Putri Vampire dan Pahlawan Perisai

Putri Vampire dan Pahlawan Perisai
Raphtalia


__ADS_3

"Hah, maksudnya?" tanya Felicia.


"Yah dari sekian banyak game yang kau katakan, ada dua game yang aku kenal juga, itu artinya kita ada kemungkinan juga berada di bumi yang sama sebelumnya," gumam Naofumi sembari tersenyum.


"Ah begitu yah," gumam pelan Felicia.


"Kalau begitu ambilah ini uang untukmu," ucap Naofumi.


"Eh bukankah kau bilang?" Felicia kaget dan bingung.


"Tak apa terima saja, itu sebagai rasa senangku karena bisa bertemu orang dari belahan bumi yang sama dan kau juga merupakan orang Asia, meski aku tidak tahu kau berasal dari negara mana, tapi setidaknya orang yang berasal dari tempat yang sama bisa sedikit dipercaya," gumam Naofumi sembari mengusap kepala Felicia.


"Jadi begitu yah, terima kasih banyak," gumam pelan Felicia mengambil 5 koin tembaga yang diberikan Naofumi.


"Lima koin tembaga, rupanya hanya segini kepercayaanmu padaku, tapi meski begitu ini sudah lebih dari cukup, aku harap kita bisa menyelesaikan ini secepatnya," gumam pelan Felicia dengan nada datar.


"Aku juga berharap begitu, dan karena aku sudah dapat cukup banyak uang, aku rasa aku bisa menyewa kamar untuk menginap di penginapan kota ini untuk sementara waktu," gumam pelan Naofumi.


"Kau yakin ingin menyewa penginapan? Semua orang di sini terlihat tidak menyukaimu, apa kau tidak khawatir mereka akan membunuh kita ketika sedang tidur di penginapan? Sejujurnya aku bisa tidur dimanapun selama tempat untuk berbaringnya tidak keras, jadi bahkan jika kau memutuskan untuk kembali ke hutan tadi untuk mencari sesuatu dan berburu monster lalu tidur di sana aku tidak masalah, karena tidur di padang rumput juga tidak buruk," ungkap Felicia.


"Kau benar, kita tidak punya waktu untuk bersantai, jadi aku rasa kita sebaiknya kembali ke hutan," gumam pelan Naofumi yang nampaknya masih ingin Exploring.


"Kita seperti memainkan game MMORPG, genre game yang rada sedikit aku benci, karena aku tipe orang yang gampang tersesat, jadi aku selalu menghindari tipe-tipe eksplorasi seperti ini, karena rada menyebalkan ketika kau tidak tahu jalan saat mengerjakan sebuah misi dan mendapat drop item yang ampas, tapi sepertinya di sini tidak punya drop item," gumam pelan Felicia.


"Ya karena ini bukan game, meski terlihat seperti game, kau tidak akan bisa hidup lagi ketika kau mati," gumam Naofumi.


"Jadi begitu," gumam pelan Felicia.


Naofumi dan Felicia pun akhirnya setelah itu mereka berdua pun memutuskan untuk pergi kembali ke dalam hutan untuk leveling kembali tanpa sadar Naofumi sudah mulai terlihat semakin kuat,begitu juga dengan Felicia,mereka Leveling hingga petang


"Ugh," ringis Felicia, 'Ugh meski bisa memakai Hamon (pernafasan matahari) karena aku memiliki darah vampire, aku malah merasakan dampaknya negatif tiap kali memakainya,' keluh Felicia dari pikirannya.


"Feli ada apa?" tanya Naofumi melihat Felicia meringis menahan rasa sakit.


"Aku tidak apa-apa, hanya sedikit terkena dampak negatif dari pemakaian teknik suci," jawab Felicia.


"Dampak negatif dari teknik suci?" tanya Naofumi.


"Ya selain teknik iblis dari ras vampire, aku juga mempelajari Hamon teknik milik para biksu di sebuah kuil untuk membasmi makhluk jahat seperti vampire, dan karena darah vampireku lebih dominan, teknik ini selain memperkuat seranganku juga menyakitiku secara bersamaan," ucap pelan Felicia menunduk malu.


"Kalau kau tahu teknik itu akan menyakitimu, kenapa kau memakainya?" tanya Naofumi.


"Karena ada ramalan mengenai serangan gelombang bencana yang mengatakan kebanyakan dari monster yang muncul dari gelombang adalah para undeath dan monster dengan aura negatif, maka menurutku akan lebih efesien jika menyerang dengan kekuatan suci ketimbang kutukan ataupun kekuatan iblis dari rasku, karena aku memiliki sedikit darah manusia, jadi aku pikir hal ini bukan masalah dan aku juga tidak akan mati hanya karena memakainya," gumam pelan Felicia, "Tapi karena rasa sakit ini juga aku tidak bisa memaksimalkan kekuatan suci yang aku miliki. Dan kadang aku berpikir jadi makhluk yang setengah-setengah itu menyebalkan," gumam pelan Felicia sembari tersenyum tipis.


"Kenapa kau mau berada di pihak manusia, padahal jika kau memihak iblispun tidak akan ada yang protes?" tanya Naofumi.


