biasa Pemikat Hati Wanita Cantik

Pria Biasa Pemikat Hati Wanita Cantik
Bab 44 kondisi Keluarga


__ADS_3

Dias dan Ririn keluar dari bar kemudian berjalan perlahan menyusuri jalanan di pinggir sungai.


Angin dari sungai sedikit sejuk, membuat orang merasa segar. Ririn tiba-tiba berhenti lalu


mengambil cek tersebut. Dia menyerahkan cek itu kepada Dias sambil berkata, "Ini uangmu, aku


tidak bisa mengambilnya."


"Ririn, ini jelas merupakan kebaikan hati Manajer Luhut, bagaimana bisa kamu mengatakan


bahwa ini adalah uangku? Simnpan saja untuk dirimu sendiri. "Dias berkata serius dengan nadanya


sedikit marah.


Ririn menggelengkan kepalanya, "Aku tahu mengapa Manajer Luhut memberikannya kepadaku.


Ini semua adalah karena kamu, tetapi jumlah ini terlalu besar. Aku tidak bisa menerimanya"


JIka kamu tidak menginginkannya, kamu bisa membuangnya. Lagipula itu bukan milikku" Dias


mengangkat bahu.


Ririn melihat cek di tangannya kemudian terdiam beberapa saat. Dia akhirnya memutuskan


untuk mengambil cek tersebut, lalu dengan sungguh-sungguh berkata, "Aku meminjam uang ini


darimu. Aku akan membayarmu kembali ketika aku sudah punya uang lagi"


Melihat Ririn menerima uang itu, Dias tidak akan mengatakan apa-apa lagi karena Ririn


bersikeras ingin membayarnya kembali, maka dia hanya memblarkan begitu saja.


Dias melihat seragam pelayan di tubuh Ririn lalu bertanya, "Ngomong-ngomong, kenapa kamu


bekerja sebagai pelayan di bar saat liburan? Kamu tidak terlihat seperti orang yang suka pergi ke


bar


Berbicara tentang ini, Ririn menunjukkan ekspresi sedih lalu berkata, "buku sakit. Keluargaku


tidak punya uang untuk mengobati penyakitnya, jadi aku hanya bisa pergi bekerja untuk


mendapatkan tambahan uang demi mengobati penyakitnya. Awalnya, aku tidak ingin pergi ke


bar, tetapi ada iklan pekerjaan yang menawarkan gaji yang sangat bagus sehingga aku mau pergi


bekerja."


Dias bingung ketika mendengar ini. Kakek Ririn meminta kepada masternya agar mengatur


seseorang untuk melindungi Ririn. Dalam pandangan Dias, karena kakek itu dapat menghubungi


tuannya, latar belakang keluarga Ririn pasti sangat kuat, Tidak mungkin juga ada situasi dimnana


tidak punya uang untuk biaya pengobatan.


Tapi sekarang sepertinya hal itu tidak seperti yang dia pikirkan. Dias berkata, "Ada apa dengan


ibumu? Atau biarkan aku pergi untuk melihat kondisi ibumu. Aku tahu sedikit tentang


pengobatan tradisional, mungkin aku bisa membantu."


"Kamu tahu pengobatan tradisional?" Ririn memandang Dias dengan penuh tanda tanya. Dia jelas


tidak percaya kata-kata Dias.


Dlas tersenyum lalu berkata, "Mengapa, apakah kamu tidak percaya? Aku pernah mengikuti


seorang praktisi ahli pengobatan tradisional kuno di Solo selama beberapa tahun sebelumnya,


jadi keterampilan medisku tidak buruk


Ririn berpikir sejenak. "Oke, aku akan mengantarmu ke rumahku, tapi jangan beri tahu ibuku apa


yang aku kerjakan di bar.


*Oke: Kata Dias dengan isyarat tangan oke.


Setelah beberapa saat berjalan, Dias akhirnya sampai di depan rumah Ririn laluki memasuki

__ADS_1


rumah itu. Dias melihat sekeliling, Ruang di dalamnya tidak besar, sekitar 50 meter persegi


Tampaknya kondisi keuangan keluarga Ririn tidak baik. Jika tidak, dia tdak akan hidup di rumah


kecil seperti ini.


Tapi rumah ini sangat rapi, semua ruangannya rapi dan bersih.


"Bu, aku kembali." Ririn berteriak ke arah kamar tidur di dalam.


Ada suara lemah di kamar tidur, "Ririn, bukankah kamu mengatakan bahwa kamu ada acara di


kampus sampai jam sebelas, mengapa kamu baru kembali sepagi ini?"


Mendengar ini, Dias melihat ke arah Ririn karena dia tidak menyangka gadis yang lugu ini bisa


berbohong kepada ibunya.


Tapi Ririn jelas tidak pandai berbohong. pipinya saat inl langsung merah lalu dia menjawab


pertanyaan ibunya dengan tergagap, "Oh, hari ini murid itu ... dia tidak masuk karena izin untuk


sesuatu, jadi aku kembali lebih terlambat. Ngomong-ngomong, bu, aku membawakan seseorang


untukmu. Dia adalah seorang dokter khusus pengobatan tradisional."


*Dokter khusus pengobatan tradisional" Suara perempuan itu sedikit terkejut. Dia hanya


berkata dengan senyum kering, Penyakit ibu tidak begitu mudah diobati. Kamu bisa


menemukan dokter dari mana?


Sambil berbicara, Ririn berkata kepada Dias untuk masuk ke kamar tidur.


