
" Qobiltu Nikahaha wa Tazwijaha bil Mahril Madzkur Haalan” ucap Reyhan
Tes
Air mata Bella menetes karena terharu dan bahagia, tak pernah terpikirkan dia akan menikah secepat ini dengan laki laki yang baru dekat akhir akhir ini.
Qobul yang di ucapkan Reyhan bermakna bahwa mulai saat ini Reyhan siap memikul tanggung jawab untuk Bella, ia terima nikah dan kawinnya beserta segala kebaikan dan keburukan yang ada dalam diri Bella mulai saat ini.
" Sah ? " ucap pak D Amar
" Sah ! " jawab yang hadir
Senyum haru memenuhi ruangan, mengucap syukur dan mendoakan kedua mempelai. Uztad membaca do'a untuk kedua mempelai yang diaminkan oleh semua kerabat yang hadir.
Usai do'a Bunda Rini dan mama Asih tak kuasa menahan air matanya. Mengingat begitu berat perjuangan keduanya menemani putra putri mereka seorang diri sejak kematian ayah mereka. Bunda Rini dan mama Asih memeluk Bella yang duduk di antara keduanya. Mereka saling berpelukan erat saling menguatkan dan berbagi bahagia satu sama lain
Sementara Reyhan mengucap syukur tak terhingga. Rasa gugup, deg degan saat mengucap Qobul berhasil dia lalui.
" Nduk, Bell, kesini " ucap pak D Amar
Mama Asih dan Bunda Rini yang masih memeluk Bella merenggangkan pelukan mereka begitu mendengar pak D memanggil Bella.
Bella menegakkan wajahnya melihat sang bunda. Bunda tersenyum pada Bella dan mengusap kedua pipinya sambi mengangguk menyuruh Bella mengikuti ucapan pak D, Bella beralih melihat sang ibu mertua yang begitu sayang padanya. Dan mama Asih pun mengangguk sambil tersenyum lalu mencium pipinya lembut.
Bella bergeser dari duduknya, sambil berjongkok dia berjalan mendekat ke arah pak D Amar yang duduk di tengah ruangan bersama beberapa lainnya. Bella dipersilahkan menempati tempat kosong di samping Reyhan, sang suami barunya.
" Nak Rey, kini Anakku Bella aku serahkan padamu " ucap Pak D Amar
Reyhan mengangguk menatap pak D Amar, sementara Bella tetap menundukkan kepalanya. Ya pak D Amarlah yang menikahkan sekaligus menjadi wali dalam pernikahan Siri Bella dan Reyhan. pak D Amar adalah saudara laki laki Ayah Bella yang meninggal beberapa tahun lalu karena kecelakaan kerja. Pernikahan siri adalah pernikahan yang sah menurut agama hanya belum di akui negara dan belum sah karena legalitasnya tidak di akui namun demikian nikah siri atau nikah di bawah tangan tetap boleh di lakukan dengan selama syarat sah ijab qobul sendiri sudah terpenuhi.
" Dia sudah menjadi tanggung jawabmu mulai saat ini, jadi jaga dan lindungilah serta tunjukkanlah jalan surga padanya " ucap Pak D Amar
" Insyaallah pak D " jawab Reyhan
Kemudian pak D Amar mengulurkan kedua tangannya ke depan mempersilahkan Reyhan untuk berdo'a terlebih dahulu
Reyhan dan Bella kini duduk berhadapan, Reyhan mengusap ubun ubun sang istri yang tertutup hijab sambil berdo'a
" Ya Allah, aku memohon darimu kebaikan istriku dan kebaikan dari tabiat yang kau simpankan pada dirinya. Dan aku berlindung kepadamu dari keburukan istriku, dan keburukan dari tabiat yang Kau simpankan pada dirinya, Aamiin ” ucap Reyhan
Reyhan mengecup kening Bella usai berdo'a dan Bella mencium punggung tangan suaminya takdim.
" Tangannya dingin " batin Reyhan
.
.
Saat ini mereka sedang berada di dalam kamar Bella. Rombongan keluarga Reynan dan juga para tamu undur diri sekitar pukul 10 malam. Reynan memutuskan untuk menginap setelah di desak tinggal oleh sang mama dan juga sang mertua
__ADS_1
" Dik ! " panggil Reyhan
" Iya.... " jawab Bella
" Kamu udah isya' ? " tanya Reyhan yang baru selesai mengambil wudhu
" hmmm....itu kak, Bella ma...sih...." jawab Bella yang masih tampak repot membersihkan riasan wajahnya
" Ya sudah, kamu selesaikan dulu. Mas isya' duluan ya " ucap Reyhan
" iya mas " jawab Bella mengangguk
Reyhan keluar kamar menuju musolla di rumah Bella untuk melaksanakan kewajibannya.
