Putri Vampire dan Pahlawan Perisai

Putri Vampire dan Pahlawan Perisai
Belahan bumi yang sama


__ADS_3

Mendengar jawaban Naofumi mengenai ia bingung harus pergi kemana karena tidak mengenal tempat dengan baik, membuat Felicia diam dan ikut berpikir, mengenai kemana mereka akan mencari monster untuk di lawan, "Hem .... bagaimana kalau kita jalan ke sembarang arah, siapa tahu bisa menemukan monster yang sesuai untuk menaikkan level kita, jujur meskipun kuat, aku belum pernah membunuh monster sebelumnya jadi aku belum punya pengalaman berburu," ucap jujur Felicia.


Naofumi hanya diam dan berjalan lurus mengikuti Felicia dan ia nampak tidak terlalu terkejut mengenai Felicia yang tidak punya pengalaman bertarung dengan monster, "Selama kau tidak mengkhianatiku aku tidak masalah pada kemampuanmu," ucap Naofumi sembari menoleh ke kiri dan kanan untuk memastikan tidak ada serangan mendadak.


"Aku mengerti, mohon bimbingannya saat kita bertemu musuh nanti, soalnya aku takut salah perkiraan dalam mengayunkan senjataku dan malah melukaimu secara tidak sengaja," gumam pelan Felicia.


"Hem," tanggap dingin Naofumi.


Felicia paham kalau Naofumi belum percaya kepadanya, hal itu tidak memberinya banyak pilihan, selain mengikuti Naofumi, ia tidak menanyakan apapun pada Naofumi, karena Feli tidak mau ikut campur atau terlalu terlibat dengan masalah orang lain.


"Feli katakan padaku kenapa kau mau membantuku?" tanya Naofumi pada Felicia.


Felicia yang ditanya demikian hanya tersenyum dan menjawab, "Aku hanya menjalankan wasiat dari neneku, ia memintaku untuk tidak lari dari tanggung jawab, oleh sebab itu aku membantumu, karena aku merasa kalau aku bertanggung jawab atas gagalnya Naofumi-san dalam menaikan level saat munculnya ledakan yang dihasilkan oleh kemunculanku," ungkap pelan Felicia menjawab pertanyaan Naofumi.


Mendengar hal itu Naofumi hanya diam, ia nampaknya bingung apakah harus percaya atau waspada, karena dilihat dari perspektif apapun Felicia terlihat mencurigakan. Sedangkan Felicia ia nampaknya tidak terlalu mempermasalahkan cara Naofumi memandangnya karena Felicia sadar kalau ia memang mencurigakan, "Aku senang kau curiga padaku, karena itu tandanya kau bukan orang yang mudah ditipu, jujur saja aku khawatir jika dekat dengan orang yang gampang percaya dengan orang asing, disamping aku khawatir kalau dia merencanakan sesuatu aku takut kalau aku dekat dengannya dan saat itu ia kena tipu aku jadi ikut dapat masalah," ucap Felicia dengan nada datar.


Naofumi tetap tidak menanggapi dan tetap fokus pada sekitarnya, ia tetap mencurigai Felicia karena ia sudah pernah ditipu dan ia tidak mau ditipu untuk kedua kalinya, "Cukup persiapkan senjatamu, aku bisa merasakan ada sesuatu yang mendekat," ucap Naofumi sembari menyiapkan perisai kecilnya untuk berjuang.


Felicia langsung menyiapkan kuda-kuda dengan kedua tangannya menggenggam erat sabit baja berwarna hitam dengan kristal merah di bagian mata pisaunya, Felicia juga sadar kalau ada sesuatu yang mendekat, terlihat matanya yang fokus menatap ke satu arah.


"Feli aku tahu makhluk ini lebih kuat dari yang pernah aku hadapi, jadi rencananya aku akan menahan serangan dan kau akan menyerang monster yang serangannya berhasil aku block," ucap Naofumi memberitahu strateginya.