Felicia yang ditanyai demikian langsung duduk di rerumputan dan bersender di pohon di belakangnya, "Karena aku dipandang lemah oleh ayahku, aku dibuang dan hanya ibuku yang seorang manusia yang mau merawatku disaat ayah dan para iblis meremehkanku, sejujurnya tak ada satupun manusia yang mau dekat denganku selain ibu dan guruku. Namun sebagai rasa hormatku pada mereka yang membesarkanku aku memilih untuk mencoba percaya pada manusia aku mencoba membantu mereka berharap kalau aku bisa mendapatkan tempat karena jika aku kembali ke kerajaan iblis aku hanya akan dipandang rendah dan mungkin akan dibunuh, maka aku memilih ke pihak manusia dan rencananya aku ingin tinggal sendiri dan datang berkelana kesana kemari untuk mencari lokasi gelombang bencana untuk diatasi," gumam pelan Felicia, "Tapi karena kau punya tugas yang sama aku akhirnya memutuskan untuk membantumu agar aku bisa menyelamatkan banyak orang dari serangan pasukan gelombang bencana," ungkap Felicia pada Naofumi.


"Jadi begitu, kau benar-benar tidak ragu menceritakan semuanya padaku," gumam Naofumi.


Felicia hanya tersenyum tipis dan mengatakan, "Hal itu karena aku merasa merahasiakan sesuatu darimu tidak akan membawa keuntungan apapun, lalu kalau aku menceritakannya ada kemungkinan kau bisa sedikit meningkatkan kepercayaanmu padaku, meski aku tidak memintamu untuk percaya padaku, tapi bukan berarti aku tidak ingin dipercaya," ungkap pelan Felicia.


"Kalau begitu izinkan aku menceritakan kenapa semua orang menjauhiku," ucap Naofumi sembari duduk menatap Felicia yang sedang bersender di pohon besar.


"Naofumi, bukannya aku menolak mendengarkan atau bagaimana, tapi ... apa kau yakin ingin membicarakan hal ini padaku? Apakah kau tidak takut kalau aku akan berbalik membencimu setelah mendengarnya?" tanya Felicia pada Naofumi.


"Jika itu terjadi biarlah terjadi, lagi pula aku tidak memaksamu untuk menyukaiku jadi jika kau memilih untuk membenciku setelah mendengar ini, aku tidak menghalangimu karena itu keputusanmu sendiri," tanggap Naofumi.


Felicia hanya bisa menghela nafas mendengarnya, karena apa yang dikatakan Naofumi ada benarnya, ia akhirnya duduk dan menatap Naofumi dengan serius, yang tandanya ia sudah siap mendengar masalalu dari Naofumi.


Naofumi pun mulai menceritakan tentang dirinya, dimulai dirinya yang merupakan seorang mahasiswa usia 20 tahun, lalu saat hari libur dia yang sedang kerisis keuangan memilih ke perpustakaan umum untuk menghibur diri, lalu menemukan sebuah buku yang berisikan kisah empat pahlawan suci yang kuat dengan senjata mereka masing-masing hingga berakhir dipanggil ke dunia ini dengan memakai senjata perisai. Awalnya Naofumi cemas karena ia tidak punya kemampuan menyerang dan saat para petualang berdatangan untuk bergabung dengan empat pahlawan, malah tak ada satupun yang mau berdiri di belakangnya.


Ia panik karena harus berpetualang di dunia tak dikenal dengan hanya membawa perisai yang tidak punya kemampuan menyerang yang berarti. Lalu ditengah-tengah kepanikan itu ada seorang wanita yang tiba-tiba mengajukan diri untuk menjadi anggotanya dan ia adalah Myne Shopia, gadis itu terlihat baik dan menunjukkan berbagai tempat padanya membantunya memburu monster. Namun akhirnya malah mengkhianatinya dengan mencuri semua uang dan barang-barangnya, tak sampai di sana ia juga menderita karena tuduhan palsu mengenai dirinya yang mencoba memperkosa Myne, hal itu benar-benar membuatnya sakit hati.


Mendengarkan penjelasan dari Naofumi, Felicia hanya diam ia tidak tahu mau mengatakan apapun saat itu, "Jadi bagaimana menurutmu masa laluku, apakah aku tetap harus melindungi mereka yang sama sekali tidak menghargaimu?" tanya Naofumi.


"Jika kau tidak bisa bertarung untuk orang lain, maka bertarunglah untuk diri sendiri. Naofumi-dono. Seperti diriku, aku mengikutimu dan bertarung bersamamu bukan karena aku ingin bertarung untukmu, melainkan aku ingin bisa menggapai tujuanku dengan bantuanmu, bertarunglah hidupmu sendiri dan untuk orang yang dekat denganmu, kau tak perlu bertarung untuk semua orang, lindungi apa yang pantas kau lindungi, kita manusia bukan tuhan jadi kita tidak akan bisa melindungi semua orang ingat itu," ucap Felicia menanggapi pertanyaan Naofumi.


"Agak aneh rasanya jika kau mengatakan kalau kita manusia, karena pada dasarnya kau bukanlah manusia seutuhnya," ucap Naofumi sedikit bercanda.


"Tapi setidaknya aku punya bagian manusia dari diriku, meski lebih dominan ke vampire hati dan pikiranku masih manusia," ungkap Felicia.


"Jadi begitu, maaf kalau aku tidak menilaimu dengan baik," gumam Naofumi dengan nada datar.


"Aku nggak masalah dengan itu. Ya apalagi aku mewajarkan hal demikian karena kamu mencurigai ku orang yang asing meski sudah kenal karena kita sama-sama hidup di bumi walau beda tempat" ucap Felicia.


