
" Kalau tak mau ya sudah...aku tak perlu menjawabnya " ucap Reyhan
" hmm...baiklah " ucap Bella
Bella menegakkan kepalanya perlahan, dan saat pandangannya lurus bertemu dengan tatapan tajam Reyhan yang sedang tersenyum melihat tingkahnya
" Kamu Cantik ! " ucap Reyhan
Seketika itu juga Bella kembali menundukkan kepalanya karena malu
" Bisa bisanya dia ! " batin Bella
" Kamu Cantik kalau malu " ucap Reyhan lagi
" ha.. ha.. ha.. ha... " tawa Reyhan
" Kak " ucap Bella
" Hmmm...." guman Reyhan
" Apa sudah selesai ketawanya? " ucap Bella
" Ya " ucap Reyhan
" Sekarang jawab pertanyaannya " ucap Bella
" Baiklah, aku akan jawab tapi kamu harus jawab dulu pertanyaanku " ucap Reyhan
" Apa kamu yakin adanya Allah? " tanya Reyhan
Bella mengangguk mantap
" Ya " jawab Bella
" Apa kamu juga percaya tentang takdir? " tanya Reyhan lagi
" Ya ! " jawab Bella
" Dan itulah jawabanku " ucap Reyhan
" ??!!! " pikir Bella
" Maksud kakak? " tanya Bella
" Kamu memang bukan bidadari yang di ciptakan sempurna, karena akupun sadar aku bukan malaikat yang tak punya dosa. Maka jika aku menemukan banyak kekurangan pada dirimu, sesungguhnya aku juga sadar kamu juga telah menemukan banyak kekurangan dalam diriku " ucap Reyhan
" Tak akan terlewatkan apa yang sudah menjadi garis takdirku begitu pula takdirmu dan apapun yang di berikan Allah pada kita itu adalah yang terbaik untuk kita " ucap Reyhan
" Bersama dalam suka dan duka, berdua menjalani bahtera. Menikah adalah ibadah terlama dan paling mulia karena di dalamnya terdapat banyak aliran pahala, Kita akan tetap bersama dalam satu alasan bernama surga " ucap Reyhan
" Apa kakak mencintaiku ? " tanya Bella
" Buat apa kata cinta? " ucap Reyhan
Bella mencoba menegakkan kepalanya memandang ke arah Reyhan, entah bagaimana perasaannya tapi Bella ingin sekali melihat expresi wajah Reyhan saat itu
" Aku yakin setelah kata Qobiltu itu cinta akan tumbuh dengan sendirinya. Karena itulah hakikat cinta yang sebenarnya, cinta yang halal " ucap Reyhan
Bella menundukkan kepalanya
" sepemikiran ! " batin Bella
" Tapi nanti bagaimana caranya aku memberitahukan hal yang sebenarnya? " batin Bella
" Jangan kasih tahu Bell, dia tak bakal tahu " batinnya
" Pastilah tahu " batinnya
" Masalah itu pikirkan nanti saja " batinnya
" Dia baik pasti dia menerima kondisimu " batinnya lagi
Lama Bella berdebat dengan pemikirannya sendiri, serasa sudah mantap dengan pria di hadapannya saat ini untuk di jadikan imam sujud dan ruku'nya namun masih ragu akan satu hal yang mengganggu pikirannya
" ehemmm...." dehem Reyhan
" Apa kamu sudah selesai bertanyanya? " tanya Reyhan
" Sudah kak " ucap Bella
" Jadi gantian ya !? " ucap Reyhan
__ADS_1
" Gantian apa kak ?! " tanya Bella
" Ganti aku yang tanya " ucap Reyhan
" Tanya apa kak ? " ucap Bella
" Pertanyaanku hanya satu dan gampang banget kok jawabnya " ucap Reyhan
" Kamu hanya perlu mengangguk jika iya dan menggeleng jika tidak " ucap Reyhan
" hmmm...baik kak " ucap Bella
" Pertanyaannya apa ? " tanya Bella
" Saat aku mengikrarkan kata Qobul esok, bolehkah ku sebut namamu di dalamnya? " ucap Reyhan sungguh sungguh
" Ya Allah, apa hamba sedang mimpi ? " batin Bella
Bella mencoba memegang pipinya sendiri kemudian mencubitnya kecil
" Auuu...! " teriak Bella lirih
Reyhan tersenyum melihat hal yang di lakukan Bella
" Lucu dan menggemaskan " batin Reyhan
" Kenapa? " Reyhan pura pura bertanya
" Bisa kakak ulangi pertanyaannya? " ucap Bella
" Saat aku mengikrarkan kata Qobul esok, bolehkah ku sebut namamu di dalamnya? " ucap Reyhan
ishhh ishhh
pasti yang jomblo pada berharap ada yang ngomong kayak gitu...
