
Bab 9
Semua calon murid kembali ke sekte membawa hasil buruan mereka, hasilnya mungkin tidak dibawa secara nyata. Akan tetapi Ketua Sekte yang bisa melihat ingatan seseorang, akan memeriksa ingatan semua murid jika terbukti mereka benar-benar berburu maka mereka akan dianggap lulus.
"Di mana wanita itu? kenapa belum ada?" batin Dallin mencemaskan Sera.
Para murid sekte belum bisa melakukan pencarian murid yang hilang sampai ujian selesai. Oleh karena itu, Dallin cemas jika sesuatu terjadi pada Sera sebelum murid sekte datang.
"Baiklah, waktu ujian akan berakhir dalam 9,8,7,6,5,4,3 …."
"Tunggu sebentar!" teriak Sera, ia datang sambil memegang tangannya yang terluka. Semua murid serta calon murid yang berada di lapangan terkejut melihat seorang gadis cantik berambut panjang datang, seingat mereka tidak ada calon murid secantik itu tadi.
"Dia …." Ketua Sekte tanpa sadar melangkah ke arah Sera.
"Siapa kau?" tanya Ketua Sekte lagi.
"Salah satu calon murid, Sera Abraham," jawab Sera dengan lantang membuat semua orang terkejut begitu juga Dallin.
Pasalnya karena sistem sedang mengalami masalah, wajah Sera yang dibuat menjadi jelek oleh Taufan dengan bantuan sistem malah kembali ke wajahnya semula. Walau pun ia cantik karena sistem juga. Akan tetapi wajah cantik Sera adalah bentuk perubahan, sedangkan wajah jeleknya hanya topeng yang menutupi sementara.
"Indahnya." Ketua Sekte menyentuh pipi Sera sambil tersenyum, ia membuat kejutan kepada murid-muridnya itu semua karena Ketua Sekte yang mereka kenal hanya tersenyum pada Camelia.
Ketua Sekte memeriksa ingatan Sera, ia selalu berdecak kagum dengan kemampuan Sera, terutama saat melawan iblis berakal tingkat rendah. Sayangnya Ketua Sekte tidak bisa melihat ingatan Sera tentang Taufan.
"Semua calon murid di luluskan. Untuk Sera dan Dallin aku akan mengangkat mereka sebagai murid ku," ucap Ketua Seke, semua calon murid termasuk Sera langsung berlutut sebagai tanda terima kasih.
*****
Ketua Sekte masuk ke dalam ruang kerjanya, ia membuka kotak kenangan yang sudah bertahun-tahun tidak ia buka. Di sana ada gambar seseorang paling istimewa dalam hidupnya.
Ingatan Ketua Sekte ….
Pak!
Pak!
__ADS_1
Pak!
"Aura pedang keham … akh!" Azka terhempas jauh saat mengayunkan pedangnya, itu adalah reaksi penolakan dari jurus yang tidak bisa digunakan sembarang oleh yang tidak terpilih.
"Masih berlatih, Azka?" tanya seorang wanita paruh baya pada Azka.
"Tentu saja, sebagai pewaris Sekte Pedang Pemburu Iblis aku harus menguasai keahlian berpedang ketua sekte sebelumnya. Kemampuan turun temurun keluarga Maverick," jawab Azka membuat sang ibu bangga. Namun, ia mengambil pedang dari tangan Azka.
"Kau tidak akan bisa menguasai aura pedang ini karena memang bukan keahlian mu, kau sudah punya keahlian berpedang yang sangat bagus jadi asah itu dengan baik."
"Tapi …."
"Keahlian aura pedang kehampaan hanya dimiliki pewaris perempuan. Suatu saat hari nanti, aura pedang ini akan memilih seseorang untuk ia jadikan sebagai pemiliknya. Seorang gadis cantik berambut panjang yang hitam legam, bermata biru seperti kristal, dan memiliki kecantikan yang memikat," ucap sang ibu menyentuh dada Azka, "Dia akan mengetuk pintu hati mu pada pandangan pertama."
Perkataan ketua sekte sebelumnya ternyata benar adanya, jantungnya berdetak tak karuan saat melihat Sera untuk pertama kalinya.
Brak!
Camelia membuka pintu ruang kerja Azka, Azka yang terkejut langsung menoleh kebelakang melihat Camelia yang menangis di depan pintu.
