
Setelah Naofumi mendapatkan perisai tali, ia pun mengajak Raphtalia dan Felicia untuk masuk ke dalam tambang, ia percaya kalau persiapannya sudah cukup matang dengan membawa alat tambang.
Ia juga membawa obor sebagai penerangan, setelahnya Naofumi pun menemukan jejak kaki monster berukuran besar.
"Ini bekas jejak kaki monster?" gumam pelan Naofumi ketika melihat ke bawah dan melihat jejak kaki anjing atau kucing dengan ukuran yang tidak normal.
Felicia pun mendekat dan menyentuh jejak kakinya dan berkata, "Dari tingkat kepadatan tanah dan kedalaman jejaknya, aku bisa berkata, mungkin ini adalah Mamalia berkaki empat dari keluarga anjing atau serigala dan memiliki bobot sekitar 100 kg dan dari aromanya ini masih baru," gumam pelan Felicia.
"Itu artinya kita harus berhati-hati karena ada kemungkinan kita bisa bertemu dengan monster ini bukan?" tanggap Naofumi yang paham maksud Felicia.
"Yah begitulah," tanggap Felicia.
"A-apa kita bisa menang?" tanya Raphtalia?
"Entahlah, aku belum pernah melawan monster dengan bobot seberat ini sebelumnya, meskipun aku kuat tidak ada jaminan aku bisa menang tanpa terluka," ungkap Felicia.
"Kalau begitu kenapa tidak kembali saja?" tanya Raphtalia.
"Itu tidak bisa, kita sangat membutuhkan tambang di sini, uang hasil berburu monster kecil tidak terlalu banyak dan mungkin tidak akan cukup untuk bisa makan enak dan tidur yang layak, oleh karena itu apapun resikonya kita harus mendapatkan setidaknya satu dari bijih tambang yang ada di sini, setelah itu baru keluar," ungkap Naofumi.
"Kau benar, keuangan kita benar-benar tipis, tapi tempat ini akan sangat berbahaya bagi anak-anak seperti Raphtalia," ungkap Felicia.
"Kau pun juga anak-anak," tanggap Naofumi.
"Itu hanya tubuhku saja yang mengalami pertumbuhan yang lambat, umurku sudah 19 tahun tahu aku sudah cukup dewasa," tanggap Felicia yang tak suka dibilang anak-anak.
"Iya-iya dasar kau ini. Lagi pula ini karena biaya makan Raphtalia yang banyak sekali, aku tidak mengerti bagaimana anak kecil seperti dia bisa mengalami kelaparan berkali-kali," ucap Naofumi.
"Maaf," tanggap Raphtalia yang merasa menjadi beban.
"Haaah," Felicia pun langsung menghela nafas dan menggenggam tangan Raphtalia, "Tak apa, wajar bagi anak dalam masa pertumbuhan sepertimu untuk makan yang banyak," gumam pelan Felicia.
Mereka pun terus berjalan menelusuri lorong tambang, hingga akhirnya sampai di sebuah tempat yang dipenuhi ore-ore dari logam langka yang bersinar seperti kristal memberikan pemandangan indah pada lorong tambang yang sudah seperti goa rahasia itu.
"Cantik sekali," gumam lembut Felicia sambil melirik ke sana kemari, ia juga melihat ada jurang dengan air di dasarnya. Felicia tidak tahu sedalam apa airnya, tapi jarak air dari permukaan yang ia pijak cukup jauh, yang artinya meskipun itu air jika jatuh ke sana bukanlah berita bagus.
"Yah ini cantik, terlebih lagi jika dijual pasti akan mahal dan cukup untuk sekiranya biaya hidup kita selama sebulan!" seru Naofumi mulai semangat dan mengubah bentuk perisainya menjadi bentuk yang pinggirannya mirip palu tambang, perisai itu memberikan peningkatan kemampuan menambang beberapa poin, yang akan sangat berguna untuk menjaga kualitas Ore yang ditambang.
