
" Gunakan ponselmu dengan bijak " ucap Reyhan
Bella mengerucutkan bibirnya
" Aku bahkan sudah menolaknya, kamu saja yang pemaksa " guman Bella lirih
" Apa kamu ngomong sesuatu ? " tanya Reyhan
Bella kaget mendengar Reyhan bertanya seperti itu, Bella kira Reyhan tak mendengarnya
" Iya, karena aku sudah menolaknya. Kamu memang pemaksa ! " ucap Bella
Reyhan tertawa kecil saat melihat Bella kesal karena ulahnya
" Aku hanya ingin semakin dekat dan lebih mengenalmu " ucap Reyhan
Bella diam tak menanggapi kembali omongan Reyhan. Mereka diam selama di perjalanan. Reyhan fokus dengan kemudinya, sementara Bella mengalihkan pandangannya melihat jalanan kota dari kaca jendela.
" Loh, mau kemana lagi kak ? " tanya Bella saat menyadari jalanan yang di lalui bukan arah pulang ke rumah
" Ke rumah makan bunda " ucap Reyhan
" Benarkah? " tanya Bella
" Ya, tadi bunda menyuruhku mengajakmu mampir ke sana " ucap Reyhan
Bella terlihat bahagia senyum kembali menghiasi wajahnya
" Terima kasih kak " ucap Bella
" untuk? " tanya Reyhan
" Ya karena kakak mengajakku ke warung bunda " ucap Bella
" Aku kira kamu terima kasih karena aku membelikanmu ponsel " ucap Reyhan
" Tak ! " sahut Bella
Reyhan tersenyum melihat mood Bella yang cepat berubah ubah
" Bahagia sekali dia hanya karena akan di ajak ke warung bunda, namun terlihat kesal karena di belikan ponsel " batin Reyhan
Setelah 20 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumah makan bunda. Warung terlihat ramai. Bella bergegas keluar dari mobil dan masuk ke dalam warung dengan bahagia tanpa menunggu Reyhan. Bahkan Bella meninggalkan ponsel barunya di mobil Reyhan.
Reyhan menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat keceriaan Bella lalu mengikuti Bella masuk ke dalam.
Sampai di dalam, Bella sudah memegang piring berisi makanan kesukaannya dan terlihat bunda sedang bersamanya. Reyhan menghampirinya, mengucap salam dan mencium punggung tangan calon mertuanya itu
" Reyhan mau makan apa? Biar Bella yang ambilkan " ucap bunda
" Bell, ambilkan makan dulu buat Rey " ucap Bunda
" Kak Rey mau makan apa? " tanya Bella
" Hmm...." Reyhan melirik piring yang di pegang Bella
__ADS_1
" Mau seperti ini? " ucap Bella
" Boleh " ucap Reyhan
Setelah mendapatkan dua porsi makanan, Bella mengajak Reyhan berjalan ke dalam rumah makan melewati dapur belakang dan akhirnya sampai di sisi luar dapur. Di sana pemandangannya sejuk dengan sungai yang jernih yang mengalir.
" Kita makannya di sini kak " ucap Bella meletakkan ke dua piringnya di gazebo di tepian sungai
" Nyaman juga di sini, udaranya sejuk " ucap Reyhan
" Iya kak, ini tempat favorit Bella saat berkunjung ke sini " ucap Bella
Reyhan mengangkat kedua alisnya
" Ya, karena selain makanan di warung bunda enak, di sini suasananya asri dan tambah nikmat makannya...Bella jadi betah lama lama di sini " ucap Bella
" Ayuk kak makan dulu " ucap Bella
Bella mencuci tangannya di dalam sungai. Reyhan mengikuti apa yang di lakukan Bella. Kemudian mereka makan dengan tanpa sendok, hanya menggunakan tiga jarinya untuk menyuapkan makanan ke mulutnya. Bella menyantap makanannya dengan nikmat hingga tak terasa makanan di piring Bella sudah habis tak tersisa. Bellapun meminum air jeruk hangatnya sebagai penutup.
" Alhamdulillah atas nikmatmu ya Robb " ucap Bella lirih
Sedangkan di piring Reyhan masih ada satu suapan lagi, Reyhan mengambil suapan terakhir dan memasukkannya dalam mulut. Reyhan selesai mengunyah dan menelan suapan terakhirnya, lalu meminum teh hangatnya namun Reyhan tak sadar jika ada nasi yang tertinggal di sudut bibirnya.
Bella tak sengaja melihat nasi itu
" Kak, masih ada nasi di...." ucap Bella
Bella memberi kode di mana nasi itu berada dengan meletakkan jarinya di sudut bibirnya sendiri, namun Reyhan tak memahami kodenya. Karena Bella yang gemas tiba tiba menyentuh bibir dan mengambil nasi yang menempel di bibir Reyhan. Pandangan keduanya bertemu, Bella secepat kilat menundukkn pandangan.