"Kau sedikit merendahkan dirimu sendiri, tapi sudahlah, sebaiknya kita segera kembali ke kota, hari sudah sore," gumam Naofumi yang langsung pergi membawa beberapa sisa monster dan juga daun dari tanaman herbal yang ia dapatkan dari menggunakan skill yang baru ia dapatkan dari perisai daun yang ia buka dari menyerap daun tanaman herbal.


Felicia hanya mengangguk dan berjalan bersama Naofumi, "Apa kau akan menjual tanaman yang kau petik itu?" tanya Felicia.


"Tentu saja, kau pikir aku mau menyimpan sesuatu yang tidak bisa aku kelola? Aku belum punya keahlian untuk membuat obat-obatan herbal jadi aku terpaksa menjualnya, lagipula walau bagaimanapun kita butuh uang," ungkap Naofumi.


Sesampainya di kota Melromarc hari terlihat sudah sangat gelap tanda saat mereka sampai hari sudah malam, "Hari ini sudah gelap, alangkah baiknya kita mencari penginapan setelah ini dan aku yakin kau butuh tidur, besok kita akan berburu lagi," gumam Naofumi sembari berjalan ke toko herbal.


"Naofumi-dono, apa anda lupa rasku adalah vampire, malah kekuatanku menjadi ratusan kali lebih besar ketika matahari tidak ada, aku tak butuh tidur, karena kekuatanku meluap-luap di malam hari membuatku tak bisa tidur, waktu tidurku kebanyakan ada di siang dan sore hari," gumam pelan Felicia.


"Bukankah itu berarti aku telah memaksamu untuk bekerja di waktu istirahatmu?" ucap tak percaya Naofumi.


Felicia tersenyum tipis dan berkata, "Tidak juga, meski biasanya aku aktif di malam hari, aku juga bisa mengubah kebiasaanku dengan tidur di malam hari, meskipun begitu aku tidak akan bisa tidur dengan nyenyak karena energiku sangat banyak yang akan membuatku selalu terbangun setiap satu jam sekali."


"Apa tidak masalah membuatmu memaksakan diri memakai kebiasaan manusia?" tanya Naofumi.


"Tidak masalah, aku tidak mau merepotkanmu dengan tidur di siang hari dimana kau harus meningkatkan level jadi aku akan mencoba untuk mengubah kebiasaanku," ungkap Felicia sembari tersenyum tipis.


"Kau malah jadi orang yang terlalu baik padaku tahu," gumam pelan Naofumi.


"Kita ini Partner, kalau aku jahat padamu, itu namanya aku tidak tahu diri," ucap Felicia sembari berdiri di depan toko, "Aku akan menunggu di luar, karena aku tidak mengerti dalam urusan bisnis dan juga sepertinya di dalam sangat sempit dan dipenuhi benda-benda penting, aku takut merusak itu semua secara tidak sengaja dengan senjataku yang sangat panjang ini dan itu akan membuatmu mengganti rugi semuanya," gumam pelan Felicia.


"Hem aku mengerti, terima kasih," ucap Naofumi yang masuk sendiri ke dalam toko herbal untuk menjual tanaman herbal yang ia dapatkan.


Felicia hanya diam duduk sembari memangku senjatanya yang panjang dan berat itu, jujur saja Felicia bisa membunuh banyak monster sendirian walau tanpa bantuan Naofumi, akan tetapi ia merasa membutuhkan Naofumi untuk bisa melindungi dunia dari gelombang bencana.


Beberapa menit kemudian, Naofumi keluar dari toko dan melihat Felicia duduk sembari mengelus sabit hitam berduri miliknya, "Apakah aku membuatmu menunggu terlalu lama?" tanya Naofumi.


"Tidak juga, ini sudah termasuk cukup cepat," ucap Felicia sembari berdiri dan tersenyum ke arah Naofumi.


"Kalau boleh tahu, berapa umurmu Feli?" tanya Naofumi penasaran.


"Hem, kalau kau tanya umurku sebelum aku bereinkarnasi atau sebelum aku mati dan hidup di sini, maka jawabannya adalah 19 tahun dan anggap saja aku berusia 19 tahun," ungkap Felicia.


"Heh benarkah?" tanya Naofumi sedikit meragukan jawaban Felicia.


Felicia lalu menatap Naofumi yang berjalan di sampingnya dengan tatapan yang agak tajam, "Memangnya ada yang salah? Aku ini benar-benar berusia 19 tahun," tanggap Felicia


"Dengan tubuh yang sependek itu dan dada yang belum tumbuh, mana ada orang yang percaya kalau umurmu sudah 19 tahun," ucap Naofumi sembari mengusap kepala Felicia.

__ADS_1


Felicia yang mendengar itu langsung menggembungkan pipinya, "Kau tidak bisa menilai umur seseorang dari ukuran tubuhnya atau tinggi badannya tahu," ucap kesal Felicia.


"Ahahaha maaf apa aku menyinggungmu?" tanya Naofumi.


"Sangat," jawab Felicia sembari mengalihkan wajahnya, ia tidak menyangka kalau Naofumi tiba-tiba bisa bercanda dengannya seolah-olah mereka sangat dekat.


"Jadi begitu, hem Feli, maukah kau menikah denganku?" tanya Naofumi agak bercanda.


