
Dan ketika pelayan Yuri masuk ke dalam, alangkah terkejutnya ia ketika melihat wajah nona nya yang sungguh cantik seperti Dewi
"Nona, apakah benar ini kamu?" tanya Yuri dengan nada tak percaya tapi bahagia karena wajahnya sudah tak buruk seperti sebelumnya.
"Ya aku lah, emang nya kamu pikir siapa hah?"
"Maaf nona saya tidak bermaksud hanya saja wajah nona sungguh cantik seperti Dewi."
"Ya kau betul Yuri wajah jelek ku itu udah hilang dan digantikan dengan wajahku yang sekarang ini."
"Aku lapar apa kamu sudah menyiapkan makanan?"
"Ah ya nona saya sudah menyiapkannya"
"Baiklah ayo kita makan bersama." ajaknya
"Maaf nona saya tidak berani, saya hanya seorang pelayan."
"Aku tidak suka penolakan Yuri!" ucapnya dengan tegas.
"Ba baik lah nona" jawab Yuri dengan gugup.
Akhirnya dengan amat terpaksa pelayan Yuri ikut makan bersama dengan nona mudanya itu. Sungguh gadis yang dingin, arogan, dan keras kepala. Sangat berbeda dengan Nona Qin Yue Mei yang dulu sangat pendiam dan pemalu. batin pelayan Yuri.
Mereka pun telah menyelesaikan makan pagi dan kini sedang bersantai bersama.
"Oh ya Yuri kalau aku tidak salah dengar kemarin kamu bilang kalau aku pembawa sial dan tidak berbakat ya?"
"Tidak putri saya tidak berani."
"Ah bukan Yuri, maksudku bisakah kau ceritakan kenapa aku dianggap putri yang pembawa sial dan tak berbakat."
"Putri dianggap pembawa sial karena putri dituduh sebagai penyebab ibu putri yaitu Permaisuri meninggal padahal sebenarnya Permaisuri meninggal itu karena racun yang diberikan oleh Selir Yi Mue."
"Lalu kenapa aku dianggap tak berbakat?"
"Putri dianggap tak berbakat karena di setia pertunjukkan bakat yang diadakan oleh kerajaan putri tidak pernah menunjukkannya, dan Putri Qin Fue Li selalu berkata bahwa putri tak memiliki bakat apapun karena tak pernah menunjukkannya bakat putri." jelas pelayan Yuri.
"Ah seperti itu rupanya. Ohya Yuri berapa lama aku diasingkan?"
"Putri diasingkan selama 3 tahun."
"What 3 tahun? Udah berapa lama kita berda disini?
"Maaf putri Wha What, kalau boleh tau apa itu what putri?" tanya Yuri karena bingung dengan kata yang diucapkan nonanya.
__ADS_1
"What itu sama aja kaya Apa Yuri."
"Ah begitu nona, kita berada disini sudah 2 tahun nona."
"Berarti masih ada sisa waktu 1 tahun lagi ya?"
"Iya nona."
"Baiklah Yuri terima kasih sudah menceritakannya padaku."
"Sama-sama nona."
"Yuri aku ingin keluar sebentar."
"Nona ingin kemana?"
"Aku ingin keluar jalan-jalan melihat sekitar sini."
"Kalau begitu saya akan ikut dengan nona."
"Tidak perlu Yuri, kau tunggu saja disini aku hanya akan jalan-jalan disekitaran sini."
"Tapi nona." sebelum pelayan Yuri menyelesaikan ucapannya sudah dipotong terlebih dahulu oleh Qin Yue Mei.
"Baik lah putri. Berhati-hatilah."
"Ok Yuri aku akan pergi sekarang."
"Maaf nona ok itu apa?"
"Kebiasaan aku ini selalu mengatakan yang orang sini ga ngerti." batin Qin Yue Mei
"Ok itu sama kaya Ya/Baiklah/Yasudah Yuri. Apakah kau mengerti?"
"Mengerti nona."
"Ok kalau begitu aku pergi duli."
"O ok nona."
Akhirnya Qin Yue Mei keluar dan ia memutuskan untuk jalan-jalan disekitar daerah itu.
Sudah berjam-jam ia keluar dengan arah tak jelas hingga ia tak tau bahwa sekarang ia sudah berada di hutan kematian.
"Uhhh capeknya." keluhnya
__ADS_1
Saat ia sedang beristirahat sejenak ia mendengar suara.
*GOARRR* suara auman.
"Seperti suara auman Singa. Darimana suara itu berasal?"
Saat ia sedang menengok-nengok mencari asal suara tersebut tiba-tiba datang seekor Singa.
"GOARRR" Singa tersebut mengaum
"Hei manusia sedang apa kau disini?" tanya Singa tersebut.
"Kau bertanya padaku?"
"Emang nya siapa lagi manusia yang ada disini selain kamu?"
"Kau tidak melihat aku sedang apa disini?"
"Aku bertanya padamu kenapa kamu malah bertanya balik padaku?"
"Kamu kan liat sendiri aku sedang beristirahat disini kenapa masih bertanya."
"Ya aku tau kamu sedang beristirahat, maksudku apa tujuanmu kemari?"
"Aku cuma jalan-jalan aja, emang nya tidak boleh?"
"Kau berjalan-jalan sendirian ke dalam hutan ini?"
"Emang nya ini hutan ya?"
"Ya ini adalah hutan, HUTAN KEMATIAN." jelas sang Harimau
"Oh Hutan kematian."
"Apa kamu tidak takut berada disini?"
"Kenapa aku harus takut?"
"Emang nya kamu tidak tau tentang hutan kematian ini?"
"Tidak."
"Kau tau hutan kematian adalah..."
Hai gaes mohon maaf apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, dan unsur lainnya dengan novel-novel sebelah. Mohon maaf juga apabila ada salah pengetikan atau pengucapan kata-kata. Sejujurnya ini adalah novel pertama yang aku tulis, karena sebelumnya memang belum pernah mencoba menulis novel. Semoga kalian menyukai nya.
__ADS_1