
Ketika aku masuk ke dalam Kampus Junior High School, semua mahasiswa hanya menatapku dengan mata tajam. "Dasar murid culun!" hina Anak kampus.
Aku hanya terdiam sambil tersipu malu mendengar semua hinaan mahasiswa itu. Sampai akhirnya aku tidak tersadar, bahwa aku menabrak mahasiswa lain.
"Awh," rintih Putri. "Heh! Lo itu punya mata nggak sih!" ledek Anne. "Sorry, gue nggak sengaja," balas Putri. "Liat dong penampilan lo, kayak anak cupu." hina Anne.
Setelah Anne menghina ku dengan cibiran nya, aku langsung pergi meninggalkannya.
"Kez, Putri kemana, ya?" tanya Nadine bingung. "Gue juga nggak tau, Kez." balas Kezia. "Eh, itu kan Putri," ucap Nadine.
"Kita samperin, yuk," ajak Kezia. "Ayok," balas Nadine. "Put, putrii" panggil Kezia. "Eh, kenapa?" tanya Putri.
"Lho? Kok buku lo berantakan?" tanya Nadine. "Iya, tadi gue habis nabrak seseorang," jawab Putri.
"Pasti yang lo tabrak itu Anne, dia itu sombong dan kaya," sahut Kezia. "Owh, memang siapa aja anak yang sombong di kampus ini?" tanya Putri.
"Pertama ada Putra, dia itu punya 2 teman yang namanya Fido dan Dito, mereka sifatnya sombong, anak orang kaya, tapi kalau Fido dan Dito lebih lembut daripada Putra, kalau lo ketemu Putra, bweh amit-amit," ucap Nadine.
"Owh, yaudah kita ke kelas yuk," ajak Nadine. "Ayo." balas Kezia. "Lo berdua duluan aja ke kelas, gue mau ada urusan," sahut Putri. "Owh, okee," balas Nadine
"Wuaah! Ganteng banget," ucap semua Mahasiswa. "Kak, boleh kenalan gak?" tanya salah satu Mahasiswa.
Karena keangkuhan dari dalam diri Putra, dia hanya melirik ke Mahasiswa itu dan langsung pergi meninggalkan Mahasiswa itu.
"Ganteng tapi sombong," sindir Mahasiswa. "Itu kan si cewek cupu," ucap Anne dalam hatinya.
__ADS_1
Kemudian Anne pun langsung pergi meninggalkan Cindy, untuk menghampiri Putri. "Ne, lo mau kemana?" tanya Cindy. Kemudian Cindy pun langsung menyusul Anne
"Kita ketemu lagi, ya," ujar Anne. "Gue enggak mau ada masalah lagi sama lo," kata Putri lugu. "Gue juga malas liat lo disini," ucap Anne.
Secara gesit, Anne langsung mengambil tas yang ada di bahu Putri dan Anne membawa nya pergi.
"Anne, kembalikan tas gue!" Kesal Putri. Secara cepat, Putri berlari menyusuri seluruh kampus untuk mencari Anne dan Cindy.
"Anne, kembalikan tas gue!" Teriak Putri. Sampai pada akhirnya, Putri pun menemukan tas nya yang berada di dekat mobil.
"Akhirnya ketemu juga," hela nafas Putri. "Lo ngapain dekat mobil gue?" tanya Putra. "Gue mau ambil tas," balas Putri.
"Lo pasti mau kempesin mobil gue kan?" tanya lagi Putra. "Gue cuma mau ambil tas gue, tadi Anne bawa tas gue ke arah sini," balas Putri.
"Lo itu gak usah ngarang deh, gue tau kok Anne itu orangnya baik," ucap Putra. "Udahlah, gue mau masuk kelas," elak Putri.
"Lain kali kalau mau jadi tukang tambal ban, bilang ke gue ya, gue akan kasih bayaran buat lo," ledek Putra sambil menyerahkan uang.
Setelah itu Putra langsung pergi. Di dalam hati Putri, dia merasa marah dan menyimpan dendam ke Putra.
"Heh! Berhenti gak lo!" ucap Putri. Memang Putra mendengar omongan Putri, tapi dia tetap saja mengelak dari Putri.
"Gue memang anak miskin, tapi gue enggak butuh uang dari lo dan gue juga enggak butuh belas kasihan dari cowok kayak lo!" ancam Putri.
"Kurang ya, uang yang gue kasih?" tanya Putra. "Gue enggak butuh satupun uang dari lo!" balas Putri.
__ADS_1
"Lo enggak usah sok polos, kalau lo butuh ya ambil," kata Putra. "Lo dengar ya, gue bukan cewek yang bisa sembarangan lo kasih uang," ancam Putri.
Setelah perdebatan yang cukup sengit antara Putra dan Putri, Putri langsung pergi meninggalkan Putra. "Sombong banget jadi cewek," kata Putra.
"Awas aja, kalau gue ketemu sama cowok songong itu," ucap Putri dalam hati.
"Nad, Putri kemana ya?" tanya Kezia. "Gue enggak tau," jawab Nadine. "Itu kan Putri," tunjuk Kezia. "Kita susulin yuk," ajak Nadine.
"Putri, lo darimana aja?" tanya Kezia. "Gue habis ketemu cowok songong, tiba-tiba dia kasih gue uang," balas Putri.
"Wah! Kok bisa?" tanya Nadine. "Ceritanya panjang, intinya gue dikasih uang itu karena gue dikira tukang tambal ban," jawab Putri.
"Emang ya, cari gara-gara itu cowok," ucap Nadine. "Sudah ah," sahut Putri. Tiba-tiba datanglah Putra.
"Pantes ya anak cupu, teman nya cupu semua," ejek Putra. "Mending kalau temen gue cupu, daripada lo songong," ejek balik Putri.
Kemudian Putri langsung pergi meninggalkan Putra. "Eh guys, tapi dia itu ganteng banget," sahut Nadine. "Ganteng sih ganteng, tapi songong," kata Kezia.
"Amit amit, gue punya pacar kayak dia," ucap Putri. "Apalagi gue," sahut Kezia. "Oh iya, gimana soal catering lo?" tanya Nadine.
"Lumayan banyak pembeli," balas Putri. "Syukur deh," ucap Kezia. "Yaudah, kita ke kelas yuk," ajak Nadine. "Ayok, entar keburu dicariin sama Pak Rey," ucap Kezia.
Ketika mereka sedang dalam perjalanan menuju ke kelas mereka, tiba-tiba di tengah jalan kaki Putri tersandung.
Mau tau siapakah sosok dibalik yang menyelamatkan Putri?
__ADS_1
Stay tune again!