Sabar mblo, stok kata kata gombalan masih satu lemari...
Dengan malu malu, Bella mengangguk pasti menerima perjodohan itu.
" Alhamdulillah, terima kasih " ucap Reyhan
" Semoga mereka bahagia ya " ucap Rini sambil sesenggukkan di pelukan sahabat karibnya
" Pasti mereka bahagia, kita berdoa saja " ucap Asih tak kalah haru
.
.
Ke esokan paginya saat Reyhan hendak pergi ke kantor, mama Asih menitipkan sesuatu pada Reyhan
" Rey, mama nitip ini ya " ucap Mama
" Apa itu ma ? " tanya Reyhan
" Udang goreng " ucap Mama
" Buat siapa? " ucap Reyhan
" Buat Bella, dia suka sekali makan udang. Nanti tolong kamu mampir ke rumahnya buat ngasih ini " ucap Mama
Reyhan melirik mamanya yang sedang punya maksud tersembunyi, dan Reyhan menyadari itu.
" Rumah Bella kan satu arah dengan kantormu Rey " ucap mama
" hmmm....baiklah " ucap Reyhan
" Dan tolong nanti pulang kantor kamu ajak Bella ke sini ya " ucap Mama
" Kesini?" tanya Reyhan
" Iya, kita mau buat kue bersama " ucap mama
" oh..." ucap Reyhan
" Kamu pulang cepat kan? " tanya mama
" Ya " Jawab Reyhan
" Ya sudah baguslah " ucap mama
__ADS_1
" sama nanti ajak Bella ke mini market dulu sebelum ke sini " ucap mama
" ??!! " pikir Reyhan
" Ini daftar belanjaan yang mesti kalian beli, mama sudah mencatatnya " ucap mama
" Mama tak salah kan ? " ucap Reyhan
" Sekali kali bolehlah aku minta tolong kamu untuk belanja bulanan ? " ucap mama
" Ya kalau ngantar saja sih tak masalah ma, lhah ini ?? " ucap Reyhan
Reyhan menunjukkan kertas catatan yang mama berikan padanya
" Nanti kamu kan bisa minta tolong Bella Rey " ucap mama
" Karena bahan bahan kue juga belum ada" ucap mama
" Biar Bella nanti yang belanja, kamu temani saja " ucap Mama
" hmmm...baiklah " ucap Reyhan
.
.
" Assalamu'alaikum " ucap Reyhan saat sampai di depan rumah Bella
" Wa'alaikum salam " jawab Rini sambil berjalan bergegas menuju pintu depan
" Pagi tante " sapa Reyhan
" Eh Reyhan, pagi sekali ?! Sini masuk dulu " ucap Rini
Reyhan mengikuti Rini yang masuk ke ruang tamu dan mempersilahkannya untuk duduk
" Kamu gak ngantor Rey ? " tanya Rini
" Iya tante, ini mau ngantor juga sekalian nganterin ini " ucap Reyhan mengangkat kresek putih berisi tupperware
" Apa itu ??! " tanya Rini
" Dari mama tante, katanya buat Bella " ucap Reyhan
" Bella baru saja ke mandi, bentar ya tante panggilkan ! " ucap Rini
" Gak usah tante, Rey buru buru. Nitip ini saja dan sekalian mau ijin sama tante juga " ucap Reyhan
" ijin ?! " ucap Rini penuh tanda tanya
" Ya tante, mohon ijin. Nanti pulang kantor jam 3 an, Rey di suruh mama jemput Bella buat di bawa ke rumah katanya mau di ajak buat kue bareng " ucap Reyhan
" ??? " guman Rini
" Jadi sekalian tolong bilang ke Bella biar siap siap tante " ucap Reyhan
" Ya, nanti tante bilang ke Bella kalau kamu mau jemput " ucap Rini yang masih penuh dengan tanya
" Kalau begitu Rey permisi tante, takut terjebak macet dan telat sampai kantor " ucap Reyhan
" iya, hati hati di jalan " ucap Rini
" Iya tante, Assalamu'alaikum " ucap Reyhan
" Wa'alaikum salam " jawab Rini
" Sejak kapan Asih suka belajar membuat kue? setahuku makan kue saja dia tak suka apalagi membuatnya " guman Rini
" jangan jangan ?!! " guman Rini lagi
.
.
Jangan Lupa Like, komen, Vote dan juga hadiahnya donk !
semoga yang support author dengan itu semua di berikan kelancaran rezekinya, berkah hidupnya, sehat badannya dan di mudahkan urusannya...
jazaakumullahi khoiron khatsiro....
Tetap perbanyak baca Qur'an dari pada baca Novel ya...😘
__ADS_1