
Matahari mulai menampakkan sinarnya, terlihat seorang gadis tengah berlari memutari halaman belakang tempat pengasingannya. Gadis itu sudah ada di sana dari sebelum matahari muncul.
"Hah hah hah...Sungguh lemah sekali tubuh ini baru berkeliling sepuluh kali saja rasanya sudah seperti ingin mati, padahal aku sudah sering olahraga seperti ini." akhirnya aku memutuskan untuk bersandar di sebuah pohon yang cukup rindang untuk beristirahat sejenak.
Kehidupan di sini sangat jauh berbeda dengan kehidupanku dulu. Yang terkuatlah yang akan dihargai sama seperti hukum rimba.
"Ya aku masih terlalu lemah, aku harus menjadi kuat secepatnya, agar nanti bisa melindungi orang-orang yang ku sayang."
Akhirnya aku memutuskan untuk berlari lagi sebanyak sepuluh kali, selain itu aku juga berlatih keseimbangan dan kelincahan berbekal dari pengalamanku di masa lalu.
Matahari sudah semakin menampakkan sinarnya pertanda hari sudah semakin siang, aku pun memutuskan untuk menyudahi latihan hari ini dan kembali ke dalam kamar untuk mandi.
"Selamat siang nona, makanan sudah siap." sapa Yuri padaku ketika bertemu di pintu belakang
"Siang Yuri aku akan mandi terlebih dahulu sebelum makan."
"Baik nona aku akan menyiapkan air untukmu mandi."
"Hmm. Oh ya dimana Jingmi?"
"Dia ada di dapur sedang menata makanan nona."
"Ok."
"Nona airnya sudah siap. Saya permisi kembali ke dapur."
"Ya."
Setelah itu aku memutuskan untuk segera mandi karena badan ku rasanya sangat lengket semua karena keringat yang aku keluarkan hari ini cukup banyak.
Beberapa menit kemudian aku pun menyudahi aktivitas mandi ku dan berganti pakaian serta merapihkan rambutku, aku mencoba tidak menghias wajahku ketika tidak keluar.
Setelah selesai berganti pakaian dan merapikan rambut, aku langsung pergi ke tempat makan, ketika aku sampai disana sudah ada Yuri dan An bersaudara menungguku.
"Ayo kita makan." kataku
__ADS_1
"Ayo." jawab mereka
Kami pun makan bersama seperti biasa nya. Setelah selesai makan kami berkumpul di halaman belakang sambil meminum teh dan berbincang-bincang.
"Besok aku akan ke hutan untuk melakukan latihan tertutup."
"Berapa lama nona akan pergi?" tanya Yuri
"Mungkin sebelum pihak kerajaan menjemputku aku baru akan kembali."
"Kenapa lama sekali nona?" tanya Jingmi
"Aku ingin menjadi lebih kuat sebelum kembali kekerajaan."
"Biarkan aku ikut denganmu untuk menjagamu." kata Jieru
"Tidak perlu Jieru Gege, kau disini saja dengan Yuri Jiejie dan juga Jingmi."
"Ge...gege... Kau memanggilku gege?" tanya Jieru
"Ah iya karena umur kalian berdua lebih tua dariku, aku rasa memanggil kalian berdua dengan nama tidaklah sopan, jadi mulai sekarang aku akan memanggil kalian berdua dengan panggilan gege dan jiejie."
"Aku juga minta maaf kepada jiejie karena sebelumnya aku hanya memanggil namamu saja."
"Ah ti...tidak apa-apa nona." jawab Yuri dengan gugup
"Kita ini keluarga jadi tidak perlu sungkan."
"Baik nona." jawab mereka serempak
"Baiklah karena hari sudah mulai gelap sebaiknya kita kembali ke dalam untuk beristirahat."
"Baik nona."
Akhirnya mereka pun kembali ke dalam dan menuju kamar masing-masing.
__ADS_1
Note: Tempat Qin Yue Mei diasingkan memiliki ruang tamu, dapur+ruang makan, kamar mandi, dan 3 kamar tidur (kamar tidur Qin Yue Mei, kamar tidur Yuri dan Jingmi, dan kamar tidur Jieru).
Saat semua orang sudah masuk ke dalam kamarnya masing-masing dan mulai terlelap, Qin Yue Mei sedang bersiap-siap untuk menuju hutan. Dia akan berangkat ke hutan malam ini juga.
Setelah selesai bersiap dengan pakaian serba hitam dan cadar hitamnya, ia langsung bergegas keluar melalui jendela kamarnya. Sebelum keluar ia sempat menulis surat terlebih dahulu agar yang lain tak kebingungan mencarinya.
Kini ia sudah sampai di hutan tepatnya di gua yang akan menjadi tempatnya untuk melakukan latihan tertutup.
"Aku akan tidur sebentar sebelum melakukan latihan agar badanku tetap segar."
Qin Yue Mei pun akhirnya tertidur di dalam gua tersebut.
Matahari mulai nampak, dan terlihat di dalam gua ada seorang gadis yang sedang duduk sila dengan mata terpejamnya, dia adalah Qin Yue Mei yang saat ini sedang bermeditasi untuk berkultivasi.
Kini matahari sudah bergelincir ke arah yang berlawanan, itu menunjukkan waktu telah berganti menjadi malam hari namun gadi tersebut masih belum membuka mata nya.
Hari berganti hari tak terasa sudah 3 hari Qin Yue Mein melakukan kultivasi dan dia juga belum membuka matanya.
Saat matahari sudah terbenam Qin Yue Mei mulai membuka matanya.
"Sekarang aku berada di tingkat petarung junior level 3, ini masih sangat lemah, lebih baik aku lanjutkan nanti saja. Selain melatih kultivasi, aku harus melatih kemampuan yang lainnya juga."
"Aku harus keluar untuk mencari makanan."
Qin Yue Mei pun menyudahi kultivasinya dan menuju sebuah kolam yang ada didalam gua untuk membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian, ia pun keluar dari gua tersebut untuk mencari makanan.
"Ternyata aku keluar ketika hari sudah malam. Semoga saja ada hewan liar yang bisa kumakan."
Saat iya sedang berjalan-jalan mengelilingi hutan, ia menemukan seekor kelinci.
"Ah ada kelinci, aku akan menjadikannya sebagai makananku."
Qin Yue Mei menagkap kelinci itu lalu membawanya kembali ke gua karena hari semakin gelap.
Hai gaes mohon maaf apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, dan unsur lainnya dengan novel-novel sebelah. Mohon maaf juga apabila ada salah pengetikan atau pengucapan kata-kata. Sejujurnya ini adalah novel pertama yang aku tulis, karena sebelumnya memang belum pernah mencoba menulis novel. Semoga kalian menyukai nya.
__ADS_1