Qobiltu

Qobiltu
Berkas Nikah


__ADS_3

Usai makan Reyhan duduk bersama bunda Rini di ruang tengah, sementara Bella menyelesaikan pekerjaan rumahnya lebih dulu. Sebelumnya Bunda sudah melarang Bella mengerjakan pekerjaan rumah lebih dulu untuk hari ini karena Reyhan mengajaknya ke KUA untuk mengurus berkas nikah namun Bella menolaknya dan berdalih akan menyelesaikannya dengan cepat.


" Bella memang terbiasa begitu Rey, dia tak mau keluar rumah sebelum rumah bersih " ucap Bunda


Reyhan mengangguk dan tersenyum


" Kenapa tak minta tolong ART saja bun? " ucap Reyhan


" Sejak Ayah Bella meninggal, kami sedikit kesulitan ekonomi dan kami tak bisa membayar jasa ART lagi. Sejak saat itu bunda dan Bella terbiasa bahu membahu mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. Sampai saat ekonomi kami kembali membaik, Bella menolak untuk mengambil jasa ART lagi " ucap Bunda


" Apa Bella tak keberatan bun melakukan pekerjaan yang seharusnya di kerjakan oleh ART? biasanya anak seusia Bella kan manja " ucap Reyhan


" Alhamdulillah, Bella sejak di pondok sudah terbiasa mandiri. Jadi tak ada sedikitpun keluhan darinya bahkan dia seperti menikmati pekerjaan rumah tangga seperti itu " ucap Bunda


" Apa Bella tidak ingin kuliah bun? " tanya Reyhan


" Bunda sudah menyuruhnya namun jawabannya tetap tak mau kuliah. Nanti kamu coba tawari dia siapa tahu mau, nanti biar bunda yang bayar biaya kuliahnya " ucap Bunda


Bella terlihat membawa alat sapu dan alat pel melewati ruang tengah, dengan kaos panjang, celana trening serta jilbab instannya Bella terlihat seperti anak anak yang sedang bermain.


" Imut " batin Reyhan


" Bell, tak usah bersihin lantainya kenapa sih? Ini aja masih bersih. Kasihan Rey nungguin kamu dari tadi " ucap Bunda


Bella serba salah, diam dan menunduk


" Bentaran bun, hanya tinggal ini saja " ucap Bella


" Tapi Bell, Rey sudah ijin kerja untuk ngurus ini " ucap Bunda


" Tak apa bun, Rey akan nunggu kok " ucap Reyhan


" Tu, kak Rey aja tak keberatan bun " ucap Bella


" Terserah, bunda mau siap siap ke rumah makan " ucap Bunda sambil berdiri


" Rey, bunda tinggal dulu ya " ucap bunda


" iya bun " jawab Reyhan sambil mengangguk


Setelah bunda pergi, Bella segera pergi ke ruang tamu untuk menyapu dan mengepel lantai. Lima menit kemudian Bella sudah kembali ke ruang tengah dan menemui Reyhan yang sedang asyik memainkan ponselnya.


" kak " panggil Bella


" iya..." jawab Reyhan


" Bisa kakak pindah tempat dulu, sebentar ? " ucap Bella


" hmmm...ke mana? " ucap Reyhan melirik ke arah Bella


" Ke ruang tamu misalnya " ucap Bella


" hmmm...kenapa? " tanya Reyhan


" Bella mau beresin ruangan ini dulu " ucap Bella


" Hmmm..." guman Reyhan


" Aku di sini saja, yang di sapu dan di pel kan lantainya " ucap Reyhan mengangkat kakinya dan duduk bersila di atas sofanya


" Ya, terserah " ucap Bella


Bella memulai mengerjakannya dengan cekatan. Membersihkan meja dan sofa dengan kemoceng yang di pengangnya, kemudian menyapu lantainya. Saat tiba di samping sofa Bella menemukan kotoran cicak yang masih basah, Bella tak lantas menyapunya namun Bella hendak mengambil tissu yang berada di atas meja.


Semua tak luput dari perhatian Reyhan yang sejak tadi duduk santai di sofa.


" Bell, tunggu " ucap Reyhan

__ADS_1


" Kenapa kak ? " ucap Bella berdiri di pinggir meja dan memegang beberapa helai tissu yang di ambilnya


Reyhan mengambil tissu dan mengusap peluh keringat di kening Bella. Dengan slow motion Reyhan mengusap wajah Bella lembut, pandangan keduanya bertemu dan ada aliran yang tak biasa di rongga hati keduanya


Deg


satu menit, dua menit, tiga menit empat menit, lima menit. Bella tersadar dan refleks menjauhkan tubuhnya dari Reyhan


" Bella bisa sendiri kak " ucap Bella mengambil tissu yang di pegang Reyhan


Bella terlihat bahagia dengan perlakuan Reyhan padanya, namun dia mencoba menetralkan perasaannya sebelum terlambat. Dengan malu Bella pergi menjauh dari meja lalu mengambil kotoran cicak yang masih basah itu dengan tissu dan membuangnya ke tong sampah.