"Aku mengerti, tapi sebelumnya aku minta maaf kalau ternyata aku tidak bisa diandalkan nantinya, karena seperti yang aku bilang ini pertama kalinya aku berhadapan dengan monster, aku juga belum berhasil mengontrol kekuatanku dengan baik dan ini juga pertama kalinya aku bertarung dalam team, jadi aku harap anda bisa sabar jika aku terlihat tidak becus atau payah dalam memahami komandomu," ungkap Felicia memberitahukan segala kemungkinan yang akan terjadi dalam pertarungan pertamanya.


Meski merasa aneh Naofumi tetap mengangguk paham, karena meski tidak kompeten atau rada aneh, Naofumi merasa kalau Felicia cukup jujur akan hal yang dikatakan pada dirinya. Lalu dalam tiga detik setelahnya monster berbentuk bola karet bergigi dengan warna merah keluar dari rerumputan dan melesat ke arah Felicia dengan mulut terbuka.


Melihat itu Naofumi langsung melesat menahan serangan monster bola merah itu dengan menghantamkan perisainya hingga membuat monster bola merah itu terlempar ke udara. Felicia yang melihat itu langsung melompat ke udara dan dalam sekejap mata Feli mengayunkan sabitnya dan memecahkan balon merah itu dalam sekali serangan.


Jduarrr!!!!


Naofumi menatap Felicia yang bisa menghancurkan balon merah itu dengan tatapan datar dan ia melihat tulisan Exp 35 di samping Felicia, lalu ia juga melihat tulisan yang sama di dirinya dan bahkan ia juga naik level ke level 3 dalam sekejap mata.


'Apa-apaan ini, kenapa aku juga mendapatkan Exp? Padahal waktu bersama ****** itu aku tidak mendapatkan apa-apa saat ia membunuh monster dan juga namanya tidak ada di penglihatanku. Cih mungkinkah dia memang berkhianat dari awal,' batin Naofumi yang teringat akan masalalunya yang menyebalkan.


"Naofumi-dono ada apa anda terlihat tidak fokus?" tanya Felicia sembari mendekat.


"Aku hanya teringat akan sesuatu yang tidak menyenangkan dan sebaiknya kau tak usah menanyakan apapun," ucap Naofumi.


"Baiklah aku mengerti, tapi sebaiknya tuan Fokus, karena aku bisa melihat ada musuh lain yang akan datang," gumam Felicia yang sadar kalau musuh berdatangan dari berbagai arah.


Naofumi hanya mengangguk dan kembali fokus ke sekitar sembari menyiapkan perisainya untuk menahan serangan musuh dan benar saja tak butuh waktu lama ratusan monster bola dengan warna yang berbeda-beda mulai keluar dari rumput dan menyerang secara beruntun.


Felicia yang melihat hal itu langsung mengeluarkan sihir darah miliknya dan mengaliri darah miliknya dengan hamon, "Haaaaaaah," Felicia nampak mulai mengatur pernapasannya dan darahnya nampak mengeluarkan sinar kuning dengan percikan seperti listrik, "Scarlet blood Punishing of overdrive!" Setelahnya Felicia langsung melemparkan gumpalan darah yang keluar dari tubuhnya karena sihir darah kearah musuh dan.


Jduaaarrrr!!!


Darah milik Felicia yang mengandung Hamon itu langsung meledak dan memberikan efek acid yang sangat merusak hingga menghancurkan lima puluh diantara mereka.


Deng deng deng deng


"Feli sekarang!" seru Naofumi ketika berhasil menahan serangan monster bola karet berwarna oranye.


