
" Kamu tak pergi ke kantor Rey? " tanya mama Asih
" Aku hari ini ijin ma " jawab Reyhan
" ??! " mama Asih mengerutkan dahinya
" Baru hari kamis, kenapa ijin ? Memangnya kamu mau ke mana? " tanya mama
" Mau ngajak Bella pergi ma " ucap Reyhan
" hmmm....kemana ? " tanya mama
" Mengurus berkas administrasi untuk nikahan ma " ucap Reyhan
" Oh " guman mama
" Sekalian mau ajak Bella ke Mall beli ponsel " ucap Reyhan
" Kamu mau beliin Bella ponsel? Apa Bella mau? " tanya mama Asih
" Kemarin sih bilangnya tidak mau ma, tapi gampanglah nanti Reyhan paksa saja " ucap Reyhan
" Jangan terlalu maksa Bella Rey, takutnya dia tak nyaman. Setahu mama Bella tak suka sosial media " ucap mama
" Iya ma tenang saja, Rey sudah sedikit paham karakter Bella " ucap Reyhan
" Baguslah kalau begitu " ucap mama
" Apa tak sekalian saja kamu beli barang barang sasrahan buat acara lamaran minggu depan Rey? " tanya mama
" Hmmm....Reyhan tak tahu ma, barang apa saja yang harus di beli " jawab Reyhan
" Ya kamu tinggal ngajak Bella masuk ke toko yang buat hantaran Rey. Di sana biasanya sudah lengkap, kalian tinggal pilih aja yang kalian suka " ucap mama
" hmmm....takutnya Bella nanti nolak ma di belikan ini itu. Kalau nanti sorean Rey sama mama aja belinya gimana? biar surprise juga barangnya " ucap Reyhan
" Iya juga sih, Bella anaknya memang begitu. Idemu boleh juga " ucap mama
" Ya maka dari itu ! " ucap Reyhan
" Ya udah, nanti sama mama saja belinya " ucap mama
Reyhan mengangguk dan melihat alrojinya.
" Reyhan jemput Bella dulu ya ma " ucap Reyhan
" Ini baru jam 8 Rey, Bella pasti masih beberes rumah " ucap mama
" hmm..." guman Reyhan
Reyhan lupa kemarin tidak memberitahukan Bella pukul berapa mereka akan pergi ke KUA kembali.
" Memang kalian janjian jam berapa? " tanya mama
" Nah itu dia ma, Rey hanya mengajak Bella pergi sama sama hari ini untuk mengurus berkas nikahan. Waktunya tak di sebutkan " ucap Reyhan
" Nah kan, perginya nanti siangan saja. Sekiranya Bella sudah selesai beberes rumahnya " usul mama
" Percuma donk Rey ijin tak ke kantor hari ini ? " ucap Reyhan
Mama tertawa kecil menutup mulut dengan tanganya
" Tak apalah nunggu di sana saja " ucap Reyhan
" Ya itu lebih baik, biar kamu tahu kelebihan Bella " ucap mama
" ??! " guman Reyhan
" Maksud mama? " tanya Reyhan
__ADS_1
" Kamu tunggu di sana saja, nanti juga tahu sendiri " ucap mama
" hmm....ya sudah Rey pamit ma " ucap Reyhan
" iya, hati hati di jalan. Ingat jangan terlalu memaksa Bella " ucap mama
Reyhan mengangguk lalu salim dan mengucapkan salam pada sang mama.
Saat sampai di rumah Bella, Reyhan mengucap salam di depan pintu rumah yang terbuka
" Assalamu'alaikum " ucap Reyhan
" Wa'alaikum salam " jawab Rini
" eh ada Reyhan, sini masuk Rey " ucap Rini
" Terima kasih bun " ucap Reyhan
" ??! " Rini mengerutkan keningnya
" Tak masalah kan kalau Rey mulai belajar manggil bunda ? seperti Bella manggil tante? " ucap Reyhan
" Tak apa Rey, malah tante seneng akhirnya ada anak laki laki yang manggil tante, bunda ! meski hanya anak mantu tapi sama saja. Tante tadi hanya merasa surprise saja dengan panggilan barumu itu " jawab Rini
" Ma kasih bun, mulai sekarang anggap saja Rey sebagai anak bunda " ucap Reyhan
" Karena Rey sudah anggap tante sebagai bunda Rey juga " ucap Reyhan
Bunda mengangguk dan tersenyum pada Reyhan kemudian menepuk pundak kanannya
" Kita langsung ke meja makan saja ya, kita sarapan bareng. Bella tadi kayaknya masak banyak " ucap bunda
Reyhan mengikuti tante Rini teman karib mamanya dan juga bunda dari calon isterinya ke ruang makan
" Duduk dulu Rey, sambil nunggu Bella " ucap Bunda
" Bella memangnya kemana bun? " tanya Reyhan
Bunda terus bicara sambil menata piring di meja dan membuka tudung saji. Reyhan melihat banyak makanan yang terlihat menggoda selera.