Ketika Dias melihat ibu Ririn, dia sedikit terkejut. Meskipun wanita di depannya ini kurus, pipinya


kempong, dan rongga matanya cekung karena penyakitnya, Dias bisa melihat bahwa wanita ini


memiliki kulit yang sangat bagus dan tidak memiliki kerutan apapun di wajahnya. Selama


tubuhnya sudah sehat, wanita ini pasti sangat cantik, bahkan tidak kalah cantik dari Ririn.


memiliki wajah melon. Ciri-ciri wajah keduanya tidak mirip sama sekali. Selain itu, ibu Ririn


masih terlalu muda, usianya paling sekitar 35 atau 35 tahun.


Untuk menghindari kesalahpahaman Ibunya Ririn, Dias dengan cepat mengalihkan


pandangannya lalu tersenyum, "Halo, Tante Yasmin"


Dalam perjalanan ke sini, Ririn telah memperkenalkan nama ibunya yaitu Yasmin.


"Bu, namanya Dias, dia adalah dokter pengobatan tradisional yang kubawa Ririn duduk di


sebelah Yasmin sambil memeluk lengan ibunya dengan penuh kasih sayang


Melihat Dias sangat muda, Yasımin mengerutkan kening Dia berpikir bahwa pemuda ini tidak


mungkin seorang pembohong. Tapt lika dia bukan pembohong. apa yang bisa dilakukan oleh


praktisi pengobatan tradisional yang masih muda?


Mendengar kata pengobatan tradisional, umumnya semua orang merujuk pada seorang yang


Sudah tua dan b


berpeng


engalaman dalam bidang pengobatan seperti in.


1 Meski


ki ada orang yang


sangat pintar tentang teorinya, tapi pengalaman ilmu pengobatan seseorang yang masih muda


tidak sebaik pengalaman pengobatan tradisional kuno dari orang yang sudah berumur.


Ririn melihat ibunya meragukan identitas Dias. Dia tersenyum lalu berkata, "Bu, jangan khawatir.

__ADS_1


Selain sebagai dokter pengobatan tradisional, Dias juga teman sekelasku. Aku sudah cerita


tentang teman sekelas yang mendapat nilai penuh dalam enam mata pelajaran terakhir kali, kan?


Nah orang itu adalah Dias ini.


Yasmin merasa lega ketika mendengar ini. Menurutnya, anak-anak yang memiliki nilai bagus


pasti bukan orang jahat.


Namun, apa hubungannya nilai sempurma dalam ujian komputer dengan pengobatan tradisional?


Yasmin memiliki kekhawatiran lain lagi. Dia berpikir bahwa anak ini ingin mengejar putrinya,


sehingga dia berbohong kepada putrinya bahwa dia adalah seorang dokter pengobatan


tradisional, bukan?


Dengan pikiran seperti ini, Yasmin tidak lagi menyukai Dias. Yasmin kemudian berkata dengan


acuh tak acuh, "Halo, teman sekelas Dias, slakan duduk


Dias melihat ketidakpercayaan dari sorot mata Yasmin padarnya. Dias tersenyum canggung lalu


berjalan ke Yasmin. Dias duduk di samping tempat tidur lalu berkata, "Tante Yasmin, karena saya


di sini untuk melihat kondisi Anda, mari kita mulal. Ulurkan tangan Anda dan saya akan


memeriksa denyut nadi Anda"


"Dias, kamu ini dokter amatir, ya? Langsung memeriksa denyut nadi tanpa bertanya apa-apa


dulu. Bagaimana kamu bisa tahu apa penyakitnya?" Ririn berkata dengan nada bercanda kepada


Dlas.


Sebenarnya, ketika Ririn memnbawa Dias ke rumahnya, Ririn sama sekali tidak mengharapkan dia


untuk menyembuhkan penyakit ibunya.


Menghadapi ejekan Ririn, Dias berkata dengan tenang, "Alasan mengapa dokter pengobatan


tradisional pertu mendiagnosis denyut nadi dulu adalah untuk menilai gejala dan penyebab


pasien melalui kondisi denyut nadi. Praktisi pengobatan tradisional yang langsung mendiagnosis


sebelum memeriksa denyut nadi adalah dukun yang belum mempelajari seni ilmu pengobatan.


Ririn dengan lembut mengerutkan hidung. lalu menjulurkan lidah ke arah Dias sambil


mengatakan, "Kau membual"


Melihat sikap putrinya di depan Dias seperti ini, jantung Yasmin seolah-olah turun langsung ke


bawah tanah. Putrinya tidak pernah menunjukkan sikap seperti ini di depan orang lain. Oh.


Yasmin harus melindungi citra baik anaknya, dia tidak akan memblarkan anaknya mudah ditipu


oleh orang lain.


Setelah mengambil keputusan, Yasmin mengulurkan tangannya di samping tempat tidur lalu


berkata kepada Dlas, "Dias, jangan bicara terlalu banyak jka kamu tidak bisa mendapatkan


diagnosis yang tepat saat ini


"Jangan khawatir, penyakit di dunia iní masih ada obatnya. Saya bisa menyembuhkan semuanya."


Dias tersenyum bangga dengan ekspresi tak terduga di wajahnya.


Melihat kepura-puraannya ini, Yasmin semakin tidak menyukai anak ini. Yasmin harus tegas


menjauhkan orang dari putrinya.


Yasmin tidak takut Ririn marah, kemudian dia berkata dengan suara yang dalam, "Dias, saya


harap Anda tidak banyak membual. Jika tidak, saya akan menyuruh Anda pergi dan tidak akan


mengizinkan Anda untuk datang lagi ke sini:

__ADS_1


__ADS_2