" Kenapa malu, aku hanya membantumu mengelap keringat " ucap Reyhan


" Hanya saja, saat ini keadaannya belum tepat " ucap Bella


" Maksudmu ? " tanya Reyhan


" Akan ada saatnya nanti pertolongan itu berbuah pahala. Namun untuk saat ini, pertolongan itu bisa menjadi siksa untuk diri kita nantinya " ucap Bella


Setelah berkata seperti itu Bella melanjutkan menyapu ruangan hingga bersih lalu mengepel lantainya tanpa melihat ke arah Reyhan.


" Cewek langka, saat cewek lain senang di perlakukan romantis seperti itu, eh malah dia salah tingkah " guman Reyhan


" Jadi pengen lihat seberapa kuat dia menghindariku " guman Reyhan


Bella berlalu meninggalkan ruang tengah tempat dimana Reyhan berada dan melanjutkan misinya beberes rumah. Sedangkan Reyhan terlihat asyik memainkan ponselnya.


" Rey, bunda duluan ya " ucap Bunda


" Bunda mau ke mana ? " tanya Reyhan


" Bunda mau ke rumah makan, ngecek stok bahan makanan di sana " ucap Bunda


" Tak sekalian saja nanti bareng kita bun? " tanya Reyhan


" Tak usah, bunda mau mampir dulu ke toko kue " ucap Bunda


Reyhan mengangguk


" Iya bun " jawab Reyhan


" Nanti mampir ke rumah makan bunda ya setelah usai mengurus berkas nikahnya. Pasti Bella seneng, sudah lama dia tak ikut bunda ke sana " ucap Bunda


" Iya bun, nanti selesai urusannya insyaallah mampir " ucap Reyhan


Bunda mengangguk


" Bunda duluan ya, assalamu'alaikum " ucap bunda


" Wa'alaikumus salam, hati hati di jalan bun " ucap Reyhan


Setelah bunda pergi meninggalkan rumah, Reyhan kembali mengotak atik ponselnya namun tak berapa lama, Bella menghampiri Reyhan di ruang tengah


" Kak " panggil Bella


" ya " jawab Reyhan mengalihkan pandangan dari ponselnya ke arah Bella


" hmmm....kamu cantik dan imut " ucap Reyhan


blushh...


Bella malu dan terlihat salah tingkah. Bella hanya diam menunduk tak berani menatap atau melirik ke arah Reyhan. Reyhan berdiri lalu berjalan menghampiri Bella


" Ayo, aku halalkan kamu sekarang saja " ucap Reyhan sambil menarik tangan Bella yang sejak tadi diam menunduk


" Kak ! tolong lepasin " ucap Bella

__ADS_1


Reyhan tak menghiraukan ucapan Bella malah semakin erat menggenggam pergelangan tangannya


" Kak ! tolong lepasin !! " ucap Bella mengulang perkataannya lebih keras dengan mengibaskan tangannya


" Aku bisa sendiri " ucap Bella meninggalkan Reyhan


Reyhan tersenyum dan mengikuti langkah Bella yang sudah lebih dulu pergi


Di dalam mobil, saat perjalanan menuju KUA


" Bell, tolong kamu rapikan berkas persyaratan nikahnya. Itu berkasku " ucap Reyhan menunjuk map biru di atas dashboard


Bella mengangguk dan mengambil berkas yang di tunjuk Reyhan kemudian merapikan dengan berkas yang dia bawa.


" Siapa yang akan jadi wali nikahnya? " tanya Reyhan


" Pak Dhe Amar " jawab Bella


" Apa kamu sudah mengabari beliau ? " tanya Reyhan


" Sudah, kata beliau besok saat lamaran insyaallah beliau juga akan hadir" ucap Bella


" Apa pak Dhe Amar baik? " tanya Reyhan


Bella menatap tajam Reyhan


" Apa maksudnya coba? bertanya seperti itu?Ya jelaslah pak Dhe Amar baik ! " batin Bella


" Maaf ! maksudku apa beliau merestui pernikahan kita ? " ucap Reyhan


Bella mengangguk


" Alhamdulillah, syukurlah " ucap Reyhan


Samapai di KUA mereka mendaftarkan pernikahan mereka di tanggal 13 bulan depan, satu bulan dari hari ini. Acara lamaran akan di gelar minggu depan, tiga hari dari hari ini.


Usai dari KUA, Reyhan menghentikan mobilnya di depan deretan ruko di sepanjang jalan utama.


" Turun dulu Bell, aku mau beli sesuatu " ucap Reyhan saat sudah mematikan mesin mobil


" Lebih baik Bella tunggu di mobil saja kak" ucap Bella


" Tapi aku mau membelikanmu ponsel, dan aku ingin kamu memilihnya sendiri " ucap Reyhan


" Tak usah kak, terima kasih Bella tak butuh ponsel itu " ucap Bella


" Tak ada penolakan lagi, turun atau aku gendong ! " ucap Reyhan


" Iya ! " jawab Bella segera bergegas turun dari mobil


" hehehe...lucu lihat dia ketakutan " batin Reyhan


.


.


...Aku berhasil mengalahkan rasa malasku...


...Rasa yang datang saat banyak kerjaan...


...Saat waktu senggang tak bisa ku dapatkan untuk menyalurkan suatu hobby...


...Maka waktu istirahatpun ku gadaikan untuknya...


...Menulis adalah Hobbyku bukan profesi...


Like, comen dan vote donk

__ADS_1


Biar Author semangat lagi nulisnya


Tanpamu aku tak berarti apapun


__ADS_2