Felicia pun melesat dengan tubuh berselimut sinar merah yang terlihat seperti darah yang meledak di sekitar tubuhnya, hingga membuat felicia langsung berada di samping kanan Naofumi, lalu Felicia dengan cepat menghantamkan sabitnya secara Horizontal dari kanan ke kiri menusuk monster yang ditahan oleh Naofumi, yang akhirnya membuat empat monster balon menjadi pecah dan bagian tajam dari sabit milik Felicia pun juga langsung menghantam perisai Naofumi, yah seperti yang dikatakan Felicia, meski ia kuat ia adalah pemula jadi sangat sulit baginya untuk mengontrol kekuatannya sendiri.


Duaarrrrr Deeeeeeennnnnng


Suara ledakan balon dan dentingan baja terdengar sangat keras. Naofumi juga langsung terseret mundur kebelakang sejauh lima meter dari tempat ia berdiri ketika menahan ayunan sabit dari Felicia.


"Ugh," ringis Naofumi yang baru pertama kalinya merasakan sakit ketika menerima tekanan dari serangan yang ia tahan dengan perisainya.


"Naofumi-dono!" seru Felicia yang khawatir.


"Tak usah pikirkan aku, masih ada banyak musuh di sekitar kita!" seru Naofumi dengan muka serius.


Felicia yang mendengar itu langsung memasang wajah serius dan mengeratkan genggamannya terhadap sabitnya. Mereka berdua memulai kerja sama untuk membereskan puluhan monster yang tersisa agar bisa beristirahat dengan aman dan itu membutuhkan waktu sekitar satu menit untuk Felicia dan Naofumi bisa memusnahkan musuh. Namun, sisi baiknya, control Felicia akan kekuatan fisiknya semakin bagus dan kerja sama mereka juga semakin rapi seiring berjalannya waktu.

__ADS_1


Setelah semua monster sudah dihabisi. Naofumi mengumpulkan pecahan monster bola karet dan menyimpannya dalam tas khusus dan sebagiannya ia serap ke dalam perisainya, Felicia hanya diam memperhatikan, ia tidak mau mempertanyakan apapun mengenai apa yang Naofumi lakukan saat itu.


"Apakah aku cukup membantu?" tanya Felicia sembari memasang muka murung, "Atau aku malah lebih banyak menyusahkanmu?" tanyanya lagi.


"Ini sudah cukup membantu, awalnya memang menyusahkan, tapi pada akhirnya karena adanya dirimu aku bisa mendapat banyak buruan, dengan menjual ini kita akan dapat uang," ucap Naofumi menjawab.


"Syukurlah, aku akan merasa sangat bersalah jika kehadiranku malah jadi pengganggu untukmu dan aku sudah sangat lelah sekarang, selain lelah aku juga lapar karena terlalu banyak mengeluarkan sihir darah," gumam pelan Felicia.


"Jika begitu, sebaiknya kau ikut aku ke kota, kita akan membeli makanan di sana," gumam Naofumi yang melihat levelnya sudah naik hingga level 7 dan ia melihat level dari Felicia juga naik ke level 5.


"Eh apa boleh?" tanya Felicia


"Hem," tanggap Naofumi.


"Tapi bukankah sebelumnya-"


"Sebelumnya aku bilang kau tidak akan mendapat uang. Namun, meski demikian aku tidak bilang kalau kau tidak dapat jatah makan, jadi meski aku tidak akan memberikanmu uang dari hasil penjualan kulit monster, aku masih bisa memberikanmu makan sebagai tanda terima kasih sudah mau membantuku," ucap Naofumi lagi.


"Apakah itu artinya kau ingin aku jadi anggota tetap di partymu?" tanya Felicia agak ragu-ragu.


"Hem, itu jika kau mau, jika tidak aku tidak akan memaksa," ungkap Naofumi yang menyatakan Felicia boleh pergi atau keluar dari kelompoknya kapanpun ia mau.


"Selama aku punya tempat tinggal dan bisa makan gratis, walau tidak dibayar dengan uang aku akan tetap bekerja kepadamu, karena aku tidak mengenal siapapun di tempat ini selain dirimu," tanggap Felicia sembari tersenyum ke arah Naofumi.


