Qobiltu

Qobiltu
Cantik


__ADS_3

" Rey ! kamu lihatinnya jangan gitu amat kenapa ?! " ucap Asih menggoda sang putra yang kedapatan sejak tadi memandang tak berkedip pada sang gadis


" Ya ma, Reyhan siap kok ! " ucap Reyhan


Mama Asih tertawa mendengar jawaban sang putra. Bunda Rini tersenyum melihat putra sahabat karibnya, sedangkan gadis yang duduk di samping mama Asih mendongakkan kepalanya mencoba memandang ke sumber suara.


Pandangan Reyhan dan Bella bertemu di satu titik, tak lama Bella kembali menundukkan kepalanya


" Ganteng juga " batin Bella


" Sorot matanya tak berubah " batin Reyhan


" eheemmmm...." Dehem Asih membuyarkan lamunan keduanya


" Jadi gimana Rey ? " tanya Asih


" Apanya ma yang gimana? " tanya Reyhan balik


" Kelanjutannya ? Tadi kamu bilang siap? " ucap Asih


" Sejak awal Reyhan sudah bilang iya ma, insyaallah Reyhan siap " ucap Reyhan


" Baguslah kalau kamu tak berubah pikiran " ucap Asih


" Hmmm...apa mama tak bertanya pada Bella juga? " ucap Reyhan


" Tentu saja, mama akan tanya juga " ucap Asih


" Tapi nanti saja " ucap Asih


" Hmmm...kenapa begitu? " ucap Reyhan


" Ya karena Bella mau bicara dulu sama kamu " ucap Asih


Reyhan terkejut mendengar permintaan Bella


" Apa yang mau dia bicarakan? " batin Reyhan


" hmmm...." guman Reyhan


" Nanti habis maghrib saja kalau kalian mau bicara. sekarang kita makan dulu saja " ucap Rini


" Ini belum waktunya buka puasa Rin " ucap Asih


" Kamu puasa Sih? Maaf aku tak tahu " ucap Rini


" Bukan aku, tapi Reyhan yang puasa isnain " jawab Asih


" Langka juga ternyata " batin Bella


" Biar jodohnya dekat ya Rey " goda Rini


" Tidak juga tante " jawab Reyhan


" Emang Reyhan terbiasa puasa Rin, awalnya mungkin karena males makan dan lebih sering lupa makan " ucap Asih


" Iya benar kata mama tan, jadi Reyhan niatkan puasa saja sekalian " ucap Reyhan


Saat menunggu waktu maghrib, mereka berbincang ringan tentang semua hal. Namun tak pernah terdengar suara Bella menjawab atau bersuara, hanya anggukan dan gelengan kepala saja.


" Kenapa dia tak pernah mau bersuara? " batin Reyhan


Hingga saat sebelum adzan maghrib, Rini, Asih dan Reyhan memutuskan untuk duduk di meja makan untuk persiapan berbuka, sedangkan Bella pamit dengan sedikit gusar untuk pergi ke kamar lebih dulu


" Kenapa dia? " batin Reyhan


Saat adzan maghrib terdengar, Reyhan berbuka dengan minum teh hangat yang di sediakan mama Asih sebelumnya.


" Lohh...Reyhan mau kemana? kenapa tak makan dulu ? " tanya Rini yang melihat Reyhan berdiri dari tempat duduknya setelah meminum beberapa teguk teh hangatnya

__ADS_1


" Maaf tante, Reyhan mau maghrib dulu " ucap Reyhan


" Oh, ya sudah kita sholat jamaah dulu kalau begitu " ucap Rini


Mereka kemudian sholat maghrib berjamaah di musholla rumah Rini.


Usai sholat, Rini mempersilahkan Asih dan Reyhan untuk ke meja makan lebih dulu. Rini pergi ke dalam kamar Bella untuk melihat Bella sekaligus mengajak Bella makan bersama


" Jangan bersedih, ini semua ujian untukmu agar kamu kuat dan juga sabar " ucap Rini


" Iya bun " jawab Bella


" Kita keluar yuk, temani calon suamimu buka puasa " ucap Rini


" Bunda ! " ucap Bella malu


" Bunda lihat kamu bahagia Bel, semoga Reyhan jodoh terbaik yang di kirim Allah buatmu " batin Rini


Di meja makan, Asih dan Reyhan melihat ke arah Bella yang baru datang dari dalam terlihat tampak tak bersemangat


" Kamu kenapa Bel ? " tanya Asih


Bella hanya menundukkan kepala sambil menggelengkan kepalanya tanpa menjawab


" Kenapa dengan dia? tampak tak bersemangat " batin Reyhan


" Kenapa Rin ? " tanya Asih


" Biasa Sih, tamu datang di saat yang kurang tepat. Padahal lagi nunggu bedug maghrib juga " jawab Rini


