
Sesampainya di toko senjata ibu kota Melromarck, Naofumi langsung masuk dan melihat pemilik toko yang merupakan pria botak kekar sedang berdiri santai, mendengar suara lonceng dari pintu tokonya si pedagang senjata itu pun mulai melihat siapa yang datang.
"Oh kau rupanya Anchan," ucapnya sambil tersenyum ke arah Naofumi.
"Yah, kami ingin membeli peralatan baru," tanggap Naofumi sambil menatap Felicia dan Raphtalia.
"Oh, ini budak kecil yang waktu itu yah, hem tak aku sangka kau sudah jadi seorang gadis," ucap si pria botak.
"Huh, meskipun tubuhnya besar, tapi dia masihlah anak-anak," tanggap Naofumi mengingat umur Raphtalia masihlah 10 tahun.
"Yah meski begitu setidaknya orang-orang akan menganggapnya gadis dewasa yang sudah legal, tidak seperti nona yang di sana," ucap sang pedagang senjata pada Felicia, karena seperti yang kita tahu meskipun Felicia berumur 19 tapi dari segi fisik ia malah terlihat seperti anak kelas 6 SD dari tinggi badan dan postur tubuh.
"Bercandamu bagus juga tapi, ingatlah tidak semua orang bisa mentoleransi kata-kata provokatif seperti itu," tanggap Felicia sembari melirik ke sekitar mencari senjata yang kemungkinan mirip dengan senjata lamanya meskipun kualitasnya mungkin akan jauh lebih lemah.
Sang pedagang senjata menanyakan tentang jenis peralatan yang mereka butuhkan dan batas maksimal dana yang mereka miliki. Ini membuka peluang untuk memperkenalkan senjata baru yang akan mereka beli. Dalam cerita, Anda dapat melanjutkan dengan dialog berikutnya:
"Untuk Raphtalia, saya pikir dia akan membutuhkan pedang yang lebih besar dan lebih kuat, mengingat pertumbuhan tubuhnya," jawab Naofumi.
"Sedangkan untuk Felicia, dia kehilangan senjatanya dalam suatu insiden, jadi kami perlu mencari pengganti yang cocok untuknya," tambahnya.
Sang pedagang senjata mengangguk mengerti. "Baiklah, saya akan menyarankan beberapa opsi senjata sesuai dengan kebutuhan dan dana yang Anda miliki. Berapa dana maksimal yang dapat Anda berikan?"
Naofumi berpikir sejenak sebelum menjawab, "Kami memiliki anggaran sekitar 500 silver coins untuk kedua senjata tersebut. Apakah Anda memiliki opsi yang sesuai dengan anggaran tersebut?"
Sang pedagang senjata tersenyum. "Tentu, saya akan memperlihatkan beberapa pilihan yang mungkin menarik bagi Anda. Mari kita lihat-lihat."
"Tunggu dulu. Naofumi-dono, aku senang kau mau membeli senjata dengan kualitas tinggi, tapi jika memberikan dana sebanyak itu, sisa uang kita hanya akan tertinggak 100 koin tembaga," tegur Felicia.
"Tenang saja, uang masih bisa dicari, tapi nyawa tidak, oleh sebab itu aku ingin kalian dapat senjata yang bagus agar bisa mendapatkan uang lebih cepat," tanggap Naofumi.
"Haaah kau benar, tapi sepertinya kau juga butuh baju pelindung baru, yah meskipun sebagai pahlawan perisai kau tak bisa memakai senjata lain selain perisai, kau masih bisa memakai Armor untuk menambah Defends," tanggap Felicia.
__ADS_1
"Hem itu benar," tambah Raphtalia.
"Eh, tapi jika dibagi lagi untuk jirahku kualitas senjata kalian akan menjadi lebih rendah," tanggap Naofumi.
"Naofumi-sama, anda adalah seorang Pahlawan Perisai, meskipun anda berkata anda tidak butuh jirah, tapi penampilan anda sangat tidak mencerminkan diri sebagai seorang pahlawan. Selain jubah hijaumu kau tidak punya ciri khas jika dibandingkan petualang lain!" tanggap Raphtalia.
"Itu benar, pahlawan harus tampil dengan gaya," ucap Felicia lagi.
Naofumi merenung sejenak setelah mendengar pendapat Felicia dan Raphtalia. Dia menyadari bahwa penampilannya sebagai Pahlawan Perisai mungkin terlihat kurang mengesankan dibandingkan dengan petualang lainnya. Meskipun dia lebih fokus pada pertahanan dan melindungi orang-orang, tetapi tampaknya mereka menganggap penting untuk memiliki ciri khas yang mencerminkan statusnya sebagai pahlawan.
