Pria Biasa Pemikat Hati Wanita Cantik

Pria Biasa Pemikat Hati Wanita Cantik
Bab 32 Efek Obat


__ADS_3

Ketika Wiro Suryo menerima kabar bahwa Andre sedang diikat di jendela hotel, dia sedang asik


berhubungan **** dengan dua wanita asing. Detik kemudian Wiro Suryo tidak peduli lagi dengan


dua gadis asing yang baru saja didatangkan dari Rusia. Setelah berpakaian, Wiro Suryo bergegas


menuju Hotel Aston.


Melihat Andre yang baru saja diselamatkan dari jendela dengan seluruh wajahnya bengkak, Wiro


Suryo sangat terkejut dan bertanya-tanya lalu dia dengan cepat melangkah maju kemudian


berkata, "Andre ... apa yang terjadi?"


"Aku ingin membunuhnya, aku ingin membunuhnya


Andre mengerang dengan sangat marah. Dias telah menggantung Andre di luar jendela, dia


melihat dirinya sendiri menjadi bahan lelucon semua orang di bawah sana. Kejadan itu


merupakan kejadian yang paling memalukan dalam hidupnya. Kejadian itu


n lebih buruk


daripada dibunuh.


Wiro Suryo melihat bahwa Andre telah kehilangan akal sehatnya sedikit, jadi Wiro Suryo


menenangkan Andre untuk sementara waktu. Setelah suasana hati Andre tenang, Wiro bertanya,


"Apa yang kau lakukan? Siapa yang menempatkanmu di luar? Siapa yang menggantungmu di


Iuar2"


Ada tatapan yang sangat ingin membunuh dalam sorot mata Andre. Dia menggertakkan gigi lalu


berkata, "Dia adalah orang yang aku katakan sebelumnya, yang awalnya aku bilang ingin


membalasnya. Tapi aku tidak menyangka, bajingan itu bahkan tidak mempan meski diberi obat


tidur. Dia benar-benar mampu bertarung, Aku sama sekali bukan lawannya


bahl


"Sial, bahkan dia berani memukul tuan muda Geng Serigala Hitam dan menggantungmu di luar


jendela. Itu sama saja penghinaan bagi reputasi Geng Serigala Hitam kita. " Wiro Suryo


mendengus dingin. Dia melanjutkan, "Andre, jangan ditutupi. Katakan padaku siapa itu. Aku akan


menyuruh seseorang untuk menangkapnya dan membuangnya ke laut untuk makanan ikan


"Dy, wajahnya terekam di dalam dv Andre mengambil kamera mini dv di tanah lalu menunjukkan


video yang baru saja direkam ke Wiro Suryo


Ketika Wiro Suryo melihat wajah Dias yang tampak seperti orang biasa, dia langsung menarik


napas karena tercengang


Pria ini, Dias, dia tidak hanya mampu bertarung, tapi dia memiliki kemampuan yang sangat luar


biasa. Jarot Gumelar saja, yang merupakan orang terkuat di Geng Serigala Hitam, dapat dengan


mudah dipukul hingga terbang oleh Dias hanya dalam satu pukulan. Apalagi Andre, anak in


bahkan tidak punya kekuatan untuk mengikat seekor ayam.


Wiro Suryo mengunpat geram, dia tidak menyangka bahwa orang yang akan dihadapi Andre


adalah Dias yang telah memerasnya tujuh ratus juta.


Wiro Suryo menunjuk wajah Dias yang ada di kamera DV, dia mengerutkan kening lalu bertanya,


"Andre, orang yang ingin kamu balas adalah dia?

__ADS_1


"Ya, bajingan ini, dia telah memukuliku dua kali. Dia harus mati" Andre berkata dengan marah.


Wiro Suryo mengerutkan kening karena tahu bahwa dia tidak bisa lagi membereskan masalah ini


sendirlan. Dia tidak beranĂ­ berurusan dengan Dias lagi.


Namun, Wiro Suryo mengingat lagi bagaimana Andre yang sudah ditelanjangi dan digantung di


Iuar jendela hotel. Kejadian memalukan ini pasti akan segera menyebar di seluruh Kota


Yogyakarta. Jika Geng Serigala Hitam tidak membalas dendam, mereka pasti akan dipandang


rendah oleh orang lain dan hal itu akan mempengaruhi reputasi geng mereka.


"Sepertinya masalah ini hanya bisa ditangani oleh bos


Wiro Suryo menggelengkan kepalanya secara diam-diam, kemudian dia dengan tenang


menelepon Kertarajasa, bos dari Geng Serigala Hitam. Wiro Suryo semua kejadian yang


berhubungan dengan Dias dan bagaiamana situasi saat ini. Setelah mendengar semua penjlasan


Wiro Suryo, Kertarajasa terdiam. Dalam waktu yang cukup lama, hanya satu kalimat yang


diucapkan.


"Untuk saat ini, aku akan mencari cara untuk membuatnya mati


Dias tidak tahu di mnana Retno tinggal, jadi dia tidak bisa membawa Retno pulang ke rumahnya,


kemudian Dias hanya menyewa sebuah kamar di hotel. Setelah mendapatan kunci, Dlas


membawa tubuh Retno ke tempat tidur.


Melihat Retno yang terbaring tidak sadarkan diri di tempat tidur, Dias tersenyum.