"Raphtalia kau bisa diam sambil memperhatikan sekitar dan Felicia kau adalah orang dengan kekuatan yang cukup besar, maka aku serahkan keamanan padamu," ucap Naofumi yang mulai menambang
Felicia hanya mengangguk sambil menggunakan ekolokasi yang sudah menjadi kemampuan ras vampire miliknya, dengan menggunakan pantulan suara dari benturan ore yang sedang ditambang oleh Naofumi, Felicia dapat mengetahui apa saja yang ada di sekitarnya, sehingga ia bisa bertindak lebih awal jika seandainya ada bahaya yang mendekat.
Setelah sekian lama Naofumi menambang, "Ah Akhirnya, lihat Raphtalia apa yang aku dapatkan...?" Nofumi bingung melihat Raphtalia yang tidak merespon dan nampak sedang ketakutan dengan tubuh gemetar dan nafas tidak beraturan, Raphtalia seperti sedang tak mampu bergerak.
Lalu Felicia melesat melewati Naofumi, melihat Felicia yang bergerak, Naofumi merasa ada yang tidak beres dan menatap ke arah belakang. Lalu terlihatlah sang monster anjing yang dari postur wajah mirip Doberman berkepala dua dengan tubuh sebesar banteng berdiri dengan empat kakinya menatap mereka dengan air liur yang menetes dan geraman yang bergema di seluruh lorong tambang.
__ADS_1
"Apa-apaan itu?" tanya kaget Naofumi.
Lalu Felicia yang sudah berada di hadapan Anjing besar berkepala dua itu menggerakkan sabit Nighmare Scyte miliknya untuk memenggal kepala monster itu, akan tetapi.
Kraup Kraaaak.
"Arrrrrrggh!!!!" Felicia langsung meringis kesakitan ketika tangannya digigit oleh kepala kanan si Anjing besar.
"Goaaaaarrrrrr!!!!!" si monster anjing mulai meraung keras membuat suara besar yang mengintimidasi dan membanting Felicia ke jurang karena ia merasa daging dan darah Felicia tidak enak.
"Felicia Nesama!!!" teriak kaget dan takut Raphtalia ketika melihat Felicia dibanting dengan mudahnya bahkan tangannya sampai robek dan patah.
"Raphtalia!" seru Naofumi yang dengan cepat menggendong Raphtalia dan membawanya lari melompat ke jurang karena itu satu-satunya cara agar mereka tidak tertangkap dan dimakan, karena lari ke arah lain tidak akan membuat mereka bisa selamat di sebabkan anjing biasa saja kecepatan larinya sudah di atas manusia dan ini anjing seukuran banteng.
Ketika mereka jatuh Naofumi dengan cepat mengubah bentuk perisainya menjadi tali dan menggunakan tali perisainya untuk terikat di salah satu batu dan menahan laju jatuh ia dan Raphtalia. Nampak Naofumi masih memeluk Raphtalia yang ketakutan sambil melihat ke sekitar sungai untuk menemukan tubuh Felicia yang terjatuh duluan, ia tahu Felicia bisa beregenerasi karena berasa dari ras vampire, jadi Naofumi berpikir Felicia masih hidup.
"Felicia dimana kau, keadaan ini sangat berbahaya," gumam pelan Naofumi yang mulai mencari ke sekeliling.
Hingga akhirnya ia melihat Felicia sedang tersangkut di bebatuan dalam keadaan penuh darah dan senjatanya juga hilang, Felicia juga nampak tidak sadarkan diri, "Ah syukurlah dia masih hidup, sekarang masalahnya adalah apakah aman bagi kami untuk pergi sekarang, apakah aku harus mencari cara melarikan diri, atau mencari cara untuk menghadapi dan membunuh monster itu agar tidak mengganggu lagi kedepannya?" gumam pelan Naofumi bertanya-tanya.
"Raphtalia, dari reaksimu, sepertinya kau mengenal monster itu?" tanya Naofumi.
