
"Semuanya bernilai 10 perunggu." kata pria tua
"Ini ambil lah." kata Qin Yue Mei
"Baik, terima kasih nona." jawab si pria tua
Note \=
-100 Perunggu \= 1 Perak
-1000 Perak \= 1 Emas
-1juta Emas \= 1 Berlian
Akhirnya si pria tua pun pergi meninggalkan mereka.
"Lain kali kau jangan mencuri seperti ini." kata Qin Yue Mei
"Maaf nona aku hanya butuh makanan untuk adik ku yang sedang sakit." jawabnya
"Apa aku boleh melihat adikmu?" tanya Qin Yue Mei
"Baiklah nona mari ikuti saya." jawabnya
"Oh ya kalau boleh tau siapa namamu dan siapa nama adikmu?"
"Namaku An Jieru dan adikku bernama An Jingmi nona."
"Aku Yue Mei, panggil saja Mei."
"Baik nona Mei."
Mereka pun pergi meninggalkan pasar. Setelah berjalan beberapa meter dari pasar, kini mereka sampai pada sebuah gubuk.
"Ini adalah tempat tinggal ku dan adikku."
"Boleh antar aku melihat adikmu?" tanya Qin Yue Mei
"Baik, mari nona."
Mereka tiba disebuah kamar.
"Dia adalah adikku nona, setiap hari dia hanya bisa berbaring tanpa melakukan aktivitas apapun."
"Apa kau sudah membawa nya ke tabib?"
"Sudah nona dan tabib bilang penyakit adikku sangat parah dan aku tidak boleh menemuinya karena katanya itu akan menular."
"Kalau kau tau penyakitnya menular kenapa sekarang kau malah tinggal dengan adimu?"
"Awalnya aku percaya dengan ucapan tabib itu sehingga aku tidak menemuinya dalam waktu yang cukup lama, tapi mau tidak mau sekarang aku harus bersamanya karena kami diusir dari rumah oleh bibi kami."
"Emang nya orang tua kalian kemana?"
"Ibu meninggal di saat melahirkan adikku, dan Ayah meninggal ketika adikku berusia 7 tahun."
"Apa saat ini kalian hanya tinggal berdua?"
"Ya saat ini kami hanya tinggal berdua."
"Baiklah. Apa aku boleh mengecek keadaannya?"
"Silahkan nona."
Qin Yue Mei pun masuk dan mendekati An Jingmi. Saat ia merasa denyut nadinya ia merasakan ada racun yang mengalir di dalam tubuh An Jingmi
"Ada racun di dalam tubuh adikmu."
"Ap...Apa...Apa nona yakin?"
"Ya aku yakin, apa tabib yang pernah memeriksanya tidak memberitahu?"
"Tidak nona tabib hanya mengatakan adikku sakit parah."
"Baiklah aku akan mengobati adikmu."
"Apa adikku bisa disembuhkan?"
"Apa kau tidak yakin padaku?"
"Tidak, bukan seperti itu."
__ADS_1
"Kau tenang saja, aku akan berusaha agar adikmu bisa disembuhkan. Apa aku boleh meminta sebuah wadah untuk membuat obat?"
"Akan aku ambilkan nona."
"Ini wadahnya nona."
"Ah terima kasih. Apakah kau bisa menunggu di luar, aku butuh sendirian agar fokus."
"Baik aku akan menunggu di luar."
Setelah An Jieru pergi, Qin Yue Mei pun langsung melakukan pengobatannya dengan membuat obat untuk mengeluarkan racunnya.
Fyi, Qin Yue Mei memiliki beberapa tanaman herbal di dalam cincin dimensinya.
Setelah beberapa menit dia berhasil membuat obat, ia mengangkat sedikit tubuh An Jingmi dan langsung masukkan obatnya ke dalam mulut An Jingmi. Setelah obat tersebut berhasil di minum oleh An Jingmi, ia pun membaringkan kembali tubuh An Jingmi dan membiarkannya beberapa saat untuk melihat reaksi obat tersebut.
Setelah menunggu sekitar 20 menit akhirnya obat itu bereaksi dengan keluarnya darah hitam dari mulut An Jingmi.
"Akhirnya percobaan ku berhasil juga."
*uhuk uhuk uhuk*
"Ini minumlah dulu."
An Jingmi menerima gelas yang berisi air tersebut dan langsung meminumnya.
"Apa kau meresa lebih baik?"
"Iya aku merasa tubuhku lebih baik dari sebelumnya."
"Baguslah kalau begitu itu artinya aku telah berhasil mengeluarkan racun di tubuhmu itu."
"Terima kasih nona sudah menyembuhkanku."
"Ya."
Qin Yue Mei pun melangkah keluar untuk memberitahu An Jieru tentang kondisi adinya.
"Apa kau ingin melihat adikmu?"
"Apa adikku sudah sembuh?"
"Lihatlah sendiri."
