Protagonis Bertopeng

Protagonis Bertopeng
Bab 1 Hari Pembalasan.


__ADS_3

Bab 1


Hari ini adalah hari penting bagi seorang wanita, ia adalah Sera Viviana. Gadis lemah lembut berparas cantik.


"Sera." Clara menerobos masuk ke dalam kamar Sera, ia adalah teman masa kecil Sera yang selalu bersamanya.


"Kau terlihat sangat cantik. Tapi apa riasan mu tidak berlebihan? aku bukan tidak suka hanya saja hari ini kau akan membatalkan pertunangan bukan untuk mengumumkan pernikahan. Apa jangan-jangan kau berubah pikiran?" raut wajah Clara terlihat cemas saat bertanya demikian.


"Kau ini bicara apa, aku mana mungkin berubah pikiran atau ragu dalam melakukan sesuatu demi diri mu. Aku berdandan untuk diri ku sendiri, kau tenang saja karena hari setelah pesta Kesha dan aku tidak akan punya hubungan apa pun lagi," jawab Sera menyakinkan hati Clara, Clara tersenyum bahagia mendengar pangkuan itu.


Sera sudah bertunangan dengan Kesha sejak 3 tahun yang lalu, dan pada hari ini seharusnya mereka akan mengumumkan pernikahan mereka ke publik walau bagaimana pun juga keduanya adalah anak dari pemilik perusahan ternama.


Namun 7 hari yang lalu Clara datang menangis pada Sera, ia mengatakan jika dirinya mencintai Kesha dan tidak kuasa melihat Kesha menikah dengan Sera. Ia bahkan mengatakan akan bunuh diri, Sera yang lemah lembut menjadi tidak tega sampai mengambil keputusan membatalkan pertunangannya dengan Kesha.


"Sera yang malang. Dia tidak tahu sejak awal Kesha memang tidak mau menikah dengannya, ini semua rencana yang telah kami susun bersama agar Kesha bisa terlepas darinya dan kau yang akan menerima semua kritikan dari dunia menggantikan kami," batin Clara merasa semakin dekat dengan kemenangannya.


Sebelum mengumumkan pernikahan mereka, Sera sengaja mengatur acara penting untuk memperlihatkan momen bahagia mereka selama masa pertunangan melalui proyektor.


Semua hadirin yang melihat foto kemesraan keduanya tidak berhenti merasa kagum, mereka adalah pasangan yang cocok satu sama lain. 


"Video? kenapa ada video di sana?" 


"Bukankah tadi mereka bilang hanya akan menampilkan foto?"


"Apa itu video kencan mereka?"


Para hadirin bertanya-tanya saat video muncul, Sera memberikan isyarat pada pelayannya untuk memutar video tersebut. Saat Video itu diputar semua orang tercengang, suara keras perdebatan Kesha dan Clara memenuhi ruangan.


"Menikahlah dengan ku, Clara." Kesha berlutut di depan Clara sambil membuka kotak cincin.


Mata Clara berkaca-kaca lalu ia menangis, Kesha yang melihat itu menjadi bahagia sebab ia berpikir Clara merasa terharu dengan pangkuannya. Ia pun berdiri bersiap mendapatkan pelukan hangat dari Sera, ini momen yang mengharukan. 

__ADS_1


Namun sayangnya Clara malah berteriak,"Jahat! kau jahat Kesha. Jika ingin melamar ku setidaknya tinggalkan dulu Sera, aku tidak mau status ku berada dibawahnya." 


"Tenanglah." Kesha menarik Clara ke dalam pelukannya, "Aku juga tidak mau menjadikan kau yang kedua. Tapi apa yang harus aku lakukan? Sera tidak bisa aku tinggalkan, jika ada yang ingin membatalkan hubungan kami maka orang itu harus Sera karena jika aku melakukannya maka reputasi ku akan rusak di mata dunia."


Clara malah semakin kesal kemudian mendorong Kesha menjauh darinya, "Jika kau memang benar mencintai ku maka batalkan pertunangan kalian dulu. Aku tidak mau dalam segala hal harus Sera yang didahulukan hanya karena dia putri dari seorang Direktur perusahan besar, bahkan untuk cinta pun aku selalu menjadi yang kedua. Apa salah ku? kenapa aku tidak terlahir dari keluarga kaya sepertinya? aku membenci dia, sangat membenci dia."


"Mari kita buat rencana agar Sera bodoh itu mau membatalkan pertunangan dan merusak namanya sendiri," usul Kesha membuat Clara berhenti menangis.


