
Raisya Arcilla adalah seorang anak dari seorang pengusaha di kota B, ia hidup begitu bahagia bersama kedua orang tua dan juga adiknya.
Setiap pagi keluarga nya selalu melakukan sarapan bersama sebelum mereka melakukan aktivitas masing-masing.
"Selamat pagi pa, ma, dek" Sapa Raisya
"Selamat pagi sayang" balas kedua orang tua Raisya
"Selamat pagi kak" balas adik Raisya yang bernama Rayhan Arcello
"Karena semuanya udah kumpul, ayo kita mulai sarapannya" kata Papa Nizham
"Ok" sahut mereka serempak
Akhirnya mereka makan dengan hening tanpa ada suara selain suara sendok dan garpu. Setelah mereka selesai sarapan, akhirnya mereka melakukan aktivitasnya masing-masing, seperti saat ini Raisya sedang berada di dalam kelas nya karena sedang mengikuti jam pelajaran. Ya Raisya saat ini sedang berada di sekolahnya lebih tepatnya di kelasnya.
*tet tet tet* bel pulang berbunyi
"Ok anak-anak cukup sekian pelajaran dari Ibu kita lanjutkan minggu depan" kata sang Guru
"Baik bu" jawab semua murid kelas itu
Setelah Guru nya keluar kini para murid satu persatu meninggalkan kelas tersebut.
"Gue duluan ya" kata salah satu temannya Raisya
"Ok hati-hati ya" balasnya
Setalah semuanya meninggalkan kelas Raisya pun bergegas keluar kelasnya untuk pulang ke rumahnya.
__ADS_1
Di tengah perjalanan ojek online yang ia tumpang tidak sengaja hampir menabrak kucing.
*Deg* tiba-tiba Raisya merasakan dirasa buruk, entah firasat apa itu ia pun tak tau.
Setibanya dirumah, Ia melihat keadaan rumah nya banyak sekali orang. Karena penasaran, Raisya pun melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah. Saat Raisya masuk, Ia melihat banyak sekali koper disana.
"Ma ada apa ini? Kenapa banyak sekali koper?" Tanya Raisya kepada Mamamhnya
"Sebaiknya kamu kemasin dulu barang-barang kamu, nanti biar papa yang jelasin ke kamu" jawab Mama Aira dengan wajah menahan tangis.
Akhirnya Raisya pun pergi menuju kamarnya untuk mengemaskan barang-barangnya.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa harus berkemas segala?" pikir Raisya
Selesai Raisya mengemaskan barang-barang nya, Ia pun turun ke bawah dengan membawa koper yang berisi barang-barang nya. Setibanya di bawah ia melihat Mama dan Adik nya sedang duduk, dengan air mata yang mengalir di pipi mereka.
Bukannya menjawab pertanyaan Raisya, Mama Raisya malah bertanya kepadanya
"Hiks hiks apa kamu udah kelar membereskan barang-barang kamu?" tanya Mama Aira
"Udah ma" balasnya
"Mama kenapa nangis?" tanya Raisya
"Hiks mama juga hiks belum tau hiks kita tunggu papa hiks biar papa hiks menceritakannya hiks" jawab Mama Aira
"Hiks hiks mama jangan nangis, Raisya jadi ikutan nangis kan" kata Raisya
"Hiks iya sayang, ayo kita duduk menunggu papa" ajak Mama Aira
__ADS_1
"Hiks iya hiks ma" jawab Raisya
Akhirnya setelah sekian lama mereka menunggu, sang Papa Nizham pun datang.
"Akhirnya papa pulang juga" kata Mama Aira
"Papa sebenarnya ada apa, kenapa kita harus membereskan barang-barang kita?" tanya Raisya kepada papa
"Ayo kita duduk dulu, papa akan ceritakan" kata Papa Nizham
Akhirnya mereka berempat duduk
"Sebenarnya ada apa pa?" tanya Mama Aira
"Sekarang kita udah ga bisa tinggal di rumah ini lagi" kata Papa Nizham
"Loh emang kenapa pa kan ini rumah kita dari dulu" balas Raisya
"Iya pa kakak benar, ini kan rumah kita dari dulu" sahut Rayhan
"Iya kemarin ini emang rumah kita, tapi sekarang ini udah bukan rumah kita lagi" jawab Papa
"Maksudnya apa pa?" tanya Mama
"Sebenarnya apa yang terjadi pa?" sambung Mama
"Sebenarnya papa...."
Hai gaes mohon maaf apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, dan unsur lainnya dengan novel-novel sebelah. Mohon maaf juga apabila ada salah pengetikan atau pengucapan kata-kata. Sejujurnya ini adalah novel pertama yang aku tulis, karena sebelumnya memang belum pernah mencoba menulis novel. Semoga kalian menyukai nya.
__ADS_1