Qobiltu

Qobiltu
Perjodohan


__ADS_3

" Kamu masih ingat bukan? Kita dulu sepakat untuk menjodohkan anak anak kita saat mereka dewasa " tanya Asih


" Iya Sih, tapi apakah mereka mau menerima perjodohan ini ? Setelah keadaan Bella saat ini, apakah masih pantas Bela untuk Reyhan ? " ucap Rini


" Kita belum mencobanya, anakku Reyhan pasti mau menuruti permintaanku " ucap Asih


" Tapi Sih, Bella...." ucap Rini menggantung ucapannya


" Apa kamu tak malu memiliki menantu seperti Bella Sih ? Apa nanti Reyhan bisa menerima Bella sebagai isterinya? Aku takut Sih " ucap Rini cemas


" Sama sekali tidak Rin, jangan bilang begitu. Bella anak yang baik, aku turut prihatin Bella berubah pendiam saat ini. Semoga dengan perjodohan ini membuat Bella kembali ceria dan tersenyum seperti dulu " ucap Asih


" Apa Bella mau menerima perjodohan ini Sih ? sedangkan mereka berdua belum pernah sama sekali bertemu atau saling kenal. Mungkin Reyhan hanya mengenal Bella lewat ceritamu saja, tapi tidak dengan Bella " ucap Rini


" Kita coba saja dulu Rin " ucap Asih


" Demi kebaikan Bella juga " ucap Adih lagi


" Baiklah, tapi aku mohon jangan paksa Bella kalau dia tidak terima dengan perjodohan ini " ucap Rini


Asih mengangguk dan memeluk sahabat karibnya yang selama ini sudah dianggapnya seperti saudara sendiri.


.


.


" Rey, kamu mau kan memenuhi permintaan mama? " tanya Asih pada Reyhan sang anak


" Tentu saja ma, apapun asal mama bahagia akan Reyhan lakukan " ucap Reyhan


" Meskipun hatimu tidak mencintainya? " tanya Asih


Reyhan mengangguk mantab


" Ada Allah yang maha membolak balikkan hati ma " ucap Reyhan


" Insyaallah, Reyhan siap " ucap Reyhan


Asih tersenyum memeluk anak semata wayangnya


" Terima kasih " ucap Asih


" Tak perlu berterima kasih ma, sudah menjadi tugas Rey untuk membahagiakan mama " ucap Reyhan


" Mama yakin kamu akan bahagia hidup dengannya " ucap Asih


" Jika mama yang menjadi salah satu pintu surganya Rey saja sudah yakin akan itu tak ada alasan untuk Rey menolaknya " ucap Reyhan


Asih mengusap rambut kepala Reyhan


" Baiklah....besok kita ke rumah tante Rini. Kamu akan berkenalan dengan Bella, anaknya tante Rini " ucap Asih


" Secepat itu kah ? " batin Reyhan


" Apa kamu keberatan ? " tanya Asih


Reyhan menggelengkan kepalanya pelan


" Tentu tidak ma " ucap Reyhan

__ADS_1


" Niatan yang baik harus segera di realisasikan bukan ? " ucap Asih


" Ya " jawab Reyhan singkat


.


.


Keesokan paginya, saat hendak berangkat kerja dan bertemu dengan sang mama di ruang tamu, Reyhan tampak sedikit cemas. Kemarin dia sudah mengatakan iya untuk pergi ke rumah tante Rini , namun Reyhan melupakan satu hal kalau hari ini ada rapat penting di kantornya. Tak ada niatan sama sekali di hati Reyhan untuk menghindar dari pertemuan ini, tapi memang Reyhan benar benar melupakan jadwal rapatnya.


" Kamu kenapa Rey ? " tanya Asih


" Ma, Maaf, Rey minta maaf ma. Rey lupa pagi ini ada rapat di kantor " ucap Reyhan


" Hmmm...Ya ! tak apa Rey, kita ke sananya besok saja. Mama ngerti tanggung jawabmu di kantor dan itu lebih penting " ucap Asih


Asih tampak sedih, namun bagaimanapun dia harus mengerti karena Reyhan bekerja di tempat orang lain. Meskipun jabatannya sudah tinggi namun tidak bisa sesuka hati ijin tidak masuk kerja.


" Maaf ma tapi Rey benar benar lupa, bagaimana kalau nanti habis rapat saja kita ke sananya? " ucap Reyhan


" Reyhan akan ijin nanti untuk pulang cepat " ucap Reynan


" Kalau kamu masih banyak kerjaan, besok saja Rey " ucap Asih


" Tak apa ma, niat baik jangan terlalu lama di tunda. Kalau nuruti kerjaan tak ada habisnya " ucap Reyhan


Asih tersenyum melihat Reyhan yang selalu mengerti dan menuruti semua permintaannya.


