Putra Dan Putri

Putra Dan Putri
Bab 8


__ADS_3

Setelah Dito dan Fido menobrak pintu itu, ternyata ada Putri yang pingsan di lantai. "Buseet," kata Dito. "Heh, lo kenapa?" tanya Fido.


"Noh liat," balas Dito. "Lha, itu kan Putri," ucap Fido. "Lo kira siapa, tengkorak?" tanya Dito. "Berarti kan bukan hantu," balas Fido.


"Gue juga tau kalau bukan hantu, susah banget ngomong sama lo, bawa Putri sono," ucap Dito. "Yah kok jadi gue, ya lo lah yang bawa," bantah Fido.


Karena tidak ada pilihan lain, Dito pun menggendong Putri. "Lo bawa tas nya, gue gendong Putri," perintah Dito. "Iya," balas Fido.


Ketika mereka sudah menuju Ruang Kelas, tiba-tiba datang Nadine dan Kezia. "Nad, nad," sapa Kezia. "Kenapa?" tanya Nadine.


"Liaat deh," balas Kezia. "Itu kan Dito sama Fido, kok mereka bawa Putri ya?" heran Nadine. "Kita samperin ke sana aja, yuk," ajak Kezia. "Ayoo," balas Nadine.


Ketika Kezia dan Nadine sedang berjalan ke arah Fido dan Dito, mereka pun langsung terkejut.


"Heh, kalian ngapain bawa Putri?" tanya Kezia dengan mata tajam. "E-e-e, gue sama Dito tadi temuin Putri pingsan di Ruang Musik." balas Fido.


"Lo enggak usah ngaco, mana mungkin Putri ke Ruang Musik," ucap Kezia. "Lo tanya aja sama Dito," kata Fido.


"Gue lihat sendiri, malah sebelumnya gue kira dia hantu, ya untung gue bawa Putri, kalau enggak ya bisa bahaya," sahut Dito.


"Owh yaudah, lo bawa sana ke UKS," kata Kezia. "Gantian napa Fid, lo kira gue enggak capek," ucap Dito. "Lo aja, gue enggak biasa bawa cewek," balas Fido.


"Jelaaas, lo itu pembawa beban buat semua orang," sindir Dito. "Ya gitu, lo harus paham sama keadaan semua orang," kata Fido.


"Hai guys, jadi hari ini gue tawarin kalian make up yang gue pakai ini, jadi bagus banget guys, kalian harus beli ya," ucap Cindy sambil menawarkan produknya.


Di tengah Cindy menawarkan make up nya, tiba-tiba Anne melihat ruang musik terbuka. "Whaat! Kok Ruang Musik bisa terbuka, bukannya udah gue kunci ya," heran Anne.


Secara spontan, Anne pun langsung menarik Cindy. "Hah! Putri juga enggak ada," heran Anne. "Emang lo ngapain Putri?" tanya Cindy.


"Tadi gue kunciin dia di dalam sini, tapi dia berhasil kabur," kesal Anne dengan muka tertekuk. "Owh, tapi lain kali bisa lagi kita coba," balas Cindy.


"Hhh, yaudah deh," ucap Anne. "Ayok cabut," ajak Cindy.


"Lo taruh Putri di situ aja," kata Kezia. "Iye iye," balas Dito. Setelah Dito meletakkan Putri di UKS kampus, tiba-tiba Fido tergeletak di lantai dan menghela nafas


"Heh, lo ngapain?" tanya Dito. "Lo pikir gue ngapain, mancing ikan, gali tanah?" tanya balik Fido.


"Lo enak aja tinggal jalan, lha gue gendong Putri,  lo kira gue enggak capek apa?" ucap Dito. "Kan gue tinggal menikmati hasil, tinggal sampai terus selesai," balas Fido.

__ADS_1


"Enak aja lo," ucap Dito. "Kalian bisa diam, enggak siih," sahut Nadine. "Noh, salahin cipluk," balas Dito. "Salah lo lah, monyong," ucap Fido.


"Lo bawa minyak angin enggak?" tanya Kezia. "Bawa," balas Nadine. "Gue boleh minta, buat olesin di hidung nya Putri," ucap Kezia. "Iya, boleh" balas Nadine.


Setelah itu Kezia pun langsung mengoleskan minyak angin itu ke hidung Putri.


"Lo punya air minum enggak?" tanya Fido. "Enggak," balas Dito. "Tolong belikan gue minum di kantin, Dit, gue haus " kata Fido.


"Lo kan punya kaki, jalan sendiri sono ke kantin," ucap Dito. "Gue males gerak, Dit," balas Fido. "Lo mager, apalagi gue, entar aja beli bareng," kata Dito.


"Oh yaudah," ucap Fido. Setelah reaksi dari minyak angin itu, akhirnya Putri pun sadar.


"Putrii," panggil Nadine. "Lo kenapa bisa pingsan?" tanya Kezia. "Gue enggak mungkin bilang, kalau semua ini ulah Anne," ucap Putri dalam hati.


"Put?" tanya Kezia. "Oh iya, gue pingsan karena tiba-tiba kepala gue pusing," balas Putri. "Kok gue enggak yakin, soal jawaban nya Putri," heran Kezia dalam hati.


