
ayah naya melirik naya dengan sendu dia usap kepala anaknya dengan sayang sejujurnya jika mungkin mereka berdua bisa terus disamping anak semata wayang mereka namun itu tidak mungkin karena malaikat maut sudah berada diujung pintu rumah sakit menjemput mereka.
ibu naya memghela nafas panjang sebelum bicara pada naya
" naya sebelumnya maafkan ibu nak, ibu juga minta maaf pada ayah " lirih ibu naya
ayah naya mengedipkan matanya pada istrinya itu tanda dia sudah memaafkan semuanya.
" naya, ibu sudah siapkan kado untukmu, tadinya ibu akan bicara panjang lebar pada kalian berdua namun sepertinya tidak mungkin "
" ibu, aku tidak mau kado aku mau ibu saja tolong bu jangan bicara seperti itu " ucap naya dengan bibir bergetar maira mencoba untuk menguatkan naya dengan berada dibelakang sambil mengusap bahunya
" nak, bawalah kemanapun hadia yang ibu berikan padamu, jangan sampai hilang jaga dengan baik itu sangat berharga bagi ibu karena hanya itu peninggalan keluarga ibu satu-satunya berjanji lah naya " lirih ibu naya
" i' ia bu naya berjanji "
ibu naya tersenyum mendengar ucapan naya dan kini tangan ibu naya meraih tangan naya begitu pula ayah naya mengikutinya memegang tangan naya dengan nafas tersengal
" sayang maafkan kami nak. kami tak bisa menjagamu sekarang, tugas kami sudah selesai sampai disini jadilah anak ibu dan ayah yang kuat yang ceria dan baik hati bukankah anak ayah paling cantik? tersenyumlah nak kami ingin lihat senyum manismu yang terakhir kalinya " lirih ayah naya, naya menggeleng menolak dengan keras
" nay, tersenyumlah relakan mereka pergi " bisik maira, akhirnya naya berusaha tersenyum meski dengan bergetar karena tangis
" aku tidak bisa " tolak naya sambil melepaskan pegangan keduanya pada tangan naya mana mungkin harus tersenyum melihat kedua orang tuanya yang akan meninggalkan naya untuk selama lamanya
__ADS_1
" naya " lirih ayah naya dengan nafas yang sudah tersendat
" ayah,, hiks hiks hiks " naya memeluk sang ayah
" naya, kami mencintaimu nak " ucap ibu naya yang juga ikut nafasnya tersendat
" ibu " naya beralih memeluk sang ibu
ibu dan ayah naya tersenyum ibu naya menghapus air mata yang mengalir dipipi mulus anaknya.
" kami mencintaimu "
" a'aku lebih mencintai kalian berdua " ucap naya dengan isak tangisnya, ibu dan ayah naya tersenyum mendengar ucapan anaknya naya melepaskan pelukan dari sang ibu
tiiiiiiiiiiiiit
" ibuuuuu ayaaah " teriak naya brrgantian memeluk orang tuanya tak lama
bruuk..
naya jatuh tak sadarkan diri maira yang juga berada disana yang sedari tadi hanya menyaksikan dan tak bisa berbuat apa-apa tambah panik ketika naya jatuh pingsan
" naya,, dok dokterr " teriak maira memanggil dokter sekencang mungkin dan dokterpun datang dan langsung memeriksa naya setelah membaringkan naya diatas kasur rumah sakit.
__ADS_1
¤¤¤
besok paginya naya tersadar dan merasakan sakit dikepalanya
apakah dia baru bermimpi buruk ??
sebelum naya tersadar sepenuhnya maira datang membuka pintu
" nay loe udah sadar " ucap maira mendekati tubuh naya
deg.....
naya diam membisu apakah bukan mimpi??
" may ibu ayah aku kemana mereka baik-baik aja kan ? mereka gak apa apa kan? " cecar naya, maira diam membisu tak sanggup dia bicara
" maira jawab! kenapa diam saja jawab " teriak naya yang tak dijawab maira
" nay, loe yang sabar ya " hanya itu yang bisa maira katakan
naya beringsut dan menutup wajahnya dengan telapak tangan dan menangis sejadi jadinya.
naya mencoba untuk tegar menerima semua yang terjadi merelakan kedua orang tuanya pergi dari pelukannya sekarang.
__ADS_1
setelah merasa agak baikan naya pergi dari rumah sakit dan segera pulang untuk acara pemakaman ayah juga ibu nya dikediaman mereka