
"Lo pasti butuh tissue kan?" tanya seseorang itu. "Lo pasti Fido kan?" tanya Kezia.
Ternyata Kezia mengenali Fido, walau dari suara nya. "Kok lo tau kalau gue Fido?" tanya Fido. "Iya tau lah, kan lo teman nya Putra," balas Kezia.
"Ini tissue buat lo, biar lo enggak kepanasan lagi," kata Fido. "Sorry, gue enggak butuh tissue dari lo," ucap Kezia jutek. Setelah itu Kezia langsung pergi.
"Lo boleh bilang tissue ini enggak berguna, tapi untuk selanjutnya lo pasti akan terima tissue ini dari gue," kata Fido.
"Ih, enggak jelas amat sih itu orang," kata Kezia dalam hati. "Terima kasih ya Jo, lo udah anterin gue pulang," kata Putri sambil tersenyum.
"Iya, sama-sama Put," balas Joshua. "Lho, di depan kok ada cowok ya, apa jangan-jangan pacarnya Putri ya?" heran Bu Wanti.
Akhirnya Bu Wanti pun keluar untuk melihat Putri. "Put, ini siapa?" tanya Bu Wanti. "E-e, teman kuliah bu," balas Putri. "Owh, siapa namanya?" tanya Bu Wanti.
"Saya Joshua, tante," balas Joshua. "Oowh, Joshua ini teman kamu atau pacar kamu, Putri?" tanya lagi Bu Wanti. "Dia teman kuliah aku, Bu," balas Putri tersipu malu.
"Tante, saya pamit pulang dulu," kata Joshua. "Oh iya, kamu hati-hati ya," ucap Bu Wanti. "Bu, aku anter dia ke depan dulu ya," kata Putri.
"Oke," balas Bu Wanti. "Lo langsung masuk aja, kasihan sama mama lo," kata Joshua. "Ok, lo hati-hati ya," ucap Putri. "Iya," balas Joshua.
Ketika Putri masuk ke dalam rumahnya, Ibu Wanti langsung menghampiri Putri dan bertanya.
"Hari ini ada kiriman catering lagi bu?" tanya Putri. "Enggak ada Put," balas Bu Wanti. "Owh, oke," ucap Putri lega.
"Kamu cepat tidur, supaya besok bisa bangun dengan cepat." kata Bu Wanti sambil menyuruh Putri. "Iya bu," jawab Putri.
...***...
Keesokan Harinya...
"Cin, sini," panggil Anne. "Kenapa, Ne?" tanya Cindy. "Gue punya rencana, supaya si anak culun itu dipermalukan di depan anak kampus lain," balas Anne.
"Rencana lo apaan?" tanya Cindy bingung. "Nanti gue kasih tau ke lo," balas Anne menatap sinis ke Cindy.
"Kez, Nadine belum datang?" tanya Putri. "Belum, gue enggak sama sekali liat dia," balas Kezia. "Gue agak bingung sama sikap Nadine, dia semakin berubah," heran Putri.
__ADS_1
"Maksud lo gimana?" tanya Kezia bingung. "Waktu Joshua ajak gue pulang bareng, Nadine langsung menghindar dan langsung buang muka," balas Putri.
"Apa jangan-jangan Nadine suka sama Joshua?" ucap Kezia. "Bisa jadi, dan dia menghindar dari kita," balas Putri.
"Eh, lo bawa apa itu?" tanya Kezia. "Owh ini, pesanan catering," balas Putri. "Owh, oke," ucap Kezia.
"Kez, itu Nadine udah datang," sahut Putri. "Kita samperin ke sana aja yuk," ajak Kezia. "Iya, ayok," balas Putri dengan semangat.
"Nad, lo darimana aja?" sapa dan tanya Putri. "Gue hampir terlambat, gara-gara ada masalah," balas Nadine.
"Lo ada masalah apa, cerita aja sama kita," ucap Kezia. "Gue enggak ada masalah apa-apa kok," balas Nadine.
"Lo kalau ada masalah, cerita aja sama kita," ujar Putri. "Iya," tutur Nadine. "Ke kelas yuk," ajak Kezia. "Ayo," balas Putri.
Sesampainya di Kelas, Anne langsung menyuruh Cindy untuk melakukan tugas licik nya.
"Cepet lo bilang ke Kezia, Nadine, dan Putri, seolah mereka dipanggil oleh Pak Ken," kata Anne. "Oke," balas Cindy.
"Kez, Put, Nad," sapa Cindy. "Ada apa?" tanya Kezia. "Kalian bertiga dipanggil sama Pak Ken, katanya ada masalah," balas Cindy.
