Putra Dan Putri

Putra Dan Putri
Bab 2


__ADS_3

"Argh," jerit Putri. Secara spontan, ada seorang laki-laki yang menyangga tubuh Putri dari belakang.


Keduanya saling tatap menatap selama beberapa menit. "Lo enggak kenapa-napa kan?" tanya Joshua.


"Gue enggak kenapa-napa kok, Terima kasih ya lo udah tolongin gue," ucap Putri. "Iya, sama-sama," balas Joshua


"Gue Joshua," kata Joshua. "Oh iya, gue Putri," ucap Putri. Kemudian Nadine langsung bergerak cepat untuk mengenalkan diri.


"Hai, gue Nadine," sapa Nadine. "Hai juga, gue Joshua," balas Joshua. "Btw, lo mahasiswa baru?" tanya Putri. "Iya, gue baru daftar minggu lalu," balas Joshua.


"Owh, yaudah," kata Putri. "Masuk ke kelas bareng, yuk," ajak Nadine. "Ayok," ucap Kezia.


Ketika mereka sudah masuk ke dalam kelas, untuk memulai pembelajaran, tiba-tiba datanglah Putra dan geng nya.


"Kez, lo lihat deh," kata Putri sambil menunjuk tangannya ke arah Putra. "Yah, ternyata kita satu kelas," keluh Kezia. "Gue aja berharap enggak, tapi takdir," ucap Putri pasrah.


"Heh! Lo cewek cupu itu kan?" tanya Putra sambil mengarahkan mata nya ke Putri. "Iya, kenapa?" tantang Putri.


"Ngapain lo di kelas ini?" tanya Putra. "Gue mahasiswa disini, bukan cuma lo, gue mau belajar, bukan cari muka," balas Putri menatap Putra sinis.


"Lo enggak usah sok pintar, gak usah sok nasehatin gue," kata Putra sambil meledek Putri. "Siapa juga yang mau nasehatin cowok egois kayak lo," kata Putri.


"Selamat sore, anak-anak semua," sahut Pak Ken dengan ceria. "Ingat, lo masih berurusan sama gue," ucap Putra menantang Putri.


"Hhh, nyebelin banget si itu cowok," kata Putri dalam hati. "Siang anak-anak semua," sapa Pak Ken. "Siang, Pak Ken," jawab anak-anak.


"Hari ini, kita masih belum memulai pembahasan materi, tapi kita akan memulai dengan pengenalan kampus dulu, kata Pak Ken.

__ADS_1


"Terima Kasih, Pak," balas anak-anak. "Sama-sama," ucap Pak Ken. Ternyata, Pembelajaran kampus hari ini hanya sebentar.


"Gue enggak nyangka, kalau pembelajaran hari ini cepat," ujar Kezia dengan semangat. "Iya, sama," jawab Putri.


"Sekarang, lo mau antar catering keliling?" tanya Nadine. "Hm, iya tapi gue mau pulang dulu," jawab Putri.


"Eh, gue pulang duluan ya," kata Kezia. "Oke, lo hati-hati ya," ucap Putri. "Put, lo tau identitas tentang Joshua enggak?" tanya Nadine.


"Gue kurang tau, kan dia juga murid baru," jawab Putri. "Owh, yaudah," ucap Nadine. "Gue pulang dulu ya, Nad," ucap Putri. "Oke, lo hati-hati ya," balas Nadine.


Ketika Nadine masih menunggu di depan kampus, dan ketika dia berbalik ke arah belakang, Nadine menabrak seseorang laki-laki.


"Sorry, sorry, gue enggak sengaja," kata Nadine sambil menatap mata cowok itu. "Iya, gue juga minta maaf," ucap Dito.


"Gue Nadine," sapa Nadine sambil tersenyum lebar. "Gue Dito," balas Dito sambil tersenyum juga. "Lo temannya Putra?" tanya Nadine.


"Sikap lo lebih baik, daripada dia," balas Nadine. "Enggak juga, ada lagi yang sebelas-dua belas dengan Putra namanya Fido, tapi dia lebih Bucin sih," ujar Dito.


"Owh, banyak juga ya teman nya Putra, " kata Nadine. "Oh iya, lo enggak pulang?" tanya Dito.


"Ini mau pulang," jawab Nadine. "Owh, yaudah, lo hati-hati ya," ucap Dito. "Terima kasih ya," ujar Nadine tersipu malu.


Seketika itu juga, Nadine pergi meninggalkan Dito. "Lo kenapa sih Nadine, hati lo cuma buat Joshua, bukan buat Dito," kata Nadine dalam hati.


"Bu, ini Putri," sapa Putri. Kemudian Putri langsung masuk ke dalam dapur untuk menemui Ibunya yang sedang sibuk memasak.


"Iyaa," balas Ibu Wanti. "Sibuk ya bu?" tanya Putri. "Iya nak, ini ibu lagi buat catering, nanti kamu antar ya," ucap Ibu Wanti lesuh.

__ADS_1


"Siaap Bu," kata Putri dengan semangat. "Ini ya, kamu antar ke jalan jalak 2 ya, terus satunya kamu antar ke jalan jaksa ya," perintah Ibu kepada Putri.


"Siaap Bu, Putri berangkat dulu ya," kata Putri. "Iya, kamu hati-hati ya," ucap Bu Wanti.


"Maafkan ibu nak, gara-gara Ibu nasib kamu jadi seperti ini," ucap Ibu Wanti dalam hati.


...***...


Ketika Nadine sudah sampai di rumah nya, dia segera mengganti pakaian nya dan langsung menuju meja belajar nya.


"Dear Diary, hari ini aku senang banget bisa kenal sama satu cowok, namanya Joshua, dia itu ganteng, manis, lucu. Tapi aku enggak tau dia suka atau enggak sama aku, menurut kamu gimana? Semoga aja ke depannya, aku bisa deketin dia. Terima kasih ya kamu diary, udah dengerin ceritaku. "ucap Nadine dalam hati sambil menulis.


Sedangkan Putri. "Ini benar enggak ya rumahnya? Tapi sepertinya benar deh," ucap Putri. Tiba-tiba ada orang yang keluar dari rumah itu.


"Ibu, nomor rumah 24 itu dimana ya?" tanya Putri. "Disini, di rumah saya," balas Bu Jenni. "Owh, iya bu," kata Putri. "Ayo, masuk dulu," ajak bu Jenni. "Iya bu," balas Putri.


Ketika Putri masuk ke dalam Rumah itu, dia terkejut kagum akan keindahan rumah itu. "Wuaah, bagus banget ini rumah," ucap Putri terkagum-kagum.


"Kamu disini dulu ya, Ibu mau taruh catering ini dulu," kata Ibu Jenni. "Iya bu, wuaah ada kolam renang juga," kata Putri.


Ketika Putri sudah dekat di kolam renang, dia tidak menyadari bahwa kaki nya tersandung dan dia terjatuh ke dalam kolam renang.


"E e e, Toloong!! Tolong!" teriak Putri. "Iya, kenapa? tanya Putra yang sedang asyik sendiri dengan HP nya.


"Tolong!!" teriak Putri. "Hah! Putri," kaget Putra.


Mau tau kisah selanjutnya?

__ADS_1


Stay Tune Again!


__ADS_2