Clara langsung berlari ke dekat proyektor lalu berusaha mematikannya walau pun para staf berusaha menghalau, "Matikan! matikan proyektornya! apa kalian tuli? aku bilang matikan!"


"Apa-apaan ini. Jangan lihat! ini perintah dari ku jangan melihatnya, ini hanya rekayasa saja." Kesha juga membuat keributan yang sama. Ia bahkan sampai merusak proyektor saat itu.


"Ini menyenangkan." Sera tersenyum kecil melihat keributan di depannya.


Bugh!


Sera berakting sampai terkulai lemas di lantai seolah dirinya syok berat, para tamu yang merasa kasihan langsung mendekatinya.


"Nona Sera, anda baik-baik saja?" tanya salah satu dari para tamu.


"Sera." Clara panik melihat keadaan Sera yang berada tidak jauh darinya, begitu juga Kesha.


"Kenapa? kenapa aku menjadi jahat di mata sahabat ku sendiri? ini pasti tidak nyata, aku sedang bermimpi yah ini hanya mimpi." Sera memeluk lututnya dengan tubuh gemetar sambil bergumam tidak jelas, sungguh akting yang sempurna.


"Cepat bawa nona untuk beristirahat, cepat." Perintah kepala pelayan kepada pelayan wanita yang ada didekat Sera.


Beberapa pelayan membantu Sera berdiri dengan baik lalu menuntunnya meninggalkan ruang tamu menuju kamar tidur.


"Tolong tinggalkan aku sendiri," pinta Sera, para pelayan dengan berat hati harus pergi dari meninggalkannya padahal mereka khawatir jika nanti Sera bertindak ceroboh.


Sera yang bertingkah seolah dirinya sangat terguncang, kini merasa sangat bahagia karena semua yang terjadi saat ini berjalan sesuai rencananya. Pada dasarnya dia memang baik serta lemah lembut. Namun semua berubah saat kebenaran tentang hubungan gelap tunangannya terungkap, ia merasa konyol selama ini karena selalu mengikuti apa yang mereka katakan seperti orang bodoh.

__ADS_1


Tok tok tok 


Seseorang mengetuk pintu kamar Sera dari luar, dengan cepat Sera memperbaiki raut wajahnya.


"Masuklah," ucap Sera mempersilakan, seiringan dengan itu masuklah seorang pria tampan.


"Selamat siang, Nona Sera. Apa anda sudah merasa baikkan? ah! apa anda ingat saya?" tanya pria itu dengan senyum licik dibibirnya.


Raut wajah sedih Sera seketika kembali normal saat melihat pria itu, didepan pria ini ia tidak perlu bersandiwara.


"Apa ada yang bisa melupakan pria setampan anda, Presdir Desmond?" Sera balik bertanya dengan senyuman yang sama.


Sisi Sera yang seperti ini telah merebut hati pria terkaya di Negara A, Ia adalah Presiden Direktur dari perusahaan properti DM Group, Azka van Desmond.


Sera bertemu Azka sekitar bulan lalu, saat itu Sera sedang membuntuti Kesha yang pergi ke Mall untuk berkencan dengan Clara padahal ia membatalkan kencan mereka dengan alasan ada meeting penting di kantornya.


"Ah! bukankah ini Nona Sera?" Azka tiba-tiba saja muncul di depan Sera.


"Anda salah orang, permisi," jawab Sera seraya melanjutkan langkahnya.


"Nona Sera sedang apa di sini? kenapa anda seperti penguntit?" tanya Azka lagi, kali ini suaranya meninggi.


Sera terkejut dan langsung menutup mulut Azka, "Diamlah! jangan ganggu aku atau kau akan menerima akibatnya."


Azka menyingkirkan tangan Sera dengan lembut dari mulutnya kemudian berkata, "Kencanlah dengan ku hari ini maka aku akan diam, bagaimana?"


"Siapa pria ini? kenapa dia mengganggu ku? tapi …" Batin Sera melihat sekeliling. Namun tidak menemukan sosok Kesha dan Clara lagi, " Sial! aku kehilangan mereka."


Sejak saat itu Sera terus menerus diganggu oleh Azka, dia tidak hanya sekali melamar Sera. Tapi Sera tahu dia tidak bersungguh-sungguh hanya untuk mempermainkannya, ia juga tidak bisa memberikan Azka pelajaran setelah tau identitas asli pria itu.


******

__ADS_1


Bersambung.


Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘


__ADS_2