Bella mengangguk dan turun dari gazebo melangkah ke sungai untuk mencuci tangannya menghilangkan rasa gugup dan malunya karena menyentuh bibir Reyhan. Reyhan mengikutinya, mencuci tangan di sungai yang mengalir kemudian membasuh mukanya dan membasahi sedikit rambut depannya
" Kak Rey mau Bella ambilkan camilan? " ucap Bella
" Kamu masih mau di sini ? " tanya Reyhan balik
Bella mengangkat ke dua bahunya
" Tadinya aku mau nganter mama belanja, tapi kalau kamu masih mau di sini. aku temani. Aku akan telepon mama dulu " ucap Reyhan
" Kak Rey anterin tante aja, nanti Bella bisa pulang sama bunda.... " ucap Bella
Belum selesai Bella bicara, Reyhan sudah mendial nomer sang mama dan berbicara dengan sang mama, sememtara Bella memutuskan membawa piring kotor ke dalam dan mengambil camilan untuk mereka.
" Silahkan kak camilannya " ucap Bella saat sudah berada di gazebo kembali
" Hmmm....." guman Reyhan
Hening tanpa suara beberapa saat, mereka larut dalam pikirannya masing masing
" Bell, Aku mau bicara sesuatu " ucap Reyhan
Bella memberanikan diri mengangkat wajahnya. Mencoba memberanikan diri memandang sang calon imam
" Ternyata ganteng kalau di lihat lebih dekat apalagi dengan rambut yang sedikit basah terlihat segar " batin Bella
__ADS_1
" Aku ingin tak ada kebohongan di antara kita setelah menikah nantinya " ucap Reyhan membuyarkan lamunan Bella
Deg
Jantung Bella semakin cepat berdetak.
" Haruskah saat ini aku menceritakannya. Sebelum semuanya terlambat " pikir Bella
" Aku ingin menceritakan kisah masa laluku " ucap Reyhan
" Hmmmm ?!! " guman Bella
" Aku pernah mencintai seseorang namun seseorang itu meninggalkan aku tanpa kabar. Jika suatu saat seseorang dari masa laluku itu datang kembali nantinya, aku ingin kamu hanya percaya padaku saja " ucap Reyhan
" Hmmm...." guman Bella lirih
" Aku niatkan pernikahan kita sebuah ibadah, dan aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup. Meski kita belum mengenal dekat aku berharap kamu mau belajar menerimaku terlepas seburuk apapun masa laluku " ucap Reyhan
" Begitu pula sebaliknya, aku akan menerima kekurangan dan kelebihan dalam dirimu karena saat Qobiltu itu terucap aku berjanji di hadapan Allah di saksikan malaikat " ucap Reyhan
" Masa depan adalah harapan, masa lalu adalah kenangan yang bisa kita jadikan pelajaran. Bella tak mempermasalahkan masa lalu namun jika kak Reyhan sendiri yang suatu saat menginginkan masa lalu itu hadirbkembali mengisi kehidupan kak Reyhan, jujur Bella tak sanggup dan mungkin akan memilih mundur " ucap Bella
" hmmm....." guman Reyhan
" Aku akan melupakannya, dan akan belajar mencintai isteri halalku " ucap Reyhan
" Dan sepertinya aku sudah mulai mencintai calon isteriku yang sangat menggemaskan ini " ucap Reyhan sambil mencolek dagu Bella yang sedari tadi menunduk sambil mengunyah cemilan
" Kak ! " ucap Bella menarik wajahnya sedikit menjauh
Reyhan memang sudah mulai jatuh cinta dengan Bella sejak tadi pagi saat dia pergi menjemputnya.
" Ya, sini " ucap Reyhan menarik tangan Bella untuk sedikit bergeser mendekat ke sisinya
" Kak ! " ucap Bella
" Aku hanya ingin foto bersamamu, lihat itu ! " ucap Reyhan mengarahkan kamera depan dan membidik gambar mereka tepat saat Bella mengangkat wajah kesal ke arah kamera dan Reyhan yang tertawa puas.
" Lihat, hasilnya bagus " ucap Reyhan menunjukkan hasil fotonya
" Kak Rey, sini pinjam ponselnya biar Bella hapus fotonya " ucap Bella
" eitsss....." ucap Reyhan
Reyhan menjauhkan ponselnya dari jangkauan Bella, sementara Bella berusaha merebut ponsel dengan menarik tangan Reyhan. Terjadi tari menarik hingga Bella terjatuh di dada bidang Reyhan.
Wangi maskulin tubuh Reyhan menyeruak memenui pembauan Bella, nyaman di rasakannya hingga Bella tak bergerak untuk beberapa saat.
" Eheemmmm, sudah nyamankan? " ucap Reyhan menyadarkan lamunan Bella
Kenapa dua manusia lawan jenis terasa nyaman saat berduaan?
Karena di sana ada setan yang ikut andil memberi rasa nyaman itu
Saat imanmu belum begitu kokoh, jika belum halal lebih baik menjauh dari lawan jenis yang bukan mahrommu karena setan akan terus menggodamu.
__ADS_1
..."Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra: 32)....