Qobiltu

Qobiltu
KUA


__ADS_3

Usai mandi, Bella ke ruang makan untuk sarapan, di sana sudah ada Rini sang bunda yang menunggunya


" Udah selesai Bell mandinya ? " tanya Rini


Bella mengangguk dan tersenyum pada sang bunda


" Ya udah, kita sarapan dulu. ini ada udang goreng kesukaanmu, dari tante Asih " ucap Rini


" ??? " guman Bella


" Tadi Reyhan mampir kesini nganterin ini buat kamu dari tante Asih " ucap Rini


" Oh..." ucap Bella


Bella mengambil nasi untuk bundanya lebih dulu, baru kemudian mengisi nasi di piringnya sendiri.


" Reyhan juga bilang, nanti pulang kerja mau ngajak kamu ke rumahnya " ucap Rini


" ??? " Bella berhenti melakukan aktivitasnya sejenak


" Ngapain bun? " ucap Bella


" Katanya tante Asih mau belajar kue sama kamu di rumahnya " ucap Rini


Bella hanya mengangguk, sambil mengambil lauk yang ingin di makannya.


" Apa tante Asih pernah buat kue bareng kamu ? " tanya Rini


" Pernah bun, sekali. Saat Bella iseng buat kue, tante Asih kebetulan main kesini. Akhirnya di bantuin tante buatnya " ucap Bella


" Oh " ucap Rini sambil mengangguk


" Nanti Reyhan mau jemput kamu jam 3 an, kamu siap siap saja " ucap Rini


" Bunda mungkin belum pulang, jadi kamu langsung pergi saja. " ucap Rini


Bella mengangguk dan menghabiskan sarapannya.


" Bunda pergi dulu ya, hati hati di rumah, kalau ada apa apa telephone bunda " ucap Rini


" Ya bun, bunda juga hati hati " ucap Bella


Rini berpamitan pada sang anak untuk pergi ke rumah makan sederhana yang di kelolanya. Sejak Ayah Bella meninggal, bunda Rini bekerja banting tulang untuk melanjutkan kehidupan mereka. Dengan uang kompensasi yang di berikan kantor tempat Ayah Bella bekerja, bunda Rini merintis usaha rumah makan sederhana yang menjadi penopang perekonomian keluarganya.


Saat bunda Rini sudah berangkat, Bella memulai aktivitasnya membereskan rumah dari menyapu, mengepel, mencuci baju, mencuci piring hingga memasak Bella lakukan sendiri. Karena memang di rumah itu tak ada ART dan Bella sudah terbiasa melakukannya sendiri jadi tak ada kesulitan bagi Bella melakukan semua pekerjaan rumah itu.


Hingga saat masuk waktu dzuhur, Bella sudah selesai melakukan semuanya dan sedang beristirahat di ruang tengah sambil merebahkan tubuhnya sambil menonton siaran berita.


Namun baru saja matanya terpejam sebentar, suara bell rumah berbunyi


Ting tong Ting tong


" Bunda sudah pulang? Tak biasanya menekan bel rumah, bunda kan biasanya bawa kunci cadangan " guman Bella sambil berjalan menuju pintu


Tanpa melihat dulu siapa yang menekan bel rumah, Bella membuka pintu rumah. Dan betapa terkejut dirinya saat melihat siapa yang datang


" Kak Rey ?!! " ucap Bella lirih


Reyhan tersenyum melihat Bella yang kaget melihat kedatangannya


" Assalamu'alaikum " ucap Reyhan


" Wa' alaikumussalam " jawab Bella lirih


" hmmm...boleh masuk ? " tanya Reyhan


" hmmm....tapi...." ucap Bella


" Kenapa? Apa aku tak boleh masuk? " tanya Reyhan

__ADS_1


" Bukan begitu kak, tapi di rumah sedang tak ada orang " ucap Bella menundukkan kepalanya


" Kenapa? " ucap Reyhan


" Kak Rey tak boleh masuk ! " ucap Bella


" Kalau aku masuk memangnya kenapa ? " ucap Reyhan


" Kalau kak Rey masuk, takutnya terjadi Fitnah " ucap Bella


" Terus? " tanya Reyhan


" Hmmm....duduk di teras sini aja gimana? " ucap Bella


" Tak masalah " ucap Reyhan kesal sambil duduk di teras rumah Bella


Bella mengikuti Reyhan duduk di kursi kosong di sampingnya


" Kakak mau apa ? " tanya Bella


" Aku mau jemput kamu " ucap Reynan


" ??! " guman Bella


" Ini baru jam 1 kak, bunda bilang tadi kak Rey mau jemput jam 3 an ? " ucap Bella


" Iya tadinya begitu, tapi kerjaan di kantor udah beres dan aku inisiatif buat jemput kamu lebih awal " ucap Reyhan


" hmmm... " guman Bella


" Karena mama nyuruh aku belanja lebih dulu sebelum pulang nanti jadi aku mau minta tolong kamu bantuin aku belanja karena aku tak tahu nama dan jenis bahan bahan kue " ucap Reyhan


" hmmm...baiklah kalau begitu aku mau pamit bunda dulu ya " ucap Bella


" Tante Rini di rumah? " tanya Reyhan


Bella menggeleng


Reyhan mengangguk, dan membiarkan Bella masuk ke dalam rumah.


