Qin Yue Mei

Qin Yue Mei
04


__ADS_3

Di sebuah kamar pada zaman yang berbeda, terlihat ada seseorang yang sedang berbaring di atas kasurnya.


Tiba-tiba ada sebuah cahaya yang begitu silau menyelimuti tubuh nya, sampai


"Ungh dimana aku?" Ia melihat sekitarnya penuh dengan ornamen² kayu dan hiasan² yang terkesan sangat kuno sekali. Apakah aku menjelajahi dimensi waktu?


"Putri anda sudah sadar?" ucap seorang gadis yang memakai pakaian kuno


"Putri? Siapa yang kau sebut sebagai Putri? Dan siapa kamu? Dimana aku?"


"Apa putri tidak ingat denganku pelayan setia putri, dan saat ini putri berada di tempat pengasingan."


"Tempat pengasingan?"


"Iya putri saat ini kita sedang berada di tempat pengasingan."


"Kenapa kita bisa berada disini? Dan siapa namaku?"


"Apakah pui lupa dengan nama putri? Apakah putri mengalami lupa ingatan"


"Ah iya sepertinya aku mengalami lupa ingatan, bisa kamu katakan siapa aku dan kenapa bisa kita berada di tempat ini?!"


"Nama putri adalah Qin Yue Mei putri bungsu dari Kaisar Qin. Putri diasingkan karena dituduh ingin mencoba mencelakai Putri Qin Fue Li. Putri juga dianggap sebagai putri pembawa sial, buruk rupa dan tidak berbakat."


"Qin Fue Li, siapa dia?"


"Putri Qin Fue Li adalah anak dari Selir Yi Mue."


"Auchhh" lenguhnya


Tiba-tiba dia merasa ada kepingan-kepingan ingatan yang masuk ke salah fikiran nya. Kepingan tentang yang sebenarnya terjadi kepada si pemilik tubuh.


Baiklah sekarang aku adalah Qin Yue Mei, dan aku akan membalaskan dendam dari pemilik tubuh ini.


Note \= Sekarang kita akan memanggil Raisya dengan Qin Yue mei


"Putri kenapa? Apakah ada yang sakit?"


"Aku tidak apa-apa. Sedari tadi kau hanya khawatir padaku sampai lupa memperkenalkan dirimu." memberi tatapan tajam kepada pelanyan tersebut Hingg sang pelayan merasa merinding.

__ADS_1


"Maafkan kelancangan Nubi putri. Nama saya Mi Yuri, nona bisa memanggil saya Yuri." ucap pelayan tersebut sambil menundukkan kepalanya.


"Panggil saja aku Mei, karena sepertinya kamu lebih tua dariku beberapa tahun, iya kan" senyum manis menghiasi wajah Qin Yue Mei.


"Maaf putri Nubi tidak berani."


"Baiklah jika kau tidak mau panggil nona saja."


"Tapi putri..."


"Ini perintah dariku jadi kau harus menurutinya dan aku tidak menerima penolakan!" jawaban yang tegas dengan nada bicara yang dingin serta tekanan yang kuat membuat pelayan tersebut hanya bisa menuruti permintaan tuan putrinya.


"Oh ya Yuri tadi kau bilang aku buruk rupa?"


"Maaf nona Nubi tidak berani."


"Tolong ambilkan kaca untukku."


"Ini nona kacanya." ucap pelayan Yuri sambil memberikan kaca kepada Qin Yue Mei.


"Oh My God Apakah ini wajahku?"


"Yuri tolong kau ambilkan aku air hangat di baskom, telur, dan kain kecil."


"Baik nona." pamit pelayan Yuri


Setelah cukup lama, Yuri kembali dengan membawa air di baskom, telur, dan kain kecil.


"Ini nona yang nona minta tadi."


"Ah iya Terima kasih Yuri."


"Sama-sama nona, kalau begitu saya pamit."


"Baiklah."


Setelah kepergian pelayan Yuri, kini Qin Yue Mei sedang berkutat dengan bahan² yang ia minta tadi untuk membuat masker wajah. Setelah masker wajah tersebut jadi, ia pun mengoleskan ke wajahnya dan mendiamkannya selama 20 menit.


Sudah 20 menit berlalu ia pun membilas wajahnya

__ADS_1


"Akhirnya wajahku sudah normal lagi. Bahkan kayanya lebih cantik dari sebelumnya."


Malam pun semakin larut setelah ia mengobati wajahnya dan mendapatkan hasil yang membuatnya merasa puas kini ia pun bergegas untuk tidur.


Pagi pun telah tiba.


"Nona bangun sudah pagi."


"Hoamm, udah pagi ya?"


"Iya nona sudah pagi. Ayo bangun nona, saya sudah menyiapkan air mandi untuk nona."


"Baiklah."


Ia pun berjalan menuju kamar mandi.


"Kau mau kemana?"


"Saya akan membantu nona membersihkan badan."


"Ah tidak perlu aku bisa sendiri."


"Baiklah nona."


Akhirnya Qin Yue Mei Membersihkan badannya sendiri, setelah selesai kini ia sedang berganti pakaian.


*tok tok tok* ketukan pintu


"Nona apakah nona sudah selesai?"


"Ya aku udah selesai."


"Apakah saya boleh masuk nona?"


"Ya masuklah Yuri."


Dan ketika pelayan Yuri masuk ke dalam, alangkah terkejutnya ia ketika...


Hai gaes mohon maaf apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, dan unsur lainnya dengan novel-novel sebelah. Mohon maaf juga apabila ada salah pengetikan atau pengucapan kata-kata. Sejujurnya ini adalah novel pertama yang aku tulis, karena sebelumnya memang belum pernah mencoba menulis novel. Semoga kalian menyukai nya.

__ADS_1


__ADS_2