Qin Yue Mei

Qin Yue Mei
11


__ADS_3

Qin Yue Mei telah tiba di depan gua, ia langsung masuk ke dalam untuk mengolah kelinci tersebut.


Selama perjalanan menuju gua tadi ia juga mengumpulkan beberapa ranting kayu untuk dibakar.


Saat sudah di dalam gue ia langsung mematikan kelinci, membersihkan, memotongnya. Setelah memotongnya, ia mengumpulkan ranting kayu tadi di satu tempat lalu membakarnya. Ia menyisakan beberapa ranting kayu yang bisa ia gunakan untuk menusuk potongan daging kelinci tersebut lalu daging tersebut ia panggang.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya daging-daging tersebut sudah selesai dipanggang, Qin Yue Mei pun langsung0 memakannya.


Tak terasa malam pun semakin larut, Qin Yue Mei pun memutuskan untuk beristirahat.


"Aku sudah kenyang, sekarang waktunya aku istirahat."


Akhirnya Qin Yue Mei pun terlelap.


Pagi pun telah datang kini Qin Yue Mei sedang bersiap untuk berjalan-jalan ke pasar.


"Aku bosan ada di gua terus, bagaimana kalau aku jalan-jalan ke pasar saja?" tanyanya sendiri


"Ah iya benar aku akan berkeliling pasar saja dari pada bosan." katanya


Qin Yue Mei pun keluar dari gua dan langsung berangkat menuju pasar. Setelah sampai di pasar Qin Yue Mei pun langsung berkeliling melihat-lihat pasar, tak hanya berkeliling ia juga membeli beberapa manisan yang menurutnya menggugah selera.


"Paman aku mau manisannya 2 tusuk."


"Ini manisannya."


"Berapa harganya paman?"


"5 perunggu."


"Ini paman."


"Terima kasih nona."


"Sama-sama paman."


Setelah membeli manisan tersebut Qin Yue Mei melanjutkan kembali acara berkeliling pasarnya. Saat ia sedang asik berkeliling tiba-tiba terdengar suara ...


*krucuk krucuk krucuk*


"Ah cacing di perutku sudah konser, lebih baik aku mencari restoran untuk makan."

__ADS_1


Ternyata suara tersebut berasal dari suara perutnya Qin Yue Mei yang saat ini minta diisi. Kini Qin Yue Mei sudah sampai di depan sebuah restoran. Saat ia masuk ke dalam, restoran itu sangat ramai.


"Apa yang bisa saya bantu nona?" tanya seorang pelayan yang baru saja menghampiri Qin Yue Mei


"Aku ingin memesan roti isi daging dan segelas air putih." ucap Qin Yue Mei, pelayan itu pun pergi untuk mengambil pesanan Qin Yue Mei


Sambil menunggu pesanannya datang dia mencari tempat duduk kosong. Setelah menemukan tempat duduk kosong, Qin Yue Mei pun duduk dan menunggu pesanannya datang.


Tak lama setelah itu pesanan Qin Yue Mei datang, dia menyantapnya dengan perasaan tenang.


Setelah menyelesaikan sarapannya Qin Yue Mei langsung membayar.


"Berapa harga semua yang saya makan?" tanya Qin Yue Mei kepada pelayan


"Semuanya seharga tiga koin perak nona." jawab pelayan tersebut


"Ini ambil lah." seru Qin Yue Mei


"Terima kasih nona." ucap si pelayan


"Sama-sama." jawab Qin Yue Mei. Setelah itu Qin Yue Mei memutuskan untuk kembali ke hutan karena hari sudah mulai siang.


Saat Qin Yue Mei sudah tiba di hutan, ia di hadang oleh beberapa orang bandit.


