Qobiltu

Qobiltu
lamaran


__ADS_3

" eitsss....." ucap Reyhan


Reyhan menjauhkan ponselnya dari jangkauan Bella, sementara Bella berusaha merebut ponsel dengan menarik tangan Reyhan. Terjadi tari menarik hingga Bella terjatuh di dada bidang Reyhan.


Wangi maskulin tubuh Reyhan menyeruak memenuhi pembauan Bella, nyaman di rasakannya hingga Bella tak bergerak untuk beberapa saat


" Eheemmmm, sudah nyamankan? " ucap Reyhan menyadarkan lamunan Bella


Bella segera menjauhkan diri dari tubuh Reyhan dan mengucap banyak istighfar dan menggelengkan kepalanya


" Sini kalau mau aku peluk, tak usah malu " ucap Reyhan


" Maaf kak, Bella tak sengaja tadi " ucap Bella merasa bersalah dan malu


" Tak apa, sini kalau mau lagi " ucap Reyhan


Bella menggelengkan kepalanya cepat dan mantap membuat Reyhan tertawa dalam hati melihat Bella yang terlihat malu dan salah tingkah


" Ini ambil ponselmu, kamu bisa mengunduhnya karena aku akan mengirimkannya lewat chat " ucap Reyhan mengalihkan topik


Bella menerima ponsel dengan wajah malunya


" Aku sudah menyimpan nomerku di ponselmu " ucap Reyhan


" hmmm...." guman Bella


Tak lama notifikasi pesan masuk, Bella melihat ponselnya. pesan masuk dari kontak yang di beri nama " Pangeranku " dengan emoji 3 mata hati membuat seketika wajah Bella berubah mimik dan tertawa renyah


" hahahaha...." tawa Bella


" Kenapa? " tanya Reyhan


" Tak ada, lucu saja kak Rey lebay juga ternyata padahal sudah berumur hahaha " ucap Bella


" Kamu bilang apa? berumur? maksudmu aku tua !? " ucap Reyhan


" Bella tak bilang tua, hanya bilang ber...u...mur..." ucap Bella sambil masih tertawa


" Aku masih kepala 2 " ucap Reyhan


" Sama saja kak, di manapun itu usia kepala 2 itu sudah berumur apalagi tinggal nunggu hitungan bulan kepala 3 nya hahaha... " ucap Bella


Reyhan mendekat ke arah Bella dan menggelitik pinggangnya


" Berani meledek calon suami ya kamu " ucap Reyhan masih terus menggelitik Bella


Tidak sesuai expetasi Reyhan, Bella berhenti tertawa dan malah terlihat marah


" Stop kak !! " Ucap Bella


Reyhan menghentikan tangannya yang jail


" Kenapa kamu tak merasa geli saat aku gelitik " ucap Reyhan


" Maaf kak, tapi ini salah !? Kita tak seharusnya begini " ucap Bella


" Hanya sebatas ini apakah salah? lagian bulan depan kita akan menikah !? " ucap Reyhan


" Sebaiknya kak Rey pulang, Bella nanti pulang sama bunda saja...Bella mau bantuin bunda di sini dulu " ucap Bella


" Kamu ngusir ?! " ucap Reyhan

__ADS_1


Bella menggelengkan kepalanya dan menundukkan wajahnya dalam tanpa berkata apapun


" Apa kamu tak nyaman bersamaku ? " ucap Reyhan


Bella kembali menggelengkan kepalanya


" Aku bahkan sangat nyaman kak " batin Bella


" Hanya aku tak yakin bisa mengendalikan diri dan nafsuku nantinya kalau kita terus menerus sedekat ini " batin Bella


" Bersikaplah sewajarnya, mereka yang pacaran saja bisa melakukan hal yang lebih dari ini dengan sengaja " ucap Reyhan


" Sedangkan kita sudah pasti nikah bulan depan, kenapa kamu merasa risih dekat denganku ? " ucap Reyhan


" Ya karena aku mau pacarannya setelah nikah saja !! " jawab Bella lantang


" Hmmm....baiklah " ucap Reyhan


Reyhan diam sejenak, memainkan ponselnya sebentar kemudian berdiri dari gazebo itu


" Aku pulang dulu, assalamu'alaikum " ucap Reyhan


Usai mengucap salam, Reyhan bergegas berjalan ke dalam dapur rumah makan tanpa menunggu jawaban salam dari Bella. Bella yang melihat Reyhan tiba tiba berpamitan merasa terkejut dan serba salah sambil menjawab salam Reyhan lirih


" Wa'alaikumus salam "


" Apa dia marah ya sama aku ? " batin Bella


" Terserahlah kalau mau marah, aku hanya ingin membentengi diriku agar tidak melewati batasan " batin Bella


Kemudian Bella mengotak atik ponselnya dan mencoba mensetting pengaturanya. Sementara Reyhan menemui Bunda terlebih dahulu sebelum pulang.


" Loh, kok sendiri ? Bella mana ? " tanya Bunda


" Oh...Ya udah nanti Bella biar bareng bunda. Bentar lagi juga bunda pulang " ucap Bunda


" Emmm...Bun, bisa minta alamat dan kontak pak Dhe Amar ? " ucap Reyhan


Bunda mengangkat sebelah alisnya


" Bella bilang pak Dhe Amar yang akan jadi wali nikah kita nanti. Jadi Reyhan pengen kenalan dulu sama beliau " ucap Reyhan


" Ya, itu lebih baik " ucap Bunda


Bunda kemudian memberikan nomer ponsel pak Dhe Amar dan juga alamat rumahnya. Setelah itu Reyhan pamit untuk menjemput sang mama.


