Putra Dan Putri

Putra Dan Putri
Bab 7


__ADS_3

"Kenapa soal Anne?" tanya Putra menatap Fido serius. "Aduuh, gue keceplosan lagi!" panik Fido dalam hati.


"Tuh kan, apa gue duga, Fido enggak bisa jaga omongan," kesal Kezia. "Fid, kenapa soal Anne?" tanya Putra memastikan. "E-e-e," balas Fido terbata-bata.


"Ada apa soal Anne?" tanya Putra. "E-e-e Anne," balas Fido sambil ketakutan. "Put, Putra, Anne cuma ada masalah sedikit kok sama kita," sahut Dito.


"Lo ingat ya, selama ada gue, siapapun yang menyakiti Anne, orang itu berurusan sama gue," ancam Putra. "Iya," balas Dito.


Setelah itu Putra langsung pergi, dan ketika dia berpapasan dengan Putri, Putra hanya melihat Putri dengan mata tajam.


Tiba-tiba Putra menarik tangan Putri. "Ini pasti gara-gara lo," ucap Putra dengan mata tajam. Ketika Putra mengatakan itu, Putri hanya menghela nafas.


Setelah mengatakan hal itu, Putra langsung pergi.


Karena Kezia tidak terima dengan perilaku Fido, dia langsung menghampiri Fido.


"Lo bisa enggak jaga mulut lo?" tanya Kezia. "Gue minta maaf, Kez," balas Fido. "Enggak ada kata minta maaf yang bisa gue terima dari mulut lo," ucap Kezia kesal.


"Kez, gue minta maaf soal tadi," pinta Fido. "Dinner kita malam ini batal, gue kecewa sama sikap lo," ucap Kezia.


"Kez, kezia," panggil Fido. Kezia pun tak menghiraukan panggilan dari Fido. "Gara-gara lo cipluk, lo buat dinner malam ini bareng Kezia batal," sahut Dito.


"Bukan gue yang salah, mulut gue yang salah," bantah Fido. "Mulut lo kan juga bagian dari tubuh lo," balas Dito.


"Hah? Yes, tanpa gue lakukan, rencana dinner nya batal sendiri," ucap Cindy dengan girang. Setelah itu Cindy pun menghampiri Fido dan Dito.


"Haii beb," sapa Cindy. "Yah dia lagi," keluh Fido. "Dinner bareng gue aja yuk, beb," ajak Cindy. "Apaan sih lo, siapa juga yang mau ajak lo


dinner," balas Fido.


"Mending gue daripada Kezia," bantah Cindy. "Lo enggak usah ngaco, gue enggak pernah suka sama lo," kata Fido.


"Lo kok jadi berubah, beb?" tanya Cindy. "Dit, cabut," ajak Fido. "Hm," balas Dito. "Beb, kok gue ditinggal," ucap Cindy.

__ADS_1


"Gue mau sebar brosur catering ya, entar keburu telat," sahut Putri. "Kita temenin ya," ucap Nadine. "Enggak usah, gue bisa sendiri kok," balas Putri. "Owh, oke," kata Nadine.


Kemudian Putri langsung pergi untuk menyebarkan brosur catering nya kepada teman mahasiswa nya.


"Kalau kamu minat buat pesan catering sama aku, ini ya brosur nya," ucap Putri. "Owh, oke," balas seorang mahasiswa.


"Siapa telepon lo?" tanya Fido. "Lo dengar, kalau ada telepon dering?" heran Dito. "Lo kira gue enggak punya telinga," ucap Fido.


"Ternyata Putra yang telepon gue," balas Dito. "Tinggal angkat doang, Dit," ucap Fido.


"Kenapa, Put?" tanya Dito. "Lo tau dimana cewek cupu itu?" tanya balik Putra. "Owh, dia lagi sebar brosur ke teman kampus, di depan kampus," balas Dito.


"Lo awasi dia terus," kata Putra. "Oh,  ok," balas Dito. "Kenapa, dit?" sahut Fido. "Gue pergi sebentar ya," balas Dito. "Lha, gue tanya malah dia pergi," heran Fido.


"Kalau mau pesan catering, ini ya brosur nya," ucap Putri. "Okee, terima kasih ya," kata seorang mahasiswa.


Di tengah Putri sedang menyebarkan brosur kepada teman teman kampus nya, kemudian Putra langsung menarik tangan Putri.


