
Dias memandang Yuda yang tersedak roti yang tinggal setengah, lalu berkata dengan senyum
tipis, "Ada seseorang yang berkata bahwa roti isi daging yang dilemparkan ke anjing tidak pernah
kembali lagi. Sekarang saya benar-benar melithatnya lagi hari ini" Separuh roti itu baru saja
digigit Dilas lalu dilemparkan ke mulut Yuda.
Melihat Yuda tersedak karena roti, wanita genit di sebelahnya menjadi cemas sambil menepuk
punggungnya, "Yuda, kamu baik-baik saja, jangan menakut-nakuti aku." Melihat Yuda atanya
melotot karena tersedak, Retno juga sedikit khawatir.
Retno berbicara kepada Dias, "Apa yang harus dilakukan, jika dia tersedak lalu mati, kamu akan
masuk penjara"
"Jangan khawatir, bu. Tidak akan terjadi apa-apa" Dias berkata santai sambil meninum air di
gelas dan menyisakannya setengah, kemudian Dias membuka mulut Yuda lalu menuangkan air
sisanıya tadi ke dalam mulut Yuda. Dengan susah payah, Yuda meminum air itu lalu roti yang
tersangkut di tenggorokannya langsung dia telan setelah diguyur air minum.
"Bah. baah..
Yuda tersentak lalu dengan cepat menying kirkan gelas minum itu sambil menunjuk ke Dias dan
mengutuknya, "Kamu bajingan, kamu berani memberiku sisa roti yang kamu makan. Dan siapa
anjing yang baru saja kau sebut?
* Siapa pun yang makan makanan sisa adalah anjing Dias mencibir.
Yuda menyipitkan matanya dengan kesal lalu mengabaikan Dlas. Yuda menoleh sambil menunjuk
ke arah Retno lalu mengutuk, "Kau ******. Bagaimana kau bisa menyukai pria seperti ini? Lihat
pakaian yang dia kenakan, paling dia hanya mampu membeli baju seharga 10 ribu dapat tiga.
Kamu benar-benar ingin disetubuhi oleh pria semacam ini? Aku benar-benar salah saat
melihatnu sebelumnya.
Mendengar penghinaan dari mulut Yuda, Retno benar-benar menjadi marah. Giginya mengatup
rapat di bibirnya. Retno masih ingat dirinya adalah seorang dosen, jadi dia tidak bisa
membantahnya semena-mena.
Melihat Retno tidak berbicara, Yuda mendengus dingin lalu berjalan menuju Dias, "Anak nakal,
ambil saja sepatuku, kau harus memanggilku tuan. Aku akan membuatmu menyesal saat ini juga."
Detik berikutnya, Yuda langsung meluncurkan tinunya yang kuat dan secepat kilat ke arah wajah
Dias. Senua pelanggan toko itu yang melihatnya langsung bersembunyt.
Namun sebelum tinjunya menyentuh Dias, tangan kanan Yuda dipegang erat oleh tangan kiri
Dias
"Aku pernah berlatih tinju. jadi aku pasti akan mengalahkanmnu sampai mati dalam beberapa
menit Yuda berteriak sambil berusaha menarik tangannya kembali, tapi dia seperti terjepit oleh
penjepit besi, tangannya tidak bisa bergerak sama sekal.
Wajah Yuda tiba-tiba berubah, kemudian dia mengepalkan tangan lainnya ke arah Dias berusaha
meninjunya lagi. Tetapi sebelum tinjunya diluncurkan, Dias menggenggam pergelangan tangan
Yuda lalu meremas pergelangan tangannya dengan keras hingga membuat Yuda menyusut di
__ADS_1
bawah meja karena kesakitan. Yuda berteriak keras di mulutnya.
Yuda hanya merasa pergelangan tangannya hampir patah. Yuda menatap Dias sambil berkata.
"tbumu, tidak akan kutbiarkan hidup."
Kretek
Jawaban untuk Yuda adalah suara patah tulang, Dias tidak menunjukkan belas kasihan padanya
sama sekali jadi dia langsung mematahkan pergelangan tangan Yuda, lalu menendang dada Yuda.
Saat ini Yuda terlihat seperti anjing mati. Dia meringkuk di tanah sambil memegangi pergelangan
tangannya lalu berteriak, "Tanganku, ah! Tanganku
Rasa sakit yang menusuk dari pergelangan tangannya membuat wajahnya pucat, keringat dingin
menetes di dahinya.
Yuda mernggertakkan gigi lalu menatap Dias dengan wajah marah. Matanya menunjukkan tatapan
ganas kemudian dia mengutuk, "Bocah, kau pasti mati. Kau berani memukulku, aku akan
membunuh seluruh keluargamu
Mendengar itu, Dias dengan tenang duduk di kursi. Dias mencondongkan tubuhnya lalu meraih
tangan Yuda yang patah kemiudian dia neremas tangan Yuda dengan kuat hingga membuat
jempolnya patah.
"Ah! Persetan dengan ibumu! Bajingan! Kau harus mati!" Yuda mengerang kesakitan, tetapi dia
masih tidak lupa untuk mengutuk Dias.