"Em, sebelum aku menjadi budak, aku hanyalah anak kecil dari desa Demihuman, aku ayah dan ibuku hidup dengan damai, akan tetapi setelah gelombang bencana muncul. Orang-orang di desa diserang oleh ribuan monster, kami berlari ketakutan dan Monster tadi sangat mirip dengan monster yang memakan ayah dan ibuku," jelas Raphtalia.
"Begitu, pantas saja kau ketakutan, Raphtalia, saat ini Felicia sedang tidak sadarkan diri, jadi di kelompok kita hanya kau yang bisa menyerang, aku akan menahan monster itu kau yang membunuhnya dengan pedangmu," pinta Naofumi.
Setelah berada di permukaan. Naofumi pun langsung berlari dengan perisainya ke arah sang monster anjing.
"Goaaarrrr"
Trank
Nampak Naofumi berhasil menangkis gigitan dari kepala Anjing sebelah kiri. Namun karena anjing itu memiliki dua kepala kepala keduanya langsung mengigit bahu Naofumi sampai berdarah.
Kraup
"Argh!!" Naofumi meringis kesakitan ketika bahunya digigit.
"Naofumi-sama!" seru khawatir Raphtalia.
"Sekarang Raphtalia! Aku sudah menahannya serang dia secepatnya!" seru Naofumi!
"Ta-tapi..." Raphtalia ragu dan nampak tubuhnya kembali gemetar, sepertinya itu karena trauma masa lalunya.
"Dengarkan aku Raphtalia! Orang tuamu tidak akan kembali, mereka sudah mati. Errggh, Dan monster ini yang membunuhnya, J-jika kau menjadi kuat aku juga akan begitu. Kau harus membunuhnya agar tidak ada orang yang menjadi sepertimu, ini perintah!" seru Naofumi.
__ADS_1
Seketika Segel budak bereaksi dan memberikan rasa sakit pada Raphtalia karena tubuhnya yang melawan perintah Naofumi.
"Engggh aarrrngh!!!" Ringis Raphtalia yang mulai mencoba berdiri dan menggenggam erat pedangnya.
Melihat itu Naofumi mulai iba, "Sudahlah itu sudah cukup Raphtalia, pergilah, biar aku yang menahannya," ucap Naofumi
"Tapi bagaimana dengan tuan Naofumi?" tanya Raphtalia lagi.
"Tak apa, setidaknya kau harus selamat," tanggap Naofumi lagi yang terus menahan monster itu.
"Guaarrrrrrk!!!" Monster yang kesakitan langsung melepaskan gigitannya dari bahu Naofumi dan mengubah sasarannya dari Naofumi ke Raphtalia, oh iya alasan kenapa monster ini masih bisa hidup meskipun otaknya ditusuk dengan pedang, karena dia punya dua kepala jadi secara otomatis punya dua otak.
"Aaah!" Raphtalia terbanting dan tergelinding di bebatuan dan nampak si anjing yang mengubah targetnya kini mencoba menerkam Raphtalia yang sedang tak berdaya. Akan tetapi, sebuah perisai energi muncul melindungi Raphtalia dan itu berasal dari skill Naofumi sang pahlawan perisai.
Dan tak menunggu lama si anjing berkepala dua tiba-tiba mati dengan sebuah tombak darah yang menancap di kepala yang satunya lagi, dan setelah di telusuri, terlihat Felicia yang baru sadar dari pingsannya berjalan dalam keadaan pakaian yang penuh sobekan dan tidak membawa senjata, hal itu karena ia kehilangan senjatanya saat ia jatuh ke jurang dan tak sadarkan diri.
"Apa kalian baik-baik saja?" tanya Felicia, "Apa aku terlambat? Maaf yah," ucap Felicia lagi.
Naofumi, yang masih sedikit terengah-engah karena luka di bahunya, tersenyum lega melihat Raphtalia selamat dan Felicia yang telah bangun. Dia berusaha bangkit dari tempatnya yang terduduk, menggunakan perisainya sebagai tongkat untuk menopang tubuhnya.
"Aku dan Raphtalia baik-baik saja," ucap Naofumi sambil menghela nafas lega, "Terima kasih, Felicia, kamu datang tepat waktu."