Reyhan sudah menjemput sang mama di pusat perbelanjaan di kota. Mama di temani mbak ART tampak kerepotan membawa 4 troli penuh barang hasil belanja mereka. Usai memasukkan barang belanja dalam bagasi mobil. Reyhan mengajak sang mama ke butik kebaya langganan sang mama


" Apa tak sebaiknya kamu mengajak Bella untuk memilih kebayanya Rey ? " ucap Mama


" Rey mau buat kejutan ma " ucap Reyhan


" Tapi apakah kamu tau ukuran baju Bella ? " ucap mama


" Maka dari itu aku minta tolong mama " ucap Reyhan


" hmmm...baiklah " ucap mama


Kemudian mama mencoba memilihkan beberapa kebaya dan menunjukkannya pada Reyhan. Beberapa kali Reyhan tidak setuju dengan pilihan mama hingga pilihan ke 3 Reyhan baru menyetujuinya.


Mama mempersiapkan semua hal yang di butuhkan untuk lamaran besok, Reyhan sama sekali tak bertemu atau menghubungi Bella setelah kejadian di rumah makan bunda.

__ADS_1


Hingga malam lamaran itu tiba, Reyhan dan mama beserta kerabat dekatnya sudah berada di rumah Bella. Sementara Bella masih di dalam kamar bersama sang bunda


" Bun, kenapa Bella mesti pakai kebaya seperti ini ? " ucap Bella melihat penampilannya di cermin


" Asih yang minta kamu pakai kebaya ini Bell ! " ucap Bunda


" Katanya kebaya ini Reyhan sendiri yang pilih buat kamu. Asih kemarin bilang saat mengantarkannya ke sini " ucap


" Kebayanya cantik bun, pas dan nyaman di pakainya " ucap Bella


" Bukan hanya kebayanya yang cantik, tapi kamu juga tampak lebih cantik Bell " ucap bunda


" Bun...." ucap Bella malu


" Ya sudah, yuuk kita ke depan, mereka semua menunggumu " ucap Bunda


Bella mengangguk mengikuti sang bunda ke depan, ke ruang tamu yang sudah penuh dengan kerabat dekat Bella dan juga Reyhan yang turut hadir dalam acara lamaran. Bella tampak menundukkan kepala dalam, balutan kebaya kuning gading dan jilbab simpel warna gold membuat aura Bella terpancar sempurna. Reyhan dan semua yang melihat ke datangan Bella memujinya.


" Cantik " batin Reyhan


Bella duduk agak jauh dari tempat di mana Reyhan berada, namun keduanya masih bisa melihat satu sama lain dalam jarak aman.


Pihak Reyhan yang di wakilkan pada uztad komplek perumahannya menyampaikan maksud kedatangan Reyhan dan rombongan secara tersirat, kemudian dari pihak Bella yang di wakilkan pada pak Dhe Amar menerima dengan senang hati maksud kedatangan Reyhan.


" Saya sebagai orang tua dan wali dari anak kami yang bernama Salsabella binti Amir menerima dengan senang hati niatan dari nak Reyhan sekeluarga untuk meminang putri kami tercinta " ucap Pak Dhe Amar


" Namun kami dengan berat hati menolak jika pernikahannya di laksanakan bulan depan karena sebagai wali kami harus menjaga kehotmatan putri kami...." ucap Pak Dhe Amar menjeda sambutannya


Seluruh kerabat yang hadir menjadi heboh dan bertanya dalam hati


" Maksudnya bagaimana sih pak Dhe menerima pinangan tapi menolak pernikahan ! "


" Mungkin waktu satu bulan di anggap terlalu cepat untuk melakukan persiapan pernikahan "


" Padahal berkas nikahnya sudah masuk hari dan tanggalnya di KUA "


" Kalau sudah masuk berkasnya, berarti tak bisa di ganti tanggalnya lagi "


Tak terkecuali Bella yang tampak terkejut


" Kenapa dengan pak Dhe Amar ? " batin Bella


Sementara Bunda Rini, Mama Asih dan Reyhan tampak santai mendengarkannya


"... maka dari itu untuk menghindarkan diri dari hal yang tak kami inginkan, kami akan menikahkan nak Reyhan dengan putri kami Salsabilla, malam ini juga ! " ucap Pak Dhe


Semua yang datang tampak bahagia dan bertepuk tangan dengan ucapan pak Dhe Amar, namun membuat Bella terkejut. Sementara Bunda Rini dan Mama Asih tersenyum dan mengangguk melihat ke arah Bella yang seolah mempertanyakan kebenaran ucapan pak Dhe Amar.


" Apa nak Reyhan siap melaksanakan ijab qobulnya sekarang ? " tanya pak Dhe


" Insyaallah Siap pak Dhe " ucap Reyhan mantap


Pak Dhe tersenyum dan mengangguk, kemudian beralih ke arah Bella


" Putriku Bella, apakah kamu siap menjadi seorang isteri yang taat pada suaminya mulai malam ini dan seterusnya ? " tanya Pak Dhe


Bella yang perasaannya campur aduk, antara deg degan, kaget dan speechless menjawab dengan terbata


" in...sya...Allah..." ucap Bella


...”***Tidak ada keberuntungan bagi seorang mukmin setelah bertaqwa kepada Alloh kecuali memiliki seorang istri yang Sholih. Yang bila disuruh, menurut dan bila di pandang menyenangkan, dan bila janji menepati, dan bila ditinggal pergi bisa menjaga diri dan harta suaminya.” ...

__ADS_1


...(HR. Ibnu Majah***)...


__ADS_2