"Mi'er kau sudah sadar?" tanyanya dengan mata berkaca-kaca
"Gege."
"Gege senang kau sudah sadar, bagaimana kondisimu sekarang, apa sudah lebih baik?"
"Ya gege aku juga sangat senang bisa bertemu gege lagi, dan aku juga sudah lebih baik dari sebelumnya."
"Oh ya ge siapa yang menobatiku?"
"Dia tadi yang menolong gege ketika gege mencari makan untukmu namanya nona Yue Mei."
"Apa dia seorang tabib? Apa gege bisa membayarnya?"
"Aku bukan seorang tabib, aku hanya mencoba membantu kalian, dan kalian tidak perlu membayarku." jawab Qin Yue Mei
"Terima kasih nona kau telah membantuku menyembuhkan adikku, aku akan membayarnya, berapa yang kau minta?"
"Aku sudah bilang kau tidak usah membayarku!"
"Tapi nona aku telah berhutang padamu."
"Apa kau bisa beladiri?"
"Aku bisa nona."
"Ya gegeku bisa nona karena dia dulu adalah seorang prajurit."
"Baiklah kalau begitu apa kau mau jadi pengawal pribadiku?"
"Jika aku menjadi pengawalmu bagaimana dengan adikku?"
"Gege aku tidak apa-apa aku sudah sehat, gege mau jadi pengawalmu nona."
"Tapi mi'er..."
"Kau tenang saja, kau bisa mengajak adikmu untuk tinggal bersama, kau menjadi pengawalku dan adikmu bisa membantu Yuri. Apa kalian mau?"
__ADS_1
"Tapi nona..."
"Kalau kalian mau, silahkan berkemas dan ikut denganku sekarang."
"Baik nona kami akan berkemas dan ikut denganmu."
"Baiklah aku tunggu di luar."
Qin Yue Mei pun melangkah keluar meninggalkan kakak-beradik tersebut.
"Apa sudah selesai nona?" tanya Yuri yang sedari tadi menunggu di luar
"Ya."
"Kalau begitu mari kita kembali ke gubuk nona."
"Tunggulah dulu Yuri."
Tak berselang lama An Jieru dan adiknya pun datang.
"Apa kalian sudah selesai?"
"Sudah nona."
"Baiklah ayo kita berangkat."
Akhirnya mereka pun berangkat meninggalkan gubug tempat tinggal An bersaudara. Setelah cukup jauh mereka melangkah kita mereka telah tiba di gubug pengasingannya Qin Yue Mei.
"Maaf nona kenapa kita kesaini ya?" tanya An Jingmi
"Ini adalah tempat tinggalku untuk sementara."
"Kenapa nona tinggal disini?"
"Aku adalah seorang putri yang sedang diasingkan. Apa kalian ragu untuk ikut bersamaku?"
"Ah tidak nona kami akan ikut dengan nona." jawab An Jieru
"Bagus, ayo kita masuk."
Mereka pun masuk ke dalam. Hari pun semakin gelap, kini mereka sedang makan malam bersama.
"Mari makan bersama."
"Baik nona." Yuri
"Kenapa kalian berdua masih berdiri, ayo duduk."
"Tidak nona kami akan makan nanti saja setelah nona makan."
"Aku tidak suka penolakan!" ucap tegas Qin Yue Mei
"Baiklah nona."
Akhirnya mereka duduk dan makan bersama. Setelah selesai makan, Qin Yue Mei kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
"Selamat malam semuanya, selamat beristirahat." Qin Yue Mei
"Selamat malam nona." ucap mereka bertiga serempak
Malam telah berlalu beganti pagi, sudah 3 hari Qin Yue Mei berada di gubugnya dan ia pun merasa bosan.
Saat ini Qin Yue Mei sedang istirahat setelah olahraga pagi seperti biasanya.
"Bosan juga, apa aku ke hutan saja untuk menghilangkan kebosananku sekalian untuk berlatih, sudah lama juga aku tidak kesana."
"Ah benar aku harus ke hutan untuk berlatih."
Qin Yue Mei pun pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian, setelah selesau berganti pakaian ia keluar.
"Maaf nona kau ingin kemana?" tanya An Jieru
"Aku akan ke hutan."
"Apa Hutan nona? Di hutan sangat berbahaya nona, bagaimana kalau nona kenapa-napa?" tanya An Jingmi
"Kalian tenang saja aku akan baik-baik saja."
"Kalau begitu biarkan aku ikut denganmu nona." kata An Jieru
"Tidak perlu, kau disini saja jaga An Jingmi dan Yuri."
__ADS_1
Hai gaes mohon maaf apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, dan unsur lainnya dengan novel-novel sebelah. Mohon maaf juga apabila ada salah pengetikan atau pengucapan kata-kata. Sejujurnya ini adalah novel pertama yang aku tulis, karena sebelumnya memang belum pernah mencoba menulis novel. Semoga kalian menyukai nya.