Felicia yang mendengar hal itu langsung menjawab, "Aku tidak masalah jika itu memang mau anda, akan tetapi apa kau tidak apa-apa jika kau akan dipanggil sebagai pahlawan mesum yang menikahi anak kecil?" tanya Felicia menanggapi candaan Naofumi


"Karena katamu umurmu sudah 19 tahun, aku rasa bukan masalah," tanggap Naofumi.


"Tapi apakah para pendeta di sini akan percaya dengan kata-katamu tuan pahlawan perisai, rumor buruk mengenai kau seorang pedopil akan tersebar di seluruh kerajaanloh," ucap Felicia lagi.


"Ahahaha kau benar," tanggap Naofumi sembari tertawa bahagia.


Felicia yang melihat itu terdiam, ia bingung kenapa Naofumi terlihat bahagian mendengarnya, padahal Naofumi mendapat trauma dipermalukan di depan kerajaan, kenapa ia bisa tertawa ketika mendengar kata-katanya, "Kenapa kau tertawa, apakah itu terasa lucu bagimu? Bukankah pahlawan sepertimu harusnya mencoba menjaga imagenya jadi kenapa kau malah tertawa saat aku mengatakan resikonya?" tanya Felicia.


"Karena reputasiku sudah buruk, aku sudah tidak peduli pandangan orang lain terhadapku, yang aku pikirkan sekarang, bagaimana caranya agar aku bisa menyelesaikan ini semua dan pulang ke duniaku," ungkap Naofumi.


"Jadi begitu, dan soal lamaran tadi apa kau serius Naofumi-dono?" tanya Felicia.


"Ya bisa jadikan. Apalagi hanya kamu saja yang bisa membuatku seperti ini" balas Naofumi


Alhasil Felicia terkejut mendengarnya dan didalam hatinya mulutnya menganga lebar saat mendengar ucapan santai bin ajaib dari Naofumi


'Tunggu dulu. Kurasa aku harus panggil FBI karena ada pedofilia bangsat' maki Felicia dalam hati jujur ini kali pertama dia menjadi orang yang super bar-bar jika itu menyangkut dirinya


"Ahahahaha anda bercanda lagi," ucap Felicia tertawa dipaksakan


"Bagaimana kalau yang aku katakan serius?" tanya Naofumi lagi


Alhasil Felicia terdiam mendengar pertanyaan yang mulus keluar dari mulut Naofumi yang singkat, padat, jelas dan membuat dirinya ingin mencekik lehernya itu meski dia berstatus sebagai pahlawan perisai.


"Tapi itu akan membuat anda semakin dibenci di kerajaan ini, para pahlawan lain nanti juga akan memusuhi anda," ucap Felicia sembari mengalihkan wajahnya, 'Aku tahu aku sudah jadi perempuan secara permanen, tapi enggak gini juga, kitakan baru kenal,' batin Felicia, 'Dan aku nggak mau pasangan ku dianggap Pedofilia. Gimana ngubah wujud ke bentuk onee-sama atau milf saja aku tidak tahu bangsat' maki Felicia dalam hati


"Kau bahkan mengkhawatirkan hal kecil yang harusnya tidak kau pikirkan, sepertinya aku sudah bisa percaya padamu," gumam pelan Naofumi.


'Haiii.. kayaknya nggak ada cara untuk kembali ke jalur yang benar ' pikir Felicia dalam hati Jujur dalam hidupnya. Inilah kali pertama dia malah dilamar meski membencinya. Alasannya cuma 1. Bayangkan saja kamu punya wujud seperti anak kecil tapi disukai oleh laki-laki yang remaja. Gila nggak tuh? Itulah yang dipikirkan Felicia


"Tenang saja, aku tidak tertarik dengan anak kecil, aku hanya mengetes apakah aku bisa percaya padamu atau tidak," ucap Naofumi.


"Haaaah, kau membuatku panik, aku tidak mau kita dijadikan objek kebencian," ucap khawatir Felicia.


"Haha. Kau benar juga" ucap Naofumi yang tertawa kecil


"Apa yang lucu dari itu?" tanya Felicia yang heran dengan Naofumi yang tiba-tiba tertawa sendiri.


"Tidak bukan apa-apa, sebaiknya kau tunggu di sini, aku ada urusan di dalam toko senjata," ucap Naofumi yang langsung pergi meninggalkan Felicia ke dalam toko senjata.


Felicia yang melihat itu hanya menghela nafas dan menatap datar punggung Naofumi, 'Sepertinya kehidupan seperti ini tidaklah buruk, aku berharap masih ada hari esok untukku dan dia, memang tidak ada yang bisa tahu masa depan, tapi tak ada salahnya aku berharap masa depan yang cerah datang pada kami berdua.'


Tak lama setelahnya Naofumi keluar dari toko senjata sembari tersenyum ke arah Felicia, "Aku sudah selesai ayo kita cari penginapan untuk istirahat," ucap Naofumi.


"Hem baiklah tapi sebelum itu, aku tahu kau terus mengawasi kami dari sana, katakan apa maumu?" ucap Felicia sembari menatap ke arah kegelapan.


Naofumi kebingungan dengan perkataan Felicia. Namun, hanya dalam hitungan detik ia paham, karena saat itu seorang pria gemuk bertumbuh pendek keluar dari persembunyiannya.


"Ohohohohoho, tak aku sangka gadis kecil ini bisa tahu persembunyianku," ucap pria itu.