" Ini semua Bella yang masak bun? " tanya Reyhan
" Iya Rey, sejak Bella di rumah, Bunda tak di bolehin masak sama Bella. Bunda tiap hari hanya kebagian nyiram bunga di taman. Kerjaan rumah semua di kerjakan Bella "
" Rajin juga ternyata " batin Reyhan
" Nah itu dia " ucap Bunda yang melihat Bella berjalan ke arah meja makan
Reyhan melihat ke arah Bella dan bertemu pandang. Bella mengenakan kaos putih panjang, celana dan jilbab instan terlihat cantik dengan tampilan sederhananya.
" Sederhana tapi cantik " batin Reyhan
" Ayo kita sarapan, Reyhan sudah menunggu dari tadi " ucap bunda
" hmm...pagi kak " sapa Bella
" Ya " jawab Reyhan singkat
" Kamu mau makan apa Rey ? " tanya bunda
" Apa aja bun " jawab Reyhan
Bella mengangkat kedua alisnya
" Bell, ambilkan sarapan buat suamimu " ucap bunda
" Baru calon bun ! " ucap Bella mengingatkan
" Iya, sama saja bentar lagi juga kalian menikah " ucap bunda
__ADS_1
" Hitung hitung latihan melayani suami di meja makan " ucap bunda
Dengan patuh, Bella mengisi piring Reyhan dengan nasi
" Kakak mau makan dengan apa? " tanya Bella
" Semua terlihat lezat, aku jadi bingung mau makan apa " ucap Reyhan
" Kalau gitu cobain gini aja kak " ucap Bella memberikan semua menu sedikit sedikit namun lengkap di piring Reyhan
" Boleh juga " ucap Reyhan
" Asal nanti jangan nambah saja kak, di piring ini aja yang di habiskan " ucap Bella
" Kenapa tak boleh nambah ??! " tanya Reyhan
" Kakak yakin masih mau nambah? " ucap Bella
" Segini ? " ucap Bella memberikan piring Reyhan yang sudah penuh dengan berbagai makanan
" hahh....kayaknya itu aja gak habis deh " ucap Reyhan
" Di coba dulu kak, habis atau tak habis tetap tak boleh nambah ya " ucap Bella
Reyhan mengangguk menurut pada Bella, kemudian mulai menyendok makanan di piringnya lalu memasukkan ke dalam mulutnya.
" Enak " batin Reyhan sambil terus mengunyah makanannya.
Mereka menikmati sarapan dengan tanpa suara.
" Semua makanannya enak, pas bumbunya padahal segini banyak macamnya tapi semua rasanya pas " batin Reyhan
Tak terasa makanan di piring Reyhan habis tak tersisa.
" Makanannya enak Rey ? " tanya bunda
" Enak bunda, Reyhan pengen nambah lagi deh kayaknya " ucap Reyhan
" Tak boleh kak, ini minumnya " ucap Bella bergegas memberikan gelas berisi air untuk Reyhan minum dan membereskan piring Reyhan
" Kenapa Bell, aku hanya ingin nambah capcay udangnya saja kok " ucap Reyhan
" Kak, jangan berlebihan ! isi perut itu ⅓ makanan ⅓ cairan dan ⅓ nya lagi udara " ucap Bella
" Makan secukupnya dan berhenti makan sebelum kenyang ! " ucap Bella
" Kalau kakak pengen makan capcay udang, nanti lagi saat kakak sudah lapar " ucap Bella
" Nanti aku boleh makan lagi ? " ucap Reyhan
Bella mengangguk
" Kalau tiap hari aku makan masakanmu yang seenak ini aku bakalan cepat gemuk deh " ucap Reyhan
" Kayaknya kamu sudah jatuh cinta sama masakannya Bella, Rey " ucap Bunda
" Iya bun, dan kayaknya Rey bakal cintanya dari perut naik ke hati deh " ucap Reyhan
" Yang ada dari mata turun ke hati Rey, ngaco kamu ! " ucap bunda
" Kalau dari mata turun ke hati itu bukan cinta bun, karena orang buta tak akan bisa merasakannya. Lebih ke nafsu deh..." ucap Reyhan
" Bener juga apa yg kamu ucapkan " ucap bunda
Cinta itu dari hati naik ke mata
Karena yang jatuh hati, orang yang wajahnya biasapun terlihat cantik di pandang mata
Kirim kopinya donk...
__ADS_1
Author lelah nih, butuh asupan
..." Tiada tempat yang paling buruk yang dipenuhi oleh manusia dari pada perutnya. Cukup bagi anak Adam beberapa suap saja untuk menegakkan tulang belakangnya. Jika tidak, maka sepertiga (dari perutnya) untuk makanannya, sepertiga lagi untuk air, minumannya dan sepertiga lagi untuk nafasnya." ( HR. Imam Tirmidzi )...