Qobiltu

Qobiltu
Ponsel


__ADS_3

Reyhan memarkirkan mobilnya di halaman parkir kantor urusan agama. Reyhan sudah siap membuka pintu mobil dan turun namun Bella tampak belum siap dan masih diam tanpa melepas safety beltnya.


" Kak " panggil Bella


" hmmm...." guman Reyhan


Bella terlihat ingin bicara namun tak enak mengutarakannya. Reyhan kembali masuk ke mobil dan duduk menghadapnya


" Bicaralah, aku tahu kamu mau menanyakan sesuatu " ucap Reyhan


" Kakak yakin mau masuk ? " tanya Bella


" Ya " jawab Reyhan mantap


" Hmmm...." guman Bella


" Kita tanya dulu persyaratan untuk mengajukan akta nikah Bell " ucap Reyhan


" Ijab Qobulnya nyusul " ucap Reyhan


" Oh..." guman Bella


" hmmm....apa kamu mau hari ini juga di halalinnya? " goda Reyhan


" Kalau kamu mau halal hari ini tak masalah, kita nikah secara agama dulu " ucap Reyhan


Bella tertunduk malu


" Ayo turun, kita masuk sama sama " ucap Reyhan


Bella mengangguk dan mengikuti Reyhan ke luar dari dalam mobil dan masuk ke dalam kantor. Setelah puas bertanya pada petugas, merekapun kembali masuk ke dalam mobil.


" Kamu siapkan berkasmu yang di butuhkan, besok kita ke sini lagi " ucap Reyhan


Bella mengangguk, Reyhan kembali mengemudikan mobilnya.


" Kita makan dulu ya " ucap Reyhan


Bella diam tak menjawab


" Bell " panggil Reyhan


" Apa kamu terpaksa menerima perjodohan ini ? " tanya Reyhan


Bella mencoba menatap Reyhan sekilas, dan kembali menundukkan kepalanya saat tatapan mereka bertemu


" kenapa kak Reyhan berpikiran seperti itu " ucap Bella


" Ya karna kamu irit sekali bicara dan bahasa tubuhmu seperti menghindariku " ucap Reyhan


" Tidak kak, aku hanya sedikit kurang nyaman saat berdua saja dengan seorang laki laki " ucap Bella


" Kalau begitu kamu harus belajar mulai dari sekarang " ucap Reyhan


" Tak perlu kak " ucap Bella cepat


" Kenapa? Bukankah kita akan menikah ? Apa kamu akan bersikap begitu saat sudah menikah ? " ucap Reyhan


" Tidak kak, aku hanya tak nyaman saat belum halal. Insyaallah saat sudah halal nanti rasa itu akan berubah " ucap Bella


" Hmm...." guman Reyhan melirik kearah Bella yang menjawab pertanyaannya dengan terus menundukkan kepalanya.


" Baiklah, aku akan lihat nanti " batin Reyhan


" hmmm...kamu mau kita makan di mana? " ucap Reyhan


" Bolehkah makan di warung pecel dekat alun alun kak ? " tanya Bella


" Kamu suka pecel? " ucap Reyhan


Bella mengangguk dengan masih tetap menundukkan kepalanya


" Baiklah " ucap Reyhan


Tiba di warung pecel rekomendasi dari Bella. Mereka duduk di tikar lesehan menghadap ke jalan depan alun alun. Mereka memesan makan dan minum pada sang penjual.


Sambil menunggu pesanan, Reyhan mengotak atik ponselnya. Sedangkan Bella duduk diam sambil bersholawat dalam hati. Reyhan melirik ke arah Bella yang seperti diam saja tak ada kerjaan.

__ADS_1


" Boleh aku minta nomer ponselmu, kayaknya kita lupa bertukar nomer " ucap Reyhan


Bella melihat sekilas ke arah Reyhan


" Buat apa ? " ucap Bella


" Ya, biar gampang kalau aku menghubungimu " ucap Reyhan


" Kakak bisa menghubungi bunda, atau telephon rumah " jawab Bella


" Kalau kamu sedang di luar seperti ini ? " ucap Reyhan


" Aku tak pernah keluar rumah tanpa bunda " ucap Bella


" Buktinya sekarang kamu keluar rumah tanpa tante " ucap Reyhan


" Karena keluar bersama kakak, kakak tak perlu menghubungiku kan ? "jawab Bella


" Ya Allah, minta nomer ponsel gini amat. Gadis lain sekali di minta langsung di kasih " batin Reyhan


" Ya nanti kalau tiba tiba kamu menghilang ? aku nyarinya gampang ! " ucap Reyhan


" Aku bukan anak kecil lagi kak " ucap Bella


" Kenapa sih, tinggal kasih nomer susah amat " ucap Reyhan


" Aku tak punya ponsel kak " jawab Bella


" haahhh...." guman Reyhan


" Serius ? " ucap Reyhan


Bella mengangguk


" Jaman seperti ini, mustahil gadis seusiamu tak memiliki ponsel " Ucap Reyhan


" Ya memang aku belum butuh itu " ucap Bella santai


" Hmmm....sekolahmu ? Apa tak memerlukan ponsel untuk tugas daring ? Atau alih info dari sekolah ?" ucap Reyhan


