
"Argh!" teriak Putri. Untungnya ada Putra yang menolong Putri. "Lo ngapain disini, susahin orang banyak, tau gak!" kata Putra.
Secara spontan, Putra langsung menarik Putri. "Untung lo enggak kenapa-napa, tau gitu kan lo bisa jatuh," ucap Putra. Tanpa berterima kasih, Putri langsung pergi.
"Tuh kan, kita gagal lagi ngerjain Putri, lagi-lagi Putra," kesal Cindy. "Udah ah, gue mau pergi," elak Anne. "Ne, bayaran lo ke gue mana?" tanya Dimas.
"Enggak ada lah, kan juga gagal rencana kita ngerjain Putri," balas Anne judes. "Yaudah," ucap Dimas.
Seketika Anne pergi, dia mendengar ada seseorang berbicara. "Gue tau, lo mau ngerjain Putri kan?" tanya seseorang itu. "Aduh, kenapa ada yang tau rencana gue," heran Anne dalam hati.
Ternyata sosok dibalik yang merekam kejahatan Anne dan Cs adalah Joshua. "Lo pasti ketakutan kan, kalau rekaman ini gue sebarin," ancam Joshua.
"Jo, gue enggak bermaksud seperti itu," elak Anne. "Lo enggak usah sok ngelak, gue akan bagi video ini ke semua mahasiswa termasuk Pak Ken," kata Joshua.
"Jo, gue mohon, pliss jangan lo sebarin," ucap Anne. Joshua pun tak menghiraukan omongan Anne.
"Aduh, gagal deh rencana gue," ucap Anne kesal. "Kenapa, Ne?" tanya Cindy kebingungan. "Ternyata Joshua merekam rencana kita untuk ngerjain Putri," balas Anne.
"Waw, terus kita harus bagaimana?" tanya Cindy. "Hhh, gue mau pergi aja," elak Anne. "Kok jadi gue yang kena marah ya?" heran Cindy.
"Tunggu put," kata Kezia. Ternyata lewat kejadian tadi, Putri menangis karena merasa malu. "Lo kenapa, kok menangis?" tanya Nadine.
"Gue malu di depan mahasiswa lain, karena masalah tadi" balas Putri sambil menangis. "Gue akan selalu ada di dekat lo, Put," sahut Joshua.
Kemudian Joshua langsung mengusap air mata Putri. "Selama ada gue, lo enggak boleh nangis," kata Joshua.
"Sakit banget hati gue, melihat Putri sama Joshua, tapi gue rela bahagia demi sahabat gue," ucap Nadine dalam hati sambil menahan rasa sakit.
"Terima kasih ya, lo selalu buat gue bahagia, Jo," ucap Putri. "Iya sama-sama, gue juga punya bukti kalau dibalik semua rencana ini Anne, Cindy dan Dimas," kata Joshua.
"Hah? Lo enggak bohong kan, Jo?" tanya Kezia. "Enggak, ini buktinya," balas Joshua. Kemudian Joshua menyerahkan HP nya ke Kezia.
__ADS_1
"Bener bener ya, itu anak," heran Kezia. "Dit, itu ada apaan ya?" tanya Fido bingung. "Mana gue tau, samperin ke sana aja yuk," balas Dito sambil mengajak Fido.
"Lo pada ngapain disini semua?" tanya Fido "Diem lo," bentak Kezia. "Gue kan cuma tanya," ucap Fido
"Nah kan benar, Anne biang masalah dari semua ini," sahut Kezia. "Anne!?" teriak Fido. "Hsstt, diem lo, jangan kencang-kencang, entar kedengaran," ujar Kezia.
"Emang Anne kenapa?" tanya Dito. "Biang masalah dari masalah Putri, tadi itu Anne, Cindy dan Dimas," balas Nadine. "Wah, benar-benar ya sok banget sih," ucap Fido.
"Teruus kita harus bagaimana, Putri?" tanya Kezia. "Mending kita diam aja untuk sementara dulu," balas Putri.
"Enggak bisa gitu dong, Put, dia udah keterlaluan sama lo," sahut Fido. "Udah, kita harus maafin semua kesalahan nya," balas Putri.
