
Taufan dengan cepat menggunakan kekuatannya untuk membuat Clara pingsan dan membunyikan alarm darurat, hampir saja dia kehilangan Sera dalam hitungan detik.
"Hei pemain." Taufan menyeringai menatap Sera, "Bukankah kau harus membalas budi pada ku sekarang, jadi aku harap kau tidak menolak kontrak kerja sama dari ku."
"Tentu saja tidak, nyawa ku sangat berharga maka aku harus membalas budi pada mu dengan harga yang setimpal. Mari buat kontrak," ajak Sera.
"Biar ku jelaskan dulu apa yang harus kau lakukan." Taufan menampilkan beberapa cover novel, "Pemain kau akan menjadi salah satu tokoh dalam novel-novel ini, sebenarnya tugas mu hanya perlu membalas dendam para protagonis wanita dalam novel dan menjadikannya para antagonis menderita seumur hidup. Akan tetapi sejak muncul organisasi gelap yang ikut membuat cerita seperti mimpi takdir, pemain mereka bisa mengulang kehidupan untuk mendapatkan posisi terbaik yaitu posisi protagonis. Walau pun mereka hanya bisa mengulang kehidupan sekali saja, itu tetap membuat para pemain mimpi takdir mendapatkan kesulitan. Misi setiap novel berganti menjadi, memperebutkan posisi tokoh protagonis karena tokoh antagonis akan berakhir dengan kekalahan. Jika kau bisa menang dalam setiap novel sebanyak 5 kali, maka mimpi takdir akan menggunakan kekuatannya menyembuh dirimu seperti tidak pernah sakit. Bagus bukan?"
"Secara tidak langsung kau bilang pemain mimpi takdir hanyalah pemain sampah yang tidak bisa mengalahkan pemain organisasi gelap, bagaimana jika aku pun tidak bisa mengalahkan pemain mereka?"
"Kau akan dikirim kembali ke dunia nyata tanpa mengingat mimpi takdir dan tidak akan mendapatkan pertolongan dari rumau sakit milik majijan kami. Majikan kami memiliki rumah sakit dan semua rumah sakit terbaik, maka masuklah ke banyak novel untuk memenangkan posisi protagonis dan mendapatkan kembali kesadaran kalian. Itu hanya berlaku bagi pemain kontrak."
"Menarik. Kalau mari kita coba sekali, aku akan lihat bagaimana aku bisa di kalahkan," ucap Sera, Taufan menyukai pribadi Sera yang satu ini.
Taufan menempelkan dahinya dan Sera, dengan begitu kontrak diantara mereka pun terjalin. Setelah itu Sera memilih salah satu novel fantasi tentang pemburu iblis, ia akan menjadi salah satu karakter pendukung bernama Sera Abraham. Ia hanyalah gadis desa biasa, bahkan tidak memiliki keahlian berpedang sama sekali. Ia mengikuti ujian Sekte Pedang Pemburu iblis semata-mata hanya karena paksaan dari sang ibu, tapi ia tetap berhasil masuk karena bantuan dari protagonis wanita. Dalam alur novel Sera Abraham hanya disebutkan beberapa kali itu pun karena dia adalah gadis yang mendapatkan perhatian dari protagonis wanita mengingat keadaan Sera yang menyedihkan dalam sekte. Sera juga meninggal diusia muda karena menjadi tameng untuk protagonis wanita, ia sangat bodoh sampai mengorbankan nyawanya demi orang yang dia kagumi. Tugas Sera adalah menjadikan karakter pendukung ini sebagai protagonis wanita dan mendapatkan hati protagonis pria.
Setelah memahami segalanya pintu dimensi masuk ke dalam novel pun terbuka, Taufan akan mendampingi sekaligus mengawasi Sera jika ada keadaan yang tidak dapat Sera tangani maka Taufan akan turun tangan saat itu. Namun ….
"Jika kau berani melanggar aturan pemain, hukuman majikan tidak akan melewatkan mu," ucap Taufan mengingatkan Sera. Sera tersenyum tanpa menjawab kemudian memasuki pintu dimensi, tidak lama setelah Sera masuk.
"Sampa jumpa nanti, Nona Sera." Taufan membungkuk kemudian menghilang.
*****
__ADS_1
"Tuan, anda sudah sadar?" Stefon tersenyum haru saat Azka membuka matanya.