Sementara di dalam kamar, Bella membersihkan diri membereskan sisa riasan di wajahnya dan memutuskan untuk mandi air hangat karena badannya terasa lengket. Setelah bersih Bella menunggu Reyhan sambil rebahan di atas Ranjangnya.
tap tap tap
suara langkah kaki berjalan mendekat ke arah kamar Bella
ceklek
pintu kamar terbuka, tampak Reyhan dengan wajahnya yang tampak lelah berjalan menuju ranjang setelah menutup pintu kamar.
" Udah sholatnya kak ? " tanya Bella basa basi
Reyhan mengangguk dan tersenyum pada sang isteri
Reyhan mengulurkan tangannya pada sang isteri bemaksud mengajaknya bersalaman namun Bella yang belum paham dan terbiasa menjadi bingung melihat ke arah sang suami yang kini berdiri tepat di samping dia duduk di atas ranjangnya
Bella mengangkat kedua bahunya tanda bertanya
" Salim " ucap Reyhan lembut
Bella mengambil tangan Reyhan dan mengecupnya takdim. Reyhan duduk di samping Bella tanpa melepas tangannya kemudian membalas dengan mengecup punggung tangan sang isteri.
" Kak " panggil Bella lirih karena yang merasa tak enak
" Kenapa ? " tanya Reyhan
" Mulai sekarang biasakan mencium tanganku sebagai bentuk rasa hormatmu pada suamimu yaitu aku, dan aku akan melakukannya juga sebagai rasa sayangku pada isteriku yaitu kamu " ucap Reyhan
Bella mengangguk dan tersenyum. Reyhan kembali mencium kedua tangan Bella yang sejak tadi masih dia genggam.
" Kakak istirahatlah, kakak tampak lelah " ucap Bella
" Bisakah kamu ganti panggilan itu ? " ucap Reyhan
" ?! "
__ADS_1
" Panggilan yang lebih mesra untuk suamimu " ucap Reyhan lagi
" Hmmm...kakak mau aku panggil apa? " tanya Bella
" Bisa honey, baby, darling hmmm apa lagi ya...." ucap Reyhan sambil berpikir lagi
" hahaha...." Bella tak bisa menahan tawanya
" kenapa ketawa hmmm ? " tanya Reyhan
" Kamu seperti anak ABG saja mas, masak minta di panggil honey, baby, apalagi tu darling, dadar guling hahaha....." ucap Bella
" Mas juga boleh deh, terdengar syahdu di telinga " ucap Reyhan
" hmmm...Mas ? " tanya Bella
" Iya, Mas ! tadi kamu panggil aku mas kan ? " ucap Reyhan
Bella tak sadar saat tadi memanggil Reyhan mas jadi dia merasa bingung saat Reyhan mengatakan bahwa dia memanggil Reyhan mas.
" Dari pada harus memanggil dengan panggilan honey, baby atau dadar guling lebih baik memanggil mas saja deh " pikir Bella
Bella mengangguk menyetujuinya.
" Baiklah, Mas istirahat dulu ya " ucap Bella
Reyhan menggelengkan kepalanya
" Kenapa ? apa mas mau sesuatu ? " ucap Bella
" iya, mas mau kamu...." ucap Reyhan menjeda ucapannya
Reyhan kembali memegang kedua tangan Bella
" Mas, Bella masih belum suci " ucap Bella
" kamu sudah bersih dan harum kok " ucap Reyhan
" Maksud Bella, Bella masih dalam masa haid " ucap Bella
" Hahaha...." Tawa Reyhan
" Mas,,, " ucap Bella lirih merasa malu
" Kamu mesum juga ya dik hahaha..." ucap Reyhan
" Mas,,," ucap Bella semakin malu
" Mas itu cuman mau kamu ambilkan makan buat mas dik " ucap Reyhan
__ADS_1
..."Ada seorang laki-laki yang berkata kepada istrinya, ‘Wahai Ukhti!’ Lalu Rasulullah SAW berkata, ‘Apakah istrimu itu saudarimu?’ Beliau membencinya dan melarangnya.” (HR Abu Daud)....