
Ketika Wiro Suryo menerima kabar bahwa Andre sedang diikat di jendela hotel, dia sedang asik
berhubungan **** dengan dua wanita asing. Detik kemudian Wiro Suryo tidak peduli lagi dengan
dua gadis asing yang baru saja didatangkan dari Rusia. Setelah berpakaian, Wiro Suryo bergegas
menuju Hotel Aston.
Melihat Andre yang baru saja diselamatkan dari jendela dengan seluruh wajahnya bengkak, Wiro
Suryo sangat terkejut dan bertanya-tanya lalu dia dengan cepat melangkah maju kemudian
berkata, "Andre ... apa yang terjadi?"
"Aku ingin membunuhnya, aku ingin membunuhnya
Andre mengerang dengan sangat marah. Dias telah menggantung Andre di luar jendela, dia
melihat dirinya sendiri menjadi bahan lelucon semua orang di bawah sana. Kejadan itu
merupakan kejadian yang paling memalukan dalam hidupnya. Kejadian itu
n lebih buruk
daripada dibunuh.
Wiro Suryo melihat bahwa Andre telah kehilangan akal sehatnya sedikit, jadi Wiro Suryo
menenangkan Andre untuk sementara waktu. Setelah suasana hati Andre tenang, Wiro bertanya,
"Apa yang kau lakukan? Siapa yang menempatkanmu di luar? Siapa yang menggantungmu di
Iuar2"
Ada tatapan yang sangat ingin membunuh dalam sorot mata Andre. Dia menggertakkan gigi lalu
berkata, "Dia adalah orang yang aku katakan sebelumnya, yang awalnya aku bilang ingin
membalasnya. Tapi aku tidak menyangka, bajingan itu bahkan tidak mempan meski diberi obat
tidur. Dia benar-benar mampu bertarung, Aku sama sekali bukan lawannya
bahl
"Sial, bahkan dia berani memukul tuan muda Geng Serigala Hitam dan menggantungmu di luar
jendela. Itu sama saja penghinaan bagi reputasi Geng Serigala Hitam kita. " Wiro Suryo
mendengus dingin. Dia melanjutkan, "Andre, jangan ditutupi. Katakan padaku siapa itu. Aku akan
menyuruh seseorang untuk menangkapnya dan membuangnya ke laut untuk makanan ikan
"Dy, wajahnya terekam di dalam dv Andre mengambil kamera mini dv di tanah lalu menunjukkan
video yang baru saja direkam ke Wiro Suryo
Ketika Wiro Suryo melihat wajah Dias yang tampak seperti orang biasa, dia langsung menarik
napas karena tercengang
Pria ini, Dias, dia tidak hanya mampu bertarung, tapi dia memiliki kemampuan yang sangat luar
biasa. Jarot Gumelar saja, yang merupakan orang terkuat di Geng Serigala Hitam, dapat dengan
mudah dipukul hingga terbang oleh Dias hanya dalam satu pukulan. Apalagi Andre, anak in
bahkan tidak punya kekuatan untuk mengikat seekor ayam.
Wiro Suryo mengunpat geram, dia tidak menyangka bahwa orang yang akan dihadapi Andre
adalah Dias yang telah memerasnya tujuh ratus juta.
Wiro Suryo menunjuk wajah Dias yang ada di kamera DV, dia mengerutkan kening lalu bertanya,
"Andre, orang yang ingin kamu balas adalah dia?
__ADS_1
"Ya, bajingan ini, dia telah memukuliku dua kali. Dia harus mati" Andre berkata dengan marah.
Wiro Suryo mengerutkan kening karena tahu bahwa dia tidak bisa lagi membereskan masalah ini
sendirlan. Dia tidak beranĂ berurusan dengan Dias lagi.
Namun, Wiro Suryo mengingat lagi bagaimana Andre yang sudah ditelanjangi dan digantung di
Iuar jendela hotel. Kejadian memalukan ini pasti akan segera menyebar di seluruh Kota
Yogyakarta. Jika Geng Serigala Hitam tidak membalas dendam, mereka pasti akan dipandang
rendah oleh orang lain dan hal itu akan mempengaruhi reputasi geng mereka.
"Sepertinya masalah ini hanya bisa ditangani oleh bos
Wiro Suryo menggelengkan kepalanya secara diam-diam, kemudian dia dengan tenang
menelepon Kertarajasa, bos dari Geng Serigala Hitam. Wiro Suryo semua kejadian yang
berhubungan dengan Dias dan bagaiamana situasi saat ini. Setelah mendengar semua penjlasan
Wiro Suryo, Kertarajasa terdiam. Dalam waktu yang cukup lama, hanya satu kalimat yang
diucapkan.
"Untuk saat ini, aku akan mencari cara untuk membuatnya mati
Dias tidak tahu di mnana Retno tinggal, jadi dia tidak bisa membawa Retno pulang ke rumahnya,
kemudian Dias hanya menyewa sebuah kamar di hotel. Setelah mendapatan kunci, Dlas
membawa tubuh Retno ke tempat tidur.
Melihat Retno yang terbaring tidak sadarkan diri di tempat tidur, Dias tersenyum.