"Sejujurnya ada pahlawan lain yang lebih baik dariku, mereka memiliki senjata yang lebih kuat, akan lebih baik jika kau bergabung dengan mereka, karena jika kau bergabung denganku, kau hanya akan menderita karena aku tidak punya rumah dan hanya akan tinggal di penginapan sekali dalam seminggu karena keterbatasan uang," ungkap Naofumi.


"Mungkin mereka lebih baik dalam perlengkapan dan kekayaan. Namun, yang aku butuhkan bukan teman yang kuat, tapi teman yang bisa menuntun diriku menjadi lebih baik, dan itu ada di dirimu, meski kau lemah kau adalah pemimpin yang hebat, semua komandomu tidak ada yang sia-sia, selama aku paham akan apa yang kau rencanakan maka semuanya berjalan lancar, kau paham bagaimana cara untuk memanfaatkan kekuatanku dalam pertarungan, kau bisa mengendalikanku agar tidak membuang-buang tenaga dalam melakukan serangan yang sia-sia, jadi aku akan tetap bersamamu," ungkap Felicia.


Naofumi cukup kaget dengan perkataan Felicia yang membuatnya menatap Felicia dengan tatapan, apakah aku bisa mempercayaimu, aku ingin percaya padamu tapi karena satuhal aku sulit untuk percaya pada siapapun, kira-kira itulah maksud dari tatapan Naofumi pada Felicia.


Felicia yang paham akan apa yang dipikirkan oleh Naofumi langsung berkata, "Kau tak perlu percaya padaku seutuhnya. Kau boleh curiga padaku, karena tidak ada salahnya waspada pada orang asing, dan juga aku tidak mau membual, jadi soal apakah aku bisa dipercaya atau tidak aku serahkan pada dirimu sendiri yang menilainya, karena kau yang merasakan apakah aku bisa dipercaya atau tidak."


"Umumnya orang lain akan berusaha untuk mendapatkan kepercayaanku, kenapa kau nampak seperti tidak memperdulikan sikapku padamu?" tanya Naofumi.


"Karena kepercayaan tidak datang melalui bujukan dan paksaan tapi kepercayaan akan muncul ketika orang itu sudah benar-benar yakin kalau sosok yang selalu bersamanya bisa dipercaya atau tidak. Maka dari itu aku tidak memaksamu untuk percaya padaku, kau boleh membantah pendapatku jika kau merasa pendapatmu lebih benar, karena aku bukan orang yang pandai mendominasi sesuatu," gumam pelan Felicia dengan nada rendah, "Aku juga paham posisiku sebagai orang asing, jadi kalau tiba-tiba langsung dekat dan akrab itu malah agak aneh rasanya, makanya aku lebih percaya pada orang yang mencurigaiku dari pada orang yang langsung percaya padaku dalam sekali lihat."


"Aku tidak akan menuntutmu untuk menceritakan masa lalumu, karena aku paham itu privasimu dan juga aku tidak mau menilai orang dari masa lalunya jadi kau tak usah menceritakan masa kelammu padaku, meski mungkin itu penting, bagiku itu hanya akan jadi beban pikiran, menjaga rahasia orang lain itu terlalu berat untukku, jadi biarkan aku tidak mengetahui apapun mengenai dirimu agar aku tidak membencimu karena masa lalumu dan agar aku tidak bersimpati padamu karena masa lalumu, yang lalu biarlah berlalu sekarang mulai hal baru dan jangan takut untuk selalu mencoba, selama kau masih hidup tidak ada yang menghalangimu untuk melakukan hal yang ingin kau lakukan, karena aku akan selalu membantumu," gumam Felicia sembari tersenyum menatap langit dan berjalan berjalan bersama Naofumi


"Heh kau bicara seperti seorang motivator di tv," gumam Naofumi.