Tak lama, Reyhan tiba tiba ingin buang air kecil dan tanpa permisi Reyhan masuk ke dalam rumah.


" Di mana kamar mandinya ya ? " guman Reyhan


" Ach iya, di dekat musolla saja seperti waktu itu " pikir Reyhan sambil berjalan ke arah yang di tuju.


Reyhan berjalan ke arah musolla namun di ruang tengah, Reyhan melihat Bella sedang menelephone bunda dengan telephone rumah.


" Kenapa tak pakai ponsel saja? kenapa pakai telephone kabel ? ribet amat " guman Reyhan berhenti berjalan dan melihat ke arah Bella heran


Bella tak sengaja melihat Reyhan berdiri mematung melihatnya sedang menelephon sang bunda. Bella menutup satu sisi telephon dengan tangan kanannya dan berbicara pada Reyhan


" Kenapa kak Rey masuk? " ucap Bella


" Kak Rey mau apa? " tanya Bella


" Mau numpang ke kamar kecil " ucap Reyhan


Bella mengangguk


" Silahkan kak, bisa gunakan kamar mandi di dekat musolla " ucap Bella


Reyhan mengangguk dan berjalan ke arah tujuannya.


Saat di dalam mobil Rey, menuju perjalanan ke mini market untuk belanja.


" Bell, ini daftar belanja yang mama kasih tadi pagi " ucap Reyhan


Reyhan menyerahkan secarik kertas pada Bella dari mama Asih tadi pagi

__ADS_1


" Nanti, tolong kamu yang belanja ya " ucap Reyhan


Bella mengangguk sambil membaca daftar belanjaan, dan tiba tiba terkejut membaca daftar terakhir yang mama Asih tulis.


" Kamu kenapa Bell? " tanya Reyhan


Bella menggeleng dan memberikan kertas itu pada Reyhan.


Wajah Bella bersemu merah bercampur rada bersalah


" Rey, kamu ajak Bella jalan jalan saja biar lebih dekat. Mama mau segera menimang cucu setelah kalian menikah. Jadi lupakan belanjaan dan bahan kue atau acara membawa Bella ke rumah. Kalian bersenang senanglah ! " baca Reyhan


" Ya Allah ma, kenapa harus pakai cara seperti ini sih " guman Reyhan kesal dan memukul stirr bulat di hadapannya


Bella menunduk tanpa berkata kata


" Kak Rey terlihat kesal dan marah. Apa sebenarnya yang terjadi " batin Bella


ciiittttt....


Reyhan menghentikan mobilnya di tepi jalan dan duduk menghadap Bella. Menatap dan memindai Bella secara intens.


" Cantik " batin Reyhan


" ehemmm....." dehem Reyhan


" Bell, apa kamu mau mengikuti saran mama ? " ucap Reyhan


Bella mencoba mendongakkan kepalanya, dan mengangkat kedua bahunya


" Apa kamu bersedia aku ajak jalan jalan agar kita lebih dekat dan saling mengenal ? " ucap Reyhan


" hmmm....Apa kak Rey akan marah jika aku bicara jujur ? " ucap Bella


Reyhan menggelengkan kepalanya


" Bicaralah " ucap Reyhan


" Bella lebih baik di rumah saja, karena tak ada baiknya sedikitpun jika seorang laki laki dan perempuan berdua duaan tanpa ada alasan yang kuat " ucap Bella


" Jadi ? kamu ingin aku mengantarmu kembali pulang ? " ucap Reyhan


Bella menunduk tak menjawab, tak mengangguk atau menggeleng dia hanya diam menundukkan kepalanya.


" Apa kamu tak ingin seperti anak anak muda lain, jalan jalan dengan pacarnya ? makan malam romantis ? atau sekedar shopping berdua ? " ucap Reyhan


" Pacaran setelah halal lebih berpahala dan lebih menarik hatiku " ucap Bella


" hmmm....." guman Reyhan


" Baiklah kita ke KUA sekarang ! " ucap Reyhan


" Hahhhh...." guman Bella


" Tak ada penolakan ! " ucap Reyhan


Reyhan kembali mengemudikan mobil ke Kantor urusan agama setempat. Bella yang duduk menunduk terlihat cemas


" Masa iya ke KUA pergi berdua saja, tak ada saksi tak ada wali, dadakan pula " guman Bella


Kira kira bisa gak ya nikah dadakan?


Kalau di Novel sih bisa, karena kebanyakan pemerannya para sultan bisa di atur lah ya....


tapi di novel ini, pemerannya bukan kaya raya apalagi sultan hahaha....


mana dukungan buat Author nih...


Kopi pahit, bunga setaman atau sekedar jempol aja okeylah...

__ADS_1


pasti Authot terima dengan senyum bahagia


😊😍😘


__ADS_2