Racun Rumah Tangga

Racun Rumah Tangga
Bab 29


__ADS_3

"Noni" Terlihat nama noni di layar panggilan tyo.


"Halo, non." Tyo mengangkat panggilan dari sang adik.


"Halo mas, gimana?, Udah kamu bujuk mba istri mu?." Tanya noni penuh harap.


'awas aja kalau sampai engga, akan aku bongkar masalah mu.' noni mengancam geram di dalam hati nya.


"Entah lah non." Timpal tyo cuek.


"Laah, kok kamu bilang gitu mas, maksud mu apa hah!." Noni membentak kakak nya.


"Apa apaan kamu kok malah marah sama aku, maka nya kelakuan mu di jaga, biar gak repot." Jawab tyo tak kalah sengit nya.


"Heh, kamu denger ya mas, kalau mas gak bujuk mba Nafisa, aku pastiin rahasia mas bakal bocor dan luber kemana mana, ke mba Nafisa, ibu, bapak, dan mertua mu." Ancam noni kepada kakak nya.


Tyo yang mendengar itu pun membeliak kan mata.


"Bisa bisa nya kamu mengancam mas mu non." Suara tyo geram.


"Yaa bisa dong mas, lagian mas kan tau aku pengen banget kuliah di sini, kamu malah main setuju setuju aja waktu istri mu usir aku." Ketus noni.


"Yaa makanya jangan bikin ulah non, tingkah mu di jaga, agar orang senang sama kamu, ini malah mancing emosi orang terus, lebih parah nya lagi kamu bisa buat rumah tangga ku berantakan non." Tyo masih dengan nada sengit berbicara pada adik nya.


"Udah lah mas, pokok nya besok sebelum aku pulang ke solo, aku pasti kan, kalian akan benar bemar berantakan, cam kan itu mas." Ucap noni penuh ancaman.


Noni pun memutuskan panggilan secara sepihak.

__ADS_1


"Gimana si mas tyo, bukan nya bujukin istri nya yang sok kaya itu, malah ceramahin aku." Geram noni seraya membangting kan ponsel nya ke atas kasur.


"Lagian kenapa juga si Nafisa itu anak orang kaya raya, kenapa dia cantik, kenapa dia bik, kenapa dia pintar, kenapa semua oran suka sama dia, kenapa, kenapa semua itu gak tuhan kasih buat aku, kenapa hah!!." Noni meluap kan amarah nya yang menggebu gebu di dalam kamar itu, ia raih alas kasur itu, dan menarik nya kasar, sehingga semua yang ada di atas ranjang itu berhamburan.


"Gimana kalau aku gak jadi kuliah di sini, bisa malu aku sama teman teman ku." Noni masih dengan penuh amarah berdiri di samping ranjang nya.


"Apa pun cara nya, aku harus buat ipar sok kaya itu gak jadi usir aku, sialan" Teriak noni di dalam kamar itu.


***


Sementaara di kantor nya tyo memijit pelipis nya, baru saja dua hari tenang, dia sudah di terpa permasalahan lagi, dan masalah nya ada ada saja, meski orang nya hanya seputaran itu saja, tapi yang paling pelik adalah, jika sudah menyangkut masa lalu nya, maka itu akan membobol dinding pertahanan tyo.


"Kenapa, kenapa aku bisa sebodoh itu di masa lalu, gimana kalau Nafisa tau." Tyo bergumam lirih.


Sementara dari balik pintu ruangan itu, ada seringai.licik terkembang.


'aaah pak tyo, bahkan saat raut wajah mu, tampak kalut pun, kamu tetap saja tampan.' gumam desky dalam hati nya.


'seperti nya, saat saat seperti ini, bisa aku guna kan untuk mendekati mu.' desky membuka pintu dan menuju meja kera tyo.


"Hmm, maaf pak, apa ada yang bisa saya bantu?." Ucap desky seraya menunduk di depan bos nya, menerbitkan senyum indah penuh arti di bibir nya.


Tetapi tyo yang sedang berkecamuk dalam fikiran nya, dia tidak menyadari kehadiran sang sekertaris.


"Pak, pak tyo." Deski melambai lambai kan tangan ke depan wajah tyo, dan itu pun sukses membuat tyo tersadar dari lamunan nya, sehingga tyo sedikit berjingit kaget.


"De-desky." Tyo tergagap melihat wajah desky sangat dekat dengan nya, kemeja desky yan seperti nya sengaja membuka dua buah kancing nya, sehingga dua gunung kembar itu sedikit menyembul ke permukaan.

__ADS_1


"Ada apa des, sejak kapan kamu di sini." Tyo berusaha menjauh kan wajah nya dari wajah desky dan membuang pandangan nya ke sembarang tempat, hingga dia tak melihat lagi pemandangan yang, sedikt menakjub kan itu.


'astaga, bisa bisa nya.' tyo menggeleng gelengkan kepala nya.


"Hmmm, sedari tadi pak, tapi bapak kayak nya lagi asik melamun pak, ngelamunin apa sih." Ucap desky dengan suara yang di buat mendayu dayu.


"Aah, engga des, saya hanya sedikit pusing aja." Timpal tyo gugup, pasal nya desky malah bertopang dagu di depan meja kerja nya.


"Bapak pusing mikirin apa, sebaik nya jangan di pendam sendiri pak bapak bisa cerita ke sy kalau ada apa apa, saya siap mendengarkan pak." Ujar desky sambil terus menatap wajah tampan sang bos.


"Ngga des, hanya sesuatu yang gak terlalu penting untuk di bagi." Timpal tyo lagi.


"Tapi kan bikin bapak pusing, memendam sesuatu emang bikin pusing pak, maka dari itu, kalau bisa, apa apa itu jangan di pendam sendiri, lagian kami para bawahan kan sangat rugi kalau peimpin kami merasa drop, karna kebanyakan fikiran." Desky memutari meja dan berdiri di belakang tyo. Kedua tangan nya sangat lihai menemukan titik titik nyaman tyo,terasa oleh tyo bahwa kedua tangan itu menyentuh pundak nya meremas nya pelan pelan, dan sukses membuat tyo merasa lebih rilex.


Tyo memejam kan matanya, menikmati pijatan demi pijatan yang di berikan desky.


"Saya tau pak, bapak lelah si perkerjaan, perjalanan, dan mungkin dengan segelintir masalah dalam rumah tangga."


"Dan maaf pak, bukan saya mau ikut campur, saya saat ini hanya berusaha membuat bapak nyaman saja, apa lagi, saya tau, bu Nafisa kan sedang sibuk sibuk nya, untuk mengurus kuliah nya, ini baru mau masuk loh pak, belum kalau udah kuliah."


"Itu lah yang membuat saya, menenangkan, bapak bisa bercerita kepada saya setiap permasalahan."


"Karna kalau pulang, ketika bapak hendak cerita, mungkin bu Nafisa lelah, apa lagi, kalian belum punya anak, atau belum ada janin yang di idam idamkan, jadi."


"Jadi apa maksud kamu des." Tyo mendongak kan kepala, menatap sekertaris nya. Dia merasa heran apa maksud dari ucapan sang sekertaris.


"Maksud saya, jadi, belum ada sesuatu yang bisa membuat bapak untuk lebih semangat menjalani hari hari pak."

__ADS_1


"Maaf pak, saya gak ada maksud apa apa, saya cuma pengen bapak tau, kalau saya mengerti posisi bapak, dan saya cuma pengen, bapak terus waras dan sehat." Ucap desky dengan senyuman nya yang selalu penuh arti.


Dan tyo yang mendengar ucapan itu, menegak kan tubuh nya.


__ADS_2