"Aku bukan hanya sekedar bicara, aku akan buktikan dengan tindakanku, kau boleh tidak percaya padaku selama setahun lebih bahkan selamanya, tapi selama aku ada di sisimu aku tidak akan membiarkan orang yang menyerangmu hidup, selama kau tidak melarangku aku akan membunuh siapapun yang mengacungkan pedangnya padamu. Itu sumpahku untuk saat ini, jika aku berbohong maka petir ilahi akan membunuhku di depan matamu," ucap Felicia dengan penuh keyakinan dan saat itu tiba-tiba terdengar bunyi sambaran petir.


Naofumi yang mendengar ada suara petir langsung menatap ke arah belakang atau sumber suara. Namun tidak ada apa-apa di sana, Felicia hanya tersenyum saja melihat Naofumi yang menatap kebelakang dengan wajah heran dan kebingungan.


"Naofumi-dono, jika dilihat sekilas mungkin kita terlihat seperti ayah dan anak yang sedang jalan-jalan bukan?" ucap Felicia sembari tersenyum tipis.


Naofumi yang mendengar perkataan Felicia terdiam untuk beberapa saat sampai ia menatap ke arah Felicia, "Ah kurasa apa yang kau katakan ada benarnya," gumam pelan Naofumi.


Sesampainya di kota Meleromarc. Naofumi dan Felicia langsung jadi pusat perhatian para penduduk kota, mereka nampak menatap tajam ke arah Naofumi dan memberi tatapan kasihan pada Felicia. Felicia yang mengerti arti tatapan orang lain terhadap dirinya, menjadi heran sendiri, mengenai kenapa mereka mengasihani dirinya dan kenapa mereka memberi tatapan seolah tidak menyukai Naofumi, bukankah dia seorang pahlawan, itulah yang Felicia pikirkan.


Namun meski bingung Felicia enggan menanyakan hal itu pada Naofumi, karena Felicia takut itu akan menyinggung perasaan Naofumi dan membuat kepercayaan Naofumi turun, yah ia memang tidak berharap Naofumi percaya padanya, tapi dia juga tidak mau Naofumi membencinya.


Hingga tak lama kemudian mereka berdua sampai di tempat dimana Naofumi akan menjual kulit monster balon yang mereka dapatkan , di sana mereka berdua melihat seseorang menjual selembar kulit monster balon dan dibayar dua koin tembaga. Setelah pemuda tadi pergi barulah Naofumi dan Felicia datang lalu meletakkan sekumpulan kulit balon oranye hingga membentuk bola yang lumayan besar, Felicia yang cukup pandai menilai pikiran orang melalui ekspresi mereka menyadari sesuatu, kalau si pedagang terlihat memasang senyum mencurigakan yang artinya ia ingin mencurangi Naofumi.


"Orang ini nampaknya ingin menipu kita," gumam Felicia sembari menatap datar orang yang akan membeli kulit monster dari mereka.


Naofumi hanya diam dan menatap orang itu, lalu orang itu pun berkata,heem kulit oranye balon, total ada dua puluh lembar, bagaimana kalau dua koin tembaga?" tanya orang itu.


Felicia yang kesal langsung ingin membunuh orang itu dengan sabitnya, tapi Naofumi langsung menghalangi Felicia. Felicia diam ia tidak bertanya apa-apa karena ia yakin kalau Naofumi punya alasan kuat untuk melarangnya menyerang orang yang mencoba menipu mereka itu.


"Orang tadi hanya memberikan selembar dan mendapatkan dua koin tembaga," ucap Naofumi, mempertanyakan kenapa ia dperlakukan berbeda dengan orang lain, karena jelas-jelas barang yang ia bawa jauh lebih banyak dan pendapatan yang ia miliki malah sama dengan orang yang hanya menjual selembar kulit balon yang sama.


"Yah soal itu bagaimana yah, karena kau adalah seorang criminal, jadi aku rasa itu harga yang pantas," ucap orang itu sembari menyeringai.