"Kita di mana?" tanya Azka dengan segenap tenaga yang ada.
"Rumah sakit anda, bagaimana keadaan anda? apa masih ada yang sakit?" tanya Stefon lagi.
Azka tidak menjawab ia teringat jika mobil yang mereka kendarai hilang kendali, saat itu ia mengambil alih kemudi dan mengeluarkan Stefon dari dalam mobil kemudian ia merasa sesak.
"Di-dimana Sera? aku ingat tadi menabraknya …." Azka seketika menjadi panik, nafasnya sesak.
"Tenanglah dulu, tuan. Nona Sera baik-baik saja, hanya belum siuman sejak hari itu."
"Mana mungkin aku percaya, aku lihat dia terhempas. Jangan bohong pada ku! di mana Sera? jawab!" tegas Azka. Ia seperti orang kesatanan, tidak peduli dengan kondisi tubuhnya sendiri.
"Jika anda tenang dan patuh sampai sembuh maka saya akan katakan di mana Nona Sera, sampai saat itu berteriaklah sesuka hati anda toh anda tidak bisa bangun dari ranjang ini," jawab Stefon dengan berat hati harus melanggar perintah bahkan mengingkari sumpahnya untuk tidak melawan Azka.
"Wanita keras kepala seperti mu, tidak akan mati dengan mudah. Aku benarkan, Sera?" gumam Azka seraya memejamkan mata.
Semnetara itu disisi lain Sera terjaga telah berada di dalam tubuh seorang gadis yang sangat jelek, banyak noda hitam di wajahnya bahkan rambutnya kasar sama sekali tidak terawat.
"Bagaimana bisa menjadi tokoh utama wanita dengan wajah seperti ini? sial! di mana sih tupai bau berdasi itu, di harus melakukan sesuatu untuk wajah ini atau aku akan pergi ke organisasi hitam," keluh Sera dengan nada meninggi, hanya dalam sekejab Taufan langsung muncul.
"Jangan bercanda pemain, kau akan mendapatkan hukuman jika menjadi pengkhianat," ancam Taufan.
__ADS_1
"Kalau begitu lakukan sesuatu pada wajah ini, dalam aturan pemain aku bisa meminta apa saja demi keuntungan bersama. Semakin cantik aku semakin aku dekat dengan kemenangan, bagaimana?"
"Logika macam apa itu? tidak bisa untuk sekarang. Karakter Sera Abraham dipaksa oleh ibunya masuk ke sekte pedang, dia bisa masuk juga berkat protagonis wanita. Jika kau menjadi cantik sekarang maka ibu mu akan menjual mu ke rumah bunga dan protagonis wanita tidak akan membantu mu. Tidak bisa masuk ke Sekte Pedang Pemburu Iblis, maka kau harus bagaimana untuk menang?"
"Hahahahah, kau anggap apa aku ini? patuhi saja aku dan tutup mulut mu. Cepatlah!" Sera menuntut sambil memukul meja.
Taufan tidak bisa menolak. Oleh karena itu, ia menggunakan kekuatannya untuk mempercantik wajah Sera.
"Hei!" Raut wajah Sera tidak puas, ia menunjuk rambutnya.
"Sudah cukup, kau sangat menjengkelkan." Taufan menggunakan kekuatan sekali lagi dan langsung pergi begitu saja.
"Baiklah sekarang kita tinggal menunggu dalam 3 2 1." Setelah Sera menghitung tiba-tiba pintu kamarnya terbuka.
"Sera, di … siapa kau?" sang ibu terkejut melihat ada wanita cantik duduk di dalam kamar Sera.
Sebelah ujung bibir Sera terangkat kemudian dia berdiri seraya mendekati sang ibu, "Kenapa? apa ibu tidak mengingat wajah putri mu sendiri?"
"Ten-tentu saja ibu mengenali mu. Tapi …" Ibunya menelan ludah karena tertekan oleh aura Sera.
Senyuman jahat Sera membuat wajah sang ibu pucat pasi, ia mengenali wajah putrinya dengan baik walau pun sudah menjadi berbeda. Hanya saja kepribadian Sera menjadi jauh berbeda, anak yang biasanya bahkan tidak berani bicara padanya sekarang menatapnya dengan tajam.
*****
__ADS_1
Bersambung.
Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