
"Toloong!! Toloong!" teriak Putri. Kemudian Putra langsung masuk ke kolam, untuk menyelamatkan Putri. "Lo tenang ya," kata Putra.
Setelah mereka berdua sampai di dasar kolam, Putri menghela nafas dalam-dalam.
"Lo enggak kenapa-napa kan?" tanya Putra. "Gue enggak kenapa-napa kok, terima kasih ya lo udah tolongin gue," jawab Putri.
"Reseh banget sih lo!" kesal Putra sambil melirik ke arah Putri. "Gue minta maaf," ucap Putri.
"Enggak gampang minta maaf, gara-gara lo, baju gue jadi basah," kata Putra dengan muka jutek.
"Ampun ini cowok, jutek banget siih," ucap Putri dalam hati. "Loh loh, kalian kenapa?" tanya Mama Jenni.
Kemudian Putri langsung keluar dari kolam. "Ma..maaf tante, tadi Putri enggak sengaja masuk ke kolam," ucap Putri.
"Oh yaudah, sekarang kamu pakai baju nya Putra dulu ya," kata Mama Jenni. "Ma, enggak usah," ucap Putra dengan mata lebar.
"Udah, biar dia enggak kedinginan," kata Mama Jenni. "Enggak usah tante, saya langsung pulang aja," ucap Putri.
"Nanti kamu kedinginan lho," ujar Mama Jenni.
"Enggak kok tante," sahut Putri. "Owh yaudah, kamu diantar Putra aja ya," ucap Mama Jenni sambil menyuruh Putri.
"Enggak perlu tante, saya bisa pulang sendiri," kata Putri. "Yaudah, kamu hati-hati di jalan ya," ucap Mama Jenni. "Iya tante," balas Putri.
Ketika Putri sudah kembali pulang ke Rumahnya, Mama Jenni pun berbicara kepada Putra. "Dia baik hati, cantik, ramah, emang kamu gak suka?" tanya Mama Jenni.
"Apa sih ma, kan Putra sudah punya Anne," balas Putra dengan muka jutek. "Kamu sudah pacaran sama Anne?" tanya Mama Jenni.
__ADS_1
"Sudah ma," balas Putra. "Owh yaudah, kita masuk yuk," ajak Mama Jenni. "Ayo," sahut Putra.
...***...
...Keesokan Harinya...
"Yah, belum berangkat ke kampus, sepeda udah kempes," kata Putri sambil mengeluh. "Kenapa Put?" tanya Ibu Wanti. "Sepeda Putri kempes, bu," balas Putri.
"Terus, kamu berangkat ke kampus jalan kaki?" tanya Ibu Wanti. "Iya bu, terpaksa," balas Putri. "Owh yaudah, kamu hati-hati ya," kata Ibu Wanti
"Iya bu," jawab Putri. "Hai Nad," sapa Dito. "Ah, ini pasti Joshua," kata Nadine dalam hati. "Hai Jo, eh lo dit," terkejut Nadine sambil tersenyum.
"Lo kira gue siapa?" tanya Dito. "Bukan siapa-siapa kok," jawab Nadine tersipu malu.
"Oh iya, gue dapat info dari Pak Ken, katanya dalam minggu ini ada Audisi, lo mau ikut enggak?" tanya Dito.
"Enggak deh, entar gue kasih tau temen gue aja," balas Nadine. "Oh yaudah, gue ke kelas dulu ya," ujar Dito. "Iyaa," balas Nadine.
Ketika itu Putri pun tidak sadar, bahwa dia sedang berada di tengah jalan dan tidak melihat bahwa ada mobil yang ingin menabrak nya.
"Aah!" teriak Putri. "Aduh, gue tabrak siapa lagii!?" keluh Putra. "Awh," rintih kesakitan Putri.
"Heh! Lo itu punya mata enggak sih, jalan doang aja enggak bisa!" emosi Putra. "Iya, gue minta maaf," kata Putri.
Tanpa Putra dan Putri sadari, ternyata Joshua melihat mereka dari kejauhan. "Kenapa hati gue sakit, pas melihat Putra sama Putri?" kata Joshua dalam hati.
"Eh mas, ini kenapa?" tanya seorang bapak. "Ini pak, dia jalan enggak pakai mata, liat-liat dong kalau mau menyebrang," balas Putra.
__ADS_1
"Enggak bisa begitu, mas nya harus tanggung jawab," paksa seorang bapak. "Saya kan enggak salah pak, kan dia yang salah," bantah Putra.
"Enggak bisa gitu dong mas," paksa seorang bapak. "Iya yaudah pak, cepat lo naik ke mobil gue," ajak Putra sambil memegang bahu Putri.
"Lo itu reseh banget ya, yang kemarin jatuh ke kolam, sekarang jalan sembarangan, untung aja gue enggak kena warga," cetus Putra.
"Iyaa, maaf ya," kata Putri. "Hey, Cin," sapa Anne. "Kenapa, Ne?" tanya Cindy. "Boyfriend gue udah datang belum?" tanya balik Anne.
"Beluum sepertinya," balas Cindy. "Owh yaudah, kita tunggu di depan kampus aja yuk," ajak Anne. "Iya," sahut Cindy.
"Nad," sapa Kezia. "Eh, kenapa?" tanya Nadine. "Putri kemana?" tanya balik Kezia. "Gue enggak tau, sepertinya belum datang," balas Nadine.
"Oh, kita tunggu di depan kampus aja yuk," ajak Kezia. "Ayo," balas Nadine. "Udah sampai ini?" tanya Putri. "Lo enggak bisa liat, lo pikir ini warung kopi?" sindir Putra.
"Iyaa," balas Putri. Ketika Putra putri keluar dari mobil, semua para mahasiswa pun terkejut. "Eh, itu si anak cupu bisa bareng sama anak hits kampus," bisik Mahasiswa.
"Anne, liat deh," sapa Cindy. "What! Boyfriend gue bisa bareng sama si cewek cupu itu!" emosi Anne meluap-luap. "Kita ke sana aja, yuk," ajak Cindy.
"Eh, kez," ucap Nadine. "Kenapa?" tanya Kezia. "Di depan kampus kenapa ya, kok ramai?" tanya Nadine. "Gue enggak tau, kita liat aja yuk," ajak Kezia.
"Bubaar bubaar!" teriak Anne. "Hah! Putra bareng sama Putri," terkejut Nadine. "Kok lo bareng sama Putri?" tanya Anne.
"Gue cuma anter dia, gak lebih, Ne," balas Putra. "Emang ya, lo itu modus sama pacar orang!" emosi Anne.
Karena Anne sudah emosi akan perilaku Putri, maka secara spontan Anne mendorong bahu Putri.
"Heh! Lo itu enggak berhak dorong Putri, dia itu enggak salah, sampai lo buat Putri nangis, lo berurusan sama gue," kata Joshua sambil membela Putri.
__ADS_1
Mau tau kisah selanjutnya?
Stay Tune Again!