"Hei nona cantik mau ngapain kau ke hutan ini udah gitu sendirian lagi?" tanya seseorang kembali yang ternyata pemimpin dari kelompok bandit


"Saya hanya sedang berjalan-jalan saja." jawab Qin Yue Mei


"Daripada kau berjalan-jalan sendiri di hutan lebih baik kau menemani kami saja. Hahahha. Bolehkan Bos?" kata seorang bandit lainnya dan bertanya kepada bos merek


"Hahah betul itu lebih baik kau temani kami saja." sahut bandit yang lainnya


"Menemani kalian?" tanya Qin Yue Mei


"Ya benar daripada kau sendirian di hutan ini lebih baik kau temani kami saja. Hahaha." jawab pemimpin bandit tersebut


"Lebih baik saya sendirian di hutan daripada menemani kalian." jawab Qin Yue Mei hendak melanjutkan perjalanannya


"Ayo lah nona manis mending sama kami saja di sini kita bersenang-senang." kata seorang bandit yang mencoba menahan Qin Yue Mei agar tidak pergi


"Tolong kau menyingkir saya ingin lewat." kata Qin Yue Mei

__ADS_1


"Kau tidak diijinkan untuk pergi. Kalau kau ingin pergi kau harus melayani kami terlebih dahulu!" jawab pemimpin bandit


"Kalian ingin ku layani seperti apa?" tanya Qin Yue Mei melangkah maju secara perlahan mendekat kearah pemimpin bandit tersebut dengan senyum menghias di wajahnya.


Tiba-tiba saja hawa disekitar berubah.


"Kau mau ngapain?" tanya seorang bandit


"Bukankah tadi kalian minta aku melayani kalian. Jadi nikmatilah pelayanan dariku" jawab Qin Yue Mei


"aaarrrggghhh" teriak salah satu bandit sebelum pingsan


"Si*lan kenapa kau malah mencelakai anak buahku hingga pingsan." tanya pemimpin bandit dengan emosi


"Bukankah kalian meminta untuk aku layani, ya inilah pelayanan dariku." jawab Qin Yue Mei


"Si*lan kau! Cepat kalian serang dia jangan diam aja!" teriak pemimpin bandit kepada anak buahnya


*trang tran trang*


Bunyi dentingan senjata terdengar di dalam hutan. Perkelahian antara Qin Yue Mei dengan kelompok bandit terus berlanjut terlihat banyak kelompok bandit yang berjatuhan dari yang tadi nya berjumlah sepuluh orang kini hanya menyisakan empat termasuk pemimpin mereka dan rekan mereka yang pingsan tadi yang sekarang sudah sadar.


"Sekarang kalian hanya tinggal bertiga, apa kau masih ingin melanjutkan pertempuran ini pemimpin?" tanya Qin Yue Mei


"Si*lan aku tidak akan berhenti sebelum menghabisimu!" seru pemimpin bandit


"Meskipun kita hanya bertiga. Ayo kita habisi dia jangan biarkan dia lolos." ucap pemimpin bandit kepada anak buahnya


*trang trang trang* *bug bug bug*


Pertempuran terus berlanjut hingga menyisaka satu orang saja yaitu pemimpin bandit tersebut.


"Bagaimana apa kau masih ingin ku layani PEMIMPIN?" tanya Qin Yue Mei dengan sebuah senyum seringai


"Si*lan b*jingan cantik seperti kau tidak cocok berkelahi lebih baik kau pulang saja atau kau mau aku jual ke rumah bordil sepertinya kau akan laris-manis jika ku jual ke sana. Hahaha." kata pemimpin bandit


"Sutttt kau berisik sekali." kata Qin Yue Mei


*cressssssshhhh*


Tiba-tiba ....

__ADS_1


Hai gaes mohon maaf apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, dan unsur lainnya dengan novel-novel sebelah. Mohon maaf juga apabila ada salah pengetikan atau pengucapan kata-kata. Sejujurnya ini adalah novel pertama yang aku tulis, karena sebelumnya memang belum pernah mencoba menulis novel. Semoga kalian menyukai nya.


__ADS_2