"Tadinya aku berpikir pahlawan perisai masih berpetualang sendiri, ternyata sudah punya teman, aku merasa agak terlambat untuk memberikan penawaran," ucap pria gemuk itu.


"Penawaran? Jika yang kau maksud adalah petualang yang akan jadi partyku, maaf saja meski aku belum bertemu dia aku tidak akan mau menerimanya," tanggap Naofumi.


"Petualang Party? Hah aku tidak akan menawarkan sesuatu yang murahan begitu pada orang sepertimu," ucap pria itu.


Felicia yang cukup pandai menilai orang langsung berkata, "Sepertinya kau punya penawaran yang sangat menarik, apakah kau menjual senjata ilegal yang bisa dipakai oleh pahlawan perisai atau semacamnya?" tanya Felicia.


"Feli kau percaya padanya?" tanya Naofumi.


"Bisnis yang dia jalankan memang mungkin ilegal dan tidak manusiawi, tapi aku dapat menilai kalau dia adalah orang yang bisa dipercaya," ucap Felicia.


"Jika memang itu bisa meningkatkan kekuatan partyku, aku akan mencoba untuk melihat apa yang akan kau tawarkan padaku," ucap Naofumi.


"Hoh kau sedikit tertarik dan penasaran rupanya, baiklah, ikuti aku tuan," ucap pria gemuk itu berjalan menuntun mereka berdua ke suatu tempat.


Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya mereka bertiga akhirnya mereka sampai di sebuah tenda yang cukup besar ukurannya, "Lewat sini," ucapnya.


Akhirnya Naofumi dan Felicia masuk bersama pria gemuk itu dan melihat isi tenda itu dan melihat isinya yang dipenuhi monster yang dikurung di dalam kandang.


"Jadi apa yang kau tawarkan padaku?" tanya Naofumi.


"Setelah melihat ini apakah anda masih belum mengerti? Ini adalah budak," ucap pria gemuk itu.


"Budak?" gumam Felicia sembari menatap sekeliling dan melihat para monster terikat oleh suatu mantra di dada mereka.


"Ya budak, aku adalah pedagang budak," tanggapnya.


Naofumi pun menatap pria gemuk itu dan kembali bertanya, "Apa yang membuatmu berpikir kalau aku memerlukan budak?" tanya Naofumi.


"Heh, mereka tidak bisa berbohong, berkhianat ataupun menipu tuannya," jawab sang pria gemuk yang merupakan seorang pedagang budak, "Mereka ditanami sihir yang kuat yang akan membunuh mereka jika mereka berani berkhianat," tambah si pedagang budak, "Sekarang apakah tuan tertarik dengan ini?" tanya pedagang budak itu lagi.


"Heeeeem ...." gumam Naofumi sembari menatap ke arah Felicia, "Bagaimana pendapatmu Feli?"


"Tidak ada salahnya melihat barang yang ingin ia jual, jika memang itu akan membantu maka apa salahnya, lagi pula akan sangat bagus bukan memiliki orang yang dijamin tidak akan bisa berkhianat," ungkap Felicia sembari tersenyum tipis, "Bukankah yang kau butuhkan adalah rekan yang setia, bahkan jika ia sangat lemah, kita bisa melatihnya untuk menjadi kuat."


"Jika kau bilang begitu baiklah," gumam pelan Naofumi


Mereka berdua akhirnya berjalan mengikuti pedagang budak itu dan dari sini Naofumi kembali bicara, "Sepertinya tidak ada satupun dari mereka yang mirip manusia," gumam Naofumi.


"Manusia memang tidak ada, tapi kami memiliki Demihuman yang dari fisik mereka terlihat mirip dengan manusia," ucap sang pedagang budak.


"Hoooh itu menarik, seberapa mirip itu dan biasanya dipakai untuk apa saja?" tanya Felicia agak penasaran.


"Hem karena aku tidak tahu apa-apa mengenai dunia ini, ada baiknya kau menjelaskannya," tambah Naofumi.


"Baiklah, Demihuman memiliki penampilan yang benar-benar mirip dengan manusia, yang membedakan hanya ada beberapa dari mereka yang mengambil bentuk hewan atau monster, misalnya telinga mereka atau mereka memiliki anggota tubuh tambahan seperti sayap dan juga ekor. Selain Demihuman, kami juga menjual monster tipe petarung yang merupakan kebalikan dari demihuman, mereka memiliki tubuh hewan tapi postur tubuh mereka seperti manusia, dimana mereka bisa berdiri selayaknya manusia dan memegang senjata selayaknya manusia, biasanya dipakai di pertarungan gladiator untuk menghibur para manusia. Sementara Demihuman mereka kebanyakan digunakan sebagai pekerja paksa," ungkap sang pedagang budak.


"Hooooh, lalu kenapa tidak ada manusia dalam tokomu untuk dijadikan budak?" tanya Felicia dengan mata yang menyala merah.


"Hem, tentunya kau tahu negara ini adalah negara yang menjunjung tinggi derajat manusia, mereka akan melindungi manusia dari hal-hal semacam ini. Namun, karena hukum hanya berlaku ke manusia, Demihuman yang tidak terlindungi akan sulit bertahan sehingga mereka banyak ditangkap dan dijual sebagai budak," tanggap sang pedagang budak sembari memperhatikan Felicia dan ia notice kalau telinga Felicia tidak seperti manusia.


