Protagonis Bertopeng

Protagonis Bertopeng
Bab 2 Mimpi buruk.


__ADS_3

Bab 2


"Saya anggap itu pujian dari anda jadi …." Azka mendekati Sera lalu duduk di dekatnya, "Apa Nona Sera bersedia memikirkan tawaran saya  untuk menjadi Nyonya muda Desmond?"


Sera tertawa kesal kemudian membawa menjawab, "Apa saya terlihat tertarik dengan tawaran anda? anda bisa menemukan calon istri anda diluar sana, takdir saya bukan bersama anda."


"Saya menginginkan anda, dan saya selalu mendapatkan apa yang saya mau."


"Jika ada yang tidak bisa anda miliki di dunia ini maka itu saya," tegas Sera.


Ekspresi wajah Azka berubah menjadi dingin melihat Sera mengatakan itu tanpa berpikir, Azka juga tidak senang jika ada yang membantah ucapannya sampai ia bungkam.


"Kya …." Sera berteriak seraya menjatuhkan dirinya ke lantai.


"Ada apa dengan mu?" tanya Azka kebingungan seraya berdiri.


Sementara itu para pelayan yang berada di luar kamar Sera langsung berlari ke dalam kamar begiitu mendengar teriakan Sera.


Brak!


"Nona apa yang terjadi? kena …." Para pelayan terdiam saat mendapati Sera duduk dilantai dalam keadaan menangis, dan Azka berdiri di depannya.


"Apa yang anda lakukan pada nona kami?" teriak para pelayan, mereka menghampiri Sera dan memeluknya.


Reaksi berlebihan para pelayan itu bukan tanpa sebab. Azka terkenal sebagai pria kejam, jika ada yang membuat kesalahan didepannya maka tidak akan dia ampuni ada rumor yang mengatakan bahkan ia membunuh orang tua kandungnya sendiri. Para pelayan takut jika Sera telah melakukan sesuatu pada Azka karena kesedihannya, dan Azka akan menyakiti Sera karena itu. Menghilangkan seseorang atau sesuatu yang tidak ia sukai bukanlah hal sulit bagi Azka.


"Dia memaksa aku menikah dengannya, jahat sekali padahal hati ku sedang hancur. Aku takut sekali." Sera terisak dalam pelukan para pelayannya.


Melihat itu seorang pelayan memberanikan diri mengatakan, "Anda pria yang buruk, sangat buruk. Menyakiti hati wanita yang terluka, pria macam apa anda ini? sikap anda sangat buruk sampai berani masuk ke dalam kamar seorang wanita, lalu malah menyakitinya. Hanya karena anda punya sedikit kekayaan bukan berarti anda bisa bertindak sesuka hati. Keluarlah dari sini."


"Selamat tinggal," ucap Sera dengan bahasa bibir.

__ADS_1


Azka tertawa kecil seraya mengusap kasar rambutnya, ia sudah meremehkan Sera sebagai seorang wanita. Baru sekarang Azka sadar jika Sera adalah antagonis yang mungkin akan menjadi lebih kejam darinya.


Tanpa menunggu lama Azka berlalu dari hadapan mereka, ia berjalan keluar dari gedung menuju mobil. Sekertaris Azka bernama Stefon tau jika sekarang Azka sedang dalam suasana hati yang buruk, itu terlihat karena Azka tidak merokok jika suasana hatinya sedang baik.


"Apa pantas semua yang anda lakukan untuk Nona Sera?" tanya Stefon membuat Azka mengerutkan keningnya.


"Apa yang sedang kau berusaha katakan?" Azka balik bertanya meminta penjelasan.


"Anda menyukai wanita sombong kelas kakap itu, kenapa? anda mengemis padanya agar dia mau menikah dengan anda, semua yang anda lakukan tidak pantas diterima oleh wanita itu. Dicintai oleh pria seperti anda menjadikan dia lupa posisinya, sungguh wanita yang licik."


"Gaji mu di potong setengah."


"Ap-apa? tapi kenapa? apa yang salah dari saya?"


"Kau menghina wanita ku, dan juga menghina ku sebagai pengemis. Kau lupa untuk pria seperti aku, hanya cocok mendapatkan wanita seperti Sera. Aku malah merasa jijik dengan wanita yang terus menerus mengejar cinta ku."


"Maafkan saya, saya tidak bisa memahami anda."


