Racun Rumah Tangga

Racun Rumah Tangga
Bab 26


__ADS_3

PoV Author


Noni menatap Ke arah tyo, namun tyo mengangkat Bahu.


Tyo sebener Nya tidak menyangka jika Nafisa, bisa mengucapkan Hal sedemikian Rupa, tetapi tyo pun juga mengerti Bahwa kesalahan Noni sangat lah fatal.


Tyo hanya menjawab tatapan Noni dengan mengangkat Bahu Dan kepala menggeleng.


Seakan berkata Bahwa Dia tidak perduli.


Bukan Nya takut, Noni malah mendelik kan Mata Nya.


"Mas, kamu Denger Aku kan." Nafisa menoleh Ke arah tyo.


"Iya yang, terserah kamu saja, Dia memang Salah." Ucap tyo pada sang istri.


"Aku sebener Nya gak mau begini, tetapi kamu Noni, kamu sudah melebihi batas, kamu bisa membuat Rumah tangga Ku hancur, karna Ke salah pahaman." Ucap Nafisa sambil memandang tajam Noni.


"Aa-ku Minta maaf mba, Aku gak bermaksud Kaya gitu, Aku fikir, cowok itu cowok kamu, kalian akrab banger." Ujar Noni terbata Bata.


"Aku Minta maaf mbak, Aku janji Aku gak akan ulangi Lagi, Aku Mohon mba maaf ya,"


"Tolong mbak jangan usir Aku, Aku janji Aku gak akan ulangi lagi." Noni memohon, mengatup kan kedua tangan Nya Di hadapan Nafisa.


Nafisa bergeming dari tempat Nya, Lalu melihat wajah tyo.


Tyo hanya mengangkat Bahu, tanda Tak mengerti harus bagai mana.


"Kamu beresin pakaian kamu, Besok Pagi kamu pulang Ke solo." Ucap Nafisa pada adik ipar Nya.


'sebenar Nya Aku gak mau begini non, tapi Aku gak mau ambil resiko, Aku gak mau Rumah tangga Ku hancur karna kekotoran Hatimu.' batin Nafisa.


"Tapi mba, Aku kan udah Minta maaf, Aku janji gak bakal ulangi Lagi mbak, Aku janji." Ucap Noni memohon Lagi Dan Lagi.


"Gak bisa non, Aku kecewa banget Sama kamu, bisa bisa Nya kamu fitnah Aku non." Ucap ayu.


"Dan kamu mas, jangan jangan kamu sudah termakan Oleh fitnah an adik mu terhadap Aku, bukan bertanya, malah diam saja." Sambung Nafisa dengan Nada sarkas. Tetapi tyo hanya diam, Tak mau Makin memperkeruh suasana hati Nafisa.


"Aku Minta maaf, AyoKita Ke kantor." Ucap tyo pada istri Nya.


Dan Di jawab anggukan kepala Oleh Nafisa.


"Ayo deh."


"Bi Sumi, kami pergi Dulu ya." pamit Nafisa Pada pada Art Nya itu.


"Iya bu, Hati Hati." Timpal bi Sumi tergopoh gopoh Dari dapur menuju Ke arah Nafisa.


Nafisa dan tyo pun melangkah pergi, meninggalkan Noni yang sedang mematung, dengan perasaan Marah benci Dan dendam.

__ADS_1


"Oalah bu Nafisa, sudah cantik, baik sopan dan santun." Ucap bu Sumi penuh Ke kaguman.


Noni yang mendengar ucapan Wanita paruh baya itu, dada Nya Naik turun emosi, mendengus Kasar.


"Dasar kampungan, ciih." Ucap Noni sambil berdecih.


bi sumi hanya geleng geleng kepala.


***


Sementara Nafisa dan tyo sudah Di atas Mobil Melaju menuju kantor.


"Naf, maafin mas ya." Ucap tyo sambil memandang istri Nya sejenak Lalu fokus Ke Jalan Raya Lagi.


"Maaf untuk apa mas." Timpal Nafisa dengan acuh.


"Maaf atas kelakuan keluarga mas, terhadap kamu." Ucap tyo.


"Kenapa kamu yang Minta maaf mas, itu bukan Salah kamu Kok."


"Dan lagian, Aku udah gak apa, Aku sudah maaf kan Aku sudah lupakan."


Tyo menghembus nafas Lega.


"Mas tau, kamu istri yang baik, Naf." Ucap tyo Lagi.