"Mau bagaimana lagi, keadilan hanyalah hal semu belaka, karena standar keadilan di tiap tempat itu berbeda, aku hanya bisa diam melihat ini," ungkap Felicia sembari memasang wajah sedih karena para Demihuman harus dijadikan budak bahkan Felicia bisa melihat kondisi mereka yang dikurung dalam kandang benar-benar menyedihkan. Saking menyedihkannya, dia ingin menuntut keadilan dan ingin membunuh orang yang membuat aturan itu dimana demihuman tidak berhak untuk dilindungi.


"Hoho pemikiran anda luas nona, dan dari bentuk telinga anda, sepertinya anda bukan manusia, apa anda sebenarnya?" tanya sang pedagang budak.

__ADS_1


Naofumi menatap Felicia dengan pandangan khawatir lalu berkata, "Kau tak perlu mengatakan apapun jika tidak mau," ucap Naofumi yang tidak ingin Felicia diincar sesuatu.


Felicia tersenyum dan menjawab, "Aku manusia setengah iblis, sisi iblisku jauh lebih kental karena aku pernah melakukan banyak kejahatan sebelumnya dan menyerap darah korbanku, dan aku jugalah yang membunuh ibuku sendiri," jawab Felicia sembari memasang wajah serius.


Mendengar hal ini membuat Naofumi kaget, "Bukannya kau bilang kau dirawat oleh ibumu? Kenapa kau mengatakan kalau kau membunuh ibumu?" tanya heran Naofumi karena cerita Felicia malah berubah.


"Itu memang benar, tapi aku tidak pernah bilang kalau aku menyukai sisi manusiaku, aku hanya berpura-pura baik padanya sampai aku dapat perintah dari ayahku untuk membunuhnya," jawab Felicia dengan tatapan dingin, "Ayahku berkata karena sisi manusiaku aku menjadi lembek dan terlalu mudah kasihan pada orang lain, aku sadar apa maksud perkataannya jadi aku tidak membantahnya sama sekali. Namun, semakin lama aku melayani ayahku semakin aku sadar ia hanya peduli pada kekuatanku, ketika aku sudah tidak berguna dia meninggalkan dan membiarkanku mati begitu saja," tambah Felicia sedikit meneteskan air mata buaya, karena kita tahu dia sebenarnya tidak punya masa lalu seperti itu. Namun, itu memang ingatan masa lalu dari tubuh yang ia pakai.


Naofumi kembali diam dan sang pedagang budak juga begitu, "Kau Half Demon, aku tidak menyangka bisa melihat sesuatu yang mengejutkan, aku kira ras demon tidak bisa menghamili manusia," gumam pelan pedagang budak.


"Normalnya memang begitu, tapi ... bangsa iblis memiliki pengetahuan terhadap sihir alkimia dan sihir-sihir lainnya di level yang sangat tinggi, mereka bahkan bisa menciptakan ras demon baru hanya dengan menggabungkan dua dna iblis yang berbeda, aku tercipta dari eksperiment itu. Tujuannya untuk menciptakan iblis terutama dari ras vampire yang bisa kebal dari matahari dan hal suci yang umumnya jadi kelemahan iblis, dengan adanya darah manusia di tubuhku, aku bisa mentolerir dampak serangan yang harusnya memberikan luka parah pada ras iblis normal," jawab Felicia sembari menatap tajam pedagang budak, "Aku tahu kau berpikir untuk menjadikanku sebagai barang daganganmu, tapi aku tidak semudah itu untuk  ditangkap," ucap Felicia lagi.


"Tenang saja Nona, kami tidak punya pikiran sepicik itu, meski aku terkejut melihat iblis seperti anda membantu sosok pahlawan perisai," ucap sang pedagang budak.


"Aku bergabung dengannya agar mendapat perlindungan darinya," jawab Felicia dengan wajah datar.


Naofumi  diam untuk beberapa saat dan menatap Felicia, "Jika hanya ingin perlindungan, kau harusnya meminta pahlawan tombak yang baik pada wanita," ucap Naofumi


"Masalahnya orang yang aku temui pertama kali adalah kau dan kami para iblis punya komitmen untuk tidak mengkhianati orang yang menjalin kontrak dengannya dan karena kau sudah setuju kalau aku bergabung denganmu maka itu bagian dari kontrak dan perjanjian kita, aku bukan pengkhianat, karena kekuatan para iblis juga berasal dari kontrak yang berhasil dikerjakan dengan baik, jika kami melanggar kontrak atau kesepakatan yang sudah dibuat maka kami akan dihukum dengan hukuman cukup berat dimana kami akan disegel di sebuah dimensi gelap selama ratusan tahun," gumam pelan Felicia sedikit mengadangada.


"Hem, baiklah ada sesuatu yang ingin aku tunjukan pada kalian berdua," ucap sang pedagang budak.


Felicia dan Naofumi pun berjalan mengikuti sang pedagang budak, "Feli apa semua yang kau katakan tadi kebenaran?" tanya Naofumi.


"Aku tidak tahu, ingatanku rada kacau saat pertama kali muncul di hadapanmu, tapi satu yang pasti, aku bukan penghianat dan aku juga tidak memaksamu untuk percaya, kau boleh menentukan hubungan kita selanjutnya, aku akan ikut saja," ucap Felicia sembari tersenyum.


"Di sini tuan lihatlah ini," ucap sang pedagang budak yang berhenti di depan sebuah kandang.