Felicia tersenyum lembut. "Tidak ada yang perlu diucapkan terima kasih, Naofumi. Aku adalah bagian dari kelompokmu, tentu saja aku akan datang untuk membantu jika ada masalah. Aku juga lega melihat Raphtalia selamat."
Raphtalia masih terdiam, tetapi matanya memancarkan ekspresi campuran antara ketakutan dan kelegaan. Dia merasa terharu bahwa Naofumi dan Felicia datang untuk menyelamatkannya, dan pada saat yang sama, rasa bersalah tumbuh di dalam hatinya karena telah membahayakan mereka.
"Maafkan aku," ucap Raphtalia dengan suara bergetar, "Aku tidak bisa mengendalikan ketakutanku."
Naofumi mendekatinya dan meletakkan tangannya di atas kepala Raphtalia dengan lembut. "Tidak perlu meminta maaf, Raphtalia. Kita semua menghadapi ketakutan kita sendiri. Yang penting, kamu melawan ketakutanmu dan melindungi dirimu sendiri. Aku bangga padamu."
Felicia juga mendekat dan tersenyum penuh pengertian. "Raphtalia, jangan terlalu keras pada dirimu sendiri. Kamu sudah menunjukkan keberanian yang luar biasa. Kita semua saling melindungi di sini."
Raphtalia menangis kecil, tetapi kali ini itu adalah tangis kelegaan dan pelepasan emosi. Dia merasa didukung oleh kedua temannya dan merasa bahwa mereka adalah keluarga yang sesungguhnya baginya.
Mereka pun akhirnya memutuskan untuk meninggalkan tempat itu dan mencari tempat yang lebih aman untuk beristirahat dan menyembuhkan luka mereka. Selama perjalanan, Naofumi, Raphtalia, dan Felicia saling membantu dan menguatkan satu sama lain, memperkuat ikatan persahabatan mereka yang semakin kuat setelah menghadapi bahaya bersama.
Kelanjutan cerita mereka diwarnai dengan petualangan baru, tantangan, dan juga kebersamaan yang tumbuh di antara mereka. Bersama-sama, mereka menghadapi segala rintangan dengan semangat dan keberanian, menunjukkan bahwa kekuatan sejati tidak hanya terletak pada keahlian bertempur, tetapi juga pada kekuatan persahabatan dan kesatuan hati.
Setelah menjual hasil tambang yang mereka dapatkan, Naofumi, Raphtalia, dan Felicia menggunakan uang tersebut untuk membeli baju baru untuk Felicia. Meskipun baju tersebut murah, mereka tetap senang karena Felicia kembali memiliki pakaian yang layak setelah kehilangan pakaian lamanya dalam pertempuran.
Untuk merayakan kemenangan dan keselamatan mereka, mereka memutuskan untuk makan malam di restoran desa Ryuto. Restoran tersebut terkenal dengan hidangan lezat dan suasana yang ramah. Ketika mereka tiba di restoran, mereka duduk di meja yang nyaman dan memesan makanan favorit mereka.
Saat mereka menikmati hidangan mereka, mereka berbagi cerita tentang petualangan mereka di tambang dan pertempuran melawan monster anjing berkepala dua. Mereka tertawa dan bersyukur atas keberhasilan mereka dan kekuatan yang mereka temukan dalam diri mereka sendiri.
Setelah makan malam selesai, mereka pulang ke penginapan mereka dengan perasaan puas dan bersemangat untuk petualangan berikutnya. Mereka tahu bahwa meskipun tantangan akan terus datang, mereka memiliki kekuatan dan kebersamaan yang akan membantu mereka menghadapinya.
__ADS_1
Dengan semangat yang tinggi, Naofumi, Raphtalia, dan Felicia bersiap untuk melanjutkan perjalanan mereka dan menghadapi apa pun yang menanti di depan. Mereka bersumpah untuk saling melindungi dan mendukung satu sama lain dalam setiap langkah perjalanan mereka.
Bersambung