Di sisi lain tidak lama setelah Azka pergi, Sera juga diam-diam keluar untuk membeli sesuatu. Saat ia keluar dari dalam toko ada mobil yang kehilangan kendali melaju ke arah Sera, Sera yang tidak dapat menghindar dalam sekejab tubuhnya terhempas jauh saat mobil itu rusak parah menabrak dinding toko.


Ting tong.


"Selamat datang pemain, kami dari pihak mimpi takdir menyambut kedatangan anda."


Suara asing itu menggema ditelinga Sera, perlahan matanya terbuka melihat dirinya mengambang diarea berbintang galaxy.


"Di mana ini? bukankah tadi aku tertabrak mobil? sial! mobil tidak punya mata itu benar-benar kurang ajar. Apa aku sudah mati? tapi tadi suara siapa? akhhh, aku bisa gila." Sera berteriak histeris.


Sesaat kemudian muncul tupai dengan setelan jas rapi, Sera dibuat bingung dengan penampilannya.


"Selamat datang pemain, aku adalah Taufan sistem dewa peringkat ke 15 dari mimpi takdir. Apa kau mau menjalin kontrak dengan ku?" tanya Taufan.

__ADS_1


Sera tidak menjawab ia malah berbaring seraya berkata pada diri sendiri, "Sebentar lagi aku pasti bangun, mimpi buruk hanya akan berjalan sebentar."


"Pemain kurang ajar, jangan mengabaikan aku. Mungkin ini hanya sekedar mimpi bagi mu. Akan tetapi ini bukan mimpi biasa, majikan membuat mimpi takdir untuk membantu para manusia dengan kemungkinan sembuh kecil dari kecelakaan besar agar bisa sembuh total. Alat mimpi takdir hanya dipasangkan pada pasien saja, karma baik bagi mereka yang beruntung ada di rumah sakit kami. Lihatlah ini!" Taufan menampilkan gambar di mana Sera terbaring tidak sadarkan diri di rumah sakit, keadaannya sangat buruk karena banyak alat medis dipasang pada tubuhnya.


"Aku tidak tertarik, dokter pasti bisa menyembuhkan aku tidak peduli berapa lama itu," balas Sera tanpa berpikir panjang.


Taufan menyeringai saat gambar itu menampilkan Clara memasuki ruang rawat Sera, ia mendekati bangsal Sera yang tidak ada penjaganya.


"Sedang apa wanita busuk itu," kesal Sera.


"Aku tidak akan meminta maaf pada mu untuk yang aku lakukan, semuanya akan menjadi lebih baik kalau kau tiada. Kau sahabat ku kan? maka tolong berkorbanlah untuk ku, istirahatlah untuk selamanya," ucap Clara perlahan melepaskan alat medis pada tubuh Sera satu demi satu.


"Brengsek! kenapa kau bisa masuk, di mana para penjaga dan suster," batin Sera merasa cemas, ia bisa saja tiada saat ini.


"Sayang sekali, sepertinya aku harus mencari pemain yang baru," ucap Taufan membuat Sera berdecak kesal.


"Biarkan saja, pasti sebentar lagi para suster datang jika alarm darurat berbunyi," ucap Sera membuat Taufan tersentak.


"Mencoba membuat aku memohon untuk diselamatkan, mana mungkin bisa. Jika kau ingin aku menjalin kontrak dengan mu, maka maaf saja permohonan bukanlah jalannya," batin Sera.


"Jangan bercanda. Seharusnya dia memohon pada ku untuk menolongnya, aku tidak suka ini," pikir Taufan mengigit sapu tangannya.


Taufan semakin gelisah saat Sera sama sekali tidak peduli nyawanya terancam, tersisa ventilator yang akan Clara lepas. Taufan sendiri tidak bisa meninggalkan Sera karena dia adalah pemain level A, peringkat Taufan rendah di dalam mimpi takdir maka ia perlu Sera untuk meningkatkan peringkatnya.


"Hei manusia! kenapa kau diam saja? katakanlah sesuatu! apa bagi mu bagus melihat nyawa mu melayang di depan mata kepala mu sendiri?" tanya Taufan, ia tidak bisa menaha diri lagi.


"Kenapa bertanya? memangnya aku bisa apa? jika ada yang menolongku maka aku hanya bisa balas budi saja." Sera benar-benar terlihat tidak peduli sama sekali.


*****


Bersambung.

__ADS_1


Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘


__ADS_2