
Melihat Dias dan Retno tergeletak di atas meja, Andre mencibir sambil berdiri lalu berkata, "ldiot,
dia pikir aku akan benar-benar melepaskan Dias. Sekarang kalian berdua telah meminum obat
dalam anggur merah dan nasib kalian berdua kini ada di tanganku. Huh, Dias. Kau hanya orang
miskin berani-beraninya memukulku, aku tidak akan membiarkanmu mati begitu mudah. Kamu
harus dikurung dan disiksa perlahan-lahan.
Andre menatap Dias dengan dingin sambil menyentuh luka di dagunya.
Selama beberapa hari ini, Andre telah merencanakan bagaimana membalas Dias, tetapĂ tanpa
diduga Retno berinisiatif untuk menghubunginya. Retno memohon padanya untuk melepaskan
Dias
Wanita cantik dan menggoda seperti Retno telah lama dimasukkan dalam daftar target
perburuan oleh Andre, jadi Andre langsung berpura-pura setuju dengan ide Retno. Andre
memutuskan untuk mengambil kesempatan ini untuk menyingkirkan Dias dan membawa Retno
ke dalam pelukannya.
Melihat segala sesuatunya berjalan begitu lancar pada saat ini, hati Andre penuh dengan
kegembiraan.
Tentu saja, selanjutnya, dia akan melakukan sesuatu yang membuatnya lebih bersemangat.
Andre melirik Retno yang sedang berbaring telentang di kursi lalu menggosok tangannya. Andre
mengeluarkan kamera mini dV dari bawah meja makan lalu meletakkannya di bufet di
sebelahnya. Andre menyesuaikan sudutnya hingga sesuai dengan seluruh ruangan.
Setelah melakukan semua ini, Andre berjalan menuju Retno dengan ekspresi penuh nafsu, "Sial,
wanita ini terlalu mempesona. Setiap kali aku melihatnya, pikiranku penuh dengan ****. Aku
tidak bisa mendapatkanmu sebelumnya. Tapi kali ini kamu sendiri yang berinisiatif mengirimkan
dirimu sendiri kepadaku. Jangan salahkan aku karena melakukannya terlalu keras!
" Persetan, aku akan langsung melakukannya dt sini dulu, lalu aku akan membawanya ke kamar
untuk terus melakukannya! "Andre menjilat beberapa bibir keringnya sambil mulai melepaskan
sabuk dan celananya.
Setelah melepas celananya, Andre menatap Retno yang wajahnya memerah. Andre hanya bisa
mengutuk, "Sialan, wanita secantik ini hanya peduli pada Dias, anak itu benar-benar beruntung"
Andre mendengus dingin kemudian dia langsung bergegas menuju tubuh Retno.
Saat itu juga, tiba-tiba sebuah suara datang dari belakang. "Ayo, putar kepalamu lebih ke
belakang, bagus. Taruh wajahmu ke depan, tersenyum sedikit lebih cabul lagi, dan buka pahamu
sedikit lagi"
Andre bergidik ketika dia mendengar suara itu hingga nembuat 'miliknya' yang tadinya berdiri
tegak sekarang melunak.
Andre buru-buru melihat ke belakang dan dia terkejut karena melihat bahwa Dias sudah
memegang kamera dV di tangannya sambil mengambil gambar dirinya dengan serius.
"Kamu... kamu tidak pingsan?"
Kulit Andre berubah tiba-tiba, dia langsung melirik gelas kosong di sampingnya.
Dias mengabaikan pertanyaannya Andre, lalu dia lanjut memindahkan kamera dV di tangannya
ke bawah mengarah ke ************ Andre. Dlas berkata sambil tersenyum, "Aku sudah melihat
milikmu, tapi aku takut bahkan bayi yang baru lahir masih lebih bagus de
__ADS_1
"Persetan kau, cari mati!
Andre langsung marah lalu dia meraih piring di atas meja. Andre melenpar piring itu ke arah
kepala Dias.
daripada milikmu"
Kamera dV di tangan Dias terus menyoroti aksi Andre, tapi tangan satunya dengan mudah
menangkap piring yang dilempar Andre. Aksi Dias yang gesit itu terlihat seperti hantu. Dias
kemudian langsung mendekati Andre.
"Kamu... Jangan datang ke sini!"
Andre buru-buru mundur karena sangat takut, dia berteriak dan mundur ke arah pintu.
Dua pria besar berbaju hitam yang menjaga di pintu mendengar suara itu lalu buru-buru
mendorong pintu dan masuk ke dalam. Ketika mereka melihat tuan mereka tidak mengenakan
celana, mereka terkejut tapi kemudian mereka bergegas menuju Dias.
"Brengsek" Dias berteriak dengan dingin, lalu dengan kaki kanannya, Dias menendang dua pria
besar berbaju hitam itu hingga membuat mereka berdua menghantam meja makan.
"Cepat bangun dan pukul dia!"
Andre berteriak pada kedua pria itu, tetapi kedua pria itu tidak bereaksi karena langsung
pingsan.
Andre gemetar ketakutan sambil menatap Dias. Andre berbalik dengan cepat lalu berlari ke arah
pintu dengan terburu-buru. Dia tidak sempat memikirkan dirinya yang pergi tanpa imerngenakan
celananya.
Tapi kenudian Dias menghentikan Andre, Dias mendorong pintu dengan tumitnya lalu dengan
Tamparan itu menimbulkan suara yang tajam. Andre berbalik sambil terhuyung kemudian dia
berdiri diam. Tiba-tiba Andre muntah darah, dan gigi palsu yang baru saja dia tanam rontok
seketika.
Andre menyentuh pipinya yang panas lalu dia menunjuk ke arah Dias, "Kamu berani memukulku,
tahukah kamu siapa ayahku?"
"Apakah dia Prabowo?"
Dias berkata mencibir sembari punggung tangannya menampar wajah Andre lagi dengan keras.
Membuat wajah Andre seakan terbang langsung ke Venus.
"Kamu pasti akan mati, ayahku pasti tidak akan melepaskanmu!"
Andre, sebagai anak dari pemimpin Geng Serigala Hitam, tidak pernah dimarahi oleh siapa pun
apalagi dipukuli. Tetapi sekarang, dia dipukuli oleh Dias terus menerus. Andre benar-benar tidak
tahan ingin segera membunuh Dias.
"Aku akan memberimu pelajaran, ayahku pasti tidak akan membiarkanmnu pergi. Apakah kamu
mash berani kepadaku?"
Dias mengabaikan ancaman Andre sama sekali. Dia menampar wajah Andre lagi dengan keras
hingga membuat telinga Andre berdengung
"Kau akan mati. Aku benar-benar akan membunuhmu!"
Plak.
"Ayahku adalah bos geng serigala hitam, kamu pasti mati:
Plak
__ADS_1
"Aku membencimu.
Plok
"Aku... aku salah, jangan pukul aku, tolong biarkan aku pergi"
Setelah beberapa tamparan, pipi Andre membengkak dan seluruh wajahnya berubah menjadi
merah. Andre tidak berani menjadi sombong lagi, dia akhirnya tidak berhenti untuk memohon
belas kasihan Dias.
Saat ini, Andre memandang Dias seolah-olah melihat iblis. Iblis yang tidak takut terhadap apapun
bahkan akan latar belakang keluarganya
Andre merasa tidak berdaya untuk pertama kalinya. Dia bahkan merasa bahwa gelar Tuan Muda
Geng Serigala Hitam tidak lagi berguna.
"Bukankah kamu baru saja mengatakan bahwa ketika menghadapi musuh yang kuat, kamu lebih
baik mati daripada menyerah?"
Dias memandang Andre yang memohon belas kasihan kepadanya dengan jlk.
"Jika aku tidak pensiun, orang-orang sepertimu tidak akan kubiarkan hidup barang tiga detik
saja" Dias menendang Andre ke tanah lalu berkata dengan dingin, "Tapi saat ini kau masih
beruntung karena masih bisa menghindari kematian"
Sepuluh menit kemudian, Dias membawa Retno keluar dari Hotel Aston. Ketika Dias berjalan
keluar pintu, dia melihat kembali ke arah jendela di lantai lima.
Dias melihat ke arah tiang panjang yang mencuat dari jendela. Di atasnya telah tergantung
seorang pria telanjang yang wajahnya bengkak sebesar kepala babi.
Kecuali sepotong kain yang melewati ketiak yang menggantungnya di tiang, tidak ada sehelai
pakalan yang menutupi pria itu, benar-benar memperlihatkan penampilan terburuknya.
Terutama serangga kecil yang berada di antara kedua kaki itu terlihat sangat kecil.
"Wow, saya pernah nelihat pakaian mengering, tapi saya belum melihat orang yang mengering"
Di antara orang yang lewat, seseorang akhirnya muncul di lantai ima dan berseru.
Orang-orang di bawah Hotel Aston melihat pemandangan itu langsung bereaksi dan semua
melihat ke "pemandangan menakjubkan" di lantai 5. Mereka semua mengeluarkan ponsel mereka
untuk mengambil gambar lalu menyebarkannya dengan cepat di lingkaran teman.
"Wajah anak ini begitu besar karena bengkak sehingga hanya matanya yang dijahit."
"Cerita yang aneh, pasti berita utama besok
"Slapa yang begitu kejam menggoda orang seperti ini, tapi aku sangat menyukainya
Kerumunan tersebut riuh membicarakan kejadian itu. Seorang anggota Geng Serigala Hitam
yang bertanggung jawab menjadi supir Andre juga berdiri di tengah kerumunan, dia juga
menyaksikan pemandangan itu dengan gembira.
Tapi tiba-tiba dia baru menyadari bahwa lelaki telanjang itu terlihat tidak asing. kemudian dia
melihat ke jendela lantai lima, kamar yang menghadap ke timur, yang ketiga
"Brengsek, bukankah itu tuan muda?"
Para anggota Geng Serigala Hitam bereaksi dan bergegas ke atas.
Dias melihat ke arah kerumunan yang semakin banyak sambil melirik Andre yang tergantung di
udara dan sedikit bergoyang mengikuti angin. Dias kemudian meletakkan Retno di sepedanya
lalu pergi.
__ADS_1