Rahasia kalung kanaya

Rahasia kalung kanaya
tanpa jawaban


__ADS_3

paginya tepat jam 10 siang maira mengantarkan naya bertemu dengan teman bosnya disebuah cafe keduanya sudah duduk menunggu orang itu tak lama


maira menangkap seseorang yang berjalan masuk, merasa itu orang yang mereka tunggu lantas maira melambaikan tangannya.


" pak, kami disini " maira sedikit teriak, lalu orang itu berjalan kearah mereka


" maaf, saya terlambat " ucapnya


" tidak masalah pak, silahkan duduk " jawab maira, naya yang sedari hanya melihat keduanya tanpa mengeluarkan suara


" oh, ya pak ini teman saya, shavira kanaya " maira meperkenalkan naya, naya berdiri menghadap pria itu


" panggil saja naya pak " sambung naya mengulurkan tangannya


" oh ia saya al, senang bisa bertemu dengan kalian " ucap al sambil menjatukan bokongnya diatas kursi.


maira memanggil seorang pekerja cafe untuk memesan minuman dan makanan namun pak al menolak karena dia hanya akan sebentar saja dan langsung pergi lagi setelah menjelaskan pekerjaan pada naya


" jadi bagaimana ? apa sudah mengerti? " tanya pak al


" ia saya mengerti pak, tapi saya hanya tamatan sekolah menengah atas dan belum punya banyak pangalamaan apa pantes saya kerja di rumah sakit? meski hanya sebagai pengantar makanan saya rasa - " ucapan naya terpotong


" tidak masalah saya bisa atur, yang penting kamu mau dan siap bekerja " potong pak al, naya melirik kearah maira, seakan tau kekhawatiran naya maira mengangguk


" baiklah pak jika begitu saya siap " ucap naya dengan yakin


"ok lah jika kamu sudah setuju, saya akan bicarakan ini dengan atasan saya " pak al segera membuka layar ponselnya dan mengetik sesuatu disana, entah apa yang pria itu ketik.


" oh ya sore kamu langsung datang saja kerumah sakit bisa ? " ucap pak sl


" bisa pak, kami akan datang " bukan naya yang menjawab melainkan maira


pak al mengangguk stelahnya pamit untuk pergi.


naya tidak marah pada maira karena dia tau maira ingin mengantarnya sekaligus ingin melihat rumah sakit yang akan menjadi tempat kerja naya, hanya maira yang ia miliki bukan sebagai teman tapi lebih naya sudah menganggap maira sebagai kakanya ya mungkin hanya berbeda berapa tahun saja darinya tapi itu tidak jadi penghalang.,


setelah kepergian pak al dari cafe maira dan naya pun ikut menyusul sesudah makan ya kapan lagi makan gratis yang sudah di bayar pikir keduanya,


ya sebelum pergi pak al membayar semua pesanan yang tentu saja membuat keduanya senang.


naya dan maira berjalan disisi jalan tujuannya sekarang ketaman tapi apa tidak panas dijam segini ketaman??


" nay, apa kita pulang saja?? panas tau.. " keluh maira


" pulang aja sendiri, gue belum mau "


meski begitu maira tetap mengikuti naya disamping sebelah kiri


BUUKK...


" aww.. ,, pala gue " ringis maira kesakitan langsung memegangi kepalanya yang terkena timpuk begas botol air mineral

__ADS_1


segera naya membantu maira,


" woy, kira kira dong buang sampah kena pala orang " teriak naya


buuk..


naya kembali melempar botol itu kearah mobil namun sayang botol itu tidak mengenainya sama sekali.


" dasar orang kaya sombong, awas saja jika gue lihat mobilnya lagi abis loe " rutuk naya mobil melesat dengan kencang


" udah nay, gue gak apa-apa tenang aja gue hanya kaget doang ko " menenangkan naya


" loe apaan sih malah belain, kaget macam apa ampe pala loe benjol gini " ucap kekeh naya kesal


sedangkan orang yang membuang sampah sembarangan tadi melaju dengan kencang seperti orang kesetanan


mobil itu berhenti didepan rumah sakit.


belum reda emosi naya sampai dirumah ia cemberut tidak mau bicara pada maira


" udah lah nay, jangan marah terus nanti cantiknya ilang loh " hibur maira, dia tau kenapa sikap naya seperti itu.