Kemudian Nadine, Putri dan Kezia langsung berlari sekencang angin menuju Ruang Pak Ken. "Ne, udah aman semua," bisik Cindy. "Oke," bisik balik Anne.
"Udah gue alihkan perhatian mereka," kata Cindy. "Manusia lemah, bisa aja dibodohin," ejek Anne dalam hati.
"Sekarang, cepat lo ambil tas Putri dan harus kita sembunyikan di tempat yang jauh," ucap Anne sambil mengatur rencana.
"Oke," balas Cindy. Seketika itu juga, Anne melihat ada Dimas yang lewat di depan kelas mereka.
"Dim," panggil Anne. "Kenapa, ne?" tanya Dimas. "Lo bisa bantu gue, nanti soal bayaran, gue akan kasih ke lo," ujar Anne. "Bisa lah, yang penting ada bayaran," ucap Dimas. "Oke," kata Anne
Ketika Cindy, Anne dan Dimas sedang berbincang-bincang, ternyata ada yang merekam rencana busuk mereka.
"Ayo cepetan," ajak Anne. "Iya," balas Cindy. Untungnya orang yang merekam kejadian itu tidak kelihatan oleh Anne, Cindy dan Dimas.
"Gue tau rencana jahat lo, Ne," kata seseorang itu. "Sore pak," sapa Putri. "Iya, ada apa ya?" tanya Pak Ken. "Kita minta maaf ya pak, kalau kita buat salah," ucap Kezia.
__ADS_1
"Mereka ini kenapa ya, kok aneh?" heran Pak Ken dalam hati. "Saya akan membantu apapun, yang bapak butuhkan," ucap Putri.
"Kalian kenapa?" heran Pak Ken. "Bukannya bapak panggil kami bertiga," balas Putri. "Bapak enggak pernah panggil kalian, mungkin kalian salah info," ucap Pak Ken.
"Tadi, Cindy datang ke kita dan beritahu kalau Bapak panggil kami bertiga, kalau kita ada masalah," ujar Putri tergesa-gesa.
"Saya enggak pernah panggil kalian," balas Pak Ken. "Apa jangan-jangan Cindy?" ucap Kezia dengan mata tajam.
Mereka bertiga langsung berlari menuju kelas mereka. "Coba kalian cek di meja kalian, apa ada yang hilang," ucap Kezia.
"Tas gue hilang, Kez," ucap Putri bingung. "Untung aja tas gue enggak hilang," kata Nadine. "Nad, bantu gue cari dong tas Putri," ajak Kezia. "Iya, ayo," balas Nadine.
"Anak cupu butuh sumbangan," kata seorang Mahasiswa. "Eh, sumbang yuk, kasihan," sindir Mahasiswa lain.
"Itu kenapa ya di depan kampus, kok ramai?" tanya Nadine. "Kita ke depan aja yuk," ajak Kezia. "Ayo," balas Putri.
"Put, itu kan tas lo sama tempat catering lo," kata Nadine. "Eh iya," balas Putri. "Anak cupu butuh sumbangan," baca Kezia dengan mata tajam.
Karena Putri tidak terima dengan apa yang dilihatnya, dia langsung naik untuk mencabut tulisan itu dan membawa tas nya.
"Jangaan put," teriak Kezia. "Put, lo enggak perlu macam-macam," teriak Nadine. "Rencana lo perfect and wonderful," kagum Cindy.
"Siapa suruh dia menggoda my boyfriend, ini akibatnya kalau dia enggak nurut," kata Anne. "Thank you Dimas, lo udah bantu rencana kita," ucap Cindy.
"Iya, sama-sama Cin," balas Dimas. Ketika Putri sedang kesulitan mengambil tasnya, tiba-tiba datanglah Putra and cs.
"Itu kenapa di depan kampus, ramai banget?" tanya Dito. "Kita lihat aja yuk," ajak Fido.
"Kez, itu Putri kenapa?" tanya Fido. "Putri kena masalah, sama Anne cs, balas Kezia. "Kok bisa?" tanya lagi Fido. "Gue enggak tau," balas Kezia.
Ketika Putri kesusahan mengambil Tas nya, dia sempat terjatuh. "Awh!" teriak Putri. "Putri!!" teriak Putra.
Putra pun langsung menolong Putri yang sedang kesusahan mengambil tas nya. "Argh!" teriak Putri.
Mau tau siapa sosok yang menyelamatkan Putri?
__ADS_1
Stay Tune Again!