"Apa katamu, katakan lagi?" Dias menatap Yuda, tanpa ekspresi apapun di wajahnya.
"Aku bilang "
Kretek
suara ini, orang-orang di toko itu semua gemetar dan menatap Dias dengan ketakutan.
Meski pemuda ini tidak terlihat menakutkan, namun kekuatannya sangat besar. Dla memukul
orang di depannya dengan sangat tenang, seakan-akan dia bukan sedang memukul seorang
Manusta, melainkan sebuah mnalnan.
"Kamu katakan lagi; kata Dias dingin, memecah keheningan toko itu.
Yuda juga bukan tipe orang yang mau mengalah begitu saja. Meski tubuhnya sudah gemetar
kesakitan, dia masih bisa mengucapkan kata-kata makian, "Aku pasti...
Kral
Kali ini, Dias mematahkan jari tengah Yuda Suara tulang yang patah itu membuat kulit kepala
orang-orang di sekitarnwa mati
I räsa.
Saat ini, bahkan Retno merasa bahwa Dias agak aneh. Ada aura dingin yang tajam keluar dari
dalam tubuhnya, membuat Retno bertanya-tanya apakah dia adalah Dias yang tadi tersenyum di
depannya?
Setelah itu, Yuda akhirnya merasa benar-benar takut. Orang yang bisa mematahkan jarinya
dengan tenang seperti ini tidak mungkin dilakukan oleh manusia. Setidaknya, dia tidak pernah
manusia seperti Dias di antara orang yang pernah dia kenal.
__ADS_1
Air mata mengalir di mata Yuda karena kesakitan. Yuda berencana berlutut untuk memohon
belas kasihan kepada Dlas.
Tetapi sebelum Yuda berbicara, Dias meraih jari manis dan kelingkingnya kemudian 'kretek
kretek, kelima jari tangan kanan Yuda patah semua.
Yuda menjerit panjang kesakitan. Tangan kanannya terkulai, karena kelima jarinya benar-benar
patah hingga menghadap ke arah yang berbeda. Jari-jarinya tampak sangat menakutkan.
"Brengsek'
Setelah nelakukan semua ini, Dias menendang Yuda hingga membuatnya berguling dan jatuh di
luar toko. Yuda memegang tangan kanannya sambil berguling-guling di tanah, dia benar-benar
merasakan sakit yang tajam karena tangannya yang patah. Yuda merasa dirinya sudah hancur.
Yuda membutuhkan waktu yang lama berusaha untuk berdiri. Wajah Yuda saat ini sangat merah
dan air mata mengalir deras di matanya dan hidungnya. Dia melotot memandangi Retno dan
Dias kemudian berteriak, "Bangsat! Jangan lari, aku akan segera kembali membalasmu"
Yuda sepertinya takut Dias akan menyusulnya. jadi dia kabur dengan tergesa-gesa.
Melihat punggung Yuda menjauh, Dias tiba-tiba menjadi sedikit tertekan. Dia menggelengkan
kepalanya sambil bergumam, "Orang lain memberiku panggilan Tuhan karena mereka pikir aku
bisa mengendalikan segalanya, tetapi sekarang aku bahkan tidak bisa membunuh seseorang
Aduh! Aku tiba-tiba tidak ingin pensiun. Perasaan dibatasi dalam segala hal ini tidak nyaman
sama sekall.
Retno yang pulih dari keterkejutannya, sama sekali tidak mendengar apa yang dikatakan Dias.
Retno langsung meraih tangan Dias lalu berkata, Cepat pergi. Kita tidak akan bisa pergi jika
Yuda membawa orang-orang datang.
Dias menegakkan badannya lalu berkata dengan sungguh-sungguh, Bu Retno, apakah kamu
lupa bahwa dunia ini memiliki hukum dan keadilan? Dia menindas kita. Apakah kita harus takut
padanya? *
Ketika orang-orang di sekitar mereka mnendengar perkataan Dlas ini, mereka hampir
memuntahkan makanan mereka. Mereka tidak habis pikir, orang yang telah mematahkan jarl-jari
orang lain adalah Dias, dan sekarang dia mengatakan bahwa orang lain menindasnya. Apakah dia
sama sekali tidak sadar apa yang dia lakukan?
Retno juga menggerakkan sudut-sudut mulutnya, dia benar-benar tidak tahu harus berkata apa
kepada Dias.
Tak berapa lama, terdengar suara knalpot imobil yang menderu-deru di Iuar toko. Semua orang
melihat keluar dan m delapan mobil sport diparkir di luar. Satu mobil lebih bertenaga daripada
mobil lainnya.
Ada seseorang di dalam toko yang mengenali mobl-mobil itu, dia langsung berseru, "Audi RS,
Ferrari 4S8, Lamborghini Gallardo, Nissan GTR... Ini semua mobil bagus!"
Saat semua mata orang terkejut, salah satu pintu mobil terbuka kemudian terlihat Yuda berjalan
turun dengan tangan kanan terkulai. Dia menunjuk Dias dengan tangan kirinya sambil berkata,
__ADS_1
"Kak Ren, bajingan ini memukulku, bantu aku menghajarnya"