Felicia yang merupakan makhluk malam ia bisa melihat dengan jelas makhluk apa yang ada di dalam kandang itu bahkan dari jarak jauh dalam keadaan minim cahaya, "Beastman tipe anjing," gumam Felicia sembari tersenyum. Naofumi dan Felicia pun berdiri di depan kandang itu dan seketika saat itu pula.


Braaaak


Seketika itu sosok monster anjing berukuran besar dengan tangan yang mirip tangan manusia berbulu lebat seperti bulu anjing dan memiliki kuku runcing seperti halnya anjing muncul dan nampak menggeram marah pada Naofumi dan Felicia.


"Grrrrrrrrrr!"


Melihat hal itu, Felicia langsung menatap Beastman itu dan matanya menyala merah, "Diam dan duduk dengan tenang," titah Felicia dan seketika Beastman itu kaget dan duduk dengan tenang seolah kemarahannya tadi hanya bohongan.


"Wow kau bisa memerintahnya meskipun tidak terhubung dengan sihir budak yang kami pasang," ucap tak percaya sang pedagang budak.


"Aku sudah bilang kalau bangsa iblis memiliki pengetahuan tinggi terhadap sihir-sihir terlarang dan kutukan, jadi hal semacam ini masih biasa saja," ucap Felicia sembari memejamkan matanya.


"Hem, aku dapat informasi yang bagus, tapi sebelumnya jujur saja aku tidak pernah bertemu ataupun mendengar informasi mengenai ras iblis bertipe vampire, bahkan aku tidak tahu apa itu vampire," ucap sang pedagang budak, "Jadi apakah kau datang dari dunia lain?" tanya pedagang budak itu.


"Kau bisa berkata demikian, karena dalam ingatanku sebelumnya aku sudah mati jadi sekarang anggap saja aku bereinkarnasi ke dunia yang baru yaitu dunia kalian," tanggap Felicia


"Cukup dengan masalalu rekanku, sekarang jelaskan mengenai budak yang kau tawarkan ini," pinta Naofumi yang tidak nyaman melihat Felicia terus mengatakan ini itu yang tidak ia inginkan.


"Hem baiklah mulai dari mana yah, ehem, dia adalah beastman yang biasa digunakan untuk menghibur bangsawan dalam pertarungan gladiator yang sangat keras, levelnya adalah 75, bisa dibilang ia yang terbaik dalam kelasnya," gumam pedagang budak menjelaskan kualitas budak yang ingin ia tawarkan.


'Levelnya hampir jauh melebihi levelku, apakah aku bisa mengontrolnya hanya dengan mengandalkan segel budak,' batin Naofumi menatap monster anjing menunduk ketakutan ketika menatap Felicia.


"Bagaimana apa tuan tertarik?" tanya pedagang budak itu.


"Tentu saja, tapi aku yakin kau sudah tahu aku tidak bisa membelinya dan kau masih menawarkan barang ini padaku," tanggap Naofumi.


"Yah mau bagaimana lagi, anda adalah pelanggan kami di masa depan, jadi saya harus memastikan anda tidak kehilangan ketertarikan dengan barang saya, makanya saya tunjukkan budak terbaik yang bisa saya tawarkan, lalu setelah melihatnya maka saya bertanya budak seperti apa yang anda butuhkan?" tanya pedagang budak.


"Karena seperti yang anda tahu sendiri. Selera orang tidak menentu. Dia maunya ini nggak tahu maunya yang itu" ucap pedagang itu lagi.


Alhasil Naofumi terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh pedagang itu. Dan lagi apa yang dikatakan oleh pedagang itu tidaklah salah karena selera dan nafsu orang bisa berubah seiring berjalannya waktu. Ditambah jika yang membelinya adalah seorang petualang apalagi pahlawan


"Aku ingin budak yang murah dan bisa melakukan tugas-tugas kecil, tak perlu terlalu kuat, cukup bisa mengayunkan senjata, kalau bisa ia penurut dan juga seorang lelaki," ucap Naofumi.


'Hah serius. Bukannya dia suka lawan jenis?' tanya Felicia dalam hati.


"Ahahaha, sepertinya anda tidak seperti yang digosipkan," ucap sang pedagang budak itu.


"Aku tidak melakukannya?!" seru keras Naofumi yang langsung marah.


"Jika memang itu yang anda mau, baiklah ikut aku, akan aku tunjukkan barang termurah yang bisa kami berikan kepada anda dan juga meski mereka yang termurah, jika dilatih dengan baik, mereka bisa berguna meskipun kegunaan mereka akan terbatasi oleh fisik ataupun mental mereka yang tidak sempurna, di harga yang paling rendah ini bahkan ada yang dalam keadaan sakit, tapi yang sakit memiliki tubuh yang sempurna, hanya saja tentu kau perlu modal lebih untuk memulihkan budak seperti itu," ucap sang pedagang budak dengan santainya.


Sementara itu Felicia hanya memandang datar semua Demihuman yang ada di sana, karena kehadirannya juga setengah-setengah jadi itulah ia sedikit ada rasa simpati pada mereka, tapi ia tidak punya daya untuk menolong para budak itu.


"Feli ada apa? Apa kau kasihan pada mereka?" tanya Naofumi.


"Kalaupun aku kasihan, aku juga tidak bisa membebaskan mereka begitu saja, jika aku menghancurkan kandang dan menghilangkan kutukan mereka juga tidak akan berakhir baik, walau bagaimanapun ini adalah mata pencaharian dari pria ini dan aku yakin ini juga sudah dapat izin dari kerajaan ini, aku yang bukan bangsawan tidak akan bisa mengubah hukum semudah membalik telapak tangan," ucap Felicia dengan nada datar.