" Ya udah, terserah kamu saja " ucap Asih


" Rey berangkat ke kantor dulu ya ma, do'ain Rey " ucap Reyhan sambil bersimpuh menjabat tangan sang mama


" Iya Nak, semoga kamu selalu dalam lindungan Allah Aamiin" ucap Asih mengelus rambut dan mencium ubun ubun sang anak tercinta


" Ya ma, Rey pamit. Assalamu'alaikum " ucap Reyhan


" Wa'alaikum salam " jawab Asih


.


.


Reyhan pulang dari kantor pukul 2 siang, mama Asih menyuruh Reyhan istirahat lebih dulu dan memutuskan untuk pergi ke rumah Rini usai sholat Ashar saja.


Saat sudah sampai di rumah Rini dan sedang duduk di ruang tamu


" Reyhan tumben sudah pulang kantor jam segini ? " tanya Rini


" Iya tante, sengaja " jawab Reyhan sambil tersenyum


" Aku yang minta Rin, biar deh sekali kali " ucap Asih


" Nunggu Reyhan libur kan tak masalah Sih " ucap Rini


" Tak apa Rin, niat baik itu jangan di tunda tunda. iya kan Rey ? " ucap Asih


Reyhan mengangguk sambil tersenyum ke arah dua orang sahabat karib itu


" Kamu niat banget ya jodohin mereka, semangat kayak mau perang aja " ucap Rini

__ADS_1


" iya donk ! " jawab Asih


Mereka kembali tertawa kecil menertawakan Asih yang penuh semangat 45 menjodohkan putranya dengan putri sahabat karibnya sendiri


" Bella di mana? " tanya Asih


" Tadi masih sholat ashar di musolla " jawab Rini


" Aku samperin ke sana aja ya " ucap Asih


Rini mengangguk sambil tersenyum melihat sahabatnya berlalu ke dalam rumahnya.


Asih sering datang berkunjung ke rumah Rini, mereka sudah terbiasa seperti saudara kandung dan menganggap rumah Rini seperti halnya rumah sendiri dan Rini merasa bahagia karena Asih sahabat satu satunya selalu ada buatnya.


" Reyhan, apa kamu menerima perjodohan ini ? " tanya Rini


" Iya tante " jawab Reyhan


" Alasan apa yang membuatmu mau menerimanya? " tanya Rini


" Semua Rey lakukan demi bakti Rey pada mama tante " jawab Reyhan


Rini tersenyum miris mendengar jawaban Reyhan.


" Kalaupun misalnya Bella yang di tanya, mungkin jawabannya akan sepertimu tadi " ucap Rini sedih


" Tapi sayangnya, Bella jarang sekali bicara sekarang " ucap Reyhan


Reyhan berusaha menjadi pendengar yang baik. Rini bercerita banyak hal tentang Bella saat ini yang lebih banyak diam sejak kepulangannya dari pondok. Sangat sedikit bicara dan hanya berbicara hanya pada orang orang yang membuat dia nyaman saja.


" Tante yang sabar " ucap Reyhan


Asih berjalan menggandeng seorang gadis belia berpakaian hitam yang berjalan dengan terus menunduk dari dalam rumah.


Hati Reyhan berdetak dag dig dug saat melihat ke arah sang mama, bukan sang mama lebih tepatnya gadis yang berjalan menunduk di sebelah sang mama.


" Apa dia Bella? " batin Reyhan


" Bella kecil dengan rambut ikalnya kini sudah berubah..." guman Reyhan


Asih duduk lebih dulu di sofa dan menepuk sofa di sebelahnya yang masih kosong untuk Bella


" Duduk sini Bel " ucap Asih


Bella menurut dan duduk dengan masih menundukkan kepalanya


" Rey ! " panggil Asih


Reyhan diam tak menjawab panggilan sang mama karena dia fokus pada gadis yang terus menunduk di samping sang mama hingga tak mendengar panggilan sang mama


" Rey ! kamu lihatinnya jangan gitu amat kenapa ?! " ucap Asih menggoda sang putra yang kedapatan sejak tadi memandang tak berkedip pada sang gadis


" Ya ma, Reyhan siap kok ! " ucap Reyhan


Wkwkwk.....


Siap malu Rey ?


Soalnya apa ?

__ADS_1


Jawabnya apa ?


" Perhiasan terbaik seorang wanita adalah Rasa Malunya " Fatimah binti Muhammad


__ADS_2