"Cabut aja yuk," ajak Fido. "Heh, tunggu dulu," kata Dito. "Kenapa?" tanya Fido. "Kita cabut duluan ya, kalian udah enggak butuh kita kan?" tanya Dito.


"Lo pergi aja, kita enggak butuh kalian kok," balas Kezia. "Oke," kata Dito. Karena masih kesempatan, Fido pun menghampiri Kezia.


"Yayang Kezia, mau kan nanti malam aa Fido ajak dinner?" tanya Fido menggoda Kezia. "Enggak, gue enggak mau," balas Kezia jutek.


"Bukannya aa Fido ya, bukan cuma Fido," sahut Putri. "Udah ah," kesal Kezia.


"Heh, lo ngapain tarik-tarik gue," tanya Fido. "Lo bucin habis sama yayang Kezia," balas Dito. "Gue kan belum selesai ngomong sama yayang Kezia," kata Fido.


"Lebih penting yayang Kezia atau lo kehausan?" tanya Dito. "Kehausan sih," balas Fido. "Nah yaudah," kata Dito. Kemudian Fido dan Dito pun langsung pergi ke Kantin.


"Put, gue mau lo jujur," kata Kezia. "Jujur apa?" tanya Putri. "Siapa yang kunciin lo di ruang musik?" tanya balik Kezia.


"Enggak ada tiba-tiba pas gue mau keluar, pintu itu udah ke kunci rapat," balas Putri berbohong.


"Lo ngomong aja sama kita," paksa Nadine. "Enggak kok, enggak ada," balas Putri.


"Put," sapa Joshua. "Kenapa?" tanya Putra. "Gue mau kasih tau lo sesuatu," balas Joshua. Kemudian Joshua pun menunjukkan video rekaman Anne, Dimas dan Cindy.


Setelah menonton itu, Putra pun langsung terkejut. "Lho enggak bohong kan?" tanya Putra. "Ini fakta, gue rekam sendiri, waktu Anne minta Dimas buat ngerjain Putri," balas Joshua.


Kemudian Putra pun langsung pergi tanpa berterimakasih kepada Joshua.

__ADS_1


"Heh, tunggu dulu," kata Fido. "Lo kenapa?" tanya Dito. "Belikan gue minuman dulu," balas Fido. "Enak aja lo, pakai uang lo sendiri," ucap Dito.


"Uang gue tipis, pinjam uang lo dulu, entar gue ganti," balas Fido. "Hutang lo di gue udah banyak, lebih dari uang kas kampus," ucap Dito. "Entar gue ganti," balas Fido.


"Entar kapan?" tanya Dito. "10 tahun lagi, gue nabung dulu," balas Fido. "Sama aja, lo pinjem mulu sama gue," keluh Dito.


"Gue pinjam ya, 10 ribu doang," kata Fido. "Nih," ucap Dito sambil menyerahkan uang nya ke Fido.


"Itu kan Fido sama Dito, apa jangan-jangan mereka tau soal Putri? Mending gue ke sana aja," kata Anne dalam hati.


"Eh ne, mau kemana?" tanya Cindy. Anne pun tak menghiraukan panggilan Cindy. "Dit," sapa Anne. "Kenapa?" tanya Dito. "Gue mau tanya," balas Anne.


"Terima kasih ya, uang lo berguna buat gue," sahut Fido. "Berguna lah, lo kira uang buat apa, kalau enggak berguna," balas Dito.


"Ada lo, Ne," kata Fido. "Kalian tau soal Putri?" tanya Anne. "Oh, tadi kita baw.." balas Fido.


Sebelum Fido berbicara kata selanjutnya, ternyata Dito menginjak kaki Fido, supaya menghentikan kata Fido.


"Lo kenapa?" tanya Anne. "Enggak kok, kita enggak tau soal Putri," balas Dito. "Kalian enggak bohong kan?" tanya sekali lagi Anne.


"Kalau gue bohong, hidung gue panjang lah kayak pinokio," balas Dito. "Yaudah, thanks infonya!" ujar Anne. Setelah itu Anne pun pergi.


"Heh lo monyong, sakit tau kaki gue," jerit Fido. "Salah lo sendiri, lo bongkar rahasia kita," balas Dito.


"Setiap manusia juga berdosa, apalagi gue," ucap Fido. "Dosa lo banyak, utang, mulut lo ember," balas Dito. "Ribuan dah," kata Fido.


"Fid, Dit," sapa Putra. "Eh bro," balas Fido. "Lo tau Anne kemana?" tanya Putra. "Tadi barusan ke sini, dia pergi ke arah sana," balas Dito.


"Owh oke," ucap Putra. Setelah menanyakan hal itu, Putra pun langsung pergi.


"Cabut yuk," ajak Dito. "Gue sekalian   ketemu sama yayang Kezia," balas Fido. "Yayang Kezia terus yang lo pikir," kata Dito.


"Nee," panggil Putra. Langkah Anne pun langsung berhenti ketika mendengar suara panggilan Putra.


"Gue mau ngomong empat mata sama lo," kata Putra. "Hai beb, what happened?" tanya Anne.


"Lo kan biang kerok dari semua masalah Putri," balas Putra.


Mau tau kisah selanjutnya?

__ADS_1


Stay tune again!


__ADS_2