" ?!! " batin Reyhan


" Sabar ya nak, tante tahu rasanya tak enak banget tapi mau gimana lagi. Itu ujian buat kita. Tante sering kayak gitu juga " ucap Asih


" Sekarang kita makan saja ya, biar kuat lagi ngadepin kenyataan " ucap Asih


Saat sudah selesai makan


" Kalian bersantailah di ruang tamu, sambil ngobrol. katanya tadi ada yang mau Bella omongin sama kamu Rey " ucap Asih


" hmmm...." guman Reyhan


" Mama di sini aja sama tante Rini, mau buat pisang goreng " ucap Asih


" Kamu ajak Reyhan ke ruang tamu gi Bel " ucap Rini


Bella mengangguk dan segera berdiri dari tempat duduknya namun tak berniat melangkahkan kakinya. Sementara Reyhan masih duduk di tempatnya.


" Rey ! Kamu kenapa masih diam saja " tanya Asih


" Habisnya Bella diam saja dari tadi, berdiri mematung tanpa omongan bilang ayo mas atau apa gitu " batin Reyhan


" Kamu jalan duluan Rey ! Kamu belum lupa ruang tamunya tante Rini kan? " ucap Asih


" Iya ingatlah ma " ucap Reyhan


" Tak baik wanita berjalan di depan laki laki, ayo cepat sana " ucap Asih


" Iya ma, Rey ke sana dulu kalau gitu. Mari tante " ucap Reyhan


Reyhan berjalan perlahan meninggalkan ruang makan


" ini tehnya Reyhan di bawa sekalian ke sana Bell. Siapa tahu masih mau di minum lagi " ucap Rini


Bella mengangguk dan mengambil gelas teh milik Reyhan yang masih tersisa separuhnya.


" Tante harap kamu mau jadi menantu tante Bell " bisik Asih sambil memeluk Bella


Mata Bella berkaca kaca, bagaimana dia begitu di harapkan untuk menjadi menantunya sedangkan dirinya merasa tak pantas sama sekali untuk mendapatkan Reyhan.

__ADS_1


Asih melepas pelukannya, dan Bella berjalan meninggalkan bunda dan sahabatnya dengan perasaan bersalah.


Sampai di ruang tamu, Bella meletakkan gelas teh di atas meja di depan Reyhan duduk. Bella kemudian duduk sedikit agak jauh dari tempat duduk Reyhan. Hening beberapa saat tak ada obrolan dan Bella dengan wajah tertunduknya.


" ehemmm....." dehem Reyhan melihat ke arah Bella yang diam dan menunduk saja sejak tadi


" Maaf " ucap Bella


" Apa yang ingin kamu bicarakan " ucap Reyhan kemudian


" Maaf kak, Bella tak tahu mengawalinya dari mana " ucap Bella masih tertunduk


" Mungkin bisa kamu awali dengan mengangkat wajahmu saat berbicara ?! itu mungkin terlihat lebih baik " ucap Reyhan


" Tapi kak..." ucap Bella menahan ucapannya


" Kalau kamu tak mau, ya sudah...bicaralah meski sambil tetap menunduk " ucap Reyhan


" Baiklah " ucap Bella


" Hahhh..." batin Reyhan


" Maaf kak, aku ingin bertanya alasan kakak menerima perjodohan ini " ucap Bella


" Apa itu harus aku jawab ? " ucap Reyhan


" iya kak " jawab Bella


" Okey, Aku akan jawab. Semua aku niatkan untuk ibadah dan yang utama untuk membahagiakan mama " jawab Reyhan


" Jika suatu saat nanti, kakak menemukan banyak kekurangan dalam diriku apa yang akan kakak lakukan ? " tanya Bella


" Apa aku juga harus menjawabnya sekarang ? " tanya Reyhan


" Iya ! " jawab Bella


" Apa tak bisa aku menjawabnya nanti saja setelah aku menemukan hal itu? " ucap Reyhan


Bella menggeleng " Tidak, aku ingin kakak jawab sekarang "


" Baiklah " ucap Reyhan


" Aku akan menjawabnya, tapi angkat wajahmu dulu " ucap Reyhan


" Tapi kak " ucap Bella


" Kalau tak mau ya sudah...aku tak perlu menjawabnya " ucap Reyhan


" hmm...baiklah " ucap Bella


Bella menegakkan kepalanya perlahan, dan saat pandangannya lurus bertemu dengan tatapan tajam Reyhan yang sedang tersenyum melihat tingkahnya


" Kamu Cantik ! " ucap Reyhan


Seketika itu juga Bella kembali menundukkan kepalanya karena malu


" Bisa bisanya dia ! " batin Bella


" Kamu Cantik kalau malu " ucap Reyhan lagi


.


.


Maksudnya ?


Kalau tak malu tak cantik gitu ?


..." Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara ***********, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. " ( QS. An Nuur ; 31 )...

__ADS_1


__ADS_2