"Aku mengerti, Feli lakukan apa yang ingin kau lakukan tadi," ucap Naofumi yang kesal pada perkataan si pedagang.

__ADS_1


Felicia yang mendengar kalau Naofumi tidak menahannya lagi, langsung teleport dan duduk di atas meja si pedagang curang itu dan menatap tajam orang yang mencurangi Naofumi, "Orang sepertimu sebenarnya tak pantas hidup aku mengutukmu mulai besok kau tidak akan bisa hidup bahagia," ucap Felicia yang mengeluarkan aura merah dan anehnya aura itu hanya bisa dilihat oleh pedagang yang Felicia tatap.


"Hu huaaaaaa!!!!!" teriak pria itu hingga akhirnya jatuh pingsan dan Felicia pun mengambil uang yang di simpan si pedagang sebanyak mungkin lalu kembali pada Naofumi.


"Apa yang kau lakukan padanya?" tanya Naofumi yang menerima uang dari Felicia yang sudah mengambil uang dari tempat penyimpanan si pedagang itu.


"Heh, sebenarnya aku ingin membunuhnya. Namun, mengingat ini adalah tempat umum, aku menahan diri dan hanya memberikan kutukan kesialan dan ketakutan tiada akhir," gumam pelan Felicia.


"Bukankah itu agak berlebihan?" tanya Naofumi.


"Kau tidak perlu khawatir pada orang yang sudah menjahatimu, mereka itu jika tidak diberi pelajaran tidak akan kapok dan malah semakin menjadi," gumam pelan Felicia


"Kau itu ... ah sudahlah, kau lapar bukan, ayo ikut aku aku tahu dimana kita bisa makan," ucap Naofumi.


Felicia yang mendengar hal itu sedikit tersenyum, ia yakin kalau Naofumi sudah sedikit percaya padanya, "Naofumi, aku ingin kau tahu satu hal mengenai diriku," gumam pelan Felicia.


"Apa itu?" tanya Naofumi.


"Aku adalah ras campuran, yaitu setengah Vampire dan Manusia, memang aku bisa memakan makanan manusia dan kebal terhadap matahari, tapi karena bagian vampireku lebih dominan sehingga aku lebih cepat kenyang dan tenagaku akan lebih cepat pulih jika memakan darah dan aku juga akan melemah jika memakan sesuatu yang mengandung bawang, hanya itu saja yang ingin aku sampaikan," ucap Felicia.


"Apa yang kau mau dariku setelah memberitahuku hal penting itu?" tanya Naofumi.


"Aku hanya ingin kau tahu, apa saja yang bisa memperlemahku, karena aku sudah percaya padamu. jadi aku yakin kau tahu makanan apa yang bisa kau berikan padaku dan apa yang seharusnya kau hindarkan dariku, karena aku yakin kau masih membutuhkanku untuk menaikkan levelmu, jadi aku harap kau paham dan tidak memberikanku makanan yang mengandung bawang," ucap santai Felicia.


"Aku mengerti dan apa kau juga tidak cocok dengan Gereja?" tanya Naofumi.


"Ya di sana ada banyak energi suci yang akan memperlemahku, aku mungkin tidak mati tapi berada di sana akan membuatku sulit bernapas," ungkap Felicia.


"Sepertinya kau punya kelemahan yang merepotkan," gumam Naofumi.


"Maaf jika itu membuatmu kecewa," tanggap Felicia sembari mengalihkan wajah.


"Tenang saja, seperti katamu aku masih membutuhkanmu, jadi aku tidak akan membuangmu," ungkap Naofumi yang sepertinya mulai paham apa yang Felicia pikirkan saat mengalihkan wajah darinya.


"Terima kasih," gumam pelan Felicia.


"Hn," gumam pelan Naofumi, sejujurnya Naofumi ingin berkata kalau ia ingin berterima kasih pada Felicia karena mau jadi partnernya, akan tetapi karena pengalaman buruknya ia jadi sulit mengatakannya ia juga masih belum mepempercayai Felicia seutuhnya.