"Sinii lo!" ajak Putra. Putri berusaha melepaskan genggaman tangan Putra. "Iih, lepasin," ucap Putri.


"Asal lo tau ya, gue enggak pernah cari gara-gara sama Anne," balas Putri. "Udah miskin, enggak perlu sok suci deh lo," ucap Putra.


"Heh, lo ngapain disini?" tanya Fido bingung. "Diam lo," balas Dito. "Lo liat apaan?" tanya lagi Fido. "Lo bisa diam enggak sih, noh liat," balas Dito.


"Lo enggak perlu ejek orang lain, lo liat diri lo sendiri, emang lo udah merasa sempurna?" tantang Putri.


Putri pun langsung meninggalkan Putra si cowok sombong itu. "Udah enggak mampu, songong pula," ucap Putra.


"Wuss! Sadiis," sahut Fido. "Emang apa yang lo liat?" tanya Dito. "Putra sama Putri," balas Fido. "Gue juga liat kali kalau itu Putra sama Putri," kata Dito.


"Iyaa," ucap Fido. "Cabut aja yuk," ajak Dito. "Yaudah," balas Fido.


"Putri," sapa Anne. "Kenapa, ne?" tanya Putri. "Tadi gue dipanggil Pak Ken, katanya lo disuruh latihan ke Ruang Musik, buat latihan audisi," balas Anne.

__ADS_1


"Sama siapa?" tanya Putri bingung. "Lo, Putra, Joshua, Dimas dan Angga," jawab Anne.


"Thanks ya info nya," balas Putri polos. "Iyaa," ucap Anne. Sementara itu Putri berlari menuju Ruang Musik. "Bisa banget dibodohin," kata Anne dalam hati.


Ternyata dari belakang, Anne mengikuti Putri dengan perlahan-lahan.


"Lho, kok enggak ada orang?" heran Putri. Kemudian Anne langsung mendorong Putri ke dalam Ruang Musik itu.


"Masuk sana," kata Anne sambil mendorong Putri. "Awh," rintih Putri kesakitan. Kemudian Anne langsung menutup pintu itu dan mengancing Putri di dalam.


"Nee, tolong bukain pintu nya," jerit Putri. "Lo enggak akan pernah selamat, karena ruangan ini jauh dari kelas kita, dan enggak akan ada siapapun yang akan tolongin lo," balas Anne dalam hati.


"Untung gue bawa HP, jadi gue bisa telepon Kezia," ucap Putri. Sebelum digunakan untuk menelepon, HP Putri ternyata lowbat.


"Yah lowbat, bagaimana ini?" keluh Putri. "Kez, Putri kemana ya?" tanya Nadine. "Gue juga enggak tau," balas Kezia.


"Eh itu ada Anne cs, kita tanya yuk, siapa tau mereka bertemu Putri," ajak Nadine. "Iyaa," balas Kezia.


"Ne, Cin," sapa Nadine. "Hm, what?" tanya Anne. "Lo liat Putri?" tanya balik Nadine. "Mana gue tau, ya kali gue urus cewek cupu kayak dia," ucap Anne sambil membelalakan matanya.


"Toloong!" teriak Putri. Ketika Putri sedang berteriak, kemudian datang Fido dan Dito. "Dit, itu di Ruang musik kok ada suara minta tolong ya?" tanya Fido.


"Lo enggak usah ngaco, mana ada," balas Dito tak percaya. "Toloong!" teriak Putri lagi. "Eh gila, iya benar," terkejut Dito.


"Apa jangan-jangan ada hantu?" tanya Fido. "Serem juga, cabut aja yuk," ajak Dito.


"Itu kan suara nya Fido sama Dito, apa jangan-jangan mereka ada disini, Dito! Fido! Tolongin gue," kata Putri. "Kok hantu nya bisa tau nama gue ya?" heran Fido


"Kagak cuma lo, hantu nya juga tau nama gue," balas Dito. "Cabut aja, gue jadi merinding," ucap Fido.


"Heh, siapa tau bukan hantu," balas Dito. "Lo liat aja sendiri," kata Fido. "Susah, Fid," balas Dito. "Ini kayaknya dikunci deh," ucap Fido.


"Dobrak bareng yuk," ajak Dito. "Ayo," jawan Fido. Setelah Dito dan Fido menobrak pintu itu, ternyata ada...

__ADS_1


Mau tau kisah selanjutnya?


Stay tune again!


__ADS_2