Racun Rumah Tangga

Racun Rumah Tangga
Bab 27


__ADS_3

'Pokok nya mas harus bujuk mba Nafisa, agar dia, tidak jadi usir aku, atau rahasia mas dan mba dea aku bongkar.' ternyata notifikasi itu pesan dari noni, yang berisi sebuah ancaman.


Tyo yng membaca pesan itu membelalak kan mata nya, dada nya tiba-tiba berdegup kencang.


'astaga, apa lagi, ini tuhan.' teriak tyo dalam hati.


'Bisa bisa nya kamu malah mengancam mas mu sendiri non.' tyo mengacak rambut nya frustasi. Tampa menyadari bahwa di tempat itu ada Nafisa dam desky, yang memperhatikan tyo dengan pandangan yang terheran heran.


"Mas kamu kenapa sih, kaya orang lagi frusatasi gitu, itu rambut kamu jadi acak acakan tau!." Sentak Nafisa pada suami nya, heran sekali Nafisa melihat tingkah suami nya itu.


"Ee-hm, enggak apa apa, Naf, mas hanya." Tyo menggantung ucapan nya, dia tidak tau harus berucap apa. Dan hal itu malah membuat Nafisa semakin curiga.


"Hanya apa mas, kamu lagi sembunyiin sesuatu ya dari aku?." Nafisa menatap suami Nya penuh selidik.


"Ehem, enggak kok yang, apaan sih yang kok malah curigaan." Tyo nyengir kuda, menutupi kebingungan hati nya. Dan melangkah ke kursi nya.


"Kalau gitu saya ke ruangan sy dulu pak bu." Ucap desky sembari melangkah pergi.


"Inget des, pakaian nya besok yang lebih sopan, enggak enak dong di liat orang, ruangan mu dan suami ku kan hanya di sekat pintu itu." Ucap Nafisa pada sekertaris suami nya tersebut. Dan desky pun mengangguk takzim.


'hih, apa apaan, pakaian aja di permasalahkah.' geram desky, dalam hati tentu ny, karna mana mungkin dia mau menggerutu di depan bos nya langsung.


"Yang sini geh." Tyo memanggil istri nya, memgisyaratkan untuk duduk di sebelah paha tyo.


"Yakin mas?, Aku abot loh." Ucap Nafisa pada suami nya.


"Waduuuh, jadi kamu meremehkan mas ya, hemm." Timpal tyo dengan wajah penuh arti.


"Tapi aku curiga kalau udah liat wajah mas seperti itu." Ucap Nafisa, seraya berpura pura bergidik ngeri.


"Kaya gitu gimana hmm." Tyo memainkan kedua alis nya, mengangkat alis nya naik turun, sengaja menggoda istri nya.


"Tuh kan, muka nya mesuuuuum!!!." Pekik Nafisa sembari tertawa meledek.


"Dasar om om mesum." Ucap Nafisa pada suami nya, masih enggan duduk di paha suami nya.

__ADS_1


"Kita cuma beda lima tahun yang, masa aku di sebut om om," tyo terkekeh mendengar ucapan istri nya itu.


"Tetep aja, kamu lebih tua dari aku." Ucap Nafisa sambil menjulur kan lidah nya.


"Heh kamu ini, memang mau punya suami om om, hmm." Tyo terus menggoda istri nya.


"Asal kaya kamu mah aku mau." Timpal Nafisa sembari mengerlingkan mata nya.


"Hmm, sudah pandai menggoda mas ya." Tyo berdiri menghampiri istri nya, karna atu tak kunjung datang ke pangkuan nya.


"Iish mas ngapain." Nafisa berlari menjauh. Dan terjadi lah aksi kejar kejaran di dalam ruangan itu.


"Hup!."


"Dapat kan, makanya jangan menggoda mas." Ucap tyo, merengkuh pinggang istri nya. Dan Nafisa diam membeku, rasa kagum dengan wajah manis, dan rahang tegas milik suami nya itu, tak pernah hilang dari hati Nafisa. ia selalu mengagumi tyo, apa lagi kesetiaan dan kedewasaan tyo, walau pun ada beberapa hal yang sempat mengganggu fikiran nya, soal hubungan tyo di masa lalu, tetapi demi rumah tangga nya, Nafisa pun melupakan itu, toh semua hanya masa lalu.