Pedagang budak hanya diam ia tahu Felicia memang bisa melakukan apa yang dikatakannya, sehingga ia tidak akan membantah atau menyanggah kata-kata dari vampire cilik yang bersama pahlawan perisai.


Saat ini mereka memasukki ruangan yang lebih kumuh dari sebelumnya, bau tak sedap tercium di sekitar kandang para demihuman, mereka terlihat sangat kurus dan ada yang sakit-sakitan.


"Nah sekarang ini adalah tiga budak yang bisa masuk kireteria yang bisa aku tawarkan, mereka mungkin cacat secara fisik, tapi kalau dilatih dengan baik, mereka pasti bisa bekerja, "Pertama manusia kelinci, pemuda itu nampaknya sudah remaja levelnya 6 tapi dia punya kelainan pada tangannya, dan berikutnya adalah anak perempuan yang kira-kira umur 10 tahun bertelinga rakun dan juga punya ekor dengan bulu yang lumaian lebat, tapi ia nampak kurus dan sesekali batuk, yah dia tipe punya tubuh lengkap tapi sakit-sakitan. Lalu yang terakhir adalah manusia kadal, yang sebagian tubuhnya adalah manusia, tapi ia punya mata sisik dan ekor kadal, ia nampak sangat mengancam dan mungkin agak liar," ucapnya memperkenalkan budak-budak yang ia tawarkan.


Melihat semua budak yang ada di sana Naofumi langsung berpikir keras untuk memilih yang mana, ia bahkan sampai menatap Felicia  untuk meminta pendapatnya, "Feli menurutmu yang mana yang akan menguntungkan kita?" tanya Naofumi.


"Jika aku boleh jujur, sebaiknya kita pilih yang punya anggota badan lengkap dan penurut, meski ia sakit-sakitan, selama itu bukan penyakit yang parah kita bisa menanganinya dengan mencari uang untuk membeli obat-obatan atau membuatmu terus naik level hingga bisa membuat obat sendiri," ucap Felicia dengan tenang.


Mendengar jawaban Felicia, Naofumi tahu kalau ia disarankan untuk memilih gadis 10 tahun yang kurus dan nampak sakit-sakitan di kandang kedua. Naofumi pun mendatangi gadis itu, sejujurnya ia tidak mau memilih budak itu, karena ia adalah perempuan dan orang yang menipunya adalah perempuan, hal ini membuatnya merasa tidak nyaman. Namun, meski demikian ia tetap mendekati kandang itu dan menatap tajam gadis rakun di dalam kandang itu.


"Siapa namamu?" tanya Naofumi pada gadis kurus di dalam kandang.


"Rap uhuk uhuk thalia" ucap perempuan itu.


"Raphtalia .... Aku pilih dia jadi cepat selesaikan sekarang juga," seru Naofumi.


"Hoooh, kau punya mata yang bagus tuan," gumam pelan pedagang budak itu sembari membuka pintu kandang dan menarik keluar gadis kecil yang kurus itu, Felicia yang melihat itu hanya memejamkan mata,  ia bingung kenapa ia bisa punya rasa simpati pada makhluk lain, padahal dia adalah half vampire, ras yang paling tinggi harga diri dan egonya, lalu kenapa ia bisa punya kepedulian yang besar pada para demihuman dan beastman.


Setelahnya Naofumi mulai meneteskan darahnya pada tintah khusus di dalam piring yang sudah di siapkan oleh si pedagang budak, sedangkan si pedagang budak langsung menggunakan kuas dan mengoleskan tinta khusus yang sudah menyatu dengan tetesan darah Naofumi ke dada gadis kecil itu dan membuat gadis kecil itu kesakitan.


"Hei," gumam Naofumi agak khawatir.


"Tenang saja ini sebentar lagi akan selesai," tanggap sang pedagang budak. Dan benar saja, setelahnya Naofumi melihat nama Raphtalia ada di bawah nama Felicia di ui miliknya.


Akhirnya tulisan kontrak budak dan instruksi pemakaiannya muncul di penglihatan Naofumi seperti pop up notifikasi. Naofumi yang sudah membaca isinya langsung mendekati pedagang budak, "Totalnya 30 silver bukan?" ucap Naofumi menyerahkan kantong kecil berisikan uang dan setelah itu ia mendekati Raphtalia.


"Kelebihan satu koin," ucap sang pedagang budak.


"Itu bonus atas pemasangan segelnya," ucap Naofumi.


"Ah anda benar-benar pengertian," ucap si pedagang budak.


Felicia hanya menatap datar Naofumi yang menarik paksa tangan gadis kecil itu, sepertinya Naofumi memang belum bisa mempercayai siapapun saat ini, 'Sepertinya Naofumi sengaja memberikan uang lebih agar membuat si pedagang budak menjadi tidak enak dalam membuat biaya tambahan untuk ritualnya,' pikir Felicia yang sedikit tersenyum dengan kemampuan Naofumi dalam negosiasi dagang sangat tinggi.


"Ayo kita pergi dari sini Feli," ajak Naofumi. Felicia hanya mengangguk dan mengikuti dari belakang sembari tersenyum ke arah Raphtalia, saat gadis itu menatapnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2