Protagonis Bertopeng

Protagonis Bertopeng
Bab 6 Dallin.


__ADS_3

Bab 6


Lauren menangis berada disamping ranjang sang putri, sudah 3 hari Sera masih tetap terbaring lemah bahkan tanda-tanda dia akan sadarkan diri tidak ada sama sekali.


3 hari di kehidupan nyata sama seperti 3 minggu dalam novel, walau pun sudah berlalu cukup banyak hari bagi Sera di sana nyatanya tidak sebanyak itu.


Azka sudah mulai sembuh, ia datang ke kamar Sera dan menyaksikan Lauren yang bersedih dari balik jendela. Jujur ia sangat sedih dengan apa yang menimpa Sera terutama itu karena ulahnya, Lauren yang tahu tidak menyalahkan dia sama sekali entah memang tulus dari hati atau karena identitas Azka sebagai pria berpengaruh.


"Stefon, aku ingin masuk ke dalam mimpi takdir," ucap Azka membuat sang sekertaris terkejut.


"Bicara apa anda ini? anda adalah majikan sistem mimpi takdir, jika anda ikut campur dalam sistem demi seorang pemain maka … itu tidak adil bagi pemain lain yang masih terjebak di dalam sana karena ulah organisasi hitam," jelas Stefon menolak ucapan Azka.


"Keluarkan mereka dari mimpi takdir, batalkan kontrak dengan mereka karena keberadaan mereka masa saja dengan tidak ada."


"Apa maksud anda? itu penghi …."


"Aku tidak menghina siapa pun, di sini ada yang memunggu sementara di dalam sana mereka sudah tidak bisa berjuang maka kita butuh mereka lagi. Aku sendiri yang akan masuk ke dalam mimpi takdir, menjadi protagonis pria dalam setiap novel dan bertemu dengan Sera."


"Baiklah, karena anda adalah majikan maka alat mimpi takdir akan kami lepas dari pemain yang telah terpilih. Akan tetapi masih ada banyak pemain level S di dalam mimpi takdir, Nona Sera hanyalah pemain level A kemungkinan anda bertemu dengan dia tidak ada sama sekali karena misi level S dan SS tidak bisa pemain level A lakukan sementara adalah anda pemain Level SS. Anda membuat mimpi takdir seperti game dengan tujuan yang mulia. Tapi anda akan merusaknya tujuan itu demi wanita seperti Nona Sera, saya tidak peduli bahkan jika gaji saya akan di potong seumur hidup karena saya akan tetap mengatakan ini bahwa cinta tulus anda tidak pantas diterima atau diberikan pada wanita yang salah. Seharusnya saya tidak memasukan kesadaran Nona Sera ke dalam mimpi takdir, membiarkan kesadaran itu masuk dalam novel jika tahu anda akan bertindak sejauh ini."


"Aku mencintai Sera jauh sebelum pertemuan kami di Mall hari itu, Sera adalah wanita pertama yang menatap ku sebagai manusia dan menyentuh tanganku, hal terpenting yang bahkan ibu ku sendiri tidak pernah lakukan. Kau tidak akan tahu apa arti Sera bagi ku dan aku tidak akan membuat mu mengerti karena mata mu gelap akan kebencian, ketahuilah Stefon jika Sera sudah ada didalam hidup ku jauh sebelum aku bertemu dengan mu," jelas Azka dengan senyuman yang indah.


Stefon memalingkan wajahnya dengan ekspresi sedih, ia tidak tahu masa lalu Azka karena Azka tidak pernah membahas hal itu dengannya. Ia benci melihat Azka sangat percaya pada cintainya untuk Sera seperti orang bodoh.


Azka meminum obat tidur kemudian memasang alat  aneh dikepalanya dan berbaring, perlahan mata Azka mulai tertutup dan ia tenggelam dalam dunia mimpi.


"Semoga anda lekas kembali, Tuan Desmon." Stefon membungkuk kemudian menutup tirai dalam ruang rawat inap Azka, ia juga pergi menangani urusan perusahaan.

__ADS_1


*****


"Siapa kau?" rekan Camelia menatap tajam pria itu, raut wajah Camelia juga berubah setelah pria itu datang. 