" Aku dulu di asrama, jadi tak butuh itu semua " ucap Bella


" Kasihan juga " batin Reyhan


" Nanti aku akan membelikanmu ponsel " ucap Reyhan


" Tak perlu kak, aku takut memberatkanku nantinya " ucap Bella


" Sekarang kan banyak tipe android yang kecil, kalau kamu keberatan bawanya kan bisa di masukkan tas juga" ucap Reyhan


" Bukan itu kak, mungkin kecil bentuknya namun akan jadi sangat besar hisabnya " ucap Bella


" Kalau soal itu tergantung bagaimana kamu mempergunakannya " ucap Reyhan


" Aku akan membelinya nanti untukmu " ucap Reyhan


" Tak perlu kak, aku tak membutuhkannya " ucap Bella


" Okey, tapi aku akan tetap membelikannya " ucap Reyhan


" ihhh...keras kepala " batin Bella


" Hmmm....apa kamu suka makan di warung kaki lima seperti ini ? " ucap Reyhan sambil mengunyah makanannya


Bella yang sedang mengunyah makanan tak langsung menjawab pertanyaan Reyhan melainkan tetap mengunyah makanannya kemudian menelannya setelah lembut baru kemudian menjawab pertanyaan Reyhan


" Aku lebih suka makan di rumah " ucap Bella


" Apa kamu pintar memasak ? " tanya Reyhan


" Tak pintar hanya bisa saja " jawab Bella


" Hmmm...." guman Reyhan


" Setelah ini, mampir di masjid depan ya. Kita Ashar dulu di sana " ucap Reyhan


Bella mengangguk.

__ADS_1


Usai makan, Reyhan mengendarai mobilnya menuju masjid tak jauh dari tempatnya saat ini. Saat sampai di halaman masjid.


" Ayo kita ashar dulu " ucap Reyhan


" Maaf kak, aku tunggu di sini saja " jawab Bella


" Kamu tak sholat ? " ucap Reyhan


Bella menggeleng


" Tidak kak " jawab Bella


Reyhan kaget mendengar jawaban Bella


" Lulusan pesantren tapi tak sholat ? " batin Reyhan


" Sholat itu kewajiban loh, ayo sholat dulu " ucap Reyhan


" Maaf kak " ucap Bella


" Di ajak sholat malah minta maaf " batin Reyhan


" Aku tak mau ya punya isteri tak sholat. Bagaimana dia akan patuh padaku sedang pada sang penciptanya saja dia membangkang. Bagaimana dia akan ingat padaku jika pada yang memberikan nafas saja dia lupa " ucap Reyhan


" Maaf kak " ucap Bella


" Tak perlu minta maaf padaku, bertobatlah pada Allah sebelum terlambat " ucap Reyhan


" Tapi kak " ucap Bella


" Apalagi ? kamu mau nunggu tua dulu baru sholat baru ta'at ? Apa kamu kira kematian akan menunggu kamu tua ? nunggu kamu tobat ? " ucap Reyhan


" Tidak ! kematian itu tak butuh kata siap darimu " ucap Reyhan


" Tapi kak " ucap Bella


" Oh...Okey kalau kamu tak mau sholat. Sebelum semua terlambat, sebelum kita melangkah lebih jauh kita bisa akhiri perjodohan ini. Karena aku tak mau menanggung dosa atas dirimu saat sudah menjadi isteriku nanti " ucap Reyhan


" Hmmm...." guman Bella


" Jadi kamu setuju ? " ucap Reyhan melirik ke arah Bella yang membuang nafasnya dalam


" Bagaimana aku menjelaskannya " batin Bella


" Ayo kita sholat ! " ucap Reyhan


" Aku lagi ada tamu kak " ucap Bella


" Tamu apa ??! " ucap Reyhan


" Halangan kak " ucap Bella


" Halangan Apa ??! " ucap Reyhan


" Palang merah kak ! " ucap Bella semakin malu


" Apalagi itu ? " ucap Reyhan


" Ya Allah, aku malu kenapa dia tak mengerti juga ! " batin Bella


" Tamu bulanan kak ! datang bulan ! halangan ! palang merah ! haid ! menstruasi ! " ucap Bella


Bella menundukkan kepalanya menahan malu luar biasa pipinya memerah antara kesal dan malu


" Ya Allah, kenapa aku tak berpikir kesitu, kenapa aku tiba tiba bodoh dengan istilah itu ? haaah memalukan ! " batin Reyhan


" Pasti dia sangat malu, lihat saja pipinya. pasti dia juga kesal " batin Reyhan


" Ya udah, aku turun sendiri saja " ucap Reyhan membuka pintu mobil


Reyhan turun dari mobil namun kembali membungkukkan kepalanya ke dalam mobil dan berkata


" Maaf untuk yang barusan " ucap Reyhan


.


.

__ADS_1


..." Pelanggan YTH, masa aktif hidup anda akan segera habis. Karena saldo dosa anda sudah melebihi batas, segera isi ulang iman anda dengan bertobat dan beribadah, sebelum nyawa anda di blokir "...


Banyakin baca Qur'an ya...


__ADS_2