"Mereka memiliki bakat langkah yang harus diasah dengan baik, mereka sekarang adalah adik-adik mu. Bersikap baiklah pada mereka," jawab Azka.
"Aku tidak suka pada Sera, tatapannya seolah merendahkan ku. Apa guru tidak tau wajahnya sangat jelek sebelumnya? lalu mendadak dia jadi cantik? dia pasti menggunakan sesuatu pada wajahnya kan?"
"Camelia. Aku sudah memeriksa ingatannya, dia memakan herbal langkah saat didasar jurang. Tidak ada yang aneh."
Tentu saja ia adalah ingatan yang telah direkayasa oleh Taufan.
"Aku benci guru." Camelia berlari keluar dari dalam ruang kerja Azka menuju taman.
"Sera itu mengganggu ku, kenapa dia harus beruntung? kenapa dia jatuh kedasar jurang? kenapa? bakat apa yang dia punya sampai bisa mengalahkan bakat aura pedang bulan biru milikku, seharusnya hanya Dallin saja yang datang," teriak Camelia melampiaskan kekesalannya.
"Kenapa berteriak seperti itu kakak?" tanya Sera seraya keluar dari tempat persembunyiannya.
"Kau …." Camelia berjalan menghampiri Sera, "Siapa kau sebenarnya? katakan siapa yang mengutus mi kemari untuk menipu guru?"
__ADS_1
"Oh Camelia ku sayang, apa menjalani hidup dua kali menjadikan otak mu tidak berguna? seharusnya kau berpikir kenapa alurnya berubah."
"Kau, apa kau pemain mimpi takdir? hebat juga kau bisa melangkah sejauh ini. Dasar rendahan, karena tidak bisa mengalahkan aku sebelumnya mereka mengirim kau sebagai pemain untuk menggoda guru ku dengan wajah cantik palsu mu itu. Sekarang identitas mu sudah terbongkar maka aku tidak akan memberi ruang bagi mu untuk mendekati guru ku."
"Wajah ini asli, aku hanya menghilangkah bekas luka, dan noda hitam diwajah ku saja jadi ini asli. Tidak seperti mu, kau terlalu banyak menggunakan sistem untuk kecantikan. Lagi pula selain kecantikan aku punya kartu as yang lebih besar, keahlian aura pedang milik ibu dari guru mu. Walau pun kau tidak memberikan aku ruang mendekati guru mu, sayang sekali karena dia sudah mengundang ku secara pribadi ke perpustakaannya."
Plak!
Camelia menampar Sera dengan keras, "Kau pikir penggoda seperti mu bisa menyentuh guru? mimpi saja, dasar wanita rendahan. Kau akan segera diusir dari sini dan aku punya banyak cara untuk itu."
Setelah mengatakan itu Camelia langsung pergi entah ke mana.
"Kenapa? kenapa harus aku? wajah ku sembuh karena tidak ingin dihina lagi bukan untuk ku gunakan sebagai alat menggoda pria. Di sini menakutkan, aku mau keluar," ucap Sera menangis. Ia tahu saat ini Dallin sedang memperhatikan dia dari kejauhan.
*****
Camelia pergi ke tempat Ghaisan hari ini ka harus mendapatkan pedang baru untuk latihan, ia harus berlatih keras dan mempercantik diri agar ketua sekte tidak melihat wanita mana pun selain dia.
"Kenapa anda datang?" tanya Ghaisan kebingungan.
"Pedang buatan mu untuk ku sudah rusak, apa kau punya hati membuatkan aku pedang? aku ingin pedang lain secepatnya," jawab Camelia.
"Tapi aku masih harus menempanya, tunggulah 7 hari."
"Kenapa harus menunggu saat kau ada pedang cadangan? berikan peda itu pada ku!"
"Maafkan aku, itu tidak bisa. Jika mau kau bisa menunggu, jika tidak maka cari penempa lain sa …."
"Apa membuat pedang buruk membuat mu menjadi sombong? kau hanyalah penempa tanpa nama, bukan hal sulit bagi ku membuat kau menghilang dari dunia ini. Jadi berikan, ini perintah!" desak Camelia menekan Ghaisan dengan identitasnya.
*****
Bersambung.
Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘
__ADS_1