Putra Dan Putri

Putra Dan Putri
Bab 4


__ADS_3

"Lo jangan cari masalah sama cewek gue, kalau lo cari masalah, lo lawan gue," tantang Putra. "Gue enggak takut sama lo, ngerti lo!" balas Joshua.


Mereka berdua pun saling berantem. "Udaah! Kalian enggak usah berantem," lerai Putri. Di tengah, mereka sedang berantem datanglah Pak Ken dan Bu Caesa


"Apa-apaan ini!?" tanya Pak Ken. "Kalian berdua kenapa?" tanya lagi Bu Caesa. "Putri, tolong kamu jawab," ucap Pak Ken.


"Mereka habis berantem, pak," balas Putri ragu-ragu. "Kalian berdua ikut bapak ke ruang Dosen," ajak Pak Ken. "Iya pak," balas Putra.


"Ini gara-gara lo, Putra jadi dipanggil Pak Ken," kata Anne. "Iya, maaf," ucap Putri. "Ingat ya, sampai lo deketin Putra lagi, lo berurusan sama gue," ancam Anne dengan mata tajam.


Setelah itu, Putri menghampiri Nadine dan Kezia. "Kez, Nad, emang gue salah ya?" tanya Putri. "Gara-gara lo berangkat bareng sama Putra?" tanya balik Kezia.


"Hm, iyaa," balas Putri. "Lo enggak salah, cuma si Anne aja yang berlebihan dan sok cantik," sindir Kezia.


"Kenapa sih, Joshua lebih bela Putri?" gerutu Nadine dalam hati. "Oy, Nad!" panggil Kezia. "Eh, iya kenapa?" tanya Nadine.


"Melamun aja lo, pikirin apaan?" tanya Kezia. "E-enggak, gue enggak pikirin apa-apa," balas Nadine terbata-bata. "Owh yaudah, ke kelas yuk," ajak Kezia. "Ayo," balas Putri.


"Gara-gara kalian buat keributan, reputasi Bapak jadi hancur, kalian sudah buat malu kampus ini," emosi Pak Ken.


"Apalagi kamu Putra, papa kamu itu donatur terbesar di Kampus ini, kamu sudah membuat kami malu dengan sikap kamu," kata Bu Chesa. "Iya bu, pak, saya minta maaf," balas Putra.


"Skor kalian berdua akan Bapak kurangi, mengerti kalian!" kata Pak Ken. "Iya pak," balas Joshua. "Iya pak," kata Putra.


"Baiklah, kalian boleh keluar dari Ruangan saya," kata Pak Ken. "Terimakasih pak," sahut Putra.


"Kok boyfriend gue lama ya?" tanya Anne. "Tunggu aja, mungkin masih ada keperluan," balas Cindy.


Tidak lama kemudian, datanglah Putra dan Joshua. "Eh, itu boyfriend lo," sahut Cindy. "Oh iya," balas Anne. "Hai boyfriend," sapa Anne sambil memegang lengan Putra.

__ADS_1


"Apaan sih, lepasin tangan lo!" balas Putra. "Lo kenapa sih, boyfriend?" tanya Anne. "Lepasin tangan lo, Ne!" bentak Putra.


"Iyaa," balas Anne. "Jo, tadi kenapa?" bisik Putri. "Skor gue sama Putra dikurangi sama Pak Ken, gara-gara masalah tadi," balas Joshua.


"Owh, lo tetap semangat ya!" kata Putri. Tanpa di sengaja, Putri mengelus tangan Joshua. Dan ketika itu juga, hati Nadine merasa terbakar oleh api cemburu.


"Harusnya gue yang duduk di samping Joshua, bukan malah Putri," kata Nadine dalam hatinya.


"Lo cantik dan baik hati Put, pantas gue suka sama lo," kata Joshua dalam hati. "Lo sahabat terbaik yang gue punya, Jo," ucap Putri dalam hati.


"Nadine kenapa ya, dari tadi murung teruus?" heran Dito dalam hati.


"Selamat siang anak-anak semua," sapa Pak Ken. "Sore juga pak," balas anak-anak.


"Sorry, sorry, gue enggak sengaja pegang tangan lo," ucap Putri. "Iya, enggak apa-apa," jawab Joshua.


Ternyata Putri hanya melamun, dan tidak mendengar pengumuman dari Pak Ken. "Put, putrii," sapa Kezia. "Eh, kenapa kez?" tanya Putri sambil terkejut.


"Lo dengarkan info dari Pak Ken, entar ketinggalan info," balas Kezia.


"Owh, oke," ucap Putri. "Kalian semua paham?" tanya Pak Ken. "Paham pak!" sontak jawab anak-anak. "Oke, terima kasih ya," ucap Pak Ken. "Iya pak," balas anak-anak.


Kelas pun sudah selesai untuk hari itu. Ternyata hanya pengumuman audisi. "Kez, tadi memang nya ada apa?" tanya Putri. "Lo terpilih sebagai penyanyi di kampus kita," balas Kezia.


"Maksud lo gimana?" tanya lagi Putri. "Kampus kita dapat audisi menyanyi, dan lo terpilih sebagai penyanyi di band nya Putra, joshua, dimas dan angga," balas Kezia.


"Hah! Gue sama cowok songong itu  lagi!" lesuh Putri. "Iya, mau gimana lagi," balas Kezia.


"Eh, btw gue mau ke perpustakaan dulu ya," sahut Nadine. "Lo mau ngapain, Nad?" tanya Putri. "Gue mau mengembalikan buku yang gue pinjam kemarin," balas Nadine.

__ADS_1


"Okee," ucap Putri. "Put, lo mau enggak pulang bareng gue?" tanya Joshua. "Hem, i-iya boleh," balas Putri terbata-bata.


"Owh, yaudah ayo," ajak Joshua. "Iya, Kez gue pulang duluan ya," kata Putri. "Iya, lo hati-hati ya," ucap Kezia. "Iya," jawab Putri.


Ketika Nadine terburu-buru berjalan dengan cepat, dia tidak sadar bahwa ada dua buku yang terjatuh di lantai. Tapi untungnya, ada Dito yang membawa buku itu.


Ketika Nadine sudah sampai di Perpustakaan, dia terkejut karena ada buku yang hilang.


"Lha, buku nya kok ada yang hilang?" terkejut Nadine. "Ini yang lo cari, Nad?" tanya Dito sambil membawa buku.


"E-e-e, iya," balas Nadine sambil terbata-bata. "Tumben, lo suka baca buku?" tanya Dito. "Kebiasaan aja siih, Dit" balas Nadine.


"Owh, gue juga suka baca buku, apa jangan-jangan kita jodoh?" canda Dito.


"Apaan sih lo, Dit?" tanggap Nadine tersipu malu. "Siapa tau, jodoh enggak ada yang tau, Nad," balas Dito.


"Iya, gue paham kok, Dit," ucap Nadine. "Boseen banget dah gue, apa mending gue main basket aja ya, daripada diam mulu dari tadi, enggak jadi deh, males," kata Kezia.


"Lo kenapa cantik banget sih, Nad?" tanya Dito. "Apaan siih lo, Dit" balas Nadine.


"Gue bisa buat lo jatuh cinta sama gue, Nad," kata Dito. "Udah ah, gue mau pulang aja," hindar Nadine.


"Tumben panaas, biasanya kan hujan," keluh Kezia. Ketika Kezia sedang kepanasan, dan keringat pun bercucuran di baju nya.


Datanglah seseorang yang membawa beberapa lembar tissue dan menghampiri Kezia.


Mau tau siapa orang itu?


Stay tune again!

__ADS_1


__ADS_2