Setelahnya mereka sampai di satu-satunya tempat makan di sana dan Naofumi pun memesan makanan termurah di sana untuk dirinya, ia juga menanyakan menu apa saja yang tidak mengandung bawang dan memesan makanan yang paling murah dari menu itu makanan tanpa bawang untuk Felicia.


Setelah selesai makan bersama dan membayar biaya makannya, Felicia dan Naofumi langsung keluar dari restoran sederhana abad pertengahan itu dan pergi ke suatu tempat bersama, "Apa kau tidak punya armor, hingga hanya mengenakan gaun kain putih tipis untuk menutupi tubuhmu?" tanya Naofumi.


"Gaun ini pemberian seseorang yang penting, memang ini tipis, tapi karena aku juga jarang terkena serangan aku tidak mempermasalahkannya, dan juga aku punya kau yang akan menjadi perisai berjalan yang akan melindungiku dari serangan mendadak dari arah yang tidak bisa aku prediksi, jadi meski pertahananku lemah dengan adanya dirimu aku cukup yakin kita bisa mengalahkan banyak monster dan meski selemah apapun seranganmu dengan adanya aku di sisimu tak ada satupun monster yang tidak bisa dibunuh, bukankah kita berdua adalah kombinasi yang cukup sempurna dan saling melengkapi?" tanya Felicia.


"Hanya kau yang memikirkan hal itu, karena semua orang disini beranggapan kalau aku bukanlah sosok yang berguna dalam pertarungan," gumam Naofumi.


"Bodoh, semua orang punya perannya masing-masing, dalam game moba jika dalam satu team tidak memiliki tank, maka kemungkinan mereka bisa disapu bersih itu tinggi, mah tapi memang ada banyak player yang tidak tahu diri di luar sana dimana mereka akan selalu menyalahkan tank ketika kalah, padahal mereka tidak tahu jika tank mereka berjuang keras dalam menahan musuh dan menjaga mereka agar tidak ko dengan cepat," gumam pelan Felicia yang tidak sadar menyinggung sesuatu yang tidak seharusnya ia katakan.


"Game, Player, bagaimana bisa kau mengetahui hal-hal yang ada di duniaku?" gumam tanya Naofumi sembari melirik ke arah Felicia.


Felicia yang sadar kalau ia baru saja membuat Naofumi mempertanyakan asalnya langsung menatap ke arah Naofumi, "Ya itu karena di tempatku juga ada hal semacam itu dan aku tinggal di bumi dan di negara Asia yang kebanyakan gamernya adalah pemain game ponsel," gumam pelan Felicia.


"Apa ditempatmu ada game yang setingnya mirip dengan dunia ini?" tanya Naofumi dengan penuh harap.


"Tidak ada, game manapun yang aku mainkan tidak ada yang seperti ini, setidaknya dinegaraku dan di ponsel yang aku miliki sebelum aku bereinkarnasi kemari tidak ada game yang seting tempatnya begini," gumam pelan Felicia.


"Game populer di negaramu apa?" tanya Naofumi.


"Cukup banyak, tapi aku tidak sepenuhnya ingat. Namun ada beberapa yang sering dibicarakan, yaitu Free Fire, Mobile Legend, Genshin Impact, Player Unknown Battle ground, Minecraft dan yang sering aku mainkan, Action Taimanin," jawab Felicia.


Naofumi terdiam mendengarnya, "Ternyata kita berasal dari bumi yang sama," gumam pelan Naofumi yang sedikit terharu.


"Hah, maksudnya?" tanya Felicia.


"Yah dari sekian banyak game yang kau katakan, ada dua game yang aku kenal juga, itu artinya kita ada kemungkinan juga berada di bumi yang sama sebelumnya," gumam Naofumi sembari tersenyum.

__ADS_1


"Ah begitu yah," gumam pelan Felicia.


Bersambung


__ADS_2