Pria itu adalah karakter pendukung paling penting dalam novel, dia adalah orang yang akan menjadi murid ketua sekte, Dallin Aylward.


"Sudah cukup!" teriak Camelia kepada rekannya, "Kalian kenapa tidak mengerti apa yang aku katakan? aku tidak apa-apa jadi berhenti menyalahkan dia, lihatlah dia terluka bahkan pria ini sampai datang ke mari karena kita."


"Kenapa harus takut pada pria ini dan mengasihani wanita bodoh ini? anda terlalu murah hati kepada orang-orang seperti wanita ini. Jadi anda tidak perlu khawatir karena wanita," tegas rekan Camelia.


"Kau juga." Rekannya menunjuk Dallin, "Berani sekali kau calon murid mengarahkan pedang mu pada kami, apa kau mau mati?"


"Kenapa kalian harus bertindak bodoh sekarang? menyebalkan! kesan buruknya pada ku pasti bertambah," batin Camelia.


Saat rekannya akan melayangkan satu pukulan lagi pada Sera, Camelia dengan cepat menarik tangan rekannya itu dan menghempaskan dia ke lantai.


"Aku begini juga demi kalian, reputasi kalian bisa buruk karena dianggap menidas calon murid apalagi itu demi aku. Bagaimana bisa aku memaafkan diri ku sendiri jika sampai itu terjadi?" lanjut Camelia berlinang airmata.


Kebaikan hati Camelia menyentuh mereka. Namun tidak dengan Dallin, ia hanya membantu Sera berdiri kemudian menuntunnya pergi dari kantin.


"Cih! dia masih saja sulit ditaklukan. Aku sampai menangis untuk membuat dia terkesan. Tapi lihatlah dia, rugi sekali aku menangis untuk para orang bodoh ini," Batin Camelia menatap punggung Dallin dan Sera yang menghilang.


*****


"Ini minunlah." Dallin memberikan sebotol ramuan penyembuh pada Sera.


"Terima kasih." Sera menerima dan meneguk ramuan itu sampai habis.

__ADS_1


Dallin adalah pria yang lemah lembut, ia bahkan sampai memakaikan salep diwajah Sera dengan tangannya sendiri.


"Lusa memarnya akan hilang jika kau rutin memakainya," ucap Dallin memberikan Salep itu pada Sera, Sera hanya menjawab dengan anggukan pelan.


"Kelak jauhi Camelia, dia adalah wanita bermuka dua. Sebelum aku datang dia memang melerai rekannya, tapi dia tidak tegas pada mereka dan entah kenapa dia malah bertindak tegas," lanjut Dallin.


"Jika kau berkata demikian maka orang lain tidak akan suka, dia adalah dewi bagi banyak orang. Gadis baik hati dan selembut dia maka mana mungkin bermuka dua."


"Polos sekali. Jamur paling indah dipandang mata biasanya paling beracun," pungkas Dallin seraya berlalu begitu saja.


"Dallin oh Dallin, jika kau begitu terus maka sampai beruban rambut Camelia dia tetap tidak akan bisa mendapatkan dukungan mu," ucap Sera tersenyum bahagia.


Sera berdiri kemudian melepaskan kulit palsunya, "Kulit ini cukup tebal, pasti tangan wanita itu sakit saat menampar ku."


"Pemain kau adalah sesuatu yang lebih berbahaya dari jamur beracun, Dallin sangat bodoh sampai berpikir kalau kau itu polos," timpal Taufan.


"Aku kan sudah bilang punya banyak cara membuat Camelia kehilangan dukungan dan posisinya," balas Sera.


"Tapi kau melakukan pelanggaran, kau mengubah alurnya sangat banyak. Kau akan mendapatkan hukuman aku akan meng …. umph!" Taufan tidak berkata apa pun lagi, Sera mencengkram mulutnya.


"Pergilah melihat awan kau tupai bau berdasi pengganggu." Sera melempar sangat jauh dari kapal, ia tidak tahan lagi karena Taufan selalu mengomentari rencananya.


*****


Bersambung.


Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘

__ADS_1


__ADS_2