"Iiiihs, mas ngapain sih nanti ada yang liat loh." Ucap Nafisa pada suami nya.


"Siapa yang mau liat yang." Ujar tyo tersenyum nakal.


"Ya kan, siapa tau ada~~


'Baru tau aku, mas tyo bisa berbuat begini gak kenal tempat.' batin Nafisa, Pasal nya yang dia tau, tyo adalah lelaki manis yang sholeh dan tidak menyentuh wanita sembarangan. Sekali pun itu Nafisa, dia selalu melihat tempat.


Setelah beberapa menit tyo melepas ciuman nya pada istri nya, terlihat Nafisa dengan nafas terengah engah memegang dada nya.


"Kamu mesum mas, bisa bisa nya ciuman di kantor, gimana kalau ada yang lihat mas, kan malu." Ucap Nafisa seraya mengatur nafas nya yang masih tersengal sengal.


"Kenapa malu yang, aku kan suami mu." Ucap tyo santai menarik perlahan tubuh istri nya menuju kursi kerja nya, dan memaksa Nafisa duduk di pangkuan nya.


"Yaa walau pun mas, biasa nya juga kamu gak mau tuh, sayang sayangan di tempat umum." Nafisa terus saja nyerocos menjawab suami nya.


"Ini bukan tempat umum yang." Tyo merasa gemas karna istri nya yang tak pernah kehabisan kata kata, untuk berdebat dengan nya.


"Iya tetep aja kali mas." Ucap Nafisa sambil mengerucutkan bibir nya. Tyo terkekeh, ia sangat gemas dengan bibir sensual itu, pipi yang bulat itu ingin rasa nya tyo mencubit nya.

__ADS_1


"Mmmh, iya-iya yang, oh ya yang, mas ingin bicara sesuatu, boleh?." Tanya tyo pada sang istri.


"Tanya apa mas, boleh kok, tanya aja." Ucap Nafisa santai.


'Bagai mana pun aku harus bujuk Nafisa, agar gak memgusir noni, bisa mampus aku kalau mulut ember noni sampai membeber kan rahasia ku kemana mana, bisa meledak ledak istriku.' batin tyo dalam hati. Ia termangu untuk beberapa saat.


"Mas kok malah melamun sih, katanya mau tanya." Nafisa membuyar kan lamunan suami nya itu.


*Eeh, iya yang, mas mau tanya, apakah kamu sudah memaaf kan noni atas ke salah pahaman yang terjadi?." Tanya tyo.


"Emmm, tentu sudah dong mas biar gimana pun, adik mu juga adik ku mas, aku sebenar nya juga gak tega mas sama noni, tapi mau gimana lagi, dia sudah kelewatan mas, masa dia fikir aku selingkuh, pacaran aja aku enggak selingkuh apa lagi sudah menikah." nafisa yang tadi nya sudah sedikit tenang sekarang malah tampak jengkel lagi karna tyo membahas hal itu lagi.


"Iya yang mas ngerti." Ucap tyo lirih, rasa nya tyo tidak sanggup dan sekaligus malu terhadap istri nya.


"Kenapa mas bahas itu lagi?, Apa mas keberatan kalau aku suruh noni pulang ke solo?." Nafisa berusaha peka dengan raut wajah suami nya.


"Bukan keberatan, hanya saja kalau mas boleh minta tolong." Tyo menggantung kembali ucapan nya, tyo bingung sendiri bagai mana cara berbicara nya.


"Lalu?." Nafisa heran dengan sikap suami nya itu.


"Kalau mas boleh minta tolong, boleh kah Nafisa,~


Ceklek!


Tiba tiba suara pintu di buka, ternyata desky.


'haah,' tyo menghela nafas.


"Maaf pak saya minta tolong bapak tanda tangan, di sini." Ucap desky sembari menyodorkan map. Dan tyo mengangguk kan kepala menanda tangani kertas itu.


"Terimakasih pak." Desky membalikkan badan kembali ke ruangan nya.


"Kaya artis kamu mas, di mintain tanda tangan." Celetuk Nafisa. Dan tyo pun tertwa.


"Aku mau lanjutin yang tadi boleh, Naf?," Tyo bertanya pada istri nya.

__ADS_1


"Silahkan mas." Ucap Nafisa sembari mengelus wajah suami nya.


"Tolong jangan usir noni, kasih dia satu kesempatan lagi."


__ADS_2