"Gue mau cari Anne dulu, kasih pelajaran baru tau," kata Fido. "Fid, enggak usah," sahut Kezia. "Eh lo cipluk, macam-macam aja deh lo," ucap Dito.
"Kalau suasana begini, Dito lucu banget, dia bisa buat gue ketawa," ucap Nadine dalam hati.
"Kok lo panggil gue cipluk sih, gue kan bukan anak-anak," balas Fido. "Habisnya gue cuma ingat itu, pluk," ucap Dito.
"Okee, btw gue ke kelas dulu ya, guys," ucap Nadine. "Gue juga," ujar Dito. "Jo, kita pergi aja, takutnya kita jadi nyamuk buat Kezia," ajak Putri.
"Iya, ayo," balas Joshua. "Put, gue ikut," sahut Kezia. "Have fun ya," ucap Putri.
"Pluk, cipluk," sapa Kezia. "Kok lo ikut-ikut Dito, panggil gue Cipluk," heran Fido. "Emang enggak boleh, emang gue salah?" tanya Kezia.
"Enggak juga siih," balas Fido. "Owh oke, btw gue ke kelas dulu ya, cipluk," ucap Kezia. "Iya," balas Fido.
"Tunggu Kez," sahut Fido. Langkah kaki Kezia langsung berhenti. "Iya, kenapa?" tanya Kezia. "Lo mau kan, entar malam gue ajak dinner bareng?" tanya Fido.
"Sebenarnya gue mau, tapi kan gue masih belum akrab sama Fido," ucap Kezia dalam hatinya.
"Lo mau kan, Kez?" tanya lagi Fido. "Ehm, entar gue kasih jawabannya ya," balas Kezia dengan ekspresi gugup. "Owh oke," balas Fido.
__ADS_1
"Iya," balas Kezia. "What, my Fido mau ajak Kezia dinner?" terkejut Cindy. "Gue langsung ke kelas ya," ucap Kezia. "Iyaa," balas Fido.
"Ini enggak boleh dibiarkan, gue harus gagalkan rencana mereka," ucap Cindy.
"Put, Nad," sapa Kezia. "Kenapa?" tanya Putri. "Gawaat, gawat!" panik Kezia. "Lo kenapa, Kez?" tanya Nadine. "Fido mau ajak gue dinner bareng nanti malam," balas Kezia.
"Baguus dong, biar bisa saling akrab," ucap Nadine. "Bukan itu masalah nya, kalau dari info semua mahasiswa, dia itu kan playboy kelas atas, " balas Kezia.
"Playboy sih iya, tau-tau entar nanti bisa cinta benaran sama lo," ujar Putri. "Gue tolak atau terima ya?" tanya Kezia bingung. "Lo terima aja, siapa tau ada niat baik," balas Putri.
"Hhh, yaudah deh," lesu Kezia. "Ne, gawaat," ucap Cindy. "Why, lo kenapa?" tanya Anne. "Fido mau ajak Kezia dinner bareng, malam ini," balas Cindy.
"Terus kenapa?" tanya Anne. "Bantuin gue gagalkan rencana mereka," balas Cindy.
"Lo tinggal menipu Fido aja, bilang aja kalau mama nya lagi drop di rumah sakit, kan gampang," ucap Anne. "Iya ya, lo cerdas banget deh beb," kata Cindy.
"Kan emang benar, mama nya Fido dirawat di rumah sakit," ucap Anne. "Iya juga, thank you my beb," kata Cindy. "Iya sama-sama," balas Anne.
"Put Putra, lo kenapa enggak deketin aja si Putri kan dia cantik?" tanya Fido. "Iya kali, sapa juga yang mau jadi pacar si cewek cupu," sindir Putra.
"Ngaco banget ya lo cipluk, iya kali si Anak Hits kampus pacaran sama cewek cupu," sahut Dito.
"Bukannya lo juga dekat sama Putri, gara-gara masalah Anne cs?" ucap Fido keceplosan. Putra, Dito pun terkejut dengan ungkapan Fido.
Tidak hanya mereka, tapi Putri, Joshua, Nadine dan Kezia juga mendengar hal itu, mereka juga terkejut.
"Kenapa soal Anne?" tanya Putra.
Mau tau kisah selanjutnya?
Stay Tune again!
__ADS_1