"Baiklah, jika itu yang kalian inginkan," kata Naofumi akhirnya dengan setengah senyum. "Aku akan mencari jirah yang cocok untukku dan mempertimbangkan untuk membeli baju pelindung baru. Tetapi, aku tetap ingin kalian mendapatkan senjata dan perlengkapan yang lebih baik. Uang bisa kita cari lagi di masa depan."
Dengan tekad yang kuat, mereka melanjutkan perburuan senjata dan perlengkapan yang sesuai dengan kemampuan dan anggaran yang dimiliki. Naofumi berusaha memilih perisai baru yang memberikan perlindungan yang lebih baik, sementara Raphtalia mencari pedang yang sesuai dengan perubahannya yang besar. Felicia pun mencari senjata yang cocok dengan gaya bertarungnya.
Selama proses itu, mereka tidak hanya mencari senjata dan baju pelindung semata, tetapi juga mencari identitas dan penampilan yang mencerminkan peran mereka sebagai pahlawan dalam dunia ini.
"Baiklah nona, ini ada pedang yang sangat saya rekomendasikan, pedang ini adalah pedang baja, panjangnya kisaran 30 cm, bobot mencapai 10 kg, ini juga dilapisi atau dipoles dengan pelindung anti karat, harganyanya ada di 120 Silver," ucap si pedagang senjata.
"Paman apa paman menjual senjata dengan jenis Scythe?" tanya Felicia karena itu sudah menjadi senjata Ikoniknya yang membuatnya sangat sulit memakai senjata lain karena ia sudah begitu terbiasa memakai senjata itu untuk bertarung.
"Aku belum pernah membuatnya, karena tidak ada orang yang bisa atau mau memesan senjata itu, dan jika mau menunggu 3-5 hari aku bisa membuatnya secara khusus," tanggap pedagang botak itu.
"Benarkah, 3-5 hari huh, cukup lama juga, kalau begitu berikan aku pedang untuk sementara," ucap Felicia.
"Jadi kau tetap ingin dibuatkan sebuah Scythe?" tanya pedagang senjata.
"Ya karena aku sudah berlatih lama memakai senjata itu," tanggap Felicia.
"Baik, apa kau punya bahan-bahan khusus?" tanya si pedagang senjata.
"Tidak, pakai besi biasapun sudah cukup, selain itu kau bisa gunakan saja Material yang kami miliki untuk membuat armor khusus untuk Naofumi-dono," tanggap Felicia.
__ADS_1
"Wah-wah Anchan, kau benar-benar punya teman yang bisa diandalkan," ucap sang pedagang senjata.
"Huh terserahlah, ini uangnya dan material yang kami miliki, tolong buatkan jirah yang pas untukku dan jika ada sisanya gunakan untuk memperkuat senjata temanku ini," tanggap Naofumi.
"Siap Anchan!" seru sang pedagang senjata
"Baguslah, Feli apa kau sudah mengambil pedang yang sesuai denganmu untuk menjadi senjata sementara atau senjata kedua jika kau berada di wilayah yang tidak memungkinkan dalam menggunakan Sabit milikmu?" tanya Naofumi
"Ya aku akan menggunakan pedang pendek dan Belati besi untuk sementara," ungkap Felicia setelah mengambil apa yang ia butuhkan.
"Paman, berapa harganya?" tanya Naofumi.
"Itu ambil saja anggap saja sebagai hadiah karena mau menyerahkan material bagus seperti ini untukku," ungkap sang pedagang senjata.
Di luar toko.
"Raphtalia, bagaimana pedang milikmu?" tanya Naofumi.
"Hem ini cukup bagus, meskipun berat, tapi tidak mengherankan jika bahannya adalah baja murni yang berkualitas," ungkap pelan Raphtalia.
"Kau khawatir pada Mobilitasmu?" tanya Felicia pada Raphtalia.
"Yah, karena ini sedikit lebih berat dari senjata yang biasa aku gunakan, jadi aku harus lebih beradaptasi lagi," ungkap Raphtalia.
"Raphtalia, pedang ringan memang akan membuatmu bisa menebas dengan cepat, tapi damagenya sangat bergantung dengan ketajaman pedangnya, jika pedang ringan sudah mulai tumpul atau rusak ia jadi tidak berguna, tapi pedang yang berat akan tetap menyakitkan meskipun dia dalam keadaan tumpul, serta bobotnya yang berat menandakan kalau baja yang digunakan sangat padat dan menegaskan daya tahannya yang kuat, jadi itu sudah cukup bagus," tanggap Felicia memberitahukan kelebihan senjata Raphtalia yang baru.
"Lalu kau sendiri kenapa memilih Belati dan pedang pendek?" tanya Naofumi.
"Karena kakakku pernah bertarung dengan kombinasi pedang pendek dan Belati, jadi aku pikir aku bisa meniru gerakannya ketika bertarung denganku sebelumnya," jawab Felicia
Bersambung
__ADS_1