Meskipun wanita ini berusaha mendekati Andre untuk berdamai, cara tersebut tentu agak
konyol. Tetapi Dias sangat tersentuh oleh upaya Retno yang ingin menyelesaikan masalahnya
Tiba-tiba, Retno yang berada di tempat tidur mengerang sambil mengipasi badannya dengan
tangannya sendiri. dia berteriak, "Panas sekali .
Dias memperhatikan gerakan Retno. Wajah Retno saat ini memerah, matanya berkabut, lalu dia
mengangkat satu kakinya kemudian sepatu hak tingginya ditendang, Saat ini, Retno seperti
dipenuhi dengan aura yang sangat menawan dan seksi. Tindakan Retno saat ini, seperti sebuah
kejahatan.
"Tidak, sepertinya Andre pasti menambahkan obat lain ke dalam gelas anggur merahnya"
Dias bergumam, kemudian dia melihat Retno tiba-tiba duduk tegak di atas kasur. Detik
berikutnya, Retno melepas jas dan kemejanya hingga yang terlihat hanya tank top berenda warna
hitam. Pakaian dalam tersebut memperlihatkan bahu yang mulus serta lengan ramping seperti
akar teratai.
Mata Retno kabur seolah-olah tertutup lapisan kabut. Dia menjlat bibirnya yang kering, lalu
berkata kepada Dias dengan sedikit genit, "Aku sangat panas, mengapa begitu panas!?"
Penampilan Retno yang sangat menggoda saat ini, ditambah tubuh rubah alaminya, membuat
daya tarik Retno bertambah berkali-kali lipat hingga membuat Dias hampir kehilangan akalnya.
Untungnya, aku bukan pria biasa. Jika tidak, kamu pasti akarn menderita."
Dias tidak pernah mengambil kesempatan dalam kesempitan. Meski di depannya sudah ada
wanita cantik, Dias akan bermain dengan wanita itu hanya jika wanita itu juga mau.
__ADS_1
Retno tiba-tiba berdiri dari tempat tidur, lalu berjalan terhuyung-huyung menuju Dias.
Dias mencium aroma angin yang harum saat Retno berjalan ke arahnya, lalu tiba-tiba Retno
terjun ke pelukan Dias dan memeluknya erat. Tetapi karena Retno saat ini hilang kesadaran, dia
tidak memiliki tenaga untuk berdiri dengan stabil hingga hampir jatuh, kemudian Dias dengan
sigap meraih tubuh Retno.
"Bu Retno, kamu terlalu proaktif.
Dias menyeringai jahil. Dia mengulurkan tangannya lalu menepuk pantat Retno dengan ringan.
Tubuh Retno bergetar, tetapi dia sama sekali tidak mendengar apapun yang dikatakan Dias.
Meskipun saat ini Dias dapat melakukan apapun yang dia inginkan, dia tidak mengambil tindakan
yang lebih jauh. Dias memapah Retno lalu meletakkannya di atas kasur.
Jari telunjuk kanan Dias dengan cepat mengetuk beberapa titik akupunktur pada tubuh Retno
untuk mengembalikan energi Retno. Cara itu bisa melepaskan efek negatif dan mengubah obat
berbahaya yang masuk ke tubuh Retno menjadi energi.
Segera setelah itu, suara erangan Retno menjadi semakin kecil. kemudian perlahan-ahan Retno
menjadi tenang dan dia tertidur.
"Untungnya, konsentrasiku cukup baik, kalau tidak aku akan tergoda oleh tubuh rubahmu Dias
melihat ke tubuh Retno, tubuh wanita ini sangat bagus hingga membuat Dias tidak bisa tidak
memujinya. Tubuh Retno bagus sekali, apalagi bokongnya yang bulat sangat kencang
"Sepertinya dia pandai melahirkan anak laki-laki di masa depan
Dias tersenyum lalu menutupi Retno dengan selimut. Dias berbaring di tempat tidur di
sebelahnya kemudian tertidur dengan tenang
Malam berlalu, saat sinar matahari pagi mulai masuk melalui celah jendela kamar hotel, Retno
mendengus sambil perlahan membuka matanya.
Retno sedikit bingung pada awalnya, kemudian dia ingat bahwa semalam dia pingsan setelah
meminum anggur yang diberikan Andre. Detik berikutnya, jantung Retno melonjak. Dia
mengangkat selimut yang menutupi tubuhnya dengan cepat lalu melihat tubuhnya yang saat ini
hanya mengenakan pakaian dalam.
Retno tidak bisa tenang lagi, dia duduk dengan ragu-ragu sambil melihat sekelilingnya. Dia
menemukan bahwa dirinya saat ini sedang berada di kamar hotel.
Berada di hotel dan tidak mengenakan pakaian. Dalam situasi ini, bukankah itu berarti dia sedang
"Bu Retno, apakah Anda sudah bangun?"
Tiba-tiba terdengar suara malas datang dari tempat tidur di sebelahnya, membuat Retno dengan
cepat melihat ke arah sana.
Pada saat yang sama, Dias membuka matanya lalu melihat Retno, yang sedang duduk di tempat
tidur dengan selimut tergelincir ke bawah yang memperlihatkan tubuh bagian atasnya hanya
mengenakan pakaian dalamnya. Pemandangan yang mematikan!
"Bu Retno, Anda terlalu proaktif. Efek obatnya seharusnya sudah hilang, lalu sekarang apa lagi
yang Anda inginkang"
__ADS_1