Sebener Nya tyo merasa sangat Malu Dan tidak tau Harus bicara apa, tapi Dia tau, istri Nya Adalah Wanita yang selalu berbesar hati.


"Aku juga, Aku gak habis fikir Sama mereka semua." Timpal tyo dengan nafas berat.


"Mereka semua?, Siapa Aja mas?." Tanya Nafisa heran.


"Apa ada yang lain, selain kamu, yang tau soal Ini?." Tanya Nafisa Penuh curiga.


"Hmm-m, engga, Naf, maksud Aku, si Noni." Ucap tyo tergagap.


Setelah Tiga puluh menit mereka tiba Di kantor.


Tyo dan Nafisa memberi kan kunci Mobil pada satpam Dan mereka melangkah Ke dalam kantor, menaiki lift, menuju ruangan tyo.


Beberapa menit kemudian, mereka pun Sampai Di lantai Tiga, Tiba Tiba langkah Nafisa Dan tyo terhenti karna sesosok yang sudah standby Di depan ruangan tyo, Kali Ini Nafisa yang Dalam keadaan, perasaan yang amat tidak Baik.


"De-dea, ngapain Di Sini." Tanya tyo gugup. Dan itu memancing kecurigaan Nafisa. Nafisa memandang tyo Dan dea secara bergantian.


"Ada Urusan apa Lagi mba dea?." Tanya Nafisa, berusaha ramah tapi tatapan Nya penuh pertanyaan.


"Mmm, enggak ada apa apa, kemarin ada barang Aku yang tertinggal Di atas." Timpal dea Kaku, Di tatap Nafisa seperti itu membuat dea seakan menguliti Nya hidup hidup.


"Kok gak langsung Di ambil kemarin, Ini kan udah dua Hari Dari pemotretan." Tanya Nafisa dengan tatapan penuh selidik.

__ADS_1


"Hmmm, iya nih, soal Nya Aku kemarin setelah pulang dari Sini langsung Ke luar kota." Ujar dea penuh kebohongan.


'apes banget Aku, ngapain Lagi perempuan Ini pake acara ikut Ke kantor segala.' gerutu dea Dalam Hati.


"Mmm ya udah, Naf, Aku Ke atas Dulu ya." Ucap dea sembari terburu buru pergi menuju lift.


Nafisa memandangi kepergian dea, Nafisa semakin heran, karna dea malah menaiki lift yang Jalan Ke bawah.


'aneh.' begitu batin Nafisa.


Tyo menghembus nafas kasar.


'Ya lord, apa Lagi ini.' tyo mengusap wajah kasar.


"Mas kamu kenapa, Kaya binging gitu." Ujar Nafisa heran melihat Raut wajah suami Nya.


"Hah?"


"Enggak apa apa yang, Ayo Kita Masuk." Tyo merangkul Bahu istri Nya.


"Hmmm iya mas." Mereka menuju ruangan.


" Oh ya mas, enter Aku ketemu Wina Lagi ya, mau bahas soal kampus Dan cari tau persyaratan Nya apa Aja." Ujar Nafisa pada sang suami.


"Hmmmm Sama Wina Aja?." Tanya tyo penuh selidik.


"Iya mas, mas Kok Jadi curigaan sih" timpal ayu mengerucutkan bibir Nya.


"Engga sayang, mas cuma Tanya." Ucap Tyo pada istri Nya.


"Hmmmmm." Nafisa hanya berdehem.


Tiba Tiba.


"Selamat Pagi pak bu." Sapa desky yang ternyata sudah ada Di ruangan Nya sedari tadi.


"Pagi." Nafisa dan tyo menjawab secara bersamaan.


Kemudian Nafisa menelisik penampilan, desky, Dari atas Sampai bawah, Nafisa menautkan kedua alis Nya.


'Tumben desky pakaian Nya begini.' batin Nafisa, pasal Nya penampilan desky berubah drastis, Rok Hitam Di atas lutut, dengan kemeja ketat berwarna pink, di tambah Syal Di leher Nya.


"Besok Besok Baju Nya lebih sopan ya des." Cetus Nafisa.


Desky hanya menunduk Malu.


Dalam keheningan, Tiba Tiba.


Tung.

__ADS_1


Notifikasi ponsel tyo, tyo merogoh kantong Nya dan mengambil ponsel Nya.


"Mas Harus bujuk mba Nafisa supaya gak usir Aku, kalau tidak, rahasia mas dan mba Dea Aku bongkar!"


__ADS_2