Meskipun wanita ini berusaha mendekati Andre untuk berdamai, cara tersebut tentu agak


konyol. Tetapi Dias sangat tersentuh oleh upaya Retno yang ingin menyelesaikan masalahnya


Tiba-tiba, Retno yang berada di tempat tidur mengerang sambil mengipasi badannya dengan


tangannya sendiri. dia berteriak, "Panas sekali .


Dias memperhatikan gerakan Retno. Wajah Retno saat ini memerah, matanya berkabut, lalu dia


mengangkat satu kakinya kemudian sepatu hak tingginya ditendang, Saat ini, Retno seperti


dipenuhi dengan aura yang sangat menawan dan seksi. Tindakan Retno saat ini, seperti sebuah


kejahatan.


"Tidak, sepertinya Andre pasti menambahkan obat lain ke dalam gelas anggur merahnya"


Dias bergumam, kemudian dia melihat Retno tiba-tiba duduk tegak di atas kasur. Detik


berikutnya, Retno melepas jas dan kemejanya hingga yang terlihat hanya tank top berenda warna


hitam. Pakaian dalam tersebut memperlihatkan bahu yang mulus serta lengan ramping seperti


akar teratai.


Mata Retno kabur seolah-olah tertutup lapisan kabut. Dia menjlat bibirnya yang kering, lalu


berkata kepada Dias dengan sedikit genit, "Aku sangat panas, mengapa begitu panas!?"


Penampilan Retno yang sangat menggoda saat ini, ditambah tubuh rubah alaminya, membuat


daya tarik Retno bertambah berkali-kali lipat hingga membuat Dias hampir kehilangan akalnya.


Untungnya, aku bukan pria biasa. Jika tidak, kamu pasti akarn menderita."


Dias tidak pernah mengambil kesempatan dalam kesempitan. Meski di depannya sudah ada


wanita cantik, Dias akan bermain dengan wanita itu hanya jika wanita itu juga mau.

__ADS_1


Retno tiba-tiba berdiri dari tempat tidur, lalu berjalan terhuyung-huyung menuju Dias.


Dias mencium aroma angin yang harum saat Retno berjalan ke arahnya, lalu tiba-tiba Retno


terjun ke pelukan Dias dan memeluknya erat. Tetapi karena Retno saat ini hilang kesadaran, dia


tidak memiliki tenaga untuk berdiri dengan stabil hingga hampir jatuh, kemudian Dias dengan


sigap meraih tubuh Retno.


"Bu Retno, kamu terlalu proaktif.


Dias menyeringai jahil. Dia mengulurkan tangannya lalu menepuk pantat Retno dengan ringan.


Tubuh Retno bergetar, tetapi dia sama sekali tidak mendengar apapun yang dikatakan Dias.


Meskipun saat ini Dias dapat melakukan apapun yang dia inginkan, dia tidak mengambil tindakan


yang lebih jauh. Dias memapah Retno lalu meletakkannya di atas kasur.


Jari telunjuk kanan Dias dengan cepat mengetuk beberapa titik akupunktur pada tubuh Retno


untuk mengembalikan energi Retno. Cara itu bisa melepaskan efek negatif dan mengubah obat


berbahaya yang masuk ke tubuh Retno menjadi energi.


Segera setelah itu, suara erangan Retno menjadi semakin kecil. kemudian perlahan-ahan Retno


menjadi tenang dan dia tertidur.


"Untungnya, konsentrasiku cukup baik, kalau tidak aku akan tergoda oleh tubuh rubahmu Dias


melihat ke tubuh Retno, tubuh wanita ini sangat bagus hingga membuat Dias tidak bisa tidak


memujinya. Tubuh Retno bagus sekali, apalagi bokongnya yang bulat sangat kencang


"Sepertinya dia pandai melahirkan anak laki-laki di masa depan


Dias tersenyum lalu menutupi Retno dengan selimut. Dias berbaring di tempat tidur di


sebelahnya kemudian tertidur dengan tenang


Malam berlalu, saat sinar matahari pagi mulai masuk melalui celah jendela kamar hotel, Retno


mendengus sambil perlahan membuka matanya.


Retno sedikit bingung pada awalnya, kemudian dia ingat bahwa semalam dia pingsan setelah


meminum anggur yang diberikan Andre. Detik berikutnya, jantung Retno melonjak. Dia


mengangkat selimut yang menutupi tubuhnya dengan cepat lalu melihat tubuhnya yang saat ini


hanya mengenakan pakaian dalam.


Retno tidak bisa tenang lagi, dia duduk dengan ragu-ragu sambil melihat sekelilingnya. Dia


menemukan bahwa dirinya saat ini sedang berada di kamar hotel.


Berada di hotel dan tidak mengenakan pakaian. Dalam situasi ini, bukankah itu berarti dia sedang


"Bu Retno, apakah Anda sudah bangun?"


Tiba-tiba terdengar suara malas datang dari tempat tidur di sebelahnya, membuat Retno dengan


cepat melihat ke arah sana.


Pada saat yang sama, Dias membuka matanya lalu melihat Retno, yang sedang duduk di tempat


tidur dengan selimut tergelincir ke bawah yang memperlihatkan tubuh bagian atasnya hanya


mengenakan pakaian dalamnya. Pemandangan yang mematikan!


"Bu Retno, Anda terlalu proaktif. Efek obatnya seharusnya sudah hilang, lalu sekarang apa lagi


yang Anda inginkang"

__ADS_1


__ADS_2