" biarin, siapa suruh loe malah belain itu orang " ketus naya


maira tak habis pikir sampai dia merauk wajahnya berulang kali


" bukan maksud gue belain itu orang, tapi ya udah lah gak usah dibahas lagi, mendingan loe mandi terus istirahat sore kan mau ketempatnya pak al "


naya masih cemberut namun ia melirik ke arah kepala maira memastikan,


" gue gak mau kehilangan lagi may, gak mau kehilangan orang yang deket sayang sama gue, gue gak sanggup kalau loe juga ninggalin gue juga " suara naya terdengar bergetar dan tak terasa air mata lolos jatuh melewati pipinya.


buru buru maira mengahapus jejak air mata dari pipi naya, maira tersenyum bahagia


" gue gak akan ninggalin loe, selain adik gue, gue juga sayang banget sama loe, loe udah gue anggep sahabat sekaligus adik gue jadi loe gak usah ngambek lagi ya apa lagi nangis kaya gini hmm " maira menepuk kedua pipi naya lembut akhirnya mereka berpelukan


seorang pria keluar dari dalam mobilnya ia melangkahkan kakinya dengan gagah sepatu hitam pakaian yang sangat mahal melekat pada tubuhnya seorang datang menghampiri dan membungkukan setengah tubuh memberi hormat pada pria itu.


" tuan, tuan besar sudah menunggu " memberi tahu dijawab dengan anggukan


sebelum melangkahkan kaki ia merapihkan jasnya terlebih dahulu para pengunjung yang melihat terutama kaum hawa meleleh dibuatnya.


pengawal yang tadi memberikan jalan agar sang tuan berjalan didepannya


wajah yang tampan kulit yang putih nan mulus hampir tak ada noda yang bersarang tapi tunggu kenapa ada tanda merah dihidungnya apa itu tanda lahir?? atau jerawat !


itu tak mengurangi kadar ketampanannya sama sekali.


" adududuh sakit jantung gue " ringis maira ternyata dia melihat pria itu


" loe kenapa may ? " memegangi tangan maira

__ADS_1


" nay, coba lihat tu laki ganteng banget kaya seokjin tapi bukan kaya kooki eh tapi kaya suga cool man.. " crocos maira merengkuh wajahnya dengan gemas


" loe apan sih gak jelas amat jadi orang, ganteng apanya hitam kaya gitu " setelah lihat kearah yang ditunjuk maira namun salah orang yang dimaksud maira telah masuk dan ditelan tembok..


naya meninggalkan maira dibelakang dan segera masuk kedalam ruangan yang dimaksud pak al setelah mengetuk pintu dan menyuruhnya untuk masuk, naya membuka pintu dan ternyata setelah masuk kedalam ruangan tersebut sudah ada pak al yang sesang berdiri disamping seseorang siapa orang itu?? apakah itu atasan yang kemarin dia bilang? ya itu pasti benar.. pikir naya


" permisi pak " maira tersenyum masuk menyusul naya


" loe apaan si main tinggal aja " bisik maira samping naya


" wiih ganteng juga " batin maira setelah melihat oria disamping pak al


" hai, aww " maira meringis mengusap lengannya naya mencubit lengan maira menyadarkan wanita itu


pak al menyuruh keduanya duduk


" nah, nay kenalkan ini atasan saya dan dia tangan kanannya bos dan bos besar " ucapnya


naya bingung maksud dari perkataan pak al sudahlah tidak penting juga untuk memikirkan ini selama pekerjaan mudah dan halal


" salim " ucap pak al


naya langsung memegang tangannya dan mencium layaknya seorang anak yang akan berangkat sekolah mencium tangan orang tuanya.


maira menggaruk kepalanya


" apa yang kamu lakukan naya " ucap pak al bingung


" salim kan pak? ya sudah saya lakukan " polos naya


" maksud saya namanya salim, pak salim naya " ucap pak al gereget campur gemas maora menutup mulut ingin rasanya dia menertawakan kepolosan naya ini.


" sudah cukup, saya minta sekarang kamu mulai bekerja dan ingat sebelum kamu bisa membuat orang itu makan, maka jangan harap kamu bisa pulang cepat " ucap salim dingin


naya melirik pak al ingin protes bukannya memberi jawaban tapi pak al malah menundukan pandangannya kebawa


" tapi, pak bukannya jam kerja saya hanya sampai jam 6 sore! "


" terima atau kamu bayar denda 50 juta " tegas


naya dan maira melongo mendengar ucapan yang baru saja keluar dari mulut salim


denda? kerja juga belum sudah bayar denda dari mana duit 50 juta


" apa maksudnya ? denda enak, saja saya gak mau "


salim menyodorkan berkas yang sempat diberikan pada al untuk ditanda tangani oleh naya dan ya tadi pagi sebelum oergi al menyuruh naya untuk tanda tangan tanpa membaca lagi naya menanda tangani surat yang diberikan oleh al itu membut naya terdiam seribu bahasa.


" tapi, hanya sabtu dan minggu kan?? " naya pelan. maira menatap kasihan pada naya ini salahnya kenapa dia harus menawari naya pekerjaan ini


maira menunduk merasa malu.

__ADS_1


tanpa berucap sepatah kata salim melangkah keluar meninggalkan ketiga orang itu tanpa jawaban.


__ADS_2