Pria Biasa Pemikat Hati Wanita Cantik

Pria Biasa Pemikat Hati Wanita Cantik
Bab 51 Kesombongan


__ADS_3

Seperti yang dikatakan Dias, ketiga butiran itu bukanlah kotoran, tetapi sebenarnya adalah pil


esensi. Butiran-butiran itu adalah sekresi sebum energi tubuhnya yang memadat, Dias telah


mencurahkan banyak energi dalam dirinya hingga membentuk butiran-butiran itu. Bisa


dikatakan, bahwa butiran-butiran itu adalah benda yang sangat berharga, karena hasil dari usaha


keras Dias sendiri.


Jika bukan demi Alisa, Dias benar-benar tidak akan menghabiskan energinya sendiri untuk


membantu orang lain. Ketika Dias menggosok tubuhnya tadi, sama saja dia hampir membuat


kulitnya sendiri mengelupas.


Tapi tidak disangka, hasil dari energinya setelah berusaha keras malah dianggap sebagai produk


kotoran lalu dibuang begitu saja jatuh ke tanah.


"Sombong. Hei bocah, kamu terlalu sombong Kata Hendra dengan marah. Dia pikir Dias


mungkin memiliki beberapa keterampilan medis yang nyata, tetapi dia tidak menyangka bahwa


anak ini sedang mempermainkan dan menggodanya. Bocah ini sama sekali tidak


menghormatinya sebagai seorang walikota di matanya.


Hendra hanya menatap Dias dengan dingin. Dia tidak lagi peduli dengan citranya di ruangan itu,,


kemudian Hendra berkata kepada Tigor yang ada di sebelahnya. "Tigor, patahkan lengan dan


kakinya, dan usir dia"


Ya


Tigor menuruti perintah tuannya lalu langsung bengegas menuju Dias. Postur tubuhnya setinggi


sembilan meter, tetapi gerakannya sangat imantap. Tigor langsung berada tepat di depan Dias


hanya dalam dua langkah.


Tigor tidak menargetkan tangan Dias karena merasa Dias masih muda, jadi Tigor menargetkan


kakinya. Tigor mengayunkan kakinya dengan keras dan langsung mengarah ke lutut Dias. Jelas


sekali bahwa Tigor ingin mematahkan kaki Dias. Serangan awalnya sangat ganas.


Begitu Tigor memulai serangan di kaki, Dias mengobservasi badan Tigor. Di mata Dias, Tigor


telah memiliki beberapa jejak keterampilan tempur yang nyata di tangannya. Tetapi bagi Dias,


Tigor hanya baru saja memulai di level awal.


Melihat Tigor menyerang. Dias tidak bergerak sedikit pun hingga membuat semua orang


mengira Dias akan ditendang dan dihancurkan.


Tapi saat Tigor hendak menyentuh ututnya, Dias bergerak.


Dias menekuk lutut lalu mendorong lututnya langsung ke arah kaki Tlgor. Seketika itu, terdengar


bunyi benturan dan suara tulang yang patah krek. Sebelum semua orang bisa bereaksi, Dias


melihat satu kaki Tigor yang masih utuh di atas tanah, kemudian langsung menendang kaki Tigor


dengan kaki kanannya. Saat Tigor terhuyung, Dlas langsung menendang d


dadanya. Tigor


merasakan dirinya terbang hingga menabrak dinding ruangan dengan keras,.


Brak


Saat Tigor menabrak dinding, ruangan itu ikut bergetar seolah-olah seluruh bangunan


berguncang, Ada cetakan cekungan di dinding akitbat tubuh Tigor yang terhempas dengan keras,


dia menyemburkan seteguk darah.

__ADS_1


Tigor jatuh ke dinding, dia masih bisa menopang tubuhnya dengan kokoh dan ingin menerkam


Dias segera setelahnya. Tetapi begitu kaki kanannya menyentuh tanah, Tigor jatuh ke tanah


karena kesakitan karena Dias telah mematahkan tulang kakinya dengan lutut.


Tigor buru-buru menyentuh dadanya lagi lalu wajahnya menunjukkan ekspresi nger. Baru pada


saat itu lah Tigor menyadari bahwa beberapa tulang rusuknya patah.


Melihat adegan ini, raut wajah semua keluarga Sugiono segera berubah. Mereka semua


memandang Dias dengan heran sekaligus tidak percaya bahwa bocah ini bisa dengan mudah


mengalahkan Tigor.


Semua orang itu harus tahu bahwa Tigor bukanlah orang biasa. Tigor adalah prajurit pensiunan


dari pasukan khusus dengan kualitas tinggi. Dia telah menjalani tingkat pelatihan yang tinggi, jadi


dapat dikatakan bahwa Tigor sebagai lawan yang langka. Setidaknya orang-orang dari keluarga


Sugiono belum pernah melihat Tigor dikalahkan oleh siapa pun.


Tetapi saat ini di depan Dias, Tigor bahkan tidak bisa mengeluarkan kemampuannya barang satu


gerakan pun dan dipukuli hingga jatuh.


Tanpa perlindungan Tigor, orang-orang dari keluarga Sugiono semua tercengang dan takut


untuk menghadapi pria kejam yang memiliki keahlian bertarung seperti Dias. Tidak peduli apa


yang mereka katakan, jika mereka menyinggung Dias maka mereka akan berakhir seperti Tigor.


Bahkan walikota Hendra menutup mulutnya rapat saat ini dan berusaha menghindari tatapan


Dias


Meskipun Hendra memiliki wewenang, dia tidak bisa menghentikan Dias sama sekali.


Dias melirik pil esensi yang telah tercampur dengan pecahan botol porselen di tanah, dia


berulang kali mempermalukannya, malah akhirnya merusak hasil kerja kerasnya sendiri.


Emosi Dias memang sudah sangat buruk pada awalnya, tetapi dia mampu menahannya sampal


sekarang hanya demi Alisa, itu sudah sangat bagus.


"Sekelompok orang bodoh, benda berharga yang sudah berusaha keras aku keluarkan dianggap


sebagai kotoran olehmu. Tahukah kau berapa banyak orang yang tidak bisa mendapatkan


butiran-butiran ini?"


Dias melirik semua orang keluarga Sugiono, lalu tatapannya berhenti di Hendra. Dias mencibir


lalu berkata, "Kau, kau masih seorang walikota. Pikiranmu terlalu dangkal, kau sombong, merasa


benar sendiri, dan kejam:


Setelah itu, Dias menoleh ke belakang lalu berkata kepada Kakek Sugiono, "Sejujurnya, saya


benar-benar ingin menyelamatkan Anda. Tapi semua keturunan Anda yang sampah itu terlalu


bodoh. Jika Anda masih ingin aku melakukan sesuatu, biarkan mereka semua berlutut dan


memohon padaku. *


Ketika selesai bicara, Dias berjalan menuju pintu bangsal, otomatis keluarga Sugiono dengan


cepat menghindar untuk memberi jalan.


Alisa tidak kembali sampai Dias pergi. Alisa ingin mengejarnya, tapi sudah terlambat.


Tiba-tiba, Hendra berjalan di depan Alisa lalu langsung menampar wajah Alisa dengan keras. Dia


juga menendang kaki Alisa hingga membuatnya jatuh ke lantai, tapi kaki Alisa terkena pecahan


porselen hingga membuat kaki putihnya mengucurkan darah merah yang banyak

__ADS_1


"Lihat apa yang kamu lakukan. Apakah kamu membawa seseorang untuk mempermalukan


keluarga Sugiono kita?" Hendra sudah sangat marah saat ini. Dia tidak berani berkata apapun


pada putrinya sampai Dias pergi.


Tangan Alisa menyentuh pipinya yang terasa daun terbakar:. Matanya menatap dingin ke Hendra.


Alisa menggertakkan gigi lalu berkata, "Hendra, Anda sudah tidak punya tanggung jawab sebagai


ayah bagi saya, jadi Anda tidak berhak memukul saya!"


"Mundur, kau berani berbicara kasar kepada Ayah.


"Alisa, kali ini kamu keterlaluan. Kau membawa pembohong untuk tidak hanya


mengalahkan'Tigor, tetapi juga mempermalukan kita. Masalah ini sangat memalukan keluarga."


Aku pikir dia melakukannya dengan sengaja. "


"Dia ingin membunuh kita semua, dan kemudian mewarisi harta keluarga Sugiono,


Anggota keluarga Sugiono lainnya juga berteriak-teriak kepada Alisa saat ini. Semua jenis


sumpah serapah keluar dari mulut mereka yang terus menghina Alisa.


Melihat wajah jelek dan mulut hina orang-orang ini, Alisa merasa bahwa keputusannya untuk


melarikan diri dari rumah terlalu tepat. Karena di keluarga Sugiono, selain sindiran dan


penghinaan, dia tidak bisa merasakan kehangatan rumah atau cinta apa pun.


"Hehe


Alisa tertawa getir. Dia mengambil pil esensi yang jatuh di kakinya lalu berdiri. Dia mengabaikan


darah yang mengalir di kakinya, kemudian bergegas keluar dari bangsal.


"Jika kamu pergi, kamu tidak akan lagi menjadi milik keluarga Sugiono. Kamu tidak akan lagi


menjadi putriku Hendra berterlak di punggung Alisa dengan wajah penuh kebencian. Tidak ada


jejak perhatian ayah untuk putrinya.


Ketika Alisa pergi, Hendra berkata kepada Kakek Sugiono, Ayah, jangan khawatir, saya akan


menghubungi dokter Anda di luar negeri.


"Hubungi kentut . uhuk uhuk ..


Sebelumn Hendra selesai berbicara, Kakek Sugiono sudah mengutuk.


Kakek Sugiono mengangkat lengannya yang gemetar lalu menunjuk ke arah Hendra dan berkata,


"Pemuda ítu benar. Kamu


mu berpikiran dangkal,


ngkal, merasa benar sendiri, dan kejam. Huh, tidak heran


kamu hanya bisa bekerja sebagai walikota Jogja. Kamu tidak tahu dunia, pengetahuanmu terlalu


sedikit. "


Kulit Hendra sudah berubah warna menjadi hijau begitu tuduhan itu diturunkan kepadanya.


Kakek Sugiono berkata kepada Tigor lagi, "Tigor, berapa banyak energi yang kamu gerakkan


barusan?"


"Tuan, saya sangat marah ketika saya melihat anak itu akan membuat Anda memakan kotoran di


tubuhnya tadi, jadi saya melakukan yang terbaik" Kata Tigor sedikit lemah.


Mendengar ini, Kakek Sugiono bahkan lebih kesal. Dia mengarahkan jarinya ke saudara-saudara


keluarga Sugiono satu per satu sambil mengutuk, "Lihatlah kalian, otak konyol, orang yang bisa


mengalahkan Tigor di usia muda, apakah itu orang blasa? Menurutku, teman Allsa ini benar-